Perpanjangan SIM C di Poltabes Denpasar
November 1, 2008 – 03:00 by Dani Iswara. Words count: 758.Last updated: Tuesday, November 11, 2008 at 6:32.
Kebetulan sedang di Denpasar-Bali beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri mengurus perpanjangan Surat Ijin Mengemudi golongan C (SIM C). Biasanya urusan ini dibantu rekanan. Kali ini saya coba mengurusnya sendiri.
Berhubung situs utama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sedang dalam perbaikan, info resmi bisa diperoleh juga di Info Lalu Lintas Polda Bali:
Syarat memperoleh SIM perpanjangan
- Mengisi formulir permohonan
- KTP / jati diri
- SIM yang dimohonkan untuk diperpanjang (SIM lama)
- Surat keterangan dokter
- Bagi SIM yang telah lewat masa berlakunya 1 (satu) tahun harus mengikuti ujian teori dan praktek.
Syarat & informasi pelayanan lalu lintas lain (pengurusan STNK, penindakan tilang, BPKB, dll) dapat ditelusuri pada taut/pranala di atas.
Kisah serupa dapat ditelusuri di mesin pencari Internet (Google, Yahoo) dengan kata kunci perpanjangan sim.
Saya menyiapkan:
- fotokopi KTP & SIM C lama,
- SIM C asli (lama),
- uang pecahan sejumlah kurang dari 100 ribu rupiah (resminya perpanjangan SIM membutuhkan biaya Rp 60.000,00),
- alat tulis (pulpen/bolpoin) yang selalu saya bawa di kantung.
Tiba di Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Denpasar, jalan Gunung Sanghyang (jalan Gunung Agung ke arah barat jika dari kota Denpasar) sekitar pukul 1100 Wita. Parkir mobil di halaman Poltabes sudah penuh. Saya parkir di sisi timur (arah pintu keluar Poltabes belok kanan), di luar gedung Poltabes. Sempat juga berpapasan dengan beberapa orang yang menawarkan jasa pengurusan SIM.
Kebetulan ruang periksa kesehatan ada di sisi timur jalan, terpisah dari gedung Poltabes. Kontak sejawat seangkatan yang berdinas disana, dr. Luh Gde Sudharmawati (Luhde). Ngobrol sebentar, setor fotokopi KTP & SIM C, serta SIM C asli (yang lama). Surat keterangan sehat dari dokter didapat. Terima kasih, Luhde. Eh bayar berapa ya (bagian ini benar-benar lupa saya tanyakan), Luhde?
Cerita lainnya di daerah/kota yang berbeda menyebutkan angka Rp 10.000-20.000,00. Diantar salah seorang petugas kesehatan atas permintaan Luhde, saya diarahkan ke gedung utama pelayanan pengurusan SIM. Makasi ya, bli (lupa namanya).
Setelah menunjukkan berkas-berkas (surat keterangan sehat dari dokter, fotokopi KTP & SIM C, serta SIM C asli), oleh petugas di pintu masuk, saya diberi tanda pengenal bertuliskan “..SIM C…” yang harus dikenakan di baju. Lalu diminta ke ‘bank’ (mereka menyebutnya demikian) untuk membayar biaya pendaftaran perpanjangan SIM.
Antrian tidak terlalu ramai. Serahkan berkas tadi pada petugas loket. Total angka yang disebutkan petugas loket sebesar Rp 62.000,00 terdiri dari biaya perpanjangan SIM Rp 60.000,00 plus Rp 2.000,00 untuk bulan dana PMI. Di daerah/kota lain ada yang menyebutkan dana PMI hanya Rp 1.000,00. Selanjutnya dipersilakan ke Loket I untuk Pendaftaran SIM. Di daerah/kota lain, diceritakan ada yang mewajibkan pembayaran asuransi sebesar Rp 15.000,00.
Dengan menyerahkan bukti pembayaran dari bank tadi, saya diminta duduk dulu, nanti dipanggil. Setelah dipanggil, diberi formulir dalam map yang harus diisi bolak-balik (2 halaman). Akan lebih nyaman jika di ruang tunggu tersebut terdapat meja/alas untuk menulis. Setelah terisi, setor kembali ke Loket I. Diperiksa sekilas, dipersilakan ke Loket II (di sebelah selatannya).
Di depan pintu masuk ruang dimaksud, seingat saya tidak ada tulisan “Loket II”. Hanya terdapat tulisan “..Koreksi..”. Kebetulan pintunya terbuka dan terlihat sudah ada tumpukan map serupa di salah satu mejanya. Tumpukan itu bertambah oleh map saya.
Belakangan terlihat memang banyak pemohon yang kebingungan melewati loket tersebut.
Duduk kembali di bangku antrian deret belakang yang masih kosong. Sambil mengamati beberapa pemohon yang kebingungan & aparat kepolisian yang mengantarkan ‘klien bebas antri’/'klien tinggal foto’ (saya pernah di posisi itu..).
Menunggu beberapa lama, nama saya dipanggil kembali oleh petugas di Loket I, mendapat antrian nomor 164 (jika membayangkan komunikasi di Loket I seperti layanan di bank, mungkin anda keliru..)
. Tidak lama kemudian, nomor antri sekian hingga sekian (termasuk saya) diminta masuk Loket III (sebelah selatan Loket II).
Lagi-lagi loket ini tidak ada tulisan “Loket III”-nya. Hanya tertulis “Pintu Masuk Pemohon SIM setelah Dipanggil Petugas”. Rupanya koreksi basisdata/pangkalan data (‘database’) SIM dilakukan disini. Lanjut membawa map ke Loket IV, Produksi SIM (foto).
Di Loket IV, identitas dicocokkan kembali, tanda tangan, sidik ibu jari kanan-kiri dengan pemindai (’scanner’), diakhiri dengan foto. Map diserahkan ke Loket V.
Tidak ada tulisan “Loket V”. Yang ada hanya “Produksi SIM (Cetak SIM)”. Tidak sampai 10 menit, SIM C jadi. Waktu menunjukkan pukul 1200 Wita. Kurang lebih 1 jam total waktu untuk perpanjangan SIM C kali ini. Pamit ke Luhde terus pulang.
Bagi pemohon SIM, coba juga jadwal layanan SIM keliling dari Polri jika tersedia di daerah/kota anda. Mungkin rekan-rekan Komunitas Blogger Bali (Bali Blogger Community (BBC) punya pengalaman lainnya. Mau urus SIM C sendiri?
Untuk saran dan kritik untuk layanan SIM Poltabes Denpasar dapat mengirimkan pesan singkat (SMS) ke 0361-8703883. Lepas dari kekurangan yang ada, terima kasih untuk layanan aparat Poltabes Denpasar.
Comment by devari on November 11, 2008 at 01:53:27
using Mozilla Firefox 2.0.0.17 on Windows XP
wah gimana kesannya secara umum bli dani?
saya ga pernah urus sendiri..heheh selalu pake biro jasa
Comment by Ricardo Gomes Lumbantoruan on November 12, 2008 at 03:17:39
using Mozilla Firefox 3.0 on GNU/Linux
Aku tak pernah tahu proses urus SIM.. wong sampe hari ini gak punya SIM. wakakakakakak
Comment by endar on November 15, 2008 at 18:29:13
using Mozilla Firefox 2.0.0.18 on Windows XP
salut untuk petugas layanan SIM Poltabes Denpasar. waktu mau baca posting ini kirain bernada protes.
saya jadi ingat saat study tour sma tahun 90an pernah ketangkep polisi di denpasar waktu naik motor. disuap nggak mau lho
Comment by Ngakan on November 18, 2008 at 14:18:03
using Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows XP
Wah ribet juga ternyata… harus benar benar punya waktu yang banyak tuk ngurus SIM, mending pake biro jasa aja.. hehehehhe…..
Comment by dani on November 18, 2008 at 20:45:33
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Gentoo Linux
- devari:
terkesan lbh teratur, dimana ‘calo’ yg bukan polisi ngga bebas akses masuk ruangannya..
- Ricardo Gomes Lumbantoruan:
pake supir pribadi ya
- endar:
ya kl ada bagusnya, ditulis apa adanya jg..bukan jeleknya aja..
polisinya jujur ya..ato takut beritanya masuk blog kali..
- Ngakan:
yg punya uang lbh mungkin akan memilih cara itu..tp emang ngga enak kl disalip pas antri :p
Comment by Deddy Andaka on November 20, 2008 at 17:52:53
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Windows XP
Wah sempet pulang Bali ya… Mustinya sekalian ngisi seminar tuh. Iy, emang lebih enak ngurus sendiri. Thanks uda sharing…
Comment by dani on November 21, 2008 at 09:19:20
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Gentoo Linux
- Deddy Andaka:
rencananya plg sebentar, tp molor..pas acara dah balik lg..
iya Ded, tinggal sisihkan waktu, pake jalur jujur, aman kok..
Comment by PanDe Baik on January 6, 2009 at 14:50:16
using Opera 9.62 on Windows XP
Sayangnya disekitar tempat itu masih banyak Calo dan juga Biro Jasa yang ngendon dan ‘menjemput bola’. Sehingga saya malah gak pernah nyobain buat ngurus sendiri. Hehehe…
Comment by Dani Iswara on January 7, 2009 at 09:14:11
using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux
- PanDe Baik:
ya sama2 cari sesuap nasi bli..susah jg kl langsung diberantas
Comment by Bram on April 20, 2009 at 08:31:51
using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP
wah..
makasih infonya mas..
berguna bgt buat saya yg lagi mau memperpanjang SIM..
thanks a lot infonya ya..
Comment by putera bali jkt on July 7, 2009 at 11:10:02
using Internet Explorer 6.0 on Windows XP
Memang urusan SIM ini tdk pernah tuntas, ada saja yg aneh-2, pada hal semua ini sdh ada sistemnya & aturannya, tinggal oknum-nya aja yg perlu dilakukan “pembenahan” agar pelayanan publik ini benar-2 bersih,Okey selamat mengamati dan melaporkan pd Propam, agar benar-2 tertata bersih,sistimik & nyaman.
Comment by indocool on January 4, 2010 at 10:38:48
using Mozilla Firefox 3.5.6 on Windows XP
itu dr Luh Gede memang mental oknum, masak bayar surat keterangan sehat 25.000 padahal kalo nyari di puskesmas cuma 3.000-5.000.
Salut buat pak polisi yang sudah jujur, gue cuma bayar 60.000 buat perpanjangan sim di konter BRI. gak ada pungli di loket polisi, tapi di luar malah dikenain biaya surat keterangan sehat yang gak masuk akal.
Hati-hati masyarakat yang mau urus SIM, cari surat keterangan sehat di puskesmas saja, jangan di praktek dr Luh Gede samping polres itu.