Penghobi Perangkat Lunak Open Source

November 19, 2008 – 18:09 by Dani Iswara. Words count: 310.
Last updated: Monday, April 20, 2009 at 0:44.

Mungkin karena berangkat dari hobi, pengembangan perangkat lunak ‘open source’ (PLOS) seharusnya tidak akan pernah mati. Kalaupun ada kesulitan finansial, biasanya masih ada segelintir maupun sekelompok komunitas yang akan melanjutkan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Dukungan finansial yang teratur tentu akan sangat membantu dibanding sekadar donatur sukarela. Penghobi biasanya berkarya bukan karena uang sebagai motivasi utama. Malah cenderung menghabiskan uang?

Bagaimana dengan pengembangan PLOS? Jika bukan karena faktor finansial, apa yang akan terjadi jika para pengembang dan pengguna berkurang jumlahnya? Akankah pengembangan PLOS mati begitu saja?

Dari sekian banyak distribusi GNU/Linux, BSD (‘Berkeley Software Distribution’) dan PLOS lainnya, tentu ada perangkat dan sistem operasi yang hanya dikembangkan/digunakan oleh segelintir orang saja (penghobi). Berbeda dengan PLOS populer seperti, sebutlah Ubuntu, openSUSE, Fedora, Firefox, OpenOffice, GIMP, dll.

Akankah PLOS yang kurang populer menjadi terhenti pengembangannya lalu ditinggalkan penggunanya?

Kode sumber sudah dimuat di situs resminya (biasanya terkumpul di situs PLOS masing-masing dan sourceforge dot net). Tentu membuka kesempatan bagi penghobi lain untuk mengembangkan.

Situasi menjadi agak berbeda dengan perangkat lunak yang tidak ‘open source’. Misalnya situs webagogo dot be (situs dengan perangkat yang mampu menilai ‘kualitas’ keseluruhan web) yang nyaris ditutup oleh pengelola/pengembangnya karena kesulitan finansial.

Apakah distribusi (tradisional) Linux seperti Linux from Scratch (LFS) dan Slackware akan ditinggalkan penggunanya (penghobi)? Ataukah justru penggunanya makin fanatik?

Kisah lain misalnya pengembangan Linux Gentoo (baca: jen-tu) yang rilis setahun sekali? Menyimpang dari target awal, rilis 2 kali setahun. Hal ini terjadi selama 2 tahun terakhir, 2007 dan 2008. Itupun rilis ‘versi’ 2008 mengalami revisi yang cepat karena suatu kesalahan pemaketan CD ‘installer’. :(

Sanggupkah bukan penghobi bertahan menghadapi ‘kesulitan’ PLOS?
Masalah kebiasaan, kompatibilitas, dukungan, penggerak (‘driver’), koneksi Internet, dll?

Mungkin tidak salah jika PLOS lebih banyak disukai penghobi (komputer) saja seperti Mac lebih disukai oleh penghobi seni grafis. :)

Tambahan, pengguna peramban Internet bisa mencoba Pengguna Peramban Firefox dan Peramban Opera 9.5 dan Swifteasel di Linux Slackware.

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Penghobi Perangkat Lunak Open Source by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Karakter Dokter ber-Linux - Dani Iswara .Net on November 23, 2008 at 22:19:51
    using WordPress 2.6.1

    [...] Pengguna Linux bukan karena hobi? Keharusan di tempat pendidikan atau kerja bisa jadi penyebabnya. Jika masih bertahan sebagai pengguna Linux hingga saat ini, dan berkeinginan meneruskan, mungkin anda memang penghobi perangkat lunak ‘open source’. [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Pemula PLOS mencoba Linux
‹‹ Newer entries: Perang Perangkat Lunak Open Source