Belajar SEO dan Aksesibilitas Web
June 8, 2008 – 12:30 am by Dani IswaraBeberapa penekun standar web dan aksesibilitas menyatakan ketidaksetujuannya tentang penerapan SEO (Search Engine Optimization) yang kurang mendasar. Dari tulisan para bloger Indonesia seputar belajar seo di Google, sebagai pemula, saya mengasumsikan bahwa SEO sebenarnya kombinasi yang harmonis antara desain blog, pengelolaan kata kunci, kualitas isi, jumlah dan kualitas taut balik, relevansi tulisan serta kesesuaiannya dengan tema blog keseluruhan. Pengoptimalan desain blog bisa dengan menerapkan salah satu tulisan di blog Dani Iswara .Net, Semantik XHTML, Aksesibilitas, SEO (XHTML = ‘Extensible HyperText Markup Language’). Hal tersebut relatif cukup mudah dilakukan dengan WordPress. Belajar pengoptimalan mesin pencari web (yang alami) katanya tidaklah sulit. Jika masih penasaran, silakan ikuti Workshop ‘SEO gak Ribet: Winning The SEO War with WordPress’ (Cosa Aranda).
Ada beberapa keluhan pribadi saya terkait pengoptimalan mesin pencari ini. Beberapa usaha pengoptimalan tersebut ternyata bertentangan dengan rekomendasi standar web dan aksesibilitas versi W3C (’World Wide Web Consortium’). Beliau-beliau yang merumuskan rekomendasi ini tentulah bukan sekumpulan orang yang bodoh!
Pada tulisan-tulisan di blog yang berhubungan dengan belajar SEO dan lomba SEO, memuat teks ‘anchor’ (kata yang nampak sebagai taut) yang berbeda-beda pada satu halaman web, tetapi menuju alamat web yang sama. Konon, untuk pengoptimalan mesin pencari, kata kunci yang diincarlah yang digunakan sebagai teks ‘anchor’. Dari sudut pandang “teks yang spesial”, seperti juga penulisan judul, sub judul, tercetak tebal, dan sebagainya, mungkin ini ‘benar’ secara semantik. Memberi penekanan pada kata yang dianggap penting bagi pembaca (dan tentunya mesin pencari; tertulis juga di Standar Web, Membaca Cepat, SEO). Tetapi tidak secara aksesibilitas.
Misalnya di situs kesehatan-kedokteran, pengguna akan menganggap bahwa setiap kata “gejala usus buntu” dalam bentuk taut akan menuju halaman web yang sama. Pada situasi pengoptimalan di atas, pengunjung yang tidak mengecek alamat taut di ’status bar’ peramban akan terkecoh karena mengira halaman akan menuju ke halaman web yang lain.
Atau sebaliknya. Taut yang sama, menuju alamat web yang berbeda. Masih adanya penggunaan kata ‘klik disini’, ‘disana’, ‘klik ini’ dan sejenisnya, apalagi berulang pada halaman web yang sama juga dianggap kurang deskriptif dan tidak aksesibel.
Ada lagi taut yang menyertai berkas gambar / video / animasi / suara telah diolah sedemikian rupa dengan ’script’ tertentu sehingga memunculkan alamat taut berbeda (bahkan menyembunyikannya) untuk kepentingan ‘referral’ dan (apalagi jika bukan)..uang. ![]()
Memang ada beberapa bloger yang masih jujur dengan menampilkan peringatan sejenis bahwa “jika taut diklik maka pengelola akan menerima komisi sebesar sekian persen”. Yang ini nampaknya lebih kepada ‘trik’ bisnis, tidak berhubungan langsung dengan belajar SEO tadi.
Menyambung masalah aksesibilitas, saya teringat dengan tulisan bloger legendaris, W a d e h e l™, Yang saya benci dari blog orang lain. Hal ini beliau tulis menurut pengalamannya berkunjung ke blog lain dan menemui beberapa ‘hambatan’. Berikut ini pendapat beliau disertai komentar saya di bawah tiap item:
- harus login
Pengunjung harus log masuk dan register dulu mungkin salah satunya untuk menjaga loyalitas. Tapi di sisi lain dapat menghambat interaksi juga, yang justru menjadi nyawa dari blog. - harus mengisi captcha
Mesti diakui bahwa ini salah satu metode antispam yang cukup berhasil. Kadang disertai moda suara, bukan hanya gambar (lebih aksesibel). Ada juga berupa kalimat pertanyaan dan perhitungan matematika sederhana. - harus loading lama
Beliau menyebutkan diantaranya flash, gambar ‘raksasa’, musik latar.
Bisa karena kondisi peladen web. Dapat disiasati di sisi pengguna, peramban atau faktor desain blog sendiri. Ada beberapa hal yang bisa dikelola. Selanjutnya silakan telusuri Kecepatan Blog & Menghemat ‘Bandwidth’. - harus load shoutbox / autorefresh
‘Shoutbox’ masih dirasakan bermanfaat bagi sebagian pengguna. Dengan bantuan ekstensi NoScript (Firefox) yang memblokir ’script’ tertentu (termasuk berkas multimedia yang ‘autoloading’; hal ini termasuk menyiasati dilihat dari sisi peramban; selebihnya pada taut tulisan di atas), ini bisa diatasi. Atau pengaturan manual ’shoutbox’ agar tidak ‘autorefresh’. ‘Shoutbox’ bisa jadi sasaran spam juga. Mungkin berhubungan dengan praktik SEO tapi lebih kepada komentar spam. - harus nyiksa mata
Beliau menyinggung tentang warna tulisan yang kurang kontras dengan latar. Ekstensi Firefox — Colour Contrast Analyser bisa dimanfaatkan untuk mengatasi hal ini. Coba juga dengan melihat tampilan blog tanpa fitur gambar (’disable image’). Apakah tulisan masih terbaca jelas dengan kontras yang ada? Masih nampakkah tombol ’submit’? Ada juga tombol ’submit’ yang tidak terbaca tapi masih bisa diklik.
- harus diam
Blog yang memang tidak mengijinkan komentar. Terserah yang punya blog deh..Misalnya blognya Seth Godin dan Tommy Olsson. - harus popup membuka windows baru
Teorinya, pengelola blog sebaiknya memberi peringatan pada pengguna, bahwa taut, jika diklik, akanmengusir pembacaterbuka di jendela baru (dan mengganggu fungsi tombol kembali atau Alt + ←). Jika tidak membutuhkan fungsi tombol tersebut, pengguna bisa menyiasati dengan mengatur agar taut (selalu) dibuka di ‘tab’ yang baru (’open link in new tab’). Bahkan di beberapa peramban — dengan dan tanpa pengaya / ‘add-ons’ (mis. Firefox dan Opera) ada pilihan ‘open link in new tab - after this tab’ atau ‘open link in foreground/background’. - mana RSS-nya..
Baca juga Pilih Mana, Full RSS Feed atau Summary? (Devari.org)
Tambahan dari beberapa komentator di tulisan tersebut (disertai tanggapan saya):
- tulisan panjang lebar..ternyata bukan tulisan orisinil..
Ya..lain kali dibaca sumber tulisannya dulu di akhir tulisan..
Atau haruskah disebut di awal bahwa tulisan disalin-tempel dari sumber tertentu? - komentar masuk moderasi dulu
Kadang malah otomatis tertangkap Akismet. - snap preview
Memang agak merepotkan saat mengarahkan kursor di taut. Gunakan ekstensi NoScript. - huruf terlalu kecil
Jika desain tulisan web / blog diatur dengan ukuran relatif (em),%, ‘xx-small, medium, x-large’ dll, maka Ctrl + + akan membantu pengguna / pembaca. Bisa juga disampaikan pada pernyataan aksesibilitas. Misalnya seperti pada ‘Site Help‘.
Ternyata akar permasalahan sebenarnya terselesaikan dengan menerapkan standar web dan aksesibilitas. Coba baca kembali Konten Blog Rekomendasi WCAG (’Web Content Accessibility Guidelines’) yang sebagian idenya tertuang juga di Penilaian Lomba Blog Kesehatan - Kedokteran. Belajar pengoptimalan mesin pencari web setelah penerapan ‘web standards’ dan ‘accessibility’ akan menjadi lebih mudah.
Beberapa informasi diperbaharui di Belajar SEO, Web Standards and Usability-based Techniques.Mohon koreksi saya dan blog Dani Iswara .Net ini! Semua isi tulisan di situs ini tentu belum mampu saya aplikasikan seluruhnya..mohon maklum.. ![]()
Last updated: Tuesday, June 24, 2008 at 1:29 pm
Taken from: Belajar SEO dan Aksesibilitas Web by Dani Iswara (Dani Iswara .Net).











Using
apakah update blog secara teratur (misalnya satu posting sehari) dengan kontent yang relevan termasuk SEO alami dok?
Using
- devari:
beh ndak ngerti saya puk, bli..
yg mana mitos..yg mana riset..yg mana empiris praktisnya..
tp posting teratur (1-3x seminggu) katanya memang mengundang googlebot utk rutin dtg ke situs kita (krn diping..)..
..relevansi sptnya lbh bermakna ke pagerank??? cmiiw
Using
masih nggak ngerti SEO..
pengen ngertitapi males dok..
aku diajarin nanti yaa..
Using
- Yanuar:
biar yg pakar2 aja yg bahas bli..imo, standar web + aksesibilitas + semantik + relevansi + kualitas konten udah cukup..seo itu bonus aja..
Using
ada beberapa referensi SEO, PageRank, di seo-indonesia[dot]com (tapi situsnya jarang update) cukup tersaji dg baik buat nambah wawasan
mudah2an mas Dani dan keluarga selalu sehat ya, maaf, saya jadi jarang maen kesini
lg sesak nafas sama kerjaan 
btw, saya rada pangling sama situs ini. makin baik. salut..
Using
- Deni Pradana:
yap saya pernah baca tulisan beliau2..sebagian ditulis temen2 bloger bali juga..banyak pakarnya di BBC
sukses selalu dg job-nya..ingat jaga kesehatan ya mas deni..
redesign-nya ngga sanggup frontal..nyicil sesempatnya aja..
Using
@devari : SEO itu = Sing Engsap ngerokO bli
wah pak dokter mulai main bedah SEO ni nok. jeg mantabsss
Using
- dewaji:
suksma..
itukan gampang2an versi saya aja bli..kl the true seo-nya, silakan belajar ama bli dewaji dkk