Peramban Opera 9.5 dan Swiftweasel 3.0 di Linux Slackware
June 22, 2008 – 15:12 by Dani IswaraDi tengah euforia hampir 5 jutaan pengunduh peramban (’browser’) Opera 9.5 (desktop) dan 8 jutaan sehari untuk peramban Firefox (Fx) 3 pada ‘Download Day’ — lihat juga Firefox 3 Pledge for World Record, masih menyisakan beberapa pertanyaan dan masalah bagi saya. Apakah penggemar Opera memang lebih sedikit dibanding Fx? Padahal secara nyata (dan subjektif saya), Opera 9.5 masih jauh lebih unggul dalam:
- Kecepatan
- Lebih tidak boros memori
- Memenuhi standar web
- Kelengkapan fitur (sebagian besar fiturnya telah terintegrasi tanpa tambahan pengaya / ‘add-ons’)
- Ukuran berkas (’installer’) yang lebih kecil
Untuk pembuktiannya, silakan telusuri via Google ya..
Pada standar web dengan tes Acid 2 (uji CSS), Fx 3 menunjukkan hasil yang sedikit lebih rapi dibanding Opera 9.5, perhatikan area blok merah sekitar mata. Tetapi pada tes Acid 3 (uji javascript), skor Opera 9.5 (83) lebih unggul dibanding Fx 3 (71). Walaupun demikian, tidak pula menjadi jaminan bahwa kedua peramban tersebut telah memenuhi standar web (’de facto’) rekomendasi W3C (’World Wide Web Consortium’). Opera 9.5 kini juga telah mendukung MathML. Baca juga Matematika di Web dengan MathML di blog Dani Iswara .Net.
[23/6/2008] Dengan tes performa ‘javascript’ dari Mozilla melalui situs Dromaeo, Fx 3 lebih unggul. Dari 5 kali tes secara bergantian (tidak bersamaan), di mesin komputer yang sama, Fx 3 selalu menghasilkan waktu di bawah 5000 ms, sebaliknya dengan Opera 9.5. Lihat catatan perbandingan tes terakhir Opera 9.5 vs Fx 3.
Sebelumnya Jeng Sandal aka Mas Yeni Setiawan pernah memuat tulisan perbandingan Opera dan Fx saat kedua peramban masih dalam versi beta di Adu Jago.
Alasan keamanan? Celah keamanan Opera diklaim lebih sedikit dan mampu ditutup dengan baik. Fx biasanya memiliki celah keamanan lebih banyak dan kadang juga belum semuanya tertutupi. Silakan ‘Googling’ ya..salah satunya ada di Web Browser Security Summary.
Melihat keunggulan-keunggulan Opera di atas, apalagi kini Opera 9.5 sudah dilengkapi Opera Dragon Fly (seperti ekstensi Firebug di Fx), fasilitas ‘blocked content’ di menu klik kanannya dan sejak Opera 8 bisa ditambahkan menu ‘Web Development Toolbar’ (Gambar 1 di bawah; ‘toolbar’ sudah dimodifikasi), maka Opera terbaru layak dicoba.
Memang bagi pengguna layanan Google seperti Google Mail dan Google Maps masih dianjurkan menggunakan peramban IE 6.0+, Fx 1.5+ dan Safari 2.0.4+. Bahkan untuk GMail versi terbaru disarankan menggunakan versi terbaru dari ketiga peramban yang tersebut tadi. Dari ketiga peramban, Fx tersedia bagi sistem operasi ‘multiplatform’ Windows, Mac dan Linux. Peramban Opera 9.5 sebenarnya dapat digunakan mengakses layanan Google dengan beberapa penyesuaian. Berbeda dengan Google, Yahoo menyatakan peramban Opera 9.5 (dan peramban lainnya yang tersebut di atas) juga aman digunakan mengakses layanannya.
Apakah banyaknya pengguna layanan Google (yang memilih memakai Fx) juga mempengaruhi jumlah pemakai Opera?
Masalah tampilan Huruf di Peramban terbaru bagi Pengguna Linux berbasis KDE
Versi terbaru peramban belum tentu langsung tersedia siap pakai bagi tiap distribusi (distro) Linux. Kecuali melakukan kompilasi (kadang cukup ekstraksi) sendiri dari kode sumber (’source code’) dan ‘binary’-nya. Seperti di Slackware, biasanya dalam waktu 24 jam setelah dirilisnya peramban (Fx, Opera, Flock) versi terbaru, maka ‘Slackware Current’ dan situs Slacky.eu telah mengeluarkan versinya masing-masing. Dengan alasan keamanan, Slackware memilih membangun Firefox dari paket ‘binary’, sehingga masih layak menggunakan ikon standar Fx yang ‘fox’-nya berwarna oranye. Lokasi pemaketan Slackware agak berbeda dengan distro Linux lain. Distro Linux lainnya biasanya akan membuat paket Fx dari kode sumber dan dioptimalkan untuk masing-masing karakter distro. Logo dan ikon yang digunakan biasanya bukan yang oranye itu.
Opera 9.5 dan Masalah Huruf (’Font’) di Linux
Untuk gampangnya saya mengunduh paket siap pakai dari Slacky.eu untuk Opera 9.5 saat di warnet (ternyata itu untuk Slackware 12.1, tapi bisa dipakai..). Di ‘notebook’, dengan cara pemasangan standar cara pemula via terminal (saya menerapkan sudo pada langkah-langkah berikutnya, bisa juga dengan su):
$ cd /lokasi-berkas/Opera-yang-baru
$ sudo installpkg opera-en-9.50-i386-1as.tgz
masukkan kata sandi, tunggu sebentar..selesai.
[23/6/2008] Atau unduh berkas opera-9.50.gcc4-shared-qt3.i386.tar.gz dari situs resmi Opera. Ekstraksi dan jalankan ‘installer script’-nya via terminal:
$ cd /lokasi/berkas
$ tar -xzvf opera-9.50.gcc4-shared-qt3.i386.tar.gz
$ cd opera-9.50.gcc4-shared-qt3.i386
$ sudo ./install.sh
ketikkan kata sandi admin. Ikuti panduannya, ketikkan y (yes) jika konfigurasi sudah sesuai yang diinginkan.
Jika sudah selesai, coba jalankan Opera 9.5.
Ternyata timbul masalah pada tampilan huruf (’font’) yang tidak ter-’render’ (terbaca) dengan baik tiap pemasangan Opera versi baru. Katanya berhubungan dengan paket Qt (Quanta) di KDE. Sebagai informasi, huruf standar yang saya gunakan di peramban (Opera dan Fx):
- serif: Nimbus Roman No9L
- sans-serif: Nimbus Sans L
- monospace: Nimbus Mono L
Dengan bekal informasi dari Opera for Linux features (maaf, tidak ada garansi, risiko ditanggung sendiri), diperoleh solusi:
- tutup dulu Opera
- buka dan edit berkas
/usr/bin/operadengan editor teks favorit anda, misalnya dengan aplikasi nano:sudo nano /usr/bin/operasetelah terbuka berkas yang dimaksud,
tepat di bawah baris:
#!/bin/bash,tambahkan baris berikut:
export QT_XFT=truetekan ctrl + o (’overwrite’) untuk menyimpan dan enter untuk konfirmasi.
- tekan ctrl + x untuk menutup nano
- lalu buka dan edit berkas
/etc/opera6rc:sudo nano /etc/opera6rctambahkan baris
Enable Core X Fonts=0di bagian bawahnya, simpan, konfirmasi dan tutup nano seperti cara di atas. - coba jalankan kembali Opera, buka halaman ‘Google News’, ‘Yahoo News’, YahooMail.
Firefox 3 (Swiftweasel 3.0) di Slackware 12
Saya belum memutakhirkannya menjadi Slackware 12.1. ![]()
Untuk penggunaan peramban Fx yang (katanya) lebih optimal (disesuaikan jenis prosesor) di mesin Linux, dianjurkan menggunakan turunan Fx ini. Ada Swiftfox dan Swiftweasel (Sw). Swiftfox versi 3 masih dalam tahap beta, sedangkan Swiftweasel (aslinya paketan untuk turunan debian; saudaranya Iceweasel) sudah mengeluarkan versi berbasis Fx 3. Sw 3.0 tersedia untuk prosesor Athlon, K6, K8, Nocona, Pentium (P2, P3, P4, PM) dan Prescott.
Pemasangan dari kode sumber berlangsung lancar. Lengkapnya bisa dilihat di Installation Swiftweasel. Tampilan Sw 3.0 (’toolbar’ sudah diperingkas) seperti di Gambar 2 berikut:
Ternyata Sw 3.0 memiliki berkas profil tersendiri (.sw3). Jadi Fx 2.0.0.14 (Gambar 3; ‘toolbar’ juga sudah diperingkas) akan tetap saya gunakan dengan alasan kestabilan.
Gambar 3. Firefox 2.0.0.14 dengan tambahan beberapa fungsi validasi pada ekstensi ‘Web Development’ dan Personas (gambar latar ‘toolbar’).
Setelah Sw 3.0 dicoba, ada masalah tampilan huruf lagi. Terutama halaman web yang tidak menggunakan ‘web safe fonts’ dan berbasis flash[?]. Saya sengaja tidak memasang (msttcorefonts) / menyalin (dari partisi Windows) beberapa huruf ‘propietary’ (Microsoft). Halaman tes itu diantaranya ‘Google News’, ‘Yahoo News’, YahooMail.
Dari halaman ‘MozillaZine Knowledge Base’ tentang Layout.css.dpi, beberapa masalah terselesaikan dengan langkah berikut (risiko ditanggung sendiri ya..):
- buka tab baru di Sw 3.0 atau Fx
- ketikkan
about:configdi kolom alamat - ketikkan
dpidi kolom Filter - klik dobel
layout.css.dpi, ganti nilai integer-1menjadi0 - ‘restart’ Sw / Fx.
Atau bisa dicoba pengaturan Fonts via KDE Control Center.
Hasilnya, halaman ‘Google News’ dan ‘Yahoo News’ menunjukkan perbaikan, tetapi tidak untuk YahooMail (Gambar 4).
Gambar 4. Tampilan huruf YahooMail di Firefox.
Tapi kenapa halaman web email Yahoo dikatakan lebih memenuhi standar web ya? Lihat juga di Support the Email Standards Project. ![]()
Di Opera 9.5 versi Linux tampilannya sudah aman-aman saja setelah perubahan di atas. Ada yang menemukan solusi lainnya (tanpa msttcorefonts)?
Sebagai tambahan, Bookmarklets yang berbasis ‘javascript’ bisa ditambahkan untuk melengkapi koleksi perangkat di peramban. Sebagian fungsinya mirip dengan fungsi ekstensi ‘web development’ Fx dan ‘bookmarklets’ ini sudah terintegrasi dengan ‘web development toolbar’ Opera.
Lintas Berita - Peramban Opera 9.5 dan Swiftweasel 3.0 di Linux Slackware!
Cite - Peramban Opera 9.5 dan Swiftweasel 3.0 di Linux Slackware!
Last updated: Monday, April 20, 2009 at 0:56

















Comment by sawali tuhusetya on June 22, 2008 at 19:33:42
Mozilla Firefox 2.0.0.12 on
Windows XP
using
terus terang saja saya belum fanatik utk memakai browser tertentu, pak. masih sering memakai browser berganti2. baru saja install firefox 3, flock, netscape navigator, dan opera. kok saya belum bisa menemukan perbedaannya, yak, pak. dalam soal add-on dan fitur lainnya,. firesfox, setahu saya, agaknya memang lebih unggul.
Comment by dani on June 22, 2008 at 23:36:31
Mozilla Firefox 2.0.0.14 on
Linux
using
- sawali tuhusetya:
fx, flock, netscape-navigator masi sama2 bermesin gecko..
flock sptnya lbh boros memori krn banyak fasilitas utk mendukung kegiatan browsing+multimedia+social Internet (fx + kaya fitur)..memang pas disebut social browser..tp agak telat rilis terbarunya..
navigator kl ngga salah projeknya dah stop..fokus ke mozilla dan derivatifnya..
fx mungkin disukai krn costumizing-nya yg bs lbh personal..
opera + opera mobile-nya hrsnya jg bs jd favorit banyak pengguna..
jd pilihan sptnya cuman opera dan atau fx..ie disamarkan via user agent ajah jika memungkinkan..
Comment by ghozan on June 23, 2008 at 07:13:51
Mozilla Firefox 2.0.0.14 on
Windows XP
using
masi tetep setia dengan firefox… tapi lom donlot versi terbarunya… skr deh meluncur ke tkp…
Comment by Dani Iswara on June 23, 2008 at 13:54:57
Mozilla Firefox 3.0 on
Linux
using
- ghozan:
lho jd kmrn2 ngga ikut download day dong..kan lumayan utk client di warnet..
Comment by Yeni Setiawan on June 23, 2008 at 14:11:15
Opera 9.50 on
Linux
using
Jika pake Slack based distro, kalau tidak salah dianjutkan untuk download installer Opera yang versi static Qt.
Lagi pula, Opera sebenernya adalah browser yang paling mudah dicustomize bahkan dibandingkan dengan Firefox sekalipun.
Comment by Dani Iswara on June 23, 2008 at 16:06:26
Opera 9.50 on
Linux
using
- Yeni Setiawan:
akhirnya saya coba yg static rpm-nya (dikategorikan paket other — deb jg — oleh opera), konversi pake rpm2tgz
trus installpkg tgz-nya..
tp huruf di menu toolbar jg jd ikutan kurus kering
saya cb shared-qt yg tar.gz..kebetulan ada di arsip..
yg aneh cuman huruf di situsnya / konten..huruf menu baik2 aja..
stlh ngikutin langkah2 di atas, normal lg..
yg opera mudah dikustomisasi, setuju dah mas jeng..
Comment by Dani Iswara on June 25, 2008 at 11:25:36
Mozilla Firefox 3.1a1pre on
Linux
using
firebug di fx 3 / sw 3 saat ini masi versi beta..
swiftfox 3 ternyata malah baru versi
pre(alfa ya maksudnya..)..Comment by dani on June 25, 2008 at 13:39:03
Mozilla Firefox 3.1a1pre on
Linux
using
temporary update:
menimbang fx 3 dan swiftweasel 3 terasa ‘masih buggy’ di linux (plg ngga di slackware 12 saya), opera 9.5 layak digunakan utk browsing cepat..
sambil menunggu kestabilan dragonfly utk para debugger..
seobar utk opera jg layak coba walau tdk semudah ekstensi search status fx..
lainnya silakan coba sendiri di
opera:configComment by Dani Iswara on June 26, 2008 at 19:33:15
Safari 525.21 on
Windows XP
using
temporary-update lagi:
peramban safari (3.1.2; windows) ternyata blm jg bs me-render xml stylesheets…cmiiw
tp safari 4.0 di mac os x 10.5 dah bs..
Comment by uJHe on March 15, 2009 at 05:53:01
Opera Mini 9.60
using
emm sya puny masalah klo membuka situs yg brhbubungan sm gugel spt gmail,blogger,etc di opera,pasti gak bs login,mungkn ad saran?
(tambahan sy pke opera 9.6 dan os tercinta windows)
Comment by Dani Iswara on March 15, 2009 at 09:02:43
Mozilla Firefox 3.0.7 on
Gentoo Linux
using
uJHe,
pastinya opera 9.6.x bukan masalah, krn peramban tsb plg standar web (lolos acidtest 1,2,3) saat ini, selain safari, lalu diikuti firefox
saya jarang menemukan halaman milik google yg memenuhi standar web dan aksesibilitasnya baik
yg masalah, mungkin pengaturan personal di operanya, cmiiw ya
trik buat pengguna opera, cb nyaru sbg firefox (ganti user agent detection)