Generik di Linux dan Kedokteran
July 5, 2008 – 3:02 am by Dani IswaraJika di dunia kedokteran dikenal istilah obat generik (generik bermerk dan berlogo), di dunia Linux (mengacu pada GNU/Linux) juga terdapat istilah serupa walau tak sama. ‘Generik’ di dunia sistem operasi terutama BSD (’Berkeley Software Distribution’) dan Linux yang saya maksudkan adalah basis sistem operasi utama yang sering digunakan saat ini. Catatan ini dibuat dengan asumsi pembaca pernah menggunakan sistem operasi GNU/Linux dan atau BSD.
Sampai pertengahan tahun biasanya bermunculan versi terbaru tiap sistem operasi ‘open source’. Dari banyak sistem operasi komputer, untuk mudahnya, kita lihat kelompok UNIX & Windows. Termasuk ‘UNIX-like’ (tiap sistem operasi memiliki ciri tersendiri walaupun dibangun dari kode sumber yang sama) diantaranya adalah BSD, Linux, Mac OS X (’ten’). ‘BSD-like’ sendiri juga memiliki beberapa kelompok seperti FreeBSD, OpenBSD, NetBSD dengan lisensi BSD. Bahkan dari kode FreeBSD dikembangkan menjadi DesktopBSD dan PC-BSD, termasuk Mac OS X.
Linux juga berkembang menjadi beberapa distribusi (distro) utama seperti Debian, Gentoo, Fedora (dulu bernama ‘Red Hat Enterprise Linux’ [RHEL]), openSUSE (dulu bernama ‘SUSE Linux’), Mandriva (dulu bernama Mandrake) & Slackware Linux dengan lisensi GPL (GNU ‘General Public License’). Debian GNU/Linux digunakan sebagai basis Ubuntu, MEPIS, Xandros, Knoppix & Kuliax. Gentoo digunakan sebagai basis Sabayon Linux. Fedora sebagai basis blag (’le brixton linux action group’). Mandriva untuk basis PCLinuxOS. Slackware dipilih oleh SLAX, Frugalware & Zenwalk sebagai basisnya. Selanjutnya Ubuntu — yang dibangun dari versi Debian ‘unstable’ — banyak digunakan sebagai basis distro lain seperti Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu, Linux Mint, Ubuntu Studio, Ubuntu Muslim Edition, Ubuntu Christian Edition & Blankon Linux.
Dari sekian banyak versi & turunan tersebut, semuanya baik jika disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Kadang terdapat fanatisme sistem operasi & distro tertentu.
Menurut pendapat pribadi saya (hasil baca & sedikit coba-coba), yang saya sebut sebagai sistem operasi & distro ‘generik bermerk & berlogo’ (utama) kali ini diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Debian, Gentoo, Fedora, openSUSE, Mandriva, Slackware. Itupun, jika boleh, dapat dikelompokkan lagi. Secara subjektif, Mandriva & openSUSE lebih akrab bagi pengguna desktop dibanding lainnya. BSD, Gentoo & Slackware masih kental dengan instalasi paket aplikasi dari kode sumber. Walaupun beberapa diantaranya sudah menyertakan paket instalasi berbasis GUI (’graphical user interface’) & paket binari.
Mereka yang menggunakan sistem operasi ‘generik’ & tidak berkeberatan berkutat dengan kode sumber sepertinya lebih kepada para penghobi. Walaupun tidak menutup kemungkinan untuk digunakan juga pada mesin produktif di lingkungan kerjanya, baik sebagai ’server’ atau ‘desktop’. Penggunaan keluarga Unix untuk keperluan peladen / ’server’ mungkin sudah biasa. Yang sekarang terlihat adalah perubahan BSD & Linux mencapai kemudahan sebagai sistem operasi untuk desktop. Terutama dekstop untuk kebutuhan sehari-hari (perkantoran, pelajar, mahasiswa), bukan khusus ‘game’. Untuk ‘game’ silakan mencoba distro LinuX-gamers.
BSD
Golongan BSD biasanya dipilih karena kecepatan, efisiensi, optimasi & keamanannya, terutama untuk fungsi ’server’. Untuk fungsi desktop disarankan mencoba DesktopBSD & PC-BSD. BSD juga bisa diatur agar mampu menerima paket instalasi aplikasi dari Linux.
Gentoo Linux
Linux bercita rasa BSD bisa mencoba distribusi Gentoo. Waktu kompilasi yang lama adalah salah satu faktor yang harus siap diterima. Instalasi paket umumnya dibangun dari kode sumber. Dapat juga menggunakan binari jika tersedia & dirasa cukup lama kalau memilih dibangun dari kode sumber. Karena dibangun dari kode sumber dan sistem “port” ala BSD sehingga menghasilkan kondisi mesin yang dirasa lebih optimal, efisien & cepat. Serta membuatnya mampu mengikuti pemutakhiran terkini sekaligus mengatasi masalah dependensi (ketergantungan suatu paket aplikasi yang membutuhkan dukungan paket lainnya) secara otomatis. Lebih baik lagi jika didukung koneksi Internet yang baik. Pemutakhiran manual secara ‘offline’ bisa saja dilakukan.
Untuk fungsi desktop, direkomendasikan mencoba Sabayon Linux (paling tidak versi 3.5) yang benar-benar berfungsi ‘out of the box’ (multimedia, Bluetooth, ‘Card Reader’).
Debian GNU/Linux
Linux yang tersedia untuk bermacam tipe arsitektur (universal) komputer disarankan mencoba distro konservatif seperti Debian. Jumlah paket aplikasi termasuk yang terbanyak diantara distro lainnya. Versi stabilnya tidak harus rilis setiap 6 bulan sekali seperti kebanyakan distro lain. Turunannya (dari Ubuntu) seperti Linux Mint, Ubuntu Studio, MEPIS (dari Debian) lebih ditujukan untuk fungsi desktop & fungsi multimedia langsung berjalan dengan baik.
Fedora Linux
Fedora mengemuka sebagai pengusung teknologi terkini. Walau kadang teknologi terkini belum tentu stabil. CentOS disarankan untuk versi ’server’, “blag” untuk versi desktop. Fedora kini berjuang mengembalikan masa jaya RHEL. Sempat dipandang sebelah mata sebagai sekadar produk uji coba bagi RHEL. Fitur keamanan SELinux (melengkapi Firewall) & penggunaan aplikasi yang benar-benar ‘open source’ nampak menonjol. Bukan berarti tidak bisa membaca berkas MP3 atau format propietari lainnya. Tampilan khas desktopnya yang biru selalu enak dilihat.
OpenSUSE
OpenSUSE (terutama versi 10.3) selama ini saya rasa sebagai distro yang paling ramah untuk notebook saya. Tampilan grafis & detail deteksi perangkat keras yang baik nampak menonjol. Antarmuka bukan hanya mudah dikelola untuk desktop tapi juga ’server’.
Mandriva Linux
Mandriva dan turunannya sama-sama mudahnya karena cukup akrab bagi pengguna desktop. Tersedia berbagai versi tergantung kelengkapan paket yang ditawarkan.
Slackware Linux
Slackware masih mampu dipasang pada komputer bermemori 128MB dan spesifikasi lawas lainnya. Dengan catatan aplikasi-aplikasi yang dijalankan juga tidak membutuhkan memori yang besar. Instalasi yang sederhana dan ‘pemaksaannya’ dimana pengguna harus membaca berbagai manual yang ada cukup membantu untuk mengenal ‘jeroan’ Linux umumnya. Aplikasi yang membutuhkan banyak dependensi tertentu akan terasa lebih sulit dipasang manual, walau tersedia pemaketan dari pihak ketiga. Lihat juga Panduan Pemula Linux Slackware (Dani Iswara .Net).
Alternatif Pilihan
Apapun sistem operasi & distro anda, pilih & gunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Kadang ada yang berpendapat memilih distro turunan (bukan ‘generik’) membuat ada kebebasan atau cita rasa yang kurang.
Untuk kemudahan pakai & deteksi perangkat keras yang relatif baik, saya merekomendasikan (versi terbaru) dari distro-distro di atas:
- OpenSUSE
- Ubuntu (turunan Debian; turunan Ubuntu sendiri seperti: Linux Mint, Kuliax)
- MEPIS Linux (turunan Debian GNU/Linux)
- PCLinuxOS (turunannya Mandriva Linux)
- Sabayon Linux (turunan Gentoo Linux)
Untuk mengenal GNU/Linux lebih dalam, layak mencoba:
- FreeBSD
- Gentoo Linux
- Slackware Linux
- Debian GNU/Linux
Untuk ketersediaan paket aplikasi (tidak harus distro versi terbaru):
- Debian GNU/Linux
- OpenSUSE
- Mandriva Linux
- Gentoo Linux
Kemudahan pengelolaan paket aplikasi (dengan ketersediaan paket repositori dan Internet):
- berbasis debian dengan
apt-get-nya - berbasis rpm dengan
yum - berbasis kode sumber (tgz; ala Slackware, FreeBSD), instalasi manual, tetapi agak menyusahkan jika memerlukan banyak dependensi (mis. Inkscape)
- berbasis kode sumber (ala Gentoo) dengan
emerge, asal koneksi Internet memadai
GNU/Linux adalah pilihan. Bebas memilih. Informasi lainnya silakan mengunjungi situs web, forum & milis masing-masing distro. Beberapa juga sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia.
Ada pendapat lainnya? ![]()
Last updated: Wednesday, August 6, 2008 at 3:57 pm
Taken from: Generik di Linux dan Kedokteran by Dani Iswara (Dani Iswara .Net).











Using
Definisi generic untuk OS jadi rada kabur.
Generic kalau hanya command line, bisa juga kan?
Atau generic kalau release GPL murni?
Generic artinya tanpa merek? Mana ada distro tanpa nama?
Sekedar turut memusingkan
Using
- dekrit:
itu yg saya maksud utk linux..plus berbasis distro asalnya
di kedokteran ada istilah generik berlogo dan bermerk..
Using
saya pernah nyoba nginstal ubuntu versi gutsy gibon, pak dany, kiriman cd dari belanda. senang juga sih sebenarnya bisa terbebas dari cd windows bajakan. tapi ada beberapa driver yang sulit saya dapatkan sehingga kurang friendly. utk sementara kembali ke windows lagi, pak. kalau ada info menarik lain, pingin banget kembali pakai linux.
Using
- sawali tuhusetya:
ya itu dia pak..cocok-cocokan..
biasanya driver vga, wifi, webcam, internal modem yg masih bermasalah..tp sekarang sptnya sudah makin banyak jalan keluarnya
Using
oot ttg med it, saya usul gimana kalo perusahaan antivirus macam AVG,NORTON,MC AFFEE,etc meniru support sistem perusahaan farmasi..soalnya saya sering dpt konsulan:
“sib, antivirus yg bagus apa sih?”
nah kan rugi nggak dapat bonus?he5x..
Using
- sibermedik:
[OOT] kan bs usaha sendiri..disini banyak lapak update antivirus tiap hari ini dan itu sekian rupiah..