Copy-Paste Boleh, tapi kadang Menyebalkan
January 30, 2009 – 14:41 by Dani Iswara. Words count: 447.Last updated: Monday, April 20, 2009 at 0:31.
Meng-copy-paste tulisan di blog lain tentu saja boleh dalam dunia Internet. Apalagi pengelola blog yang dikopi, mengijinkan dengan ikhlas. Lebih bagus lagi, tulisan tersebut menggunakan lisensi yang memungkinkan suatu karya untuk didistribusi. Dengan atau tanpa persyaratan tambahan. Seperti lisensi versi Creative Commons dot org.
Ada yang mewajibkan untuk meminta ijin dulu pada pengelola blog. Ada pula yang sudah menjelaskan prosedurnya dengan lengkap. Misalnya, pada bagian penyangkalan (disclaimer) dimuat mengenai lisensi karya.
Beberapa syarat kopi-pasta, atau salin tempel, atau sadur rekat, menganjurkan agar taut atau pranala ke tulisan asli tetap dicantumkan. Lebih baik jika berupa taut aktif yang valid, aksesibel, dan dapat di-klik.
Bukan! Bukan gila PageRank! Bukan pula maniak backlink atau inbound link!
Menurut Dani Iswara .Net, lebih pada alasan usability dan aksesibilitas.
Skenario menelusuri tulisan copy-paste
Skenarionya, umpamanya, pengunjung datang dari mesin pencari Internet, Google.
Hasil pencarian (Search Engine Result Pages atau SERPs) menunjukkan ada beberapa temuan yang serupa di halaman pertama. Lalu, klik, dipilih satu tulisan di posisi teratas.
Kemungkinan penelusuran yang muncul, secara acak, tulisan tersebut ternyata:
- Hasil bookmark,
- Sindikasi feed (mis. termuat di menu samping web/blog),
- Termuat di agregasi blog,
- Kerjaan situs scraper (penjiplak seluruh konten),
- Bukan tulisan aslinya,
- Tulisan aslinya…syukurlah.
Yang menjadi masalah adalah jika tulisan asli bukan pada posisi teratas di hasil pencarian. Cukup menyebalkan jika pembaca harus berputar-putar dulu untuk mencapai tujuannya.
Asumsi pengunjung, tulisan teratas adalah yang paling relevan.
Asumsi lain, pengunjung bisa juga disalahkan. Mungkin kurang jeli melihat pranala hasil pencarian. Atau pembaca kurang mampu mengenali mana situs social bookmarking, sindikasi feed, agregator, atau scraper.
Yang juga menyebalkan, selain bukan tulisan atau situs asli, situs yang dituju hanya memuat ringkasan (excerpt) tulisan asli. Kalau pun menyajikan tulisan lengkap (full), fasilitas komentar hanya bisa dilakukan di tulisan aslinya (biasanya agregator blog).
Komentar di tulisan hasil copy-paste? Syukurlah jika dijawab oleh pengelolanya. Akan menarik menemukan diskusi berkembang dari pendapat orang lain. Baik yang sependapat atau berseberangan.
Kredibilitas Google terhadap duplikasi konten
Kredibilitas dan kebijakan Google mungkin memang tidak sempurna. Sistem indeks dan algoritma pencariannya selalu dimutakhirkan sedemikian rupa, agar lebih berkualitas. Google menyatakan memiliki kemampuan mendeteksi duplikasi konten. Tidak ada penalti terkait tulisan copy-paste. Lihat sumber-sumber terpercaya seputar panduan Google untuk webmaster dan mitosnya di SEO Blog Trekking (Dani Iswara .Net).
Manfaat lacak balik (trackback) tulisan copy-paste
Mengijinkan copy-paste begitu saja tanpa lacak balik atau taut trackback tentu saja boleh. Bukan berdasar pada popularitas! Bahwa makin banyak dijiplak, makin terkenal! Bukan pula sekadar menghargai karya orang lain.
Sebaliknya, dengan menyertakan taut balik (tanpa rel="nofollow") ke sumber tulisan asli (bukan sekadar alamat halaman depan/homepage), memiliki manfaat berikut:
- memudahkan kerja Google meranking hasil pencariannya,
- membantu pembaca menemukan pemutakhiran tulisan di situs web/blog aslinya,
- pemberitahuan (ping; trackback) otomatis bagi mesin blog yang memiliki (mis. WordPress).
Jadi, akan terasa lebih berguna jika pembaca menemukan sesuai yang diharapkan dan mudah diakses, usable dan aksesibel.
Bagaimana menurut rekan-rekan?
Comment by riesurya on February 8, 2009 at 17:27:32
using Opera 9.63 on Windows XP
tumben Pertamaxx nih
secara etis sebaiknya menyebutkan asal tulisan, atau setidaknya link balik ke sumber inspirasi tulisan (gak tahu juga kalo lupa).
btw, ini nyambung gak ya dengan masalah policy n’ privacy?
(jadi inget pekerjaan rumah soal P3P )
Comment by Dani Iswara on February 8, 2009 at 17:57:39
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux
- riesurya:
bisa nyambung jg kayaknya, pak
di policy bs disebut lisensinya
PR dari siapa tuh pak..
Comment by hade on February 9, 2009 at 12:26:07
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Windows XP
Copy-paste sebenarnya yg rugi si penjiplaknya juga…., reputasi boo…..
O-y pak Dokter, mau OOT nih….
Kalau mau konsultasi kedokteran bolehkah?
Begini :
Anak saya 9 tahun pipisnya dirubung semut, apakah ini gejalan penyakit diabetes? Mohon saranya….
Comment by Dani Iswara on February 9, 2009 at 13:00:08
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux
- hade:
bisa rugi dua2nya jg kan pak hadi..termasuk pencari informasi lainnya, google jg rugi..rugi semuanya..
karena keterbatasan koneksi Internet dan kesempatan, saya blm sanggup membuka konsultasi online
konsultasinya saya jawab via mail ya
Comment by hade on February 9, 2009 at 13:22:50
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Windows XP
OK Pak Dokter, terima kasih…., saya segera meluncur ke inbox.
Comment by HeLL-dA on February 10, 2009 at 12:58:14
using Mozilla Firefox 1.5 on Windows XP
Seperti kejadian kemarin malam, saya cari-cari tentang ‘menstruasi’, dan saya mendapati hampir semua situs yang saya kunjungi semuanya memuat yg sama persis (mutlak).
Comment by Dani Iswara on February 10, 2009 at 13:53:14
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux
- HeLL-dA:
asal sumbernya jg jelas dan dpt dipertanggungjawabkan, tinggal milih yg pas..
Comment by ibnul on February 10, 2009 at 17:27:42
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Windows XP
nice post bro, kalo menurut gw sich yang penting tau diri lah dengan menulis alamat sourcenya
salam kenal
Comment by Dani Iswara on February 10, 2009 at 18:33:15
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux
- ibnul:
sambil berharap jg google dan mesin pencari lain lbh canggih lg
Comment by putrago on February 11, 2009 at 10:26:04
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Windows XP
copy paste gak masalah, hukumnya halal
Comment by Dani Iswara on February 11, 2009 at 11:25:54
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux
- putrago:
asal beretika jg sih mas..
Comment by gdenarayana on February 11, 2009 at 17:45:53
using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows Vista
klo untuk copas saya sering neh bli
klo pas inget tetep dicantumin, tp klo ndak inget yah…hehehe
seringnya baca sekilas buat nyari ide bli, itu termasuk ga yah
Comment by Dani Iswara on February 11, 2009 at 19:19:11
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux
- gdenarayana,
nanti kl kena sendiri baru terasa mungkin
kl ikhlas2 aja, ya bagus lah
Comment by Rifai on February 13, 2009 at 20:58:29
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Windows XP
Asal link back ke URL aslinya mungkin ngga masalah..
Kalo main copy paste tanpa menyertakan link asli ke artikel malah kadang bikin bingung pembacanya… bingung mana yang asli , mana yang copas..?
btw, copyscape.com mungkin bisa membantu penelusuran duplikasi artikel konten di jagad web ini..
Comment by dani on February 13, 2009 at 21:38:25
using Mozilla Firefox 3.0.6 on openSUSE Linux
Rifai,

scr males ngecek di sana mas..
sbg pembaca biasa, saya lbh dominan kesel aja kl nemu yg asal kopas via mesin pencari
rugi landing-nya itu je
Comment by endar on February 21, 2009 at 18:38:15
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Ubuntu Linux 8.10
jadi malu nih saya juga suka copas.. tapi saya cantumkan sumber, link bisa diklik. lha kalau sumber saya ternyata juga hasil copas repot juga ya…
Comment by Dani Iswara on February 21, 2009 at 20:37:30
using Mozilla Firefox 3.0.6 on Gentoo Linux
endar,
mungkin google jg bakal ikut bingung, pak