Posted: November 20, 2008 at 18:10:14 by Dani Iswara. Words count: 259.
Last updated: November 25, 2008 at 11:22:12.
Di berbagai ruang diskusi virtual seperti web, blog, milis, forum, 'chat' sering dijumpai seorang pengguna mengagung-agungkan perangkat lunak 'open source' (PLOS) dan sistem operasi tertentu (termasuk yang berbayar) yang digunakannya. Hingga mudah pula ditemui di mesin pencari Internet dengan kata kunci, misalnya:
- Firefox vs Opera vs Internet Explorer
- OpenOffice Writer vs MS Word
- Linux vs Windows vs Mac
- Debian vs openSUSE vs Fedora
- Slackware vs Gentoo
- Ubuntu vs Mandriva, dll
Sah saja jika solusi yang ditawarkan oleh pengguna adalah sesuai dengan
agama yang dianutnya PLOS yang sedang dipakainya.
Harus dimaklumi bahwa seorang pengguna memakai suatu PLOS atau bukan biasanya didasari atas kebutuhan dan kemampuannya. Misalnya kebutuhan lingkungan pendidikan dan pekerjaan. Atau disesuaikan dengan kemampuan perangkat keras yang ada serta ketersediaan Internet (untuk 'troubleshooting' mandiri).
Belum lagi susahnya melepas kebiasaan. Sudah nyaman dengan perangkat tertentu, mengapa harus diganti yang lain?
Tiap PLOS mungkin memang berbeda, terutama kebijakan dan filosofi pengembangan. Ada yang mengutamakan kestabilan, ada juga yang mengedepankan keterkinian. Ada yang menonjolkan kemudahan pakai, sedangkan lainnya menuntut pengguna untuk memahami pengelolaan perangkat lebih dalam.
Sayangnya 'perang' antar pengguna PLOS malah bisa membingungkan para pemula. Semuanya mengklaim terbaik. :D
Untungnya, di dunia 'open source' ini malah memunculkan peluang lain. Menggabungkan fitur-fitur terbaik dari masing-masing PLOS. Terutama di dunia distro Linux dan BSD. Keanekaragaman memunculkan 'perang' (persaingan). Persaingan antar distro Linux malah melahirkan distro baru yang mengklaim lebih bersahabat bagi pengguna.
Tidak jarang distro turunan ini mampu menyaingi kepopuleran (menurut peringkat Distrowatch dot com) saudara tuanya. Sebutlah Ubuntu (berbasis Debian), Mint, Kubuntu (berbasis Ubuntu), PCLinuxOS (Mandriva) Sabayon Linux (Gentoo) dan DesktopBSD, PC-BSD (FreeBSD).
Makin banyak pilihan mungkin membingungkan.
Tapi, bukankah keberagaman itu indah? Mengapa harus 'perang'? ♥
Share on: Delicious™ | Digg™ | Facebook™ | Twitter™.
Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.