Yang Merepotkan dari Standar Web
April 3, 2008 – 3:28 pm by Dani IswaraPertama kali mencoba menerapkan ‘tet3k bengek’ standar web di blog, memang amat sangat merepotkan sekali. Lho, standar web lagi? Yup, yang sudah muak, di-’skip aja’..
Ternyata menerapkan standar web di blog susah juga.
Belajar dari Situs Indonesia Penganut Standar Web, tanya sana-sini, kesimpulannya: memang merepotkan.
Tulisan ini sedang jadi ajang coba-coba..
Beberapa hal yang merepotkan dari standar web
- Menemukan desain templat yang menyatakan sudah menganut standar web (biasanya valid X/HTML dan CSS).
Yang umum digunakan biasanya ‘X/HTML 1.0 Transitional’ atau ‘X/HTML 1.0 Strict’.
Untuk blog ini, demi memangkas ukuran berkas X/HTML dan CSS (dan juga karena memang tidak bisa mendesain blog..), saya pilih desain sederhana (sebagian templat dari blog lama di Blogspot) nan klasik ‘bin jadul’ yang mudah dikelola ini.
Jika memungkinkan, tidak usah mengunakan ‘hacks’ CSS IE.. - Walau desain templatnya sudah valid, ternyata ‘plugin-plugin’ dan atau modul-modulnya (CMS) tidak.
Ada ‘plugin’ yang masih bisa dimodifikasi.
Tapi di CMS Drupal, asal templatnya valid, setelah menambahkan sekian modul hasilnya masih valid juga.
- Atau aksesoris web / blog tambahan dari pihak ketiga, kodenya juga ada yang tidak valid.
Belakangan mulai banyak juga kode aksesoris blog yang mengacu ke valid X/HTML 1.0 Strict. - Validasi dianjurkan dilakukan setiap ada perubahan isi / kode web / blog.
Jadi tiap mengubah kode templat, ‘layout’ (CSS), ‘widget’, bahkan setelah memuat suatu tulisan, ingat validasikan kembali!
Repot kan.. - Mungkin ada pengelola web / blog yang memilih mengetik dengan editor teks (moda X/HTML), bukan visual.
Saya pernah mengalami otomatisasi atau konversi kode X/HTML yang berbeda.
Misalnya, saat mengubah tulisan blog di editor visual WordPress 2.3.3 yang lalu, dengan peramban Opera 9.26 versi GNU/Linux (Slackware). Beberapa tag (contoh:href,class,img) berubah menjadi kapital (saat dilihat dalam moda X/HTML).
Bisa ditebak, kesalahan kode ini yang membuatnya menjadi tidak valid (terutama yang menggunakanDOCTYPE‘X/HTML Strict’).
Khusus tagimgmalah memunculkan kodeilo-ph-fix="tofix" ilo-full src=.
Hal ini tidak terjadi pada peramban Firefox.
Apakah editor teks WP memang kurang kompatibel dengan Opera?
WP versi 2.5 ini saya menggunakan editor teks HTML saja demi amannya.
Dengan risiko, pembaca umpanan akan menerima tulisan kita berupa tag X/HTML juga..??
Modifikasi kode pada YouTube
Kesulitan lain berupa penyesuaian tag <embed> pada X/HTML Strict.
Pada tulisan Remote Physician using Robot Network, saya coba memasukkan video dari YouTube dengan penyesuaian kode sebagai berikut:
Dengan DOCTYPE X/HTML 1.1 ini, saya lakukan penyesuaian tag <embed> dan memasang kode url:
http://www.youtube.com/v/lDHyTifrSe8&hl=en
di kode di bawah:
<object type="application/x-shockwave-flash" style="width:425px; height:355px;" data="SOURCE_URL_HERE"><param name="movie" value="SOURCE_URL_HERE" /></object>
hasilnya masih bisa valid dan berfungsi baik di peramban Firefox 2.0.0.13. Entah fungsional dengan peramban lainnya.
Untuk muatan Flash, mungkin bisa mengacu ke Creating Accessible Macromedia Flash Content (WebAIM).
Last updated: Monday, June 23, 2008 at 7:29 am
Taken from: Yang Merepotkan dari Standar Web by Dani Iswara (Dani Iswara .Net).











Using
yaa.. memang merepotkan bli..
makanya itu nggak pake standar-standar’an
he.he..
Yanuar’s last blog post: Keberuntungan
Using
ini dokter emang dokter komputer dah…
mohammad’s last blog post: Castaway
Using
Maaf nih kalo salah tempat…….
bisa ikut tukeran link?
saya sedang menulis blog tentang kesehatan, alamatnya :
http://www.patromax.com
ditunggu balasannya.
vanudin’s last blog post: Kecerdasan
Using
Yanuar:
iya bli..ini jg trial2 ajah..
mohammad:
maklum masi belajar mas..
vanudin:
nanti kl sempat saya liat ya..
Using
weleh kok malah jadi bingung… mending pake yang biasa2 aja toh dan
standar gtoh…
ghozan’s last blog post: Nokia 6275i
Using
ghozan:

ya anggap aja sama spt Agus yg make ‘aliran’ money blogging misalnya..komentar saya akan sama spt Agus di atas
tp ngga berorientasi uang
trial aja kok..
maklum pemula..
Using
Saya sih, dulu masalahnya di widgets WP (entah yang 2.5 ini). Masalah di widgets categories dan archives, kalau di-set jadi dropdown.
G’s last blog post: Confucius’s Agnosticism
Using
G:
ya ya..aku yo pernah ngalamin mslh yg sama..
walopun konten lbh penting dari menu samping dan catatan kaki, tp sptnya valid seluruh/tiap halaman lumayan mempengaruhi posisi di mesin pencari (buat yg peduli SERP)
..
kalo di drupal, nambah sekian macem modul ajaibnya masi bisa tetep valid lho..
Using
bes ribet!
imsuryawan’s last blog post: Kok Ga Ada Persatuan / Asosiasi Blogger Indonesia?
Using
Ah, iya juga. Bener kata seseorang pemberi tutorial dulu.. Misalnya saja posisi h1, h2, h3, dalam konten entry sangat mempengaruhi pencarian. Pemakaian DIV dan P juga, katanya.
Goenawan Lee’s last blog post: John Hagee, dan Dolar Untuk Israel
Using
imsuryawan:
dani iswara’s last blog post: Menanggapi Alamat Praktik Dokter di Web
iya bli..di-skip aja..tp saya heran jg, stlh saya coba sendiri..kok beliau2 yang di daftar itu masi tahan berstandar web ya..
Goenawan Lee:
ujung2nya kan memudahkan pengguna juga..sptnya kok ya nurutin semantik web itu lbh ajeg dibanding riset seo yg relatif berubah sesuai selera google..