Menggugat Puyer tidak Rasional
May 4, 2008 – 10:29 am by Dani IswaraPuyer dinyatakan termasuk penggunaan obat yang tidak rasional. Tidak sesuai dengan RUD (rational use of drugs). Kumpulan taut tulisan sejawat berikut mencoba menggugah pembaca dan ‘menggugat’ puyer.
Puyer biasanya berupa obat tunggal atau kombinasi berbentuk serbuk / bubuk yang diracik pihak apoteker atas resep dokter. Obat puyer dimasukkan dalam lipatan kertas pembungkus, kapsul, bahkan dicampur dalam sirup!
Prinsipnya, sebagian ahli kedokteran menyatakan puyer bertentangan dengan cara pembuatan obat dan peresepan obat yang standar.
Pertanyaan dan komentar seputar puyer
- Anak anda sering diberikan obat berbentuk puyer?
- Mengapa puyer masih digunakan di Indonesia?
- Apakah selama ini memang ada kedokteran berbasis bukti evidence based medicine mengenai penggunaan puyer?
- Bukankah bentuk obat tertentu (mis. tablet salut selaput) sengaja dibuat sedemikian rupa sesuai kestabilan penyerapannya?
- Benarkah takarannya ditimbang dan dibagi dengan setepatnya (sehingga memang lama menunggu obatnya diracik dulu)?
- Bagaimana dengan kebersihan? Sisa obat yang tercampur di mortir / blender penggerusnya?
- Harganya tetap (malah menjadi lebih) mahal?
- Campuran obatnya kok tidak masuk akal?
Untuk lebih jelasnya menyikapi hal di atas, silakan telusuri:
- Gunakan Obat secara Bijak.
Memuat wawancara Wimar Witoelar (Perspektif Baru edisi 483, 9 Juni 2005) dengan dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpA(K), MMPaed.
Dokter Purnamawati aktif juga di Website resmi Grup Sehat. Yang ingin bergabung silakan mengirim surat elektronik ke: sehat@yahoogroups.com. - Tradisi Menulis Resep Obat Perlu Dikoreksi.
Dibawakan pada acara pengukuhan Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD dalam pidato berjudul “Farmakoterapi Berbasis Bukti: Antara Teori dan Kenyataan”.
Tulisan sejawat peblog bloger seputar puyer
- Salahnya Puyer.
Ditulis oleh dr. Arifianto. Tulisan yang sama ada juga di Multiply beliau.
Untuk kemudahan komentar, saya tampilkan yang di blogspot saja. - Puyer pasti berlalu.
Ditulis oleh dokter anak M. Rizal Altway (terima kasih dok).
Pencarian puyer tidak rasional
Atau lakukan pencarian seperti di bawah ini.
Salin tempel (’copy-paste’) di kolom pencarian (bukan kolom alamat) Google:
puyer tidak rasional site:sehatgroup.web.idpuyer tidak rasional site:iwandarmansjah.web.idpuyer tidak rasional site:google.co.id
Mungkin sudah bertambah banyak juga penyedia layanan kesehatan yang berusaha mengurangi pemberian puyer.
Beberapa alasan pemberian puyer
‘Pembenaran’ berikut menyebabkan masih diresepkannya obat berbentuk puyer:
- Untuk obat-obatan yang memang belum tersedia dalam dosis anak-anak
- Kesulitan meminum obat sediaan (tablet, kaplet) yang ada
- Harga obat (kombinasi) yang diharapkan bisa ditekan
Awal Mei 2008 ini sepertinya ada acara Diskusi Terbuka: “Puyer, Quo Vadis?” di FKUI. Kita tunggu beritanya dari dokter Purnamawati dan sejawat lainnya.
Semoga makin banyak lagi sejawat kesehatan-kedokteran yang berbagi informasi dan edukasi via Internet seperti di daftar berikut, Indonesia Health-related Blog. Dan sekarang Bloglines Kesehatan dikelola Kolektif juga.
Last updated: Monday, May 12, 2008 at 5:27 pm
Taken from: Menggugat Puyer tidak Rasional by Dani Iswara (Dani Iswara .Net).











Using
Alhamdulillah , semakin banyak yang berbagi , akan menjadikan negeri ini punya generasi yang sehat secara fisik dan rohani
last blog post: Sekedar melepas lelah
Using
realylife:
halo mas..selamat bagi2 foto jg..
Using
selama alasan2 memberikan puyer di atas masih masuk akal… kenapa ngga?
btw, join mail list dan forum di mana sih dok?
last blog post: Fenomena Alexa dan Page Rank Google
Using
Deddy:
mungkin hrs diakui bahwa bbrp praktik dokter Indonesia lbh ke empiris?
kayaknya dl ada subscribe bbrp tp gak aktif lg..nonton aja..sori cock, dkk
Using
Puyer ternyata bukan praktek bagus ya? Padahal, nggak di Sleman nggak di Tangerang, puyer masih diberikan.
last blog post: SBY Datang GPRS Hilang
Using
Setuju… apalagi yang dimasukan ke kapsul misterius sekali hehe..
Yang dimasukkin ke syrup itu memang sangat tidak dianjurkan.. Ada regulasinya ga ya??
last blog post: Everybody makes mistakes
Using
arif:
ktnya bbrp rumah sakit di jkt dah mulai ngurangin kang..
Ady:
kurikulumnya ada
Using
contoh obat puyer apa pak dok?
jadi teringat iklan radio zamn dulu:
nyake puder, nyake puyer, nyake serbuk, patuuh deen
(biar powder, biar puyer, atau serbuk, sama saja)
last blog post: 5 Tips Memilih Tempat Hosting
Using
devari:
bukan yg dijual bebas itu..
anu bli, mis. resep dokter → antibiotika+penurun panas+batuk+pilek yg digerus jd satu..biasanya buat anak2..
Using
dani, agh I see. mungkin mirip rakitan ya kalau di dunia komputer
last blog post: 5 Tips Memilih Tempat Hosting
Using
wah untung gak pernah ngasih anak2ku puyer neh… btw kalo neuralgin tu sebenernya menyembuhkan apa sih pak dokter…
last blog post: Bad Experience At KFC
Using
tapi puyer itu -kalo dari logika awam tentang kedokteran- gampang mengkonsumsinya kan? lagian serbuk kan lebih cepat larut dibanding pil
Using
Horeee makin rame………ngrubah pandangan masyarakat agar mau berobat secara benar itu juga sulit. Maunya pokoknya dateng minta obat….habis perkara. Dokternya nurut juga….. informasi jadi bukan hal yg utama lagi…………
last blog post: Puyer pasti berlalu
Using
» devari:
begitulah bli..
ghozan:
obat itu utk pereda nyeri, Gus
raka:
sirup, yg dihirup, infus jg bs lbh cepat
ada bbrp obat (tablet; enteric coated tablet) yg memang dibuat sedemikian rupa agar berfungsi lbh efektif di saluran cerna tertentu
(jd obat2 tsb tdk boleh digerus, dikunyah, dibelah)
Ijang:
mslh puyer lbh ke cara pembuatan dan dosis kan, dok..
kl semua memaklumi kondisi puyer
• kebutuhan obat berdasar berat badan si anak
• proses pembuatan yang baik / legal /standar [?]
• risiko interaksi obat..
Using
HOOO emang nyebelin banget dulu waktu kecil kalau ke dokter.. obatnya pasti puyer…
untunglah saya cepat bisa minum obat jenis lainnya tablet, kaplet dll.. jadi slamat tinggal puyer
tapi.. kalau buat anak kecil dikasih obatnya gimana dok?
kan mereka pasti blum bisa minum obat bentuk yg lain..heeehee
last blog post: Biaya Hidup(ku) di Bandung
Using
Aprilia Gayatri:
biasanya dikasi sediaan tetes, itupun kl bener2 perlu..
Using
Yah.. memang ada tiga tipe orang yang datang ke dokter:
1. Pingin instant, tidak percaya jamu
2. Takut bahan kimia, pokoke “yang alami berarti aman”
3. Takut bahan kimia, tapi pingin instant sembuh (ini yang paling merepotkan)
Yah.. gitu lah… friends… tantangan global kita… pandai2lah membawa diri…
Andi.
Using
Andi Sugiarto:
mungkin jg ada yg pilih sembuh dgn disentuh aja, dok
semoga kita semua diberi kesehatan..