Dokter, Internet dan Blog

Posted: February 27, 2008 at 17:00:05 by Dani Iswara. Words count: 431.
Last updated: April 20, 2009 at 00:21:26.

Makin banyak warna di dunia blog kedokteran (ada yang lebih nyaman dengan sebutan blog dokter) :) Indonesia. Beberapa dokter saya ketahui sudah malang melintang di dunia Internet sejak lama. Sebutlah "dokter Internet" Erik Tapan (taut akan dialihkan ke blognya yang sekarang) dan dokter Iwan Darmansjah. Saat itu, di tengah keengganan dokter menggunakan Internet lebih intensif--kalau tidak salah pernah dibahas sehubungan survei lembaga riset Forrester dulu, beliau-beliau masih menekuninya hingga sekarang. Hingga blog menjadi tren sesaat populer seperti sekarang, mungkin saja masih ada keengganan tersebut. Beberapa keengganan muncul dengan alasan:
  1. dokter sibuk, tidak ada waktu lagi
  2. Internet hanya memuat berita sampah yang tidak jelas
  3. blog hanya buang-buang waktu saja
  4. tidak ada akses Internet di kantor :)
  5. tidak tahu caranya menggunakan blog
Tapi kini sudah makin banyak pengguna memanfaatkan Internet untuk mencari informasi kesehatan (health seeker). Terutama melalui mesin pencari Google oleh para Medical Googlers. Masihkah para dokter Indonesia merasa asing dengan makhluk berwujud Internet dan blog? Internet diyakini sebagai media yang tumbuh paling cepat di dunia. Mampu menghubungkan seseorang antar belahan dunia. Mendukung kolaborasi ide dan pikiran banyak orang dalam suatu komunikasi virtual/maya. Dalam pendidikan pun berpeluang terwujudnya pembelajaran ubiquitous, bukan sekadar mobile learning lagi. Dokter bisa saja memiliki motivasi tersendiri dalam pemanfaatan Internet. Entah karena:
  1. sekadar (bukan sekedar) memanfaatkan fasilitas yang tersedia di tempat kerja
  2. karena kebetulan ada waktu luang
  3. kebutuhan surat menyurat via surat elektronik dengan rekanan
  4. keperluan pencarian literatur dan jurnal
  5. mencari informasi sekolah, beasiswa, peluang kerja di luar negeri
  6. sekalian promosi bisnis di luar praktik
Ketersediaan Internet bisa menjadi kendala. Tetapi bukan berarti kebutuhan pengguna akan informasi kesehatan terpercaya dapat diabaikan begitu saja. Beberapa keengganan yang tersebut sebelumnya di atas, sebenarnya ada jalan keluarnya. Dokter tidak perlu mengelola blog secara teknis hingga menuliskan kode-kode css, xhtml, atau php. Walaupun beberapa sejawat dokter tidak keberatan dan memiliki kemampuan untuk hal tersebut. Panduan sederhana pembuatan dan pengelolaan blog banyak tersedia di Internet secara gratis. Dokter cukup menuangkan ide dan pengalamannya. Jika perlu berupa transkrip suara (ala podcasting) sudah lebih dari cukup. Administrator atau pengelola blog dokter bisa saja menuliskannya kembali dalam bentuk teks. Paling tidak seperti pengelolaan situs dokter sejenis WebMD. Beberapa dokter yang memiliki manajemen bisnis tersendiri nampaknya berpeluang untuk itu. Menunggu upaya pemerintah? Situs-situs luar negeri berekstensi .gov, .org dan kode negara masing-masing, beberapa diantaranya memang patut dan wajib menjadi panutan bagi warga negaranya. Banyak pula situs web/blog yang sudah memperhatikan akses bagi penderita dengan ketidakmampuan tertentu (people with disabilities). Sepertinya belum saatnya bagi negara kita... Apakah dokter akan tetap tidak tertarik nge-blog jika mengetahui bahwa blog juga dapat:
  1. menambah kepercayaan pasien
  2. menambah relasi (paling ngga, ada yang menemani di kota tujuan..)
  3. memberi penghasilan tambahan
  4. membantu memahami keinginan dan kebutuhan pasien
  5. menyadarkan jika dokter adalah manusia biasa yang hanya kepanjangan tangan Tuhan..
Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Dokter, Internet dan Blog by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

4 Responses to post titled: Dokter, Internet dan Blog

  1. Comment by Yanuar on February 28, 2008 at 08:21:40
    using Internet Explorer 7.0 on Windows XP

    bener mas..
    Mai Ngeblog Apang sing Belog / Mari ngeblog Biar tidak Goblok.

    kasihan orang-orang yang tidak tau blog dan tiba-tiba bilang. “Orang yang membuat blog di Internet adalah orang yang kurang kerjaan” “Orang yang membaca blog di Internet adalah orang-orang bodo!” (Ahmad Dani Quote)
    he..he.he..

  2. Comment by Moh Arif Widarto on February 28, 2008 at 10:09:52
    using Firefox 2.0.0.12 on Windows XP

    [OOT]
    Dr. Dani sudah jatuh cinta pada yang lain ternyata. Sekarang pakai WP.

    Saya poliblogi saja deh.

  3. Comment by dani on February 28, 2008 at 11:01:52
    using Firefox 2.0.0.12 on GNU/Linux

    Yanuar:
    berarti bos2/petinggi yg ngeblog itu.. :)

    Moh Arif Widarto:
    gak sanggup ngelola banyak2 kang :)

  4. Comment by Hilman on May 19, 2008 at 19:56:04
    using Firefox 2.0.0.14 on Windows XP

    Terima kasih atas infonya infonya sangat berguna

    last blog post: Harap dibaca bagi blogger yg ingin backlink

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Open Healthcare to encourage Interoperability
‹‹ Newer entries: Istilah Kesehatan-Kedokteran di KBBI Daring