Panduan Pemula Linux Slackware
March 2, 2008 – 8:11 am by Dani IswaraTulisan ini memuat panduan untuk pemula Linux Slackware yang saya rangkum dari beberapa sumber disertai pengalaman pribadi. Diasumsikan pembaca pernah menginstalasikan dan menggunakan sistem operasi GNU / Linux sebelumnya.
Di komputer jinjing lawas saya (’notebook’ Compaq hp nx61xx) saat ini terinstal Linux (sebutan Linux disini mengacu pada GNU / Linux) Fedora 7 (Moonshine) dan Windows XP ‘Home Edition’. Linux Fedora 7 didedikasikan untuk pekerjaan produktif (’desktop’ & ’server’) dan Windows XP sebagai cadangan (eman-eman ngga dipake, orisinil je..). Kebetulan di komputer teman kos ada 3 berkas ‘ISO image’ Slackware 12 menganggur..akhirnya dibakar jadi CD 1, CD 2, CD 3 (sebenarnya cukup 2 CD pertama, CD terakhir memuat paket ekstra)..
Berbekal rasa penasaran dan bacaan dari:
- Slackware Linux Essentials (buku wajib nih..)
- Slackware Linux Basics
- HowtoForge - The Perfect Desktop - Slackware 12 (memuat langkah-langkah instalasi beserta gambar panduan)
akhirnya diputuskan untuk mencicipi distro Linux Slackware 12…Instalasi 2 CD berlangsung selama kurang lebih 30 menit pada ‘notebook’ (dengan tenaga batere–sehingga ‘notebook’ tidak mudah kepanasan..sumuk kali.., tanpa dicolokkan ke listrik–karena kipas / ‘fan’ nampaknya belum berfungsi sempurna..)
Pengaturan setelah instalasi
Bootloader Lilo tidak saya instalasi, jadi cukup mengedit menu grub bawaan Fedora 7. Di terminal Fedora 7, sebagai root, saya ketikkan:
gedit /boot/grub/grub.conf
inti tampilan berkas /boot/grub/grub.conf saya sebagai berikut:
default=0
timeout=3
splashimage=(hd0,7)/boot/grub/splash.xpm.gz
hiddenmenu
title Fedora (2.6.23.1-21.fc7)
root (hd0,7)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.23.1-21.fc7 ro root=LABEL=/ rhgb quiet
initrd /boot/initrd-2.6.23.1-21.fc7.img
title Fedora (2.6.21-1.3194.fc7)
root (hd0,7)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.21-1.3194.fc7 ro root=LABEL=/ rhgb quiet
initrd /boot/initrd-2.6.21-1.3194.fc7.img
title Slackware 12 (2.6.21.5-huge-smp)
root (hd0,9)
kernel /boot/vmlinuz-huge-smp-2.6.21.5-smp root=/dev/hda10 ro
boot
title Windows XP HE (original)
rootnoverify (hd0,0)
chainloader +1
Sesuaikan lokasi partisi masing-masing. Kemudian reboot kembali untuk booting ke Slackware 12.
Beberapa pengaturan penting desktop Slackware 12 setelah instalasi (moda ‘text mode’; sebelum menikmati tampilan X ‘window manager’):
xorgconfigxorgsetup
lalu pengaturan suara dan menambahkan pengguna:
alsaconfalsamixeradduser
dengan ‘additional group’ (jika perlu, buat dahulu grup untuk camera dengan groupadd camera):
sys,disk,cdrom,audio,video,scanner,plugdev,power,camera
untuk menikmati tampilan grafikalnya:
startx
jika perlu edit /etc/inittab untuk mengubah ‘runlevel’..Tampilan KDE-nya (belum sempat nyoba paket GNOME ‘3rd party’-nya..) yang saya pilih kok ngga ada bau-bau Slackware (’by default’) yaa..
Bener-bener dibebasin ke pengguna nih..
Manajemen paket
Diserahkan sepenuhnya kepada pengguna. Ingin instalasi dari kode sumber (’source’), silakan..instalasi paket dengan ’script’ dari Slackbuilds juga boleh…atau ambil dari Slacky - Italian Slackware Community dan Linux Packages saja..
Dengan instalasi ‘full install’, multimedia (mp3, video) langsung berfungsi apa adanya. ‘Plugin’ flash-player, RealPlayer, OpenOffice.org dapat diinstalasikan manual. Ketersediaan paket-paket terbaru juga termasuk cepat dibanding paket ‘binary’ distro lain. Paling tidak saat tulisan ini dibuat sudah tersedia paket Firefox 2.0.0.10 (sekarang 2.0.0.12..
), Pidgin 2.2.2 (pidgin 2.4.0 dah ada kan..), Gimp 2.4.2.
Unduh paket-paket terbaru / tambahan. Dengan pkgtool, installpkg, atau upgradepkg dari lokasi / direktori penyimpanan, paket dapat diinstalasikan ‘offline’ tanpa khawatir dependensi (kecuali memang disyaratkan) seperti distro berbasis ‘binary’ lainnya. Dalam hal ini, Slackware relatif lebih mudah dipelihara.
Koneksi dengan modem huawei e220 (instalasi paket wvdial, wvstreams dan penggerak / ‘driver’ huaweiAktBbo-i386.out dahulu) berhasil seperti distro yang lain.
Jika ‘dial-up’ berfungsi tapi belum terkoneksi, coba mengedit manual berkas /etc/resolv.conf, isi dengan ‘nameserver DNS address’ anda:
nano /etc/resolv.conf
Pengaturan ‘wireless’ (WiFi) berhasil setelah mengedit berkas rc.wireless.conf:
nano /etc/rc.d/rc.wireless.conf
Petunjuk lainnya ada di ‘Difficulty to connect with WiFi‘ (di forum LinuxQuestions.org) dan Intel PRO/Wireless Driver for Linux (untuk ipw2200/2915).
Untuk menampilkan indikator batere, sebagai super user (su atau sudo; maklum enakan pake ’sudo’ seperti di Ubuntu..untuk pengaturan ’sudo’, silakan diatur sendiri ya..) saya edit berkas rc.local yang berlokasi di /etc/rc.d/ dengan editor teks nano:
sudo nano /etc/rc.d/rc.local
saya tambahkan baris berikut pada bagian akhir:
/sbin/modprobe ac
/sbin/modprobe battery
/sbin/modprobe button
/sbin/modprobe container
/sbin/modprobe fan
/sbin/modprobe processor
/sbin/modprobe thermal
tekan ctrl + o untuk menyimpan, ctrl + x untuk keluar dari nano.
Indikator batere, suhu, prosesor dapat ditampilkan menggunakan aplikasi gkrellm yang dijalankan melalui terminal. Atau di KDE coba pengaturan: “KDE start menu” » “Settings” » “Power Control” » “Laptop Baterry”.
Walaupun saya lebih menyukai GNOME yang sederhana (biar kata GNOME masi lebih banyak ‘bugs’ dibanding KDE..), Slackware + KDE akan coba saya kencani dulu..
Dengan membaca dokumentasi yang tersedia, harusnya Slackware tidaklah sesulit yang dibayangkan.
Paling tidak, kini saya memaklumi mengapa mereka (pengguna Slackware) masih setia menggunakannya hingga kini…
Beberapa situs pengguna Slackware Indonesia:
- Planet Slackware Indonesia
- Slackware (Forum Linux Indonesia)
- Ozzie
- Willy Sudiarto Raharjo
- Slackware’s Blog
- Michael Daranto
- Widya Walesa
- Makassar Slackers
Mohon diralat jika ada kesalahan..kan pemula.. ![]()
Berikut hasil tangkapannya yang sudah dikustomisasi sekadarnya:


Last updated: Tuesday, May 27, 2008 at 12:11 pm
Taken from: Panduan Pemula Linux Slackware by Dani Iswara (Dani Iswara .Net).











Using
Wah penggemar slackware? Ini ada alamat http://yansfiles.bedeng.com/ punya teman yang hoby-nya sama, yakni menggunakan slackware. Semoga bermanfaat.
Using
Riyogarta:
maunya gandeng sekalian ama ubuntu, opensuse, fedora..apa daya disk space fakir..
makasi tautnya..kapan2 maen kesana ah..
pokoknya gol. pemula aja mas riyo..
semenjak make slackware, dah anteng gak utak-atik lg..
bukan berarti distro yg lain gampang, tp krn slackware tll ribet buat saya otak-atik