Otitis Eksterna karena Menggaruk Liang Telinga
March 25, 2008 – 13:36 by Dani Iswara. Words count: 465.Last updated: Tuesday, June 10, 2008 at 21:49.
Menggaruk liang telinga dapat menimbulkan peradangan pada liang telinga. Istilah medisnya ‘Otitis’. Dalam tulisan ini, mengacu pada peradangan liang telinga luar (Otitis eksterna).
Rasa tidak nyaman dalam liang telinga dapat menggoda kita untuk memasukkan jari dan menggaruknya. Seandainya di ujung jari terpasang kamera mini yang dapat dimonitor, mungkin kegiatan garuk-menggaruk ini tidak akan bermasalah.
Akibatnya yang sering terjadi adalah daun telinga nampak kemerahan, membengkak, terasa berkurang kemampuan pendengarannya, nyeri (‘otalgia’), telinga berdenging (‘tinnitus’), bahkan ada suatu cairan (‘discharge’) yang mengalir dari liang telinga (‘otorrhea’). Dapat pula disertai rasa gatal (‘pruritus’) dan penuh (‘fullness’) di liang telinga.
Apa yang terjadi? Bagaimana mengatasinya?
Kulit liang telinga luar lebih tipis
Kondisi kulit liang telinga (gambar penampang telinga kanan diambil dari www.audigygroup.com) yang sangat tipis beralaskan tulang rawan dan tulang, memudahkan kemungkinan trauma atau cedera. Berbeda dengan lapisan kulit lain yang berbantalkan cukup lemak. Lecet yang terjadi ditambah kondisi liang telinga yang lembab lembap, hangat dan gelap, dapat mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur.
Mekanisme pertahanan
Sedemikian rupa Tuhan menciptakan lapisan kaya lipid (lemak) yang disebut serumen, untuk menjaga kulit liang telinga tidak mudah menyerap air. Dapat dibayangkan jika lapisan pelindung kulit ini lecet, kulit liang telinga menjadi mudah menyerap air, bahkan menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri.
Migrasi sel-sel permukaan (epitel) dari gendang telinga ke arah luar turut membantu pembersihan liang telinga luar.
Lecetnya liang telinga luar
Peradangan diawali dengan lecetnya kulit permukaaan liang telinga. Apalagi jari yang digunakan menggaruk baru saja dipotong kukunya. Atau penggunaan ‘cotton swab’ yang terlalu bersemangat dan tidak kenal menyerah. Lecet ini dapat berlanjut menjadi infeksi bakteri. Infeksi berkepanjangan dapat pula mendukung pertumbuhan jamur.
Pada lecet yang terjadi di kulit tangan, kaki dan bagian tubuh lain, kita bisa melihat kulit yang tergaruk menjadi kemerahan, berair (pengeluaran serum), berdarah dan bengkak. Disertai rasa nyeri, pedih dan gatal. Begitu pula yang terjadi dengan kulit liang telinga.
Apakah rasa gatal pada kulit menjadi berkurang jika digaruk?
Jika bukan karena pedih dan nyeri, mungkin menggaruk akan terus berlanjut.
Kecuali jika penggaruk adalah tipe yang tidak kenal menyerah…
Kapan ke dokter?
Jika hanya karena garukan, tidak terinfeksi, tidak ada penyakit sistemik lain seperi atopik, psoriasis, kencing manis, kulit mampu untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
Jika disertai keluhan nyeri, demam dan adanya / keluarnya cairan (‘discharge’) di atau dari liang telinga, sebaiknya periksakan diri ke dokter, karena mungkin terjadi infeksi yang meluas atau disertai robeknya gendang telinga.
Dokter umum biasanya memiliki alat untuk mengevaluasi kondisi liang telinga. Jika diperlukan, tentu akan dirujuk ke dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan, kepala dan leher.
Berenang? Naik pesawat?
Mintalah nasihat dokter. Apakah dengan kondisi liang telinga hasil pemeriksaan tersebut, penderita masih boleh berenang atau naik pesawat. Terutama yang berhubungan dengan robeknya gendang telinga.
Pencegahan
Dengan memahami kondisi kulit liang telinga yang rawan cedera, berhati-hatilah dalam membersihkan area tersebut. Terutama pada anak-anak.
Bacaan lain untuk umum:
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.
Comment by Ady on March 25, 2008 at 19:57:07
using Internet Explorer 7.0 on Windows XP
Kalau naik pesawat pakai ear muff atau ear plug, terutama saat pesawat turun. Tapi ga pake juga gpp, sistem sealed pressure cabin sekarang sudah bagus!!
Ady’s last blog post..Preventing Tuberculosis in Workplaces
Comment by Dani Iswara on March 27, 2008 at 00:01:35
using Mozilla Firefox 2.0.0.13 on GNU/Linux
Ady:
termasuk gak pake permen lg..
iya tekanan kabin skrg lbh terjaga, entah dgn pesawat2 kecil di daerah..