Evaluator Aksesibilitas Fungsional Web

Posted: February 7, 2009 at 19:19:02 by Dani Iswara. Words count: 443.
Last updated: February 23, 2009 at 21:11:45.

Berikut ini satu lagi perangkat evaluasi aksesibilitas fungsional web. Proyek Universitas Illinois, Urbana-Champaign, Amerika Serikat ini baru memasuki versi versi 1.0 rc1 (release candidate 1). Functional Accessibility Evaluator (FAE), nama perangkatnya, akan menganalisis konsistensi penulisan kode HyperText Markup Language (HTML) berdasarkan pengalaman terbaik dari Illinois Center for Information Technology Accessibility (iCITA). Walau pun bukan standar yang baru, iCITA mengadopsi kombinasi:
  • Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) World Wide Web Consortium (W3C), sepertinya masih memakai yang WCAG 1.0,
  • United States Federal Government Electronic and Information Technology Accessibility Standards (Section 508),
  • Illinois Information Technology Accessibility Act (IITAA).
Dengan menerapkan pengalaman terbaik yang ada, pengembangan web akan mendukung peningkatan aksesibilitas. Bukan hanya pada pengguna difabel (differently able; disabled people), tetapi juga pada sisi interoperabilitas. Siapa saja dapat memiliki opsi yang sesuai untuk mengakses dan menggunakan halaman web. Siapa saja, di sini maksudnya, dapat berarti pengguna dengan komputer lama, ukuran layar monitor kecil, resolusi rendah, hingga teknologi mobil. Seperti layar kecil pada telepon seluler, personal digital assistant (PDA), dan netbook. Jika melakukan registrasi di situsnya, gratis, pengguna diberi fitur tambahan. Evaluasi dapat dilakukan pula untuk:
  • laman (homepage) saja,
  • kedalaman 2 halaman, atau
  • hingga kedalaman 3 halaman web.
Dan ada opsi tambahan bagi evaluator untuk menelusuri taut-taut pada:
  • domain,
  • level lain pada subdomain.

Analisis Aksesibilitas Fungsional

Hasil analisis berupa daftar per kategori:
  1. Navigation & orientation
  2. Text equivalents
  3. Scripting
  4. Styling
  5. HTML standards
lalu dijabarkan lagi per subkategori. Yang menarik, pada salah satu panduannya, FAE menyarankan:
The page must contain at least one h1 element. The page should contain no more than two h1 elements. The text content of each h1 element should match all or part of the title content. Each h1 element must have text content. Each h1 element should have text content exclusive of the alt text of any img elements it contains.
Beberapa contoh di atas mungkin tidak asing bagi pejuang Search Engine Optimization (SEO). Bahwa Google sebenarnya menganjurkan hal serupa. Walau tidak menyebut aksesibilitas dan standar web versi W3C secara eksplisit. Mungkin agar panduan Webmaster Google tidak terkesan terlalu teknis dan relatif mudah diaplikasikan oleh para webmaster. Pada kuotasi di atas, dianjurkan hanya ada satu elemen h1 pada suatu halaman web. Nyatanya Google tidaklah seketat itu. Ada salah satu situs web dengan dua h1 pada lamannya. Tetap saja situs tersebut nyaman di posisi tertinggi Search Engine Result Page (SERP) untuk suatu kata kunci yang banyak diburu para desainer web. :) FAE juga memiliki pengaya (add-ons), dalam hal ini lebih tepatnya ekstensi, untuk peramban Firefox. Beberapa fiturnya serupa dengan ekstensi Web Developer, HyperText Markup Language (HTML) Validator, dan Firebug. Karena perangkat ini masih berstatus kandidat rilis versi 1, apalagi sudah ada WCAG 2.0, Dani Iswara .Net lebih memilih menggunakan perangkat Adaptive Technology Resource Center (ATRC) - Web Accessibility Checker. Sila baca sedikit perbedaaan mencoba ATRC, section 508, dan Cynthiasays. Walau sama-sama masih dalam tahap pengembangan. :) Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Evaluator Aksesibilitas Fungsional Web by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

4 Responses to post titled: Evaluator Aksesibilitas Fungsional Web

  1. Comment by imcw on February 19, 2009 at 08:35:03
    using Flock 2.0.3 on Windows Vista

    Nggak ngerti, bahasanya terlalu rumit. :)

  2. Comment by Dani Iswara on February 19, 2009 at 09:55:17
    using Firefox 3.0.6 on Gentoo

    imcw,
    iya, mungkin itu jg alasannya google webmaster tdk memasukkan semua unsur di atas pada panduannya :D
    biar agak misterius mungkin..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Evaluasi Aksesibilitas Web - Dani Iswara .Net on October 2, 2009 at 04:14:10
    WordPress abc

    [...] semi otomatis. Baik yang tersedia dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Misalnya Evaluator aksesibilitas fungsional web (Dani Iswara .Net) dan ATRC Web Accessibility [...]

  2. Pingback by Bagaimana dengan Mesin Pencari Lain? : Dhany.Web.Id - SEO, Manajemen, Agribisnis, Internet Marketing on January 4, 2010 at 06:22:36
    WordPress abc

    [...] sendiri berpendapat pernyataan tersebut kurang fair, terutama karena kebanyakan pejuang SEO (minjem istilah Pak Dokter) menggunakan strategi-strategi yang ‘kadaluarsa’ dan terlalu memperhatikan hal-hal yang [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Gentoo Linux Homepage is more Usable
‹‹ Newer entries: Validasi Desain Web Mobile-Friendly