Konsultasi Dokter via Webcam ala Telemedicine
December 7, 2008 – 20:27 by Dani Iswara. Words count: 304.Last updated: Thursday, December 11, 2008 at 22:47.
Beberapa waktu yang lalu WebcamMD.com yang berlokasi di Toronto, Kanada meluncurkan layanan konsultasi dokter langsung (live) melalui webcam — kamera yang dapat diakses via web. Ini salah satu aplikasi telemedisin — penyerapan dari kata telemedicine menurut KBBI daring berbasis Internet berupa videokonferensi waktu nyata (‘real time/synchronous’).
Situs web tersebut dikelola oleh tim manajemen dari Kanada & Amerika Serikat. Dengan semboyan: The first live online medical diagnostic website that delivers highly efficient life saving early detection medical advice, WebcamMD kini telah tersedia dalam Bahasa Inggris, Perancis, Arab & Jepang.
WebcamMD dirancang sejak tahun 2006. Didirikan oleh Rob Tayler, seorang Kanada, konsultan yang ahli di bidang komunikasi digital & pertelevisian. Saat ini dibantu oleh dokter Agostino Cervone — seorang spesialis bedah umum & laparoskopi, sebagai kepala bagian medis di WebcamMD. Dr. Cervone juga terlibat dalam pengelolaan protokol keselamatan pasien & dokter konsultan teknologi informasi kedokteran.
Tampilan laman (halaman depan; ‘homepage’) situs web WebcamMD (klik untuk memperbesar):

Layanan ini memungkinkan pasien dan dokter untuk dapat berkonsultasi langsung via webcam dengan dokter umum & spesialis yang ada.
Dari konsultasi, anamnesis (menggali keluhan pasien), pemeriksaan visual, berlanjut ke saran pemeriksaan lebih lanjut apakah perlu berkonsultasi langsung/dirujuk dengan dokter spesialis atau tidak.
Tersedia beberapa menu panduan dan tutorial bagi pengguna yang menjelaskan bagaimana sesi berlangsung. Selain kamera digital yang terhubung ke web, kalau tidak salah diperlukan aplikasi perangkat lunak Skype juga.
WebcamMD berencana agar layanan ini dapat diakses dari mana saja, pelosok sekalipun, kapan saja, dengan berbagai perangkat (ubiquitous) selama tersedia Internet.
Bagaimana dengan kerahasiaan data pengguna, kualitas konsultan, perlindungan hukum, biaya, kekhawatiran malapraktik?
Mungkinkah diterapkan di Indonesia? Ada yang mau memulai?
Baca dahulu pernyataan hak cipta, kebijakan privasi & penyangkalan yang ada sebelum memanfaatkan layanannya.
Seperti halnya layanan (konsultasi) kesehatan daring lainnya, WebcamMD tidak dimaksudkan untuk menggantikan hubungan dokter-pasien yang sebenarnya.
Comment by anggriawan on December 12, 2008 at 00:11:14
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Ubuntu Linux 8.10
hm.. mas dani sebagai dokter yang melek IT mungkin bisa mempelopori pemakaian teknologi ini di Indonesia, mas..
tentunya dengan quality control yang mumpuni loh..
saya dukung mas dani.. ^ ^
+1
Comment by baharazwar on December 12, 2008 at 21:57:40
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Windows XP
Terobosan ini baik sekali hanya saja pesimis karena harus berhadapan dengan berbagai undang-undang yang mengatur praktek kita.
Comment by dani on December 13, 2008 at 03:55:15
using Opera 10.00 on GNU/Linux
- anggriawan:
walah..ini blm melek kok mas, masi kriyep2 kayak bayi br lahir..
- baharazwar:
iya nih dok, apa ngga ada aturan lain yg kira2 mendukung ke arah itu ya..minimal utk edukasi
Comment by hendra ceka on December 13, 2008 at 22:14:20
using Google Chrome 0.4.154.29 on Windows XP
wah, kayaknya blom mungkin ya mas
secara medikolegal dan lege artis pemeriksaan
pasien kan harus berhadapan ama dokter..
lhah palpasi,perkusi,auskultasi,dkk..ilang dong
barbara bates gak laku bukunya entar
hehehe
salam kenal
Comment by Dani Iswara on December 13, 2008 at 22:39:47
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Gentoo Linux
- hendra ceka:
iya mas hendra, ijin praktik yg 3 tempat itu mungkin jg membatasi, kec ada kebijakan khusus krn kebutuhan tenaga kesehatan/kedokteran di daerah
kecuali jg ada alat yg bs mengubah data analog (pemeriksaan klinis) jd digital (bbrp sih katanya dah ada, mis. stetoskop elektron, dermatoskop elektron..cmiiw)
salam kenal jg
Comment by Antin Kurniawan on December 14, 2008 at 21:40:06
using Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows Vista
Kayanya saat ini masih susah, bukan cuma kita sebagai dokter harus lebih melek tentang IT. Tapi pasien juga harus punya pemahaman yang cukup tentang penyakit, pemeriksaan, dan prosedur terapi. Lha wong ‘face to face’ aja kadang susah nyambungnya n butuh ketelatenan untuk menjelaskan pada pasien. Yang seperti ini ga jarang terjadi pada pasien yang notabene taraf sosial-ekonomi dan tingkat pendidikan lumayan OK lho, apalagi yang kurang.BTW salam kenal. Salut tuk blognya, mudah2an ke depannya saya bisa mengikuti jejak anda berperanan penting di dunia blogger Indonesia.
Comment by dani on December 15, 2008 at 09:43:55
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Gentoo Linux
- Antin Kurniawan:
saya jg masi belajar kok dok Antin..
mungkin teknis spt itu bs dimulai dari kasus2 yg cukup terbantukan dg pemeriksaan visual aja
Comment by Oka Mahendra on December 15, 2008 at 17:49:10
using Mozilla Firefox 2.0.0.16 on Windows XP
Mas Dani, saya tertarik juga untuk mengembangkan peralatan medis secara remote. Tidak cuma webcam, tapi alat2 tesnya juga remote, misalnya stetoskop, pengukur tensi darah, suhu, dll, kayaknya menarik banget.. Jadi dokter tidak harus berhadapan langsung dengan pasien..
Apalagi kalau ada robotnya, gimana ya… jadi misalnya yang meraba2 pakai stetoskop tangan robot yang dikendalikan jarak jauh oleh dokter..
Menurut Mas Dani bisa terealisai atau tidak? thanks
Comment by dani on December 15, 2008 at 20:18:59
using Mozilla Firefox 3.0.4 on Gentoo Linux
- Oka Mahendra:
sependek yg saya tau sptnya memungkinkan mas Oka..
di bag bedah scr internasional itu sudah terlaksana (cyber-surgery) cmiiw
termasuk bbrp alat bantu pemeriksaan fisik itu memang ada yg elektron [digital output], trus dikoneksikan ke komputer, via Internet..jd dah..
silakan temen2 di LIPI mewujudkannya
Comment by wahya on December 20, 2008 at 17:46:21
using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP
Asik juga kalau misalnya bisa cek kesehatan dari depan komputer aja yah. kayak tadi saya baru medical check up cuma di sentuh2in alat aja udah tau dimana organ2 yang kurang makan hehehehe..
Btw, dokter dukung imfreakz yahhh…dukung kita juga dong hehehehe http://kabonfootprint.com/busby-seo-test/
Comment by Dani Iswara on December 21, 2008 at 08:18:14
using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux
- wahya:
lbh canggih kl ngga disentuh trus dikasi obat
maunya sih dukung semua, tp kl semuanya pake anchor yg sama-sama diincer, kan bingung jg jdnya
Comment by cakmoki on December 25, 2008 at 11:20:59
using Safari 525.27.1 on Windows XP
Rasanya pernah lihat beginian pas berselancar, tapi terbatas pada kasus psikiatri dimana pemakaian peralatan medis tidak banyak diperlukan saat kontak awal.
Untuk konsultasi awal yang hanya memerlukan anamnesa atau inspeksi (yang bukan jeroan), kayaknya sangat mungkin dilakukan di Indonesia.
Kalo ada yg mulai, ntar UU-nya bakal muncul *seperti biasa, ribut duluan* .. hehehe
Comment by dani on December 25, 2008 at 17:51:43
using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux
- cakmoki:
perlengkapan di bbrp daerah ktnya dah mendukung utk telemedisin cak..ntah sejauh mana..kita liat nanti
Comment by sibermedik on December 26, 2008 at 03:31:00
using Opera Mini 9.50
To good to be true..mungkin hanya bisa dilakukan perseorangan atau kelompok kerja saja..perlu format yang simpel dan murah kalau ingin jadi program nasional.
Comment by Dani Iswara on December 26, 2008 at 07:16:57
using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux
- sibermedik:
model yg mobile & asynchronous kan bs kayak di hp sodara itu
kl ngga salah, thn 2009 ktnya memang ada bau telemedisinnya cmiiw
Comment by lien on January 20, 2010 at 14:35:19
using Mozilla Firefox 3.0.17 on Windows XP
good….ternyata ada aplikasi seperti itu
Comment by cakmoki on January 22, 2010 at 23:32:53
using Safari 532.0 on Windows XP
Pianti di daerah sebenernya sangat mendukung, Mas Dani…. optimalisasinya saya tidak tahu. Ada yg bilang konon tidak cukup berani untuk menerima pertanyaan real time…hehehe.
Comment by Dani Iswara on January 23, 2010 at 03:40:28
using Mozilla Firefox 3.6 on Gentoo Linux
cakmoki,
kan mirip dengan praktik biasa tanya jawabnya, ya cak.
Comment by cakmoki on January 24, 2010 at 01:40:14
using Internet Explorer 8.0 on Windows XP
iya, sangat mirip. Bedanya gak pake Pemeriksaan Fisik kecuali inspeksi. Bedanya lagi, ga bayar…hehehe