Panduan Pemula Linux Slackware

March 2, 2008 – 08:11 by Dani Iswara. Words count: 734.
Last updated: Monday, January 4, 2010 at 3:44.

Tulisan ini memuat panduan untuk pemula Linux Slackware yang saya rangkum dari beberapa sumber disertai pengalaman pribadi. Diasumsikan pembaca pernah menginstalasikan dan menggunakan sistem operasi GNU / Linux sebelumnya.

Di komputer jinjing lawas saya (‘notebook’ Compaq hp nx61xx) saat ini terinstal Linux (sebutan Linux disini mengacu pada GNU / Linux) Fedora 7 (Moonshine) dan Windows XP ‘Home Edition’. Linux Fedora 7 didedikasikan untuk pekerjaan produktif (‘desktop’ & ’server’) dan Windows XP sebagai cadangan (eman-eman ngga dipake, orisinil je..). Kebetulan di komputer teman kos ada 3 berkas ‘ISO image’ Slackware 12 menganggur..akhirnya dibakar jadi CD 1, CD 2, CD 3 (sebenarnya cukup 2 CD pertama, CD terakhir memuat paket ekstra).. :D

Berbekal rasa penasaran dan bacaan dari:

akhirnya diputuskan untuk mencicipi distro Linux Slackware 12…Instalasi 2 CD berlangsung selama kurang lebih 30 menit pada ‘notebook’ (dengan tenaga batere–sehingga ‘notebook’ tidak mudah kepanasan..sumuk kali.., tanpa dicolokkan ke listrik–karena kipas / ‘fan’ nampaknya belum berfungsi sempurna..)

Pengaturan setelah instalasi

Bootloader Lilo tidak saya instalasi, jadi cukup mengedit menu grub bawaan Fedora 7. Di terminal Fedora 7, sebagai root, saya ketikkan:

gedit /boot/grub/grub.conf

inti tampilan berkas /boot/grub/grub.conf saya sebagai berikut:

default=0
timeout=3
splashimage=(hd0,7)/boot/grub/splash.xpm.gz
hiddenmenu

title Fedora (2.6.23.1-21.fc7)
root (hd0,7)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.23.1-21.fc7 ro root=LABEL=/ rhgb quiet
initrd /boot/initrd-2.6.23.1-21.fc7.img

title Fedora (2.6.21-1.3194.fc7)
root (hd0,7)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.21-1.3194.fc7 ro root=LABEL=/ rhgb quiet
initrd /boot/initrd-2.6.21-1.3194.fc7.img

title Slackware 12 (2.6.21.5-huge-smp)
root (hd0,9)
kernel /boot/vmlinuz-huge-smp-2.6.21.5-smp root=/dev/hda10 ro
boot

title Windows XP HE (original)
rootnoverify (hd0,0)
chainloader +1

Sesuaikan lokasi partisi masing-masing. Kemudian reboot kembali untuk booting ke Slackware 12.

Beberapa pengaturan penting desktop Slackware 12 setelah instalasi (moda ‘text mode’; sebelum menikmati tampilan X ‘window manager’):

xorgconfig
xorgsetup

lalu pengaturan suara dan menambahkan pengguna:

alsaconf
alsamixer
adduser

dengan ‘additional group’ (jika perlu, buat dahulu grup untuk camera dengan groupadd camera):

sys,disk,cdrom,audio,video,scanner,plugdev,power,camera

untuk menikmati tampilan grafikalnya:

startx

jika perlu edit /etc/inittab untuk mengubah ‘runlevel’..Tampilan KDE-nya (belum sempat nyoba paket GNOME ‘3rd party’-nya..) yang saya pilih kok ngga ada bau-bau Slackware (‘by default’) yaa.. :D Bener-bener dibebasin ke pengguna nih.. :)

Manajemen paket

Diserahkan sepenuhnya kepada pengguna. Ingin instalasi dari kode sumber (’source’), silakan..instalasi paket dengan ’script’ dari Slackbuilds juga boleh…atau ambil dari Slacky – Italian Slackware Community dan Linux Packages saja.. :D

Dengan instalasi ‘full install’, multimedia (mp3, video) langsung berfungsi apa adanya. ‘Plugin’ flash-player, RealPlayer, OpenOffice.org dapat diinstalasikan manual. Ketersediaan paket-paket terbaru juga termasuk cepat dibanding paket ‘binary’ distro lain. Paling tidak saat tulisan ini dibuat sudah tersedia paket Firefox 2.0.0.10 (sekarang 2.0.0.12.. :D ), Pidgin 2.2.2 (pidgin 2.4.0 dah ada kan..), Gimp 2.4.2.

Unduh paket-paket terbaru / tambahan. Dengan pkgtool, installpkg, atau upgradepkg dari lokasi / direktori penyimpanan, paket dapat diinstalasikan ‘offline’ tanpa khawatir dependensi (kecuali memang disyaratkan) seperti distro berbasis ‘binary’ lainnya. Dalam hal ini, Slackware relatif lebih mudah dipelihara. :D

Koneksi dengan modem huawei e220 (instalasi paket wvdial, wvstreams dan ‘driver’ huaweiAktBbo-i386.out dahulu) berhasil seperti distro yang lain.
Jika ‘dial-up’ berfungsi tapi belum terkoneksi, coba mengedit manual berkas /etc/resolv.conf, isi dengan ‘nameserver DNS address’ anda:

nano /etc/resolv.conf

Pengaturan ‘wireless’ (WiFi) berhasil setelah mengedit berkas rc.wireless.conf:

nano /etc/rc.d/rc.wireless.conf

Petunjuk lainnya ada di ‘Difficulty to connect with WiFi‘ (di forum LinuxQuestions.org) dan Intel PRO/Wireless Driver for Linux (untuk ipw2200/2915).

Untuk menampilkan indikator batere, sebagai super user (su atau sudo; maklum enakan pake ’sudo’ seperti di Ubuntu..untuk pengaturan ’sudo’, silakan diatur sendiri ya..) saya edit berkas rc.local yang berlokasi di /etc/rc.d/ dengan editor teks nano:

sudo nano /etc/rc.d/rc.local

saya tambahkan baris berikut pada bagian akhir:

/sbin/modprobe ac
/sbin/modprobe battery
/sbin/modprobe button
/sbin/modprobe container
/sbin/modprobe fan
/sbin/modprobe processor
/sbin/modprobe thermal

tekan ctrl + o untuk menyimpan, ctrl + x untuk keluar dari nano.

Indikator batere, suhu, prosesor dapat ditampilkan menggunakan aplikasi gkrellm yang dijalankan melalui terminal. Atau di KDE coba pengaturan: “KDE start menu” » “Settings” » “Power Control” » “Laptop Baterry”.

Walaupun saya lebih menyukai GNOME yang sederhana (biar kata GNOME masi lebih banyak ‘bugs’ dibanding KDE..), Slackware + KDE akan coba saya kencani dulu.. :D

Dengan membaca dokumentasi yang tersedia, harusnya Slackware tidaklah sesulit yang dibayangkan.
Paling tidak, kini saya memaklumi mengapa mereka (pengguna Slackware) masih setia menggunakannya hingga kini… :D

Beberapa situs pengguna Slackware Indonesia:

Mohon diralat jika ada kesalahan..kan pemula.. :D
Berikut hasil tangkapannya yang sudah dikustomisasi sekadarnya:

Slackware Wallpaper - promo text (click to view)

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Panduan Pemula Linux Slackware by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

17 Responses to post titled: Panduan Pemula Linux Slackware

  1. Comment by Riyogarta on April 20, 2008 at 19:31:16
    using Mozilla Firefox 2.0.0.13 on Ubuntu Linux 7.10

    Wah penggemar slackware? Ini ada alamat http://yansfiles.bedeng.com/ punya teman yang hoby-nya sama, yakni menggunakan slackware. Semoga bermanfaat.

  2. Comment by Dani Iswara on April 20, 2008 at 20:03:44
    using Mozilla Firefox 2.0.0.14 on GNU/Linux

    Riyogarta:
    pokoknya gol. pemula aja mas riyo..
    semenjak make slackware, dah anteng gak utak-atik lg..
    bukan berarti distro yg lain gampang, tp krn slackware tll ribet buat saya otak-atik :D
    maunya gandeng sekalian ama ubuntu, opensuse, fedora..apa daya disk space fakir.. :(
    makasi tautnya..kapan2 maen kesana ah..

  3. Comment by c03p2 on April 8, 2009 at 11:06:47
    using Mozilla Firefox 3.0.8 on Windows XP

    mas sy minta ijin ingin repost panduan pemula linux slackware ke blog saya? saya tunggu konfirmasi dari mas. Terima kasih.

  4. Comment by Dani Iswara on April 8, 2009 at 11:17:38
    using Mozilla Firefox 3.0.8 on Gentoo Linux

    c03p2,
    silakan mas..silakan juga disesuaikan dgn perkembangan terkini, saya blm sempat update lg krn dah make gentoo :)

  5. Comment by dyagnoz on December 18, 2009 at 20:42:35
    using Mozilla Firefox 3.1b3 on Windows XP

    bang, saya nginstall slackware 13 64 bit. stlah startx knapa hang(mouse ga gerak, keyboard ga respon)???
    itu terjadi utk semua jenis desktop
    pas sy install ulang slackwarenya,sama aja masih hang…wah bingung

    sbg catatan : proc sy intelcore2 duo dan video cardnya intel 945GM

    klo tahu mohon pencerahannya ya bang…

  6. Comment by Dani Iswara on December 18, 2009 at 22:49:07
    using Mozilla Firefox 3.5.5 on openSUSE Linux

    dyagnoz,
    maaf jika anamnesis di bawah ini terasa menyederhanakan kemampuan linux Andra ya. Saya pemula nih. Ngga pakai Slackware lagi sekarang. Belum browsing ’slackware13 64bit problem’. Jadi pertanyaan tebakan saya: :)

    • Sudah pake installer versi 64 bit?
    • Konfigurasi xorg sudah bener?

    Coba juga diskusi di forum Linux Indonesia dan milis Slackware Indonesia. :)

  7. Comment by dyagnoz on December 19, 2009 at 16:00:00
    using Google Chrome 4.0.221.6 on Windows XP

    haha…santai aja bang gpp kok :-D
    saya kok yg bener2 blind newbie tp nekaT aja mao make slackware walau dipikir2 ga cocok…tp sy khan dual boot xp jd ga masalah kalo mau belajar “unix like”.
    oiya bang, pertanyaan no.1 ga ngerti klo pertanyaan no 2, xorg udah di setup sih pake yg otomatis ja :-D tp ga tau bener ato ga nya.
    klo dilihat di forum slackware yg sy ikuti ada jg orang yg dapat masalah spt saya
    bisa dilihat di
    http://www.linuxquestions.org/questions/slackware-14/kde-4.2.4-hangs-at-splash-screen-on-new-slackware-13-install-after-executing-startx-753643/

    yah, klo misal bang dani ada waktu dan tahu caranya, tolong ya :-)

  8. Comment by Dani Iswara on December 19, 2009 at 18:35:40
    using Mozilla Firefox 3.5.5 on openSUSE Linux

    dyagnoz,
    kadang installer 32 dan 64 bit dipisah kan? :)

    sepertinya memang paket kartu grafis yang bermasalah.

  9. Comment by dyagnoz on December 19, 2009 at 21:00:09
    using Opera 9.25 on Windows XP

    saking penasarannya, td saya coba lagi install ulang. itu sepertinya untuk kali ke 5 ato 6 nginstall ulang slackware. akhirnya mau juga :-D
    aneh padahal ga ada yang saya ubah/ganti, yah seperti nginstall yg kemaren2…tp syukurlah sudah bisa :-D
    ternyata slackware ga sejadul yg ada di otak sy sebelumnya. tampilannya ok kok, cepat,ringan, dan simpel. smoga sy bisa brtahan dengan distro ini…ini distro ke-3 yg pernah sy coba stlah man***** dan fed***
    makasih bang….

  10. Comment by Dani Iswara on December 19, 2009 at 21:49:25
    using Mozilla Firefox 3.5.5 on openSUSE Linux

    dyagnoz,
    awas kecanduan! :P

  11. Comment by dyagnoz on December 19, 2009 at 22:09:28
    using Opera 9.25 on Windows XP

    haha :-P

  12. Comment by Pradna on January 22, 2010 at 10:39:15
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on Linux Mint 8

    maaf mas Dani,
    Saya baru noba Slackware 13, mau tanya:
    Edit /etc/rc.d/rc.wireless.conf …itu di edit seperti apa, kang?

    soalnya, Atheros wifi dah terbaca pake iwconfig, tp blm tau cara konek wifi-nya

    Terima kasih.

  13. Comment by Dani Iswara on January 22, 2010 at 10:59:06
    using Mozilla Firefox 3.5.7 on Gentoo Linux

    Pradna,
    maaf kang, saya dah lama ngga pake slackware lagi.
    Biasanya di berkas konfigurasi slackware ada contoh lengkapnya.

    Kalau tidak salah ingat, terkait wifi di eth1, ini yang saya edit:

    # Config information for eth1:
    IPADDR[1]=""
    NETMASK[1]=""
    USE_DHCP[1]="yes"
    WLAN_MODE[1]=Managed
    WLAN_RATE[1]="54M auto"

    dan beberapa setelan ‘auto connect’ untuk access point tertentu.

    Untuk wifi yang terproteksi WEP atau WPA, saya konek pakai cara manual juga dulu (iwconfig eth1 essid "nama essid" key 01234567890 atau iwconfig eth1 essid "Nama Essid" key s:passwordwifi).
    Tapi sekarang kan dah ada knetworkmanager atau dulu semacam kwifimanager. :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Linux is not allowed for Medical Students - Indonesia Physician Weblog on March 17, 2008 at 19:36:27
    using WordPress 2.3.3

    [...] dimodifikasi, diduplikasi dan disebarkan. Kebebasan yang legal adalah milik pengguna. Tulisan Panduan Pemula Linux Slackware mungkin [...]

  2. Pingback by Generik di Linux dan Kedokteran - Dani Iswara .Net on July 25, 2008 at 11:13:19
    using WordPress 2.6

    [...] akan terasa lebih sulit dipasang manual, walau tersedia pemaketan dari pihak ketiga. Lihat juga Panduan Pemula Linux Slackware (Dani Iswara [...]

  3. Pingback by Memilih Distro Linux buat Pemula - Dani Iswara .Net on December 9, 2008 at 16:10:24
    using WordPress 2.6.1

    [...] akan terasa lebih sulit dipasang manual, walau tersedia pemaketan dari pihak ketiga. Lihat juga Panduan Pemula Linux Slackware (Dani Iswara [...]

  4. Pingback by Pemula Mencoba Arch Linux - Dani Iswara .Net on January 5, 2010 at 18:15:20
    using WordPress abc

    [...] dengan mesin komputer jinjing yang sama saat meng-install Gentoo 2008.0-r1 dan Slackware 12, HP Compaq nx6120. Berikut ini sedikit catatan saya saat mengonfigurasi Linux Arch untuk fungsi [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Susu Formula dan Enterobacter sakazakii
‹‹ Newer entries: Desain Weblog-Website yang Ubiquitous