Telemedisin bukan Khayalan

January 18, 2009 – 04:21 by Dani Iswara. Words count: 761.

Telemedisin (telemedicine) dari arti katanya dapat diartikan sebagai kedokteran jarak jauh.
Layanan kedokteran (klinis) dimaksud dapat berupa (transfer/transmisi) data (medis) dari proses wawancara (mis. anamnesis=wawancara dokter-pasien; dokter-mahasiswa dalam proses edukasi), pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan penunjang, peresepan bahkan tindakan perawatan dan pengobatan.
Data medis yang nantinya menjadi informasi yang lebih bermakna itu dapat berwujud format teks, citra/gambar/foto, video, audio/suara, biosinyal.
Jarak jauh dimaksudkan adanya perbedaan geografis (mis. regional, internasional) antara pemberi layanan dan yang dilayani.
Layanan kedokteran jarak jauh ini dapat terlaksana berkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Tulisan ini panjangnya lumayan…

Telemedisin bukanlah teknologi yang benar-benar baru. Bukan hanya dalam khayalan. Telemedisin modern sudah ada sejak telepon digunakan. Telemedisin masa kini akan lebih mengacu pada pemanfaatan TIK yang lebih canggih.

Istilah telemedisin disini lebih spesifik pada bidang kedokteran (klinis) dibanding istilah telehealth, telecare, telenursing.

Sila coba ctrl + p untuk menyimpannya dalam format pdf jika memiliki konversi pdf (mis. PDF Creator di Windows, cups-pdf di Linux) yang sudah terpasang di komputer.

Peluang telemedisin

Masalah jarak terkait dengan bagaimana caranya memberikan akses layanan kedokteran yang berkualitas dengan biaya murah dan terjangkau, berkelanjutan, demi mencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Bayangkan ketersediaan dan rasio tenaga dokter dan dokter spesialis di daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Telemedisin menawarkan solusinya dengan menjanjikan diantaranya efisiensi, efektivitas, interaktivitas, kolaborasi dan ubiquitous.
Diharapkan menjadi lebih hemat jarak, waktu dan biaya. Juga meningkatkan kerjasama lintas geografis. Mudah diakses dengan berbagai perangkat, darimana dan kapan saja.

Telemedisin yang sudah sering dilakukan diantaranya dalam bentuk telekonsultasi. Bisa melalui telepon, pesan singkat (SMS), MMS, chat bahkan video call. Juga konsultasi dokter online via web seperti mail list, forum, blog, Twitter, Plurk, Facebook, webcam, dll.
Telekonsultasi yang populer berupa telekonferensi dan videokonferensi.

Yang sekadar bersifat pengawasan dan pemeliharaan dapat berupa telemonitoring. Terkait bidang pendidikan disebut tele-education yang dapat digunakan juga sebagai ubiquitous learning.
Di bidang kedokteran sendiri dikenal istilah teleradiologi (terkait dengan PACS [Picture Archiving and Communication System]), telekardiologi, telesurgery, telepatologi, telepsikiatri, teledermatologi, teleoftalmologi, teleobstetri-ginekologi, telepediatrik, dll.

Beberapa penelitian menyatakan telemedisin efektif dan efisien digunakan untuk kasus penyakit kronis dan rawat jalan serta mampu mengurangi angka rujukan serta lama rawat inap.

Teknologi telemedisin

Di sisi klien/pasien dibutuhkan suatu alat yang mampu menggantikan fungsi panca indera dan aktivitas dokter. Misalnya kamera video, stetoskop elektron, elektrokardiografi, dermatoskop elektron, ultrasonografi elektron, robot bedah, dll.
Lebih baik lagi jika alat tersebut dapat mengubah data analog ke format digital. :)

Data bisa pula ditangkap dan diolah dengan bantuan perangkat lunak atau sistem manajemen data tertentu. Seperti pengolah citra pada CT-Scan, aplikasi berbasis web, pengatur kompresi, dll. Format data sebaiknya memiliki standar, seperti XML, JPEG, dll. Diperlukan juga standardisasi proses, antarmuka, kualitas data, lama penyimpanan dan sebagainya.

Data yang terkumpul dapat langsung diteruskan secara waktu nyata (real time/synchronous) atau disimpan dulu (asynchronous). Data dapat juga diminta sewaktu-waktu menggunakan metode pull technology atau cukup menunggu kiriman dari klien dengan cara push technology.

Jaringan yang digunakan untuk mengantarkan data dapat memanfaatkan kabel, nirkabel bahkan koneksi satelit. Tergantung pada lebar pita (bandwidth) yang dibutuhkan untuk transfer data.

Data yang sampai di stasiun penerima (mis. rumah sakit, klinik, praktik swasta, farmasi, laboratorium, dll) dapat diolah. Atau cukup dijadikan arsip. Jika diperlukan, informasi disampaikan kembali ke klien.

Aplikasi telemedisin di Indonesia

Di Indonesia, dinyatakan beberapa pusat pelayanan kesehatan di daerah sebenarnya telah dilengkapi dengan peralatan yang mendukung telekonferensi. Langkah bertahap menuju telemedisin yang lebih maju.

Beberapa berita penerapan dan penelitian telemedisin di Indonesia (dimutakhirkan 29 Januari 2009):

Hambatan telemedisin

Sumber daya manusia dan teknologi yang ditanamkan tidak bisa dibilang murah.
Belum lagi faktor budaya. Dokter umum lokal biasanya lebih paham kondisi kesehatan di daerahnya dibanding dokter spesialis/konsultan yang tidak mengenal kondisi geografis daerah tersebut. Merujuk pasien berarti juga kehilangan rejeki? Atau malah merujuk ke laboratorium/rumah sakit tertentu bakal mendapat komisi lebih? :)

Bagaimana dengan regulasi?
Perlukah undang-undang telemedisin?
Apakah hubungan dokter-pasien tanpa tatap muka langsung (dalam telemedisin) dapat diterima sebagai hubungan dokter-pasien sesungguhnya?
Apakah peresepan elektronik dalam telemedisin dapat diterima?
Apakah pihak asuransi akan menerima klaim (reimbursement) telemedisin?
Apa yang akan terjadi jika data rahasia pasien (mis. foto kelamin, status HIV/AIDS, diagnosis) berpindah tangan ke publik karena kecerobohan keamanan jaringan/perangkat lunak? Siapa yang mungkin disalahkan? Administrator jaringan? Pengembang perangkat lunak? Hacker? Cracker?

Dokter memang tidak akan tergantikan oleh mesin. Tapi mesin akan banyak menjembatani hubungan dokter-pasien.

Ringkasnya, telemedisin sebagai suatu alat bantu telah menawarkan beberapa peluang. Dengan mengutamakan keselamatan pasien yang didukung regulasi, standar, penelitian dan kedokteran berbasis bukti, telemedisin mungkin dapat membantu terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Lihat juga Konsultasi Dokter via Webcam ala Telemedicine.

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

Last updated: Thursday, January 29, 2009 at 13:50

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Telemedisin bukan Khayalan by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

61 Responses to post titled: Telemedisin bukan Khayalan

  1. Comment by huda on January 19, 2009 at 07:37:06
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Berbicara soal keamanan, bahkan di dunia perbankan masalah keamanan jauh lebih riskan ketimbang data-data medis menurutku sih, paling enggak untuk saat ini. Jadi gak perlu takut sebenernya.

    telepatologi: ilmu telepati :LOL:

  2. Comment by Dani Iswara on January 19, 2009 at 09:02:07
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - huda:
    kec. data medis org penting dan terkait asuransi kali ya.. :)
    yg telepatologi ambigu ternyata ya :D ato lbh enak ditulis telepathology aja

  3. Comment by fajarseraya on January 19, 2009 at 11:15:50
    using Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows XP

    salam kenal yaa…saya blogger bali juga

  4. Comment by hakimtea on January 19, 2009 at 13:01:11
    using Mozilla Firefox 2.0.0.20 on Windows XP

    semua sudah tidak mungkin, bahkan kedokteran jarak jauh, tapi ntar cara pengobatannya jarak jauh juga nggak ya, misalkan bedah jarak jauh :mrgreen:

  5. Comment by dani on January 19, 2009 at 14:42:35
    using Opera 10.00 on GNU/Linux

    - hakimtea:
    maksudnya semua sudah memungkinkan ya..
    bedah jarak jauh (saluran kemih, perut, jantung, dll) sudah pernah dilaporkan terlaksana sejak 2001, dg bbrp keterbatasan..
    operator (dokter spesialis) bedah bisa berada di lokasi berbeda dan hanya memberi instruksi pd dokter lain di ruang operasi atau malah digantikan fungsinya oleh robot bedah, dg aturan tambahan mis. ada dokter lain yg siap membantu di ruang operasi jika robot bermasalah..
    contoh2 di atas biasanya terkait model telementoring atau tele-education :)

  6. Comment by Iqbal on January 20, 2009 at 06:03:13
    using Mozilla Firefox 2.0.0.13 on Windows XP

    Assalamualaikum..
    salam kenal bang!
    Boleh tukaran link gak?
    jalan2 ke blogku yah…

  7. Comment by podelz on January 20, 2009 at 13:25:57
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Fedora Linux 10

    Sebenernya ide ini sudah terbentuk dari beberapa tahun yang lalu. Sewaktu saya masih bekerja di konsultan IT, sekitar 3 tahun yang lalu, mereka sudah mengembangkan ini, saya lebih suka menyebutnya Rekam Medis. Di Ilmu Komputer UGM sudah lama ada program studi Rekam Medis (D3).
    Tapi ntah kenapa system ini belum bisa “membumi”, mungkin karena blm ada pihak/organisasi yang mau membuatnya. Rumah sakit lebih suka untuk mempertahankan system yang sudah ada, karena biaya operasional dan menggangu aktivitas operasional juga.

  8. Comment by dani on January 20, 2009 at 15:15:54
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - podelz:
    iya mas, mungkin sistem informasi rumah sakit (SIRS/HIS), sistem informasi klinik plus rekam medis elektronik dulu, sambil ditambah PACS (yg punya radiologi), bertahap ke integrasi yg lain..

    cost-benefit teknologinya di negara berkembang jg mungkin masi jd pertimbangan..

    btw telemedisin sebenarnya sdh pernah diupayakan & dilakukan bbrp kali di Indonesia, sejak sktr thn 1998 kl ngga salah dah ada project telemedisin, trus penanganan remote tindakan pengobatan & tele edukasi saat bencana tsunami di Aceh, jg bbrp telekonsultasi/videokonferensi oleh fakultas kedokteran

  9. Comment by Iqbal on January 20, 2009 at 15:28:15
    using Mozilla Firefox 2.0.0.13 on Windows XP

    mas..kalau dah di add..konfirm ya…please…

  10. Comment by ammadis on January 21, 2009 at 04:20:43
    using Mozilla Firefox 3.0 on Windows XP

    Kesulitan terbesar di Indonesia mungkin lebih kepada perangkat yg mungkin bisa tersedia minimal…juga SDM yang bisa memanage-nya…!

    Sulit bukan berarti tak mungkin…perlu waktu ya dok…!

  11. Comment by Dani Iswara on January 21, 2009 at 06:12:32
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - Iqbal:
    [OOT] :) mas iqbal, dari dl saya ngga punya kebijakan link exchange khusus jee..

    - ammadis:
    kayak nunggu telur atau ayam?
    provider vs konten?
    konten vs pelanggan?
    modal vs untung/rugi? :)

  12. Comment by Yudha on January 21, 2009 at 11:24:43
    using Mozilla Firefox 2.0.0.17 on Windows XP

    Ketika ada sebuah metode baru kadang kita suka memikirkan terlalu canggih yah Pak :)
    Padahal, seharusya bisa jalan dengan metode2 sederhana :)

    contoh kecil, saya pernah konsultasi hasil lab dengan sodara yang dokter via hp.
    Temen kantor saya minta resep obat lewat messanger
    Secara metodologi itu kan telemedisin kan yah :)

    Hanya memang, jika *ketemu* masalah legal hukum, hal yang sederhana jadi rumit sekali .. heheh

  13. Comment by pakdejack on January 21, 2009 at 13:11:16
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows Vista

    telemedisin selain memiliki hambatan-hambatan yg sampeyan sebutkan diatas juga memiliki hambatan lain, yaitu kurangnya pemahaman dokter terhadap teknologi yg digunakan. saya jadi inget seorang dosen dan senior di kampus yg masih minta tolong orang lain kalo mau kirim email di ke anaknya yg diluar negri.

  14. Comment by mutamakin on January 21, 2009 at 15:29:11
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Adopsi telemedicine sepertinya dipengaruhi oleh faktor demand (permintaan).

    Kalo’ saya amati di kota2 besar (Indonesia), sudah banyak pasien berkomunikasi dengan dokter melalui telepon atau sms. Hal tersebut karena tuntutan permintaan pasien.

    Di negara maju (semisal Hawai, USA), telemedicine dalam bentuk multimedia (teks, gambar, video, dll) sudah umum digunakan karena tuntutan pemerintah atau penjamin (asuransi).

    Tautan:
    Hawaii tries out online health care
    http://news.cnet.com/8301-13860_3-10143029-56.html

    No demand, no telemedicine :)
    Selama tidak ada permintaan, telemedicine cuma sekedar bahan diskusi dan uji coba.

  15. Comment by Dani Iswara on January 21, 2009 at 16:23:44
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - Yudha:
    maaf termoderasi..iya kang..sebenernya udah dari dl ya jalan konsep telemedisinnya, kadang istilah dan alatnya aja yg baru.. :)

    - pakdejack:
    SDM ya..ya itulah untungnya mrk punya pakdejack disana :D bs ditunjuk-tunjuk..

    - mutamakin:
    maaf termoderasi..
    nah sodara2, beliau ini salah satu masternya bidang informatika kesehatan/kedokteran kita..makasi pak dr. agus mutamakin dah mampir.. :)

    makasi tautan dan tambahan informasinya dok,
    jd nanti dokter ada opsi hanya praktik online saja, cuman butuh modal telepon ama koneksi Internet :D

  16. Comment by fxekobudi on January 22, 2009 at 12:11:04
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Ubuntu Linux 8.10

    Untuk daerah yang masih sangat terpencil dan jauh dari dokter (misal: kota kelahiran saya di Sarolangun), bisa jadi ini merupakan sebuah solusi baru, asalkan ada koneksi internet.. :D

  17. Comment by Dani Iswara on January 22, 2009 at 13:25:13
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - fxekobudi:
    iya mas eko, konsepnya memang demikian..kl dokternya ngga bs/mau dtg ke lokasi, ya cukup layanannya aja lah (via telemedisin) yg mampir..di lokasi bs dilayani paramedis dgn pengawasan dokter tsb misalnya.. :)
    utk konsultasi, mungkin cukup by phone kl ada

  18. Comment by ugik on January 23, 2009 at 03:31:17
    using Mozilla Firefox 3.0.4 on Windows XP

    Biasanya kita selalu ketinggalan dalam hal regulasinya, kalo’ sudah ada masalah baru dibuat regulasinya, kita tunggu aja semoga segera ada aturan hukum yg memayunginya.

  19. Comment by dani on January 23, 2009 at 04:45:52
    using Opera 10.00 on GNU/Linux

    - ugik:
    makasi dah mampir, pak sugik.. :)
    yg penting grand design-nya (depkes) ktnya dah ada ke arah telemedisin pak..
    tinggal nimbang2 legalisasinya jg,
    kl memang telemedisin benar2 dibutuhkan

  20. Comment by anton ashardi on January 23, 2009 at 15:44:36
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Ubuntu Linux 8.10

    ntar ke depannya bisa kejadian kayak gini:
    KETIK REG(spasi)BEROBAT, trus kirim ke 9999

    ,balesannya:
    Maaf, anda lahir pada Senen Kliwon, anda memang tidak cocok sehat, cocoknya sakit… :D

  21. Comment by Dani Iswara on January 23, 2009 at 16:22:20
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - anton ashardi:
    utk mengakhiri layanan,
    ketik UNREG[spasi]BEROBAT, kirim ke 9999

    balesannya:

    Maaf, anda belum bayar..bayar dulu dong.. :D

  22. Comment by rinto on January 23, 2009 at 22:01:20
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    keren neh…bisa jd sumber inspirasi..
    tp aku cuma nulis tentang terapi okupasi bos,

  23. Comment by Dani Iswara on January 24, 2009 at 05:05:51
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - rinto:
    di terapi okupasi biasanya dipake telekonsultasi dan telementoring jg..jd misalnya pasien anak-anak bs latihan di rumah aja

  24. Comment by PanDe Baik on January 24, 2009 at 08:05:27
    using Opera 9.62 on Windows XP

    Tentunya bakalan berefek mengurangi pendapatan rata-rata harian para Dokter. Emangnya mau BLi ? :)

  25. Comment by dani on January 24, 2009 at 17:46:41
    using Links 0.11.4 on GNU/Linux

    - PandeBaik:
    yg pengeruk kantung pasien mungkin gitu kali ya pemikirannya.. :D

  26. Comment by Danta on January 25, 2009 at 12:16:13
    using Flock 2.0.2 on Windows XP

    Hmmm.. perkembangan teknologi informasi memang membawa perubahan besar di segala bidang,,

  27. Comment by Dani Iswara on January 25, 2009 at 12:22:19
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - Danta:
    tp dlm hal ini, tetap tdk dpt menggantikan fungsi dokter seutuhnya :D

  28. Comment by madhysta on January 25, 2009 at 13:12:32
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    laporan blogwalking Anda,,, ditempatku ngga masuk spam… langsung masuk list tanpa ba bi bu… terima kasih kunjungannya pak dokter…. salam kenal

  29. Comment by yudi on January 25, 2009 at 13:53:17
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    tapi si pasien mesti “percaya” dulu ya sama metodenya agar bisa efektif pengobatan ini? atau gimana?

  30. Comment by dani on January 25, 2009 at 14:09:24
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - madhysta:
    [OOT] krn ngenet gratis..masif komen kemana-mana td..banyak nemu ide bagus :)
    kok ngga ketangkep si akismet ya..
    eh..barusan ketangkep di blog sendiri malah :D

    - yudi:
    entah apa nanti perlu ada lisensi praktik maya/virtual utk ini..krn mempercayai dokter ‘praktik’ di blog aja lumayan susah, bli.. :D

  31. Comment by hoi on January 25, 2009 at 18:17:52
    using Flock 2.0.2 on Windows XP

    bisa dibilang aku gak perlu ke Rumah Sakit lagi ya bos kalo sakit ku gak parah2 amat.

  32. Comment by dani on January 26, 2009 at 00:21:41
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on openSUSE Linux

    - hoi:
    ya bgtlah bos..situ bikin sistemnya, kami tinggal make :)

  33. Comment by Ya2N^_^ on January 26, 2009 at 13:23:49
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows Vista

    Salam, mas Dani….
    makasi dah kunjung ke Files of DrsMed nya….

  34. Comment by Khairuddin Syach on January 26, 2009 at 23:49:23
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Dulu mbahyutku bisa mengurut pasien korban kecelakaan lalu lintas dengan jarak jauh (bahasa inggrisnya apa yak… telemassage kali yak)
    Mbah di Palembang, sementara paman (si korban) dilampung…
    Sembuh juga kok!

    Apa ini yang menjadi cikal bakal telemedisin?

  35. Comment by Dani Iswara on January 26, 2009 at 23:58:46
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - Khairuddin Syach:
    eh iya jaman dl dah ada ya..telemassage kali.. :)
    kl yg dikriminalkan jd telesantet, televoodoo
    jaman dl dah canggih ternyata, ngga repot jejaring pula :P

  36. Comment by Shun on January 27, 2009 at 09:58:36
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Pak dokter yang sangat canggih, menggabungkan dunia kedokteran dengan komputasi.

    Ngeri juga kalo sampe data pribadi pasien bocor ke tangan orang iseng.

  37. Comment by gdenarayana on January 27, 2009 at 14:18:17
    using Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows XP

    salut boss dengan antisipasi dunia kedokteran yang bisa memanfaatkan TI ;)

    wekz, ada telesantet dan televoodoo..atutttt :mrgreen:

    klo dibali jadi telecetik :lol:

  38. Comment by ndop on January 27, 2009 at 20:19:41
    using Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows XP

    wow, jadi sekarang orang kalo sakit bisa cukup di rumah aja, tau tau sembuh.. hehehe…

  39. Comment by Dani Iswara on January 27, 2009 at 21:05:23
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - Shun:
    ah kita mah taunya make aja, bos..
    spt yg disampaikan huda di atas, mungkin ngga se-syerem data transaksi bank :)

    - gdenarayana:
    sebenernya aneh jg, dunia kedokteran (terutama rumah sakit dan klinik, apalg swasta) sebenernya termasuk early adopter urusan teknologi canggih..tapi scr individual jg termasuk late adopter utk urusan komputasi :D
    eh iya lupa ada telecetik jg..

    - ndop:
    kl sembuh sendiri sih gak pa pa..tp kl sembuh tp mesti bayar.. :)

  40. Comment by Shun on January 27, 2009 at 23:21:29
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Kalo poto2 kita bocor itu malunya ga keukur dengan materi ^^

  41. Comment by fR3dDy on January 28, 2009 at 03:22:37
    using Mozilla Firefox 3.0.3 on Ubuntu Linux 8.10

    Mungkin ini sebuah bentuk proses jangka panjang, biaya akomodasi dan fasilitas beserta sosialisasi pasti membutuhkan biaya besar. Tapi jauh ke depannya malah hemat waktu dan biaya, Tapi tersangkut pada masalah kendala-kendala yang disebutkan di atas. Sepertinya hubungan tatap langsug dokter-pasien masih tetap diperlukan.

    Yang mungkin dikembangkan saat ini adalah sistem pakar medical.

  42. Comment by dani on January 28, 2009 at 12:36:56
    using Konqueror 3.5.10 on Gentoo Linux

    - Shun:
    iya sih kl foto2 bag pribadi itu.. :)

    - fR3dDy:
    ah ya modalnya itu..
    sistem pakar (AI) yg web-based jg makin banyak, ada yg dah make utk konsultasi online gratis pula :)

  43. Comment by hade on January 28, 2009 at 15:01:26
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Artikel cukup berat buat saya…, apalagi panjang banget. Mungkin karena yang nulis dokter kali… :-)

  44. Comment by dani on January 28, 2009 at 16:04:56
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on openSUSE Linux

    - hade:
    sebenernya saya jg ngga suka tulisan panjang2 :D
    nah apakah itu stigma? bahwa tulisan web/blog dokter itu panjang2..
    banyak jg kok tulisan di blog dokter yg ringkas dan tdk dgn bhs yg serius :)

    [OOT] sptnya saya menemukan pola tertentu… :D

  45. Comment by hade on January 28, 2009 at 16:26:28
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Pola apa nih pak dokter…:-)

  46. Comment by Dani Iswara on January 28, 2009 at 17:08:00
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on openSUSE Linux

    - hade:
    [OOT] kapan2 deh di posting selanjutnya :D

  47. Comment by Mr. Surya on January 28, 2009 at 20:33:33
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Kita sembuh dari sakit jika ke Dokter:
    10% Dari Diagnosa Dokter
    10% Dari Obat’2an
    80% Dari Sugesti “Ke Dokter pasti Sembuh”

    Nah apa gak Kontroversi ama Telemedisin? Hm, Tapi ini pemikiran menarik sekali. Mungkin dengan adanya telemedisin. Kita bisa dapat layanan dokter murah tapi bagus? Hehehehe..

  48. Comment by Dani Iswara on January 29, 2009 at 01:50:07
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - Mr. Surya:
    sebenarnya tdk selalu berakhir dgn pengobatan, konsultasi pun cukuplah..

    sugesti itu bs jg ya..
    ada jg yg kontroversi..justru dgn kemudahan yg ditawarkan (hemat biaya transportasi), kl ngga salah ada suatu penelitian yg mengatakan bahwa jumlah pasien yg memanfaatkan telemedisin malah meningkat..semoga itu utk konsultasi aja..bukan minta surat sakit atau sekadar vitamin :)

  49. Comment by hade on January 29, 2009 at 08:18:09
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Apakah sudah ada yang praktek dokter jarak jauh konsep ini pak dokter?

  50. Comment by Mr. Surya on January 29, 2009 at 10:00:03
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Hm..minta surat keterang sakit dari dokter yah? Boleh juga tu Idea…semakin oke aja neh :)

  51. Comment by Dani Iswara on January 29, 2009 at 13:58:04
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - hade:
    sudah pak hadi, info tautnya saya update pd tulisan di atas :)

    - Surya:
    asal jgn sering2 bos.. :D

  52. Comment by hanif on January 30, 2009 at 06:49:07
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    Sudah lama sekali denger tentang telemedicine, tapi baru sekarang baca artikel2 lengkapnya :D

  53. Comment by dani on February 1, 2009 at 22:52:56
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - hanif:
    blm lengkap sih.. :) ringkasan aja ini..

  54. Comment by firman on February 2, 2009 at 17:22:45
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Windows XP

    kemajuan jaman …

  55. Comment by Dani Iswara on February 2, 2009 at 18:20:05
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on openSUSE Linux

    - firman:
    kl ternyata menguntungkan, knapa ngga ya.. :)

  56. Comment by arielz on February 3, 2009 at 02:20:05
    using Swiftfox on GNU/Linux

    awesome, artikel yg menarik dok, saya pribadi pernah punya pengalaman bagus tentang telemedicine ini, seorang famili terkena stroke, kemudian cepat dilakukan operasi trepanasi di RSUD Jember oleh dokter bedah syaraf sebelum golden period-nya lewat, dengan bimbingan profesornya di Unair melalui telemedicine, operasi berjalan lancar.

    mudah2an konsep yang menarik ini segera bisa diwujudkan,
    makasih sharingnya dok, salam dari ndeso

  57. Comment by Dani Iswara on February 3, 2009 at 07:38:40
    using Mozilla Firefox 3.0.5 on Gentoo Linux

    - arielz:
    syukurlah mas ariel sekeluarga telah merasakan keberhasilan layanan telemedisin ini :)
    makasi apresiasinya, mas ariel

  58. Comment by sentabi on January 22, 2010 at 13:37:27
    using Mozilla Firefox 3.5.7 on Windows 7

    numpang lewat aja deh, soalnya aku kurang ngerti tentang obat/dokter2an gitu

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Komentar? :: Artha on January 24, 2009 at 23:28:40
    using WordPress 2.5.1

    [...] saya ambil? Yach akhirnya terciptalah postingan singkat ini. Sejujurnya saya tidak memahami akan teknologi kedokteran, metode dan penerapannya dan saat saya pingin komen kok otak saya kagak memberi signal, sehingga [...]

  2. Pingback by The Safety of Health-Medical Information on the Net - Dani Iswara .Net on February 3, 2009 at 00:06:54
    using WordPress 2.7

    [...] some cases, telemedicine is not a dream/fantasy anymore. See Telemedisin bukan Khayalan and Konsultasi Dokter via Webcam ala Telemedicine (both in bahasa Indonesia; articles on Dani [...]

  3. Pingback by Apa enaknya Twitter dari Ruang Operasi? - Dani Iswara .Net on September 18, 2009 at 12:55:56
    using WordPress abc

    [...] juga Telemedisin bukan Khayalan (Dani Iswara [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: COI Web Standards Guidance for Browsers Testing
‹‹ Newer entries: Mitos Aksesibilitas Web-Blog