Memilih HTML dibandingkan XHTML
May 1, 2008 – 1:45 am by Dani IswaraSitus web ada yang menggunakan XHTML, ada juga yang memilih HTML (HyperText Markup Language).
Penulisan kode XHTML (Extensible HyperText Markup Language) yang benar katanya memang lebih ketat dan ringkas. Dukungan peramban (’browser’) terhadap XHTML juga makin baik, kecuali MS IE6 (yang masih banyak digunakan) dan pendahulunya.
Menurut standar (rekomendasi) W3C, dokumen web dengan DOCTYPE XHTML 1.0 baik ‘Strict’ maupun ‘Transitional’, dapat ditampilkan sebagai text/html. Lebih baik lagi jika dapat pula ditampilkan sebagai application/xhtml+xml. XHTML dapat tampil baik pada peramban yang telah mengadopsi standar web seperti Mozilla Firefox (dan peramban lain bermesin ‘Gecko’ seperti Netscape, Mozilla, Camino, Flock, IceWeasel, Sea Monkey), Opera, Safari (bermesin WebKit atau KHTML seperti Konqueror pada Linux KDE).
‘Character encoding’ standar yang sering digunakan adalah UTF-8.
Kode <?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?> perlu ditambahkan pada bagian header jika memilih menampilkan halaman web sebagai application/xhtml+xml. Biasanya tidak diperlukan jika sudah menggunakan UTF-8.
Seperti disebutkan di atas, dokumen X/HTML dengan DOCTYPE XHTML 1.0 (’Transitional’, ‘Strict’) dianjurkan juga dapat tampil baik sebagai application/xhtml+xml. Dokumen X/HTML dengan DOCTYPE XHTML 1.1 ke atas dianjurkan agar menggunakan application/xhtml+xml.
Kode berikut:
<meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=UTF-8" />
perlu ditambahkan pada bagian header jika ingin menampilkan halaman web sebagai text/html. Biasanya dapat diterapkan pada DOCTYPE HTML (’Frameset’, ‘Transitional’, ‘Strict’) dan DOCTYPE XHTML 1.0 (’Transitional’, ‘Strict’).
Kode <style> dan <script> sebaiknya ditandai pada baris meta seperti anjuran di Failed on Validome - XHTML Validation.
Mari mencoba Tes MIME (Multipurpose Internet Mail Extensions)
Sepertinya memang lebih nyaman / fleksibel menggunakan DOCTYPE HTML dibandingkan DOCTYPE XHTML untuk penyajian web sederhana seperti blog Dani Iswara .Net ini.
Kalaupun akan menggunakan XHTML, saya mungkin akan memilih DOCTYPE XHTML 1.0 Transitional. ![]()
Wajar jika saat ini banyak kode web menggunakan DOCTYPE XHTML 1.0 Transitional. Kompatibilitasnya untuk peramban model lama lebih terjaga.
Jika memilih untuk menggunakan yang Strict, maka dianjurkan benar-benar menyajikan dengan baik seperti pada List of Valid XHTML Sites.
Mohon pencerahannya…
Tes MIME ini selengkapnya dapat dicoba di MIME Type Test Suite.
Cite - Memilih HTML dibandingkan XHTML!- Dani Iswara - Indonesia.
Last updated: Friday, May 16, 2008 at 7:46 am
Taken from: Memilih HTML dibandingkan XHTML by Dani Iswara (Dani Iswara .Net).












Using
Aku pernah download file Xhtml yang berisi data. Gimana cara ngview ya?
last blog post:Strategy to cope with stress
Using
V:
pake fx ato opera bisa kan vin..tgt jenis data jg apa ya..cmiiweh sori lupa blm nge-list blog yg satu ini..
Using
Saya dengar memang XHTML Strict tidak mensupport banyak tag yang digunakan untuk memasukkan video, suara, Flash, dll. ke dalam halaman web. Jadi memang yang Transitional lebih banyak dipakai.
last blog post:Ikutlah INAICTA 2008
Using
Leon:
iya ya..berarti yogyes.com yg make strict ribet jg ngelolanya..
Using
ya mas, migrasinya lagi nungguin nico, katanya ada domain gratisan… ada saran?

Using
klikharry:
pake wordpress yg pasti
[oot] nunggu jatah beliaunya aja..
biar makin lancar jg tulisan2 di korannya
Using
Tararengkyu atas apdetanya yak!
Using
Raffaell:
[oot] mau nulis sendiri males soalnya