Memilih Distro Linux buat Pemula
Posted: July 6, 2008 at 12:26:56 by Dani Iswara. Words count: 1029.
Last updated: July 31, 2010 at 12:17:26.
BSD
Golongan BSD biasanya dipilih karena kecepatan, efisiensi, optimasi & keamanannya, terutama untuk fungsi server. Untuk fungsi desktop disarankan mencoba DesktopBSD (desktop KDE) & PC-BSD. BSD juga bisa diatur agar mampu menerima paket instalasi aplikasi dari Linux.Gentoo
Linux bercita rasa BSD bisa mencoba distribusi Gentoo. Waktu kompilasi yang lama adalah salah satu faktor yang harus siap diterima. Instalasi paket umumnya dibangun dari kode sumber. Dapat juga menggunakan binari jika tersedia. Apalagi jika dirasa cukup lama kalau memilih kompilasi paket yang dibangun dari kode sumber. Pemasangan OpenOffice.org dari kode sumber memerlukan waktu kurang lebih 8 jam pada mesin PM 1,6GHz 256MB. Karena dibangun dari kode sumber dan sistem 'port' ala BSD, Gentoo diklaim menghasilkan kondisi mesin yang dirasa relatif lebih optimal, efisien & cepat. Serta membuatnya mampu mengikuti pemutakhiran terkini secara berkala (sedikit demi sedikit), on the fly. Sekaligus mengatasi masalah dependensi (ketergantungan suatu paket aplikasi yang membutuhkan dukungan paket lainnya) secara otomatis. Lebih baik lagi jika didukung koneksi Internet yang baik. Pemutakhiran manual secara 'offline' bisa saja dilakukan. Seperti halnya Debian, Gentoo dapat dipasang menggunakan kernel Linux (Gentoo Linux) atau kernel BSD (Gentoo BSD). Versi 2008, Gentoo menyertakan Xfce. Untuk fungsi desktop, direkomendasikan mencoba Sabayon Linux (DVD; KDE + opsi desktop lain; paling tidak versi 3.5) yang benar-benar berfungsi 'out of the box' (multimedia, Bluetooth, 'card reader').Debian
Ingin mencoba Linux yang tersedia untuk bermacam tipe arsitektur (universal) komputer? Disarankan mencoba distro konservatif seperti Debian. Jumlah paket aplikasi termasuk yang terbanyak diantara distro lainnya. Debian menggunakan desktop GNOME. Versi stabilnya tidak harus rilis setiap 6 bulan sekali seperti kebanyakan distro lain. Jangan coba atur alur pengembangan Debian! Selain versi stabil, Debian memiliki versi lainnya dalam satu rilis yang disebut versi 'testing' & 'unstable'. Turunannya, Ubuntu (berbasis GNOME) -- yang dibangun dari kode sumber Debian 'unstable', lebih mengedepankan paket-paket terkini. Turunan Ubuntu seperti Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (Xfce), Linux Mint, Ubuntu Studio & turunan Debian lain seperti MEPIS (berbasis KDE) lebih ditujukan untuk fungsi desktop. Tiga distro turunan terakhir (Linux Mint, Ubuntu Studio, MEPIS) bahkan mengusung fitur multimedia yang langsung berjalan dengan baik ('out of the box'). Sebagai catatan, Ubuntu juga memiliki edisi khusus server (Ubuntu server, Edubuntu server).Fedora Linux
Fedora mengemuka sebagai pengusung teknologi terkini. Walau kadang teknologi terkini belum tentu stabil. CentOS yang dibangun dari kode sumber RHEL (Red Hat Enterprise Linux; versi komersil Fedora) sering digunakan sebagai server. Distro Blag untuk versi desktop. Fedora kini berjuang mengembalikan masa jaya RHEL. Sempat juga dipandang sebelah mata sebagai sekadar produk uji coba bagi RHEL (seperti halnya openSUSE terhadap SUSE Enterprise). Fitur keamanan SELinux (melengkapi Firewall) & penggunaan aplikasi yang benar-benar 'open source' tampak menonjol. Bukan berarti tidak bisa membaca berkas MP3 atau format proprietari/komersil/berbayar lainnya. Tampilan khas desktopnya yang biru selalu enak dilihat (alasan subjektif saya masih tertarik Fedora). :)OpenSUSE
OpenSUSE (terutama versi 10.3) selama ini saya rasa sebagai distro yang paling ramah untuk komputer jinjing/'notebook' saya. Tampilan grafis & detail deteksi perangkat keras yang baik (saat instalasi) tampak menonjol. Antarmuka bukan hanya mudah dikelola untuk desktop tapi juga server. Perangkat konfigurasi berantarmuka grafisnya (YaST2), rasanya paling komplit dibanding yang lain. Sejak OpenOffice.org versi 2.4, sudah mampu membuka berkas Office 2007 (mis. .docx, .pptx) dengan baik karena kerjasama Novell (perusahaan di balik openSUSE) & Microsoft. Dukungan lingkungan desktop KDE & GNOME sama-sama mendapat porsi yang seimbang. Belakangan opsi KDE menjadi 'default' di setelannya.Mandriva Linux
Mandriva (berbasis KDE) dan turunannya (PCLinuxOS) sama-sama mudahnya karena cukup akrab bagi pengguna desktop. Tersedia berbagai versi tergantung kelengkapan paket yang ditawarkan. Mengedepankan tampilan antarmuka grafis yang memudahkan pengguna pemula.Slackware Linux
Slackware masih mampu dipasang pada komputer bermemori 128MB dan spesifikasi lawas lainnya. Dengan catatan aplikasi-aplikasi yang dijalankan juga tidak membutuhkan memori yang besar. Distro tua ini masih mempertahankan tradisi Unix. Kernel & desktop KDE masih murni tanpa polesan. Hampir benar-benar generik. Slackware berbasis KDE namun menyertakan opsi desktop ringan lainnya (mis. Fluxbox, Xfce). GNOME dapat dipasang sendiri secara manual. Instalasi yang sederhana dan 'pemaksaan' (harus rajin membaca panduan, FAQ, Read Me) dimana pengguna harus membaca berbagai manual yang ada cukup membantu untuk mengenal 'jeroan' Linux umumnya. Aplikasi yang membutuhkan banyak dependensi tertentu (mis. Inkscape) akan terasa lebih sulit dipasang manual, walau tersedia pemaketan dari pihak ketiga. Lihat juga Panduan Pemula Linux Slackware (Dani Iswara .Net).OpenSolaris
Bukan Linux. Sistem operasi ini menggunakan sistem berkas ZFS. Terasa pas digunakan bagi pengembang yang terkait jaringan, pemrograman, JAVA. Saya belum pernah mencobanya langsung di cakram keras/'harddisk'.Alternatif Pilihan
Apapun sistem operasi & distro anda, pilih & gunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Kadang ada yang berpendapat memilih distro turunan (bukan 'generik') membuat ada kebebasan atau cita rasa yang kurang. :D Untuk kemudahan pakai & deteksi perangkat keras yang relatif baik, saya merekomendasikan (versi terbaru) dari distro (generik & turunannya):- OpenSUSE (berbasis manajemen paket RPM ala Red Hat).
- Ubuntu (turunan Debian; turunan Ubuntu sendiri seperti: Linux Mint, Blankon, Dewalinux, Kuliax).
- MEPIS Linux (turunan Debian GNU/Linux).
- Mandriva Linux (berbasis RPM).
- PCLinuxOS (turunannya Mandriva Linux).
- Sabayon Linux (turunan Gentoo Linux).
- OpenSUSE.
- Mandriva Linux.
- Debian GNU/Linux.
- Fedora Linux.
- Linux from Scratch (LFS).
- Gentoo Linux.
- Slackware Linux.
- Debian GNU/Linux.
- Fedora Linux.
- FreeBSD.
- OpenBSD.
- NetBSD.
- OpenSolaris.
- Debian GNU/Linux.
- OpenSUSE.
- Mandriva Linux.
- Gentoo Linux.
- Berbasis debian dengan
apt-get-nya. - Berbasis rpm dengan
yumdanzypper. - Berbasis kode sumber (tgz; ala Slackware, FreeBSD), instalasi manual, tetapi agak menyusahkan jika memerlukan banyak dependensi (mis. Inkscape).
- Berbasis kode sumber (ala Gentoo) dengan
emerge, bisa dimutakhirkan dengan mencicil.
Comment by Cahya on May 22, 2009 at 12:50:24
using Firefox 3.0.4 on SuSE
Hmm..., mencoba jalan-jalan dengan Open Suse dari VirtuaBox... :D
Comment by Cahya on May 22, 2009 at 12:54:23
using Firefox 3.0.4 on SuSE
Ha ha...., tampilannya lucu dan imut, sayang karena harus share memory dengan Vista, laptop saya bisa meleleh nih harus buru-buru sign out...
Nanti bagi tips buat dual boot yang aman ya Bli :D
Comment by Dani Iswara on May 22, 2009 at 14:37:30
using Firefox 3.0.10 on Gentoo
Cahya, via email itu aja ya..selebihnya dah banyak di situs
opensuse :)