Menggugat Puyer tidak Rasional

May 4, 2008 – 10:29 by Dani Iswara

Puyer dinyatakan termasuk penggunaan obat yang tidak rasional. Tidak sesuai dengan RUD (rational use of drugs). Kumpulan taut tulisan sejawat berikut mencoba menggugah pembaca dan ‘menggugat’ puyer.

Puyer biasanya berupa obat tunggal atau kombinasi berbentuk serbuk / bubuk yang diracik pihak apoteker atas resep dokter. Obat puyer dimasukkan dalam lipatan kertas pembungkus, kapsul, bahkan dicampur dalam sirup!

Prinsipnya, sebagian ahli kedokteran menyatakan puyer bertentangan dengan cara pembuatan obat dan peresepan obat yang standar.

Pertanyaan dan komentar seputar puyer

  • Anak anda sering diberikan obat berbentuk puyer?
  • Mengapa puyer masih digunakan di Indonesia?
  • Apakah selama ini memang ada kedokteran berbasis bukti evidence based medicine mengenai penggunaan puyer?
  • Bukankah bentuk obat tertentu (mis. tablet salut selaput) sengaja dibuat sedemikian rupa sesuai kestabilan penyerapannya?
  • Benarkah takarannya ditimbang dan dibagi dengan setepatnya (sehingga memang lama menunggu obatnya diracik dulu)?
  • Bagaimana dengan kebersihan? Sisa obat yang tercampur di mortir / blender penggerusnya?
  • Harganya tetap (malah menjadi lebih) mahal?
  • Campuran obatnya kok tidak masuk akal?

Untuk lebih jelasnya menyikapi hal di atas, silakan telusuri:

  • Gunakan Obat secara Bijak.
    Memuat wawancara Wimar Witoelar (Perspektif Baru edisi 483, 9 Juni 2005) dengan dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpA(K), MMPaed.
    Dokter Purnamawati aktif juga di Website resmi Grup Sehat. Yang ingin bergabung silakan mengirim surat elektronik ke: sehat@yahoogroups.com.
  • Tradisi Menulis Resep Obat Perlu Dikoreksi.
    Dibawakan pada acara pengukuhan Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD dalam pidato berjudul “Farmakoterapi Berbasis Bukti: Antara Teori dan Kenyataan”.

Tulisan sejawat peblog bloger seputar puyer

  • Salahnya Puyer.
    Ditulis oleh dr. Arifianto. Tulisan yang sama ada juga di Multiply beliau.
    Untuk kemudahan komentar, saya tampilkan yang di blogspot saja.
  • Puyer pasti berlalu.
    Ditulis oleh dokter anak M. Rizal Altway (terima kasih dok).

Pencarian puyer tidak rasional

Atau lakukan pencarian seperti di bawah ini.
Salin tempel (’copy-paste’) di kolom pencarian (bukan kolom alamat) Google:

  • puyer tidak rasional site:sehatgroup.web.id
  • puyer tidak rasional site:iwandarmansjah.web.id
  • puyer tidak rasional site:google.co.id

Mungkin sudah bertambah banyak juga penyedia layanan kesehatan yang berusaha mengurangi pemberian puyer.

Beberapa alasan pemberian puyer

‘Pembenaran’ berikut menyebabkan masih diresepkannya obat berbentuk puyer:

  • Untuk obat-obatan yang memang belum tersedia dalam dosis anak-anak
  • Kesulitan meminum obat sediaan (tablet, kaplet) yang ada
  • Harga obat (kombinasi) yang diharapkan bisa ditekan

Awal Mei 2008 ini sepertinya ada acara Diskusi Terbuka: “Puyer, Quo Vadis?” di FKUI. Kita tunggu beritanya dari dokter Purnamawati dan sejawat lainnya. :)

Semoga makin banyak lagi sejawat kesehatan-kedokteran yang berbagi informasi dan edukasi via Internet seperti di daftar berikut, Indonesia Health-related Blog. Dan sekarang Bloglines Kesehatan dikelola Kolektif juga.

Simak juga saat puyer meresahkan kembali (Dani Iswara .Net).

  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Live
  • Technorati
  • NewsVine
  • StumbleUpon
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Propeller
  • TwitThis
  • Yahoo! Buzz
  • FriendFeed
  • Ping.fm

Lintas Berita - Menggugat Puyer tidak Rasional!
Cite - Menggugat Puyer tidak Rasional!

The most unessential weblog
Dani Iswara, mail me:[myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

Last updated: Friday, February 20, 2009 at 11:19

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Menggugat Puyer tidak Rasional by Dani Iswara.

Possibly related post(s):

You may also read most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

Return to TOP
‹‹ Older entries: Web Problem by People with Disabilities
›› Newer entries: Penilaian Lomba Blog Kesehatan-Kedokteran

35 Responses to “Menggugat Puyer tidak Rasional”

  1. Comment by realylife on May 4, 2008 at 12:00:38
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.5 on Windows Windows XP

    Alhamdulillah , semakin banyak yang berbagi , akan menjadikan negeri ini punya generasi yang sehat secara fisik dan rohani

    last blog post: Sekedar melepas lelah

    Reply

    • Comment by Dani Iswara on May 4, 2008 at 14:44:37
      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Linux Linux

      realylife:
      halo mas..selamat bagi2 foto jg.. :)

      Reply

  2. Comment by Deddy on May 4, 2008 at 15:38:33
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    selama alasan2 memberikan puyer di atas masih masuk akal… kenapa ngga?
    btw, join mail list dan forum di mana sih dok?

    last blog post: Fenomena Alexa dan Page Rank Google

    Reply

    • Comment by Dani Iswara on May 4, 2008 at 16:16:05
      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Linux Linux

      Deddy:
      mungkin hrs diakui bahwa bbrp praktik dokter Indonesia lbh ke empiris?

      kayaknya dl ada subscribe bbrp tp gak aktif lg..nonton aja..sori cock, dkk :D

      Reply

  3. Comment by arif on May 4, 2008 at 17:20:46
    using Blackberry Blackberry 8707

    Puyer ternyata bukan praktek bagus ya? Padahal, nggak di Sleman nggak di Tangerang, puyer masih diberikan.

    last blog post: SBY Datang GPRS Hilang

    Reply

  4. Comment by Ady on May 4, 2008 at 19:29:21
    using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows XP

    Setuju… apalagi yang dimasukan ke kapsul misterius sekali hehe..
    Yang dimasukkin ke syrup itu memang sangat tidak dianjurkan.. Ada regulasinya ga ya??

    last blog post: Everybody makes mistakes

    Reply

  5. Comment by dani on May 4, 2008 at 19:44:14
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Linux Linux

    arif:
    ktnya bbrp rumah sakit di jkt dah mulai ngurangin kang..

    Ady:
    kurikulumnya ada :)

    Reply

  6. Comment by devari on May 5, 2008 at 01:07:45
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    contoh obat puyer apa pak dok?
    jadi teringat iklan radio zamn dulu:
    nyake puder, nyake puyer, nyake serbuk, patuuh deen
    (biar powder, biar puyer, atau serbuk, sama saja) :)

    last blog post: 5 Tips Memilih Tempat Hosting

    Reply

    • Comment by Dani Iswara on May 5, 2008 at 02:46:22
      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Linux Linux

      devari:
      anu bli, mis. resep dokter → antibiotika+penurun panas+batuk+pilek yg digerus jd satu..biasanya buat anak2.. :)
      bukan yg dijual bebas itu..

      Reply

  7. Comment by devari on May 5, 2008 at 04:39:42
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    dani, agh I see. mungkin mirip rakitan ya kalau di dunia komputer :)

    last blog post: 5 Tips Memilih Tempat Hosting

    Reply

  8. Comment by ghozan on May 5, 2008 at 09:12:01
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows Server 2003

    wah untung gak pernah ngasih anak2ku puyer neh… btw kalo neuralgin tu sebenernya menyembuhkan apa sih pak dokter…

    last blog post: Bad Experience At KFC

    Reply

  9. Comment by raka on May 5, 2008 at 13:52:15
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0b1 on Windows Windows XP

    tapi puyer itu -kalo dari logika awam tentang kedokteran- gampang mengkonsumsinya kan? lagian serbuk kan lebih cepat larut dibanding pil :)

    Reply

  10. Comment by Ijang on May 5, 2008 at 17:40:44
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows Vista

    Horeee makin rame………ngrubah pandangan masyarakat agar mau berobat secara benar itu juga sulit. Maunya pokoknya dateng minta obat….habis perkara. Dokternya nurut juga….. informasi jadi bukan hal yg utama lagi…………

    last blog post: Puyer pasti berlalu

    Reply

  11. Comment by Dani Iswara on May 6, 2008 at 09:41:19
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Linux Linux

    » devari:
    :) begitulah bli..

    ghozan:
    obat itu utk pereda nyeri, Gus :)

    raka:
    sirup, yg dihirup, infus jg bs lbh cepat :)
    ada bbrp obat (tablet; enteric coated tablet) yg memang dibuat sedemikian rupa agar berfungsi lbh efektif di saluran cerna tertentu
    (jd obat2 tsb tdk boleh digerus, dikunyah, dibelah)

    Ijang:
    mslh puyer lbh ke cara pembuatan dan dosis kan, dok..
    kl semua memaklumi kondisi puyer
    • kebutuhan obat berdasar berat badan si anak
    • proses pembuatan yang baik / legal /standar [?] :)
    • risiko interaksi obat..

    Reply

  12. Comment by Aprilia Gayatri on May 6, 2008 at 15:31:48
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows Windows XP

    HOOO emang nyebelin banget dulu waktu kecil kalau ke dokter.. obatnya pasti puyer…
    untunglah saya cepat bisa minum obat jenis lainnya tablet, kaplet dll.. jadi slamat tinggal puyer

    tapi.. kalau buat anak kecil dikasih obatnya gimana dok?
    kan mereka pasti blum bisa minum obat bentuk yg lain..heeehee :roll:

    last blog post: Biaya Hidup(ku) di Bandung

    Reply

    • Comment by Dani Iswara on May 6, 2008 at 19:15:17
      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Linux Linux

      Aprilia Gayatri:
      biasanya dikasi sediaan tetes, itupun kl bener2 perlu.. :)

      Reply

  13. Comment by Andi Sugiarto on May 8, 2008 at 20:57:42
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.0.6 on Windows Windows Vista

    Yah.. memang ada tiga tipe orang yang datang ke dokter:
    1. Pingin instant, tidak percaya jamu
    2. Takut bahan kimia, pokoke “yang alami berarti aman”
    3. Takut bahan kimia, tapi pingin instant sembuh (ini yang paling merepotkan)

    Yah.. gitu lah… friends… tantangan global kita… pandai2lah membawa diri…

    Andi.

    Reply

    • Comment by Dani Iswara on May 8, 2008 at 21:38:51
      using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Linux Linux

      Andi Sugiarto:
      mungkin jg ada yg pilih sembuh dgn disentuh aja, dok :D
      semoga kita semua diberi kesehatan..

      Reply

  14. Comment by Dayu on February 11, 2009 at 07:10:36
    using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    setuju sekali puyer memang harus ditinggalkan…mulailah dari keluarga kita…lalu kampanyekan ke orang2 disekeliling kita, jangan cuman caleg ajah yang kampanye…:-p
    soal kesehatan juga tanggung jawab kita semua…

    Reply

  15. Comment by Dani Iswara on February 11, 2009 at 08:04:16
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux Gentoo Linux

    - Dayu:
    sama-2 lah pokoknya..pasien juga jangan minta puyer :)
    krn sudah terlanjur membudaya dan masih ‘dibenarkan’ pd bbrp situasi

    Reply

  16. Comment by dr. Servulus on February 13, 2009 at 22:06:42
    using Opera Opera 9.51 on Windows Windows XP

    Bukankah istilah rasional itu mengacu pada dokumen WHO “A Guide to Good Prescribing”
    Jika rasional itu diartikan sebagai profil obat ditinjau dari efficacy, safety, suitability, dan cost, masih mungkin puyer itu rasional dan obat paten itu tidak rasional
    Harus didefinisikan apa yang dimaksud dengan rasionalitas yang dipolemikkan sekarang ini.

    Reply

  17. Comment by dani on February 14, 2009 at 02:34:51
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux Gentoo Linux

    dr. Servulus,
    jika saya bahasakan dgn bahasa saya sendiri, sejauh mana art, science, evidence, common sense, dan rasionalitas drugs of choice itu sendiri, ya dok..

    Reply

  18. Comment by r2H3R on February 15, 2009 at 21:14:43
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows Windows XP

    terlepas dari masalah2 diatas sebenernya saya SANGAT setuju agar puyer segera di hentikan karena sebagai Asisten Apoteker, kerja saya jadi lebih cepat dan praktis tanpa harus numbuk2 dan bungkus lagi jadi bisa lebih cepat. jadi gak ada lagi pasien komplain gara2 kelamaan nunggu obat racikan yang harus ngitung dulu trus digerus sampe homogen dulu trus puyer di bagi2 dulu sampe rata,belum lagi kalo harus bersihin peralatannya dulu.

    Reply

  19. Comment by Dani Iswara on February 15, 2009 at 22:36:28
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux Gentoo Linux

    r2H3R,
    ntah lah jika seandainya tidak ada jenis sirup/drop tertentu utk anak :(

    Reply

  20. Comment by mr poe on February 17, 2009 at 23:07:32
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Windows Windows XP

    saya seorang farmasi, mungkin benar kalau pembuatan obat bentuk puyer itu dinilai tak setandar dengan CPOB, tapi harus diakui juga bahwa persediaan obat bentuk sirup atau tablet belum semua memenuhi kebutuhan obat seorang px atas diagnosa dokter misal seorang px harus diberi antibiotik dan obat yang lain yang dosisnya kecil, kalau pakai sirup apa si px bisa pas waktu menakar sendiri sirup tersebut misal 2/3sendok atau 3/4sendok, kalau pakai puyer px tinggal tuang obat dari bungkusnya langsung diminumkan dg catatan pembuatan puyer di apotek harus sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku difarmasi. dari segi harga juga beda sekali, kalau bentuk sirup mesti lebih mahal, & sirup antibiotika kan haru habis diminum max 7hari dari pencampuran dari sirup kering ke siap pakai, kalau dosis yg diberikan kecil dan standar sirup itu 60ml per botol, apa ngak banyak sisa sirup yang kebuang.

    Reply

  21. Comment by Dani Iswara on February 18, 2009 at 02:47:44
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux Gentoo Linux

    mr poe,
    terima kasih pemikirannya :)
    juga kepada sejawat farmasi dan apoteker lainnya

    jd kembali pada rasionalitas pilihan obat di resep dokter (interaksi, bentuk sediaan), higienitas peracikan atas pengawasan apoteker, jg komunikasi apoteker-dokter terhadap interaksi obat

    saya pikir maksud kedua kubu pro dan kontra (puyer; juga kapsul, sirup) sama baiknya, demi patient safety, mengingat kenyataan yg ada di lapangan saat ini ♥

    Reply

  22. Comment by opoysuropoy on February 20, 2009 at 10:50:42
    using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    obat-obatan dalam bentuk sirup sediaanya harus di perlengkap jadi supaya tidak ada alasan bagi dokter untuk memberi puyer, masalahnya bagi orang kaya harga tidak masalah tapi bagi orang miskin? daerah terpencil?orang di pedalaman? makanya jangan ngomong doang, cari solusinya, contoh obat anti biotik sirup cefixime sirup generik harga sekitar Rp.40.000 isi 30 ml , bila dengan punyer cefixeme capsul kita pisahkan hanya butuh 6 capsul dengan hargasekitar Rp.7.500, coba kita bandingkan dengan obat paten/bermerk sedian Cefixime sirup bisa Rp90.000-100.000, itu baru antibiotiknya saja, belum yang lain…

    Reply

  23. Comment by Dani Iswara on February 20, 2009 at 11:12:37
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux Gentoo Linux

    opoysuropoy,
    tujuan mulia pemberian puyer dan sediaan obat compounding lain, salah satunya memang masih seputar harga..
    tp cara peracikannya itu saja yg blm bs diterima secara ilmiah selama ini, terutama oleh yg kontra puyer..

    Reply

  24. Comment by Zyuth on February 24, 2009 at 19:58:35
    using Opera Opera 9.63 on Windows Windows XP

    Seperti yg kita tahu polemik puyer ini, ditimbulkan oleh salah satu tv swasta, yaitu RCTI. Semakin booming polemik puter ini, maka semakin dibahas oleh RCTI, yang mana hal ini akan MENINGKATKAN RATING RCTI saja.

    Jika RCTI ingin menjadi BERANI dalam membuat berita, ulaslah KEKAYAAN SOEHARTO, KORUPSI, LAPINDO!!! Beranikah RCTI!!!

    RCTI saat ini sedang gencar meningkatkan ratingnya, lihat saja bagaimana RCTI meng-IKLAN-kan para anchor (penyiar) nya. Padahal berita itu yang dilihat bukan para penyiarnya, tapi MUTU DARI BERITA itu.

    Masa hari ini saya melihat sekilas info di RCTI, hanya menampilkan info tentang PONARI. Itukah kelas RCTI?

    Sudahlah kita jangan terjebak dalam POLEMIK RATING RCTI!

    Puyer itu obat rakyat, harga murah, dapat disesuaikan dengan berat badan pasien, diresepkan oleh DOKTER yang sekolahnya di KEDOKTERAN, bukan oleh MEDIA yang NON-MEDIS.

    Sudahlah RCTI, cari bahan lain untuk meningkatkan rating! Jangan menyulitkan rakyat!

    Reply

  25. Comment by Dani Iswara on February 24, 2009 at 21:03:32
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux Gentoo Linux

    Zyuth,
    kebetulan saja tv tersebut pas mengangkatnya :)
    krn di bbrp surat kabar dan milis sudah sering disinggung masalah puyer ini

    Reply

  26. Comment by Stephanie, calon apt on March 5, 2009 at 09:51:47
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.1b2 on Windows Windows XP

    hmmmmm..
    sebenarnya setiap sediaan obat sudah sangat diperhitungkan n diteliti dg baik sebelum diedarkan

    puyer merupakan racikan dr seorang apoteker \
    puyer mempunyai keuntugan seperti tepat dosis.
    berbeda dg sediaan lain yg dosisnya mengikut dosis lazim

    seharusnya puyer tidak ditarik..
    Kalo ditarik, apa peran apoteker??
    ??????? mana art of compounding?
    akhirnya terjadi hal yg tidaj diinginkan bila suatu penyakit harus membutuhkan dosis yg sgt tepat dan kecil indeks terapinya. begitu lo…

    Reply

  27. Comment by dani on March 5, 2009 at 12:53:48
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux Gentoo Linux

    Stephanie, calon apt,

    puyer mempunyai keuntugan seperti tepat dosis

    ya, jika memang ditimbang dan dibagi per dosisnya secara tepat :) , bukan kira-kira, spt di tv itu..

    ??????? mana art of compounding?

    kadang art of common sense tdk dibarengi kedokteran yg berbasis bukti, kan.. :)

    Reply

  28. Comment by akoe calon farmasis on March 29, 2009 at 21:04:44
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.20 on Windows Windows XP

    mengapa puyer masih di Indonesia??? kita tanyakan pada dunia industri farmasi Indonesia kenapa mereka belum siap padahal di India n di AS puyer sudah dilarang penggunaannya.
    apakah puyer rasional?? tergantung sih. selama ini ketika saya baca artikel-artikel atau berita-berita selalu aja yang disalahin apoteker yang bla bla bla banyaklah. dan kenapa para apoteker diam aja mungkin mereka sadar karena seandainya mereka rajin ke apotek hal tersebut nggak bakal terjadi. karena memang tugas seorang apoteker untuk mengawasi kegiatan diapotek terutama peracikan puyer tersebut. tetapi meskipun ada apotekernya ketika mereka bener-bener memeriksa kerasionalan sebuah resep kita kembali kedokter apakah ketika seorang apoteker mengkonfirmasikan hal tersebut si dokter bakal menerima n mengubah resep begitu aja??? padahal seorang apoteker ga boleh ganti obat tanpa persetujuan dokter. yah memang pada dasarnya sistem kesehatan di Indonesia sudah salah kaprah ni semua tinggal tergantung ketegasan pemerintah dalam menyikapi dan mengambil suatu kebijakan.

    Reply

  29. Comment by Dani Iswara on March 30, 2009 at 07:34:10
    using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.8 on Gentoo Linux Gentoo Linux

    akoe calon farmasis,

    mengapa puyer masih di Indonesia??? kita tanyakan pada dunia industri farmasi Indonesia kenapa mereka belum siap padahal di India n di AS puyer sudah dilarang penggunaannya.

    kenapa hayooo.. :)

    jika memang bermitra, idealnya sih akur aja, kan..

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Puyer, Polifarmasi, Pengobatan Tidak Rasional - Dani Iswara .Net - Indonesia Physician Weblog on May 9, 2008 at 08:10:14
    using WordPress WordPress 2.5.1

    [...] judul tulisan Berita Pers : Pengobatan Irasional Marak di Indonesia. Pada tulisan sebelumnya, Menggugat Puyer tidak Rasional, diinformasikan bahwa sejawat FKUI akan mengadakan seminar “Puyer: Quo [...]

    Reply

Subscribe Post/Comments | Trackback URI of this post

Leave a Comment

Your details and comments

You may read again from the top.

Do you want to share your idea and comments?

  • Comments are welcome in Indonesian, English, or Bali.
  • Based on e-mail, it's Gravatar enabled.
  • Strict XHTML (semantic markup) tags allowed (see Site Help - Leaving Comment).
  • All users are by default considered as non medical professionals. If a health/medical professional gives medical information in a comment, your status as a medical professional must be identified.
  • If you give a health/medical information, the references (eg. URIs, quotes, valid sources) should be given, when it is relevant.
  • More details on Disclaimer-Comment Policy.





Dani Iswara .Net

Return to TOP
‹‹ Older entries: Web Problem by People with Disabilities
›› Newer entries: Penilaian Lomba Blog Kesehatan-Kedokteran