Posted: November 22, 2008 at 11:46:40 by Dani Iswara. Words count: 298.
Last updated: November 26, 2008 at 09:58:36.
Departemen/
SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair)/RSU (Rumah Sakit Umum) Dr. Soetomo Surabaya dan Perdoski (Perkumpulan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin) Cabang Surabaya mengadakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) pertengahan November (bukan Nopember-menurut
KBBI) lalu. Temanya adalah 'New Perspective of Dermatitis'.
Berikut ini sedikit catatan dermatitits terkini yang disarikan dengan bahasa yang disederhanakan dari buku kumpulan makalahnya.
Dermatitis ialah reaksi peradangan kulit yang dapat ditandai dengan gatal, kemerahan, gelembung (bisa 'berair') disertai selaput (skuama). Dapat disebabkan oleh faktor eksternal dan/atau eksternal. Dermatitis sering disebut eksem ('eczema'; bukan "eksim"-menurut KBBI). Eksem termasuk dalam dermatitis tapi tidak semua dermatitis adalah eksem.
Anjuran umum untuk penderita dermatitis:
- pahami riwayat keluarga dengan keluhan yang sama
- hindari faktor penyebab
- kenali faktor penyebab/pemicu
- hindari menggaruk/atasi rasa gatal
- tidak selalu harus berpantang (total) makanan tertentu
- konsultasikan dengan dokter anda
Beberapa anjuran memang murah meriah. Karena pasien sendirilah yang tahu paparan pada kulit dan tubuhnya.
Mengatasi gatal juga susah-susah gampang. Apakah dengan digaruk rasa gatal lalu benar-benar hilang? Justru tidak. Yang muncul malah kulit rusak, perih, terjadi peradangan, terasa semakin gatal (lingkaran garuk-gatal; sel radang diduga terlibat dalam mekanisme gatal) bahkan risiko infeksi.
Khusus penderita dermatitis atopi yang disebabkan oleh bakat sejak lahir (genetis) dan keterlibatan faktor alergi, perlu juga memperhatikan kondisi kulit yang umumnya kering. Kulit kering dapat disiasati dengan:
- mandi air hangat (jangan terlalu panas/dingin) 2 kali sehari
- gunakan sabun mandi yang netral, tanpa pewangi-antiseptik
- gunakan pelembap (bukan "pelembab" [KBBI])
Pemberian probiotik bagi ibu hamil dan bayi sejak lahir dinyatakan bermanfaat mengurangi risiko dermatitis atopi oleh suatu penelitian.
Mengenai pengobatan dengan kortikosteroid, kadang pasien salah paham. Sudah cocok dengan obat (steroid) tertentu, kok malah diganti atau diturunkan dosisnya. Obat golongan steroid tidak selalu diberikan untuk jangka lama, kecuali kasus tertentu. Mengingat efek sampingnya yang menekan sistem kekebalan tubuh. Dokter akan mempertimbangkan pengurangan dosis jika keluhan membaik.
Kapan-kapan diedit lagi..IM2 sedang bermasalah.. :(
Share on: Delicious™ | Digg™ | Facebook™ | Twitter™.
Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.