Standardisasi & Aksesibilitas Situs Web di Indonesia
October 30, 2008 – 02:14 by Dani Iswara. Words count: 554.Last updated: Thursday, October 30, 2008 at 2:46.
Situs web di Indonesia yang memenuhi kriteria standar (rekomendasi W3C–’World Wide Web Consortium’) & aksesibilitas web mungkin belum banyak. Tetapi bukan berarti tidak ada niat ke arah tersebut.
Developing a Web Accessibility Business Case for Your Organization: Overview (Developing a Web Accessibility Business Case for Your Organization, S.L. Henry, ed. World Wide Web Consortium (MIT, ERCIM, Keio), August 2005. http://www.w3.org/WAI/bcase/) memuat bacaan seputar aksesibilitas situs web di berbagai bidang.
Beberapa pendekatan proses bisnis di bidang tertentu terutama pemerintahan & pendidikan:
A government ministry or agency might emphasize:
- requirements based on laws and policies such as anti-discrimination legislation or information and communications technology policy that ensures that public services are available to all
- long-term savings from improved server performance and decreased site maintenance efforts
An educational institution might emphasize:
- the number of students, faculty, or staff with disabilities in educational settings as a social responsibility consideration
- the benefits of Web accessibility to students with different learning styles, older computer equipment, or low bandwidth Internet connections
- legal or policy requirements
W3C juga memberi tips 10 langkah cepat yang cukup sederhana untuk mencapai aksesibilitas web seperti tersaji pada WAI, Quick Tips to Make Accessible Web Sites:
- Gambar & animasi. Gunakan atribut
altuntuk membantu deskripsi visual. - Peta bergambar. Gunakan peta di sisi pengguna dengan teks pada lokasi yang penting.
- Multimedia. Menyediakan ‘captioning’ & transkrip untuk audio serta deskripsi untuk video.
- Taut/pranala. Hindari sekadar ‘klik disini’. Gunakan yang lebih bermakna.
- Organisasi halaman. Gunakan judul (
h1-h6), daftar & struktur yang konsisten. Manfaatkan CSS (‘Cascading Style Sheet’). - Grafik & gambar. Muat juga simpulannya atau gunakan atribut
longdesc. - ‘Scripts, applets, & plug-ins’. Sediakan isi/konten alternatif jika fitur yang diinginkan tidak aksesibel atau belum didukung oleh peramban.
- ‘Frames’. Gunakan elemen ‘noframe’ & judul yang bermakna.
- Tabel. Buat yang memungkinkan dibaca baris demi baris, simpulkan.
- Cek validasi. Bisa menggunakan validasi terkoneksi (‘online’/daring)
Sementara situs web pemerintah memulai dengan standardisasi & panduan pengembangan serta pemeliharaan seperti tersaji dalam Kondisi Situs Web Pemerintah Daerah:
- membuat standarisasi penamaan URL (Uniform Resource Locator) situs web pemerintah daerah, sehingga tidak terjadi kerancuan di kemudian hari;
- melakukan pertemuan dan kerjasama dengan pihak IDNIC berkaitan dengan mekanisme pengurusan nama domain dan URL situs web pemerintah daerah;
- melakukan pelatihan untuk para pengelola situs web pemerintah secara terprogram bekerjasama dengan pihak ketiga; sebagai catatan, jika satu pemda memerlukan sekitar 5 orang untuk pengelolaan situs web, maka diperlukan sekitar 2.350 orang untuk penanganan seluruh situs web pemerintah daerah;
- melakukan penyempurnaan (dalam bentuk versi 1.1 atau 2.0) Panduan Penyelenggaraan Situs Web Pemerintah Daerah;
- mengingat baru sekitar 48% pemerintah daerah (pemprov, pemkab, pemkot) yang mempunyai situs web, perlu ditingkatkan bantuan dari Kem. Komunikasi dan Informasi untuk pembuatan situs web pemerintah daerah pada sejumlah lokasi;
- membentuk tim advisor (konsultasi) untuk membantu pemda di dalam pembangunan situs web pemerintah daerah;
- lebih ditingkatkan kunjungan kerja ke daerah untuk memantau pengembangan situs web pemerintah daerah dikaitkan dengan pembangunan e-government, khususnya pembuatan aplikasi layanan publik yang berbasis web
Salah satu institusi pendidikan tinggi malah sudah memiliki acuan yang cukup jelas. Lihat Panduan Web Institusi Resmi (Dani Iswara .Net).
Beberapa konsep yang ada mungkin dapat diterapkan di dunia web/blog kesehatan-kedokteran.
Validasi tentu bukan segalanya. Penulisan kode X/HTML & CSS yang terstruktur disertai isi yang mudah terbaca tentu akan lebih bermanfaat.
Jika masih ragu dengan standar & aksesibilitas web, silakan membaca W3C QA – How to achieve Web standards and quality on your Web site?.
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.
Comment by ammadis on October 30, 2008 at 08:28:43
using Mozilla Firefox 3.0 on Windows XP
Tips nya oke ! Terima kasih mas danny!
Namun ada beberapa poin tips yang aku sendiri kurang begitu akrab untuk mencari pemahamannya…Mungkin bisa di open explain lagi….I’ll be waiting that’s!
Comment by pandi merdeka on October 30, 2008 at 09:02:11
using Mozilla Firefox 2.0.0.17 on Windows XP
uhm.. salam kenal mas dani.. iya saya juga baru mulai nyari nyari artikel and mulai ngerangkum biar saya bisa gunain. hehehehe..
@ammadis
tapi mas dani mungkin punya tips yang lebih gress lagi
kalo saya buat ngetesnya pake text browser kayak lynx kalo saya sendiri dah enak ngebacanya berarti dah lumayan enak juga buat orang..
Comment by Deddy Andaka on October 30, 2008 at 15:09:27
using Mozilla Firefox 3.0.3 on Windows XP
Dengan terstandarisasi dengan baik mudah2an aktivitas surfing di Internet menjadi lebih nyaman. Btw… sepertinya masalah standarisasi menjadi pe er tersendiri bagi “Web designer”
Comment by escoret on October 30, 2008 at 17:05:55
using Mozilla Firefox 3.0.3 on Windows XP
ini mbahas opo tho pak..????
Comment by dani on October 31, 2008 at 06:46:21
using Mozilla Firefox 3.0.3 on Gentoo Linux
- ammadis:
atau silakan kunjungi desainer web terdekat..
bbrp informasi sejenis udah pernah saya tulis jg sih di blog ini..silakan kl mau jalan2
- pandi merdeka:
salam kenal jg mas pandi,
nanti saya numpang baca2 jg ya..
- Deddy Andaka:
ngga usah nunggu web designer kayaknya, toh promo standar web spt jg promo kesehatan bisa oleh siapa aja yg tertarik dan menghargainya..
- escoret:
yo wis ojo melu2 wae..
Comment by sawali tuhusetya on October 31, 2008 at 23:42:12
using Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows XP
terima kasih banget infonya, pak dani. lagi belajar nih, pak, mohon petunjuknya. coba meluncur ke tkp dulu!
Comment by Ricardo Gomes Lumbantoruan on November 6, 2008 at 00:22:05
using Opera 9.60 on Windows Vista
Om Dany, untungnya gw bukan developer/designer web.. !!! Karena gak terlalu ngerti, biasanya setiap ganti themes.. aku pasti mem-validasi webku ke w3.org. Itu sudah cukup atau belum yah?
Comment by dani on November 6, 2008 at 07:03:41
using Mozilla Firefox 3.0.3 on Gentoo Linux
- Ricardo Gomes Lumbantoruan:
knapa untung bang..?
wah rajin validasi ya..ktnya sih tiap perubahan template dan posting teorinya (kl keukeuh) mesti divalidasi lg
Comment by lumbantoruan on November 6, 2008 at 21:49:42
using Mozilla Firefox 3.0.3 on Windows XP
Yah untung lah, gak harus dihadapkan dengan kode rumit begitu. Hihihihihi.. soale gw gak ngerti, cuman tau dikit2.
Comment by dani on November 9, 2008 at 08:00:54
using Mozilla Firefox 3.0.3 on Gentoo Linux
- lumbantoruan:
ngga usah tll merendah gitu lah bang
Comment by sapimoto on November 14, 2008 at 13:26:13
using Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows XP
Blog saya masih berantakan banget dari segi tampilan serta validasi. CSS kapan hari sudah valid, gak tau kalau untuk sekarang. Tetapi untuk html, karena banyaknya terjadi error, saya jadi kesulitan juga untuk melakukan pembenahan, jadi akhirnya terbengkalai…
Comment by Dani Iswara on November 17, 2008 at 09:39:00
using Mozilla Firefox 3.0.3 on Gentoo Linux
- sapimoto:
inventarisasi xhtml-css memang butuh ketelatenan pemeliharaan jg
Comment by minanube on November 18, 2008 at 21:51:35
using Safari 525.26.12 on Mac OS X
bener juga, tapi saya belum ngecek sih validasi blog saya.
link2-nya sangat membantu sekali tuh om
Comment by dani on November 19, 2008 at 12:16:37
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Gentoo Linux
- minanube:
yah namanya jg promosi..
bole ikut bole ngga..
bahwa yg standar2 internasional berdasar best practice ternyata cukup membantu pemeliharaan jangka panjang