SEO vs Etika Marketing Dokter

Posted: February 1, 2009 at 13:43:57 by Dani Iswara. Words count: 439.
Last updated: February 23, 2009 at 20:54:36.

Ada beberapa layanan kesehatan-kedokteran yang terang-terangan menyatakan menerapkan Search Engine Optimization (SEO). Bagaimana kaitannya dengan etika pemasaran (marketing) dokter? Menurut Wikipedia, search engine optimization (SEO), dalam arti yang positif,:
...is the process of improving the volume and quality of traffic to a web site from search engines via "natural" ("organic" or "algorithmic") search results.
Sedangkan Marketing:
...is defined by the American Marketing Association as the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for customers, clients, partners, and society at large...
Keduanya, SEO dan pemasaran, memiliki persamaan pada kualitas yang coba ditawarkan pada pengunjung, pengguna, atau konsumen. Promosi hanya bagian kecil dari strategi pemasaran (marketing).

Kode Etik Dokter dan Pemasaran

Di Indonesia, etika profesi (termasuk dokter) memiliki beberapa aturan tersendiri. Intinya, dokter--sebagai individu yang terikat kode etik kedokteran--dilarang mempromosikan dirinya demi keuntungan pribadi. Dokter, ya dokter. Kalau dagang, ya jangan sebagai dokter. Seperti pernah tertulis di blog Dani Iswara .Net tentang menyajikan alamat praktik dokter di web, tidaklah etis jika dokter mengiklankan dirinya. Profesi dokter bukan untuk menimbun kekayaan. Apalagi dari penderitaan pasien. Jika di dunia nyata, ada promosi papan praktik yang melanggar etika, misalnya:
PRAKTIK DOKTER Spesialis Kulit & Kelamin Melayani pasien dewasa, cantik, perawan, jomblo No. HP 0123456789
Pemasaran bagi dokter Indonesia menjadi sesuatu yang tabu. Berbeda dengan pemasaran dokter-dokter luar negeri. Bahkan ada juga situs bagi pasien untuk menilai dokter secara online. Pada penjelasan Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki), dimuat hal berikut:
1. Hal-hal berikut dilarang: … f. Melakukan usaha untuk menarik perhatian umum dengan maksud supaya praktik lebih dikenal orang lain dan pendapatannya bertambah. Misalnya mempergunakan iklan atau mengizinkan orang lain mengumumkan namanya dan atau hasil pengobatannya dalam surat kabar atau media massa lain.

Dokter & SEO

Lalu, salahkah dokter yang mengelola situs web/blog kesehatan-kedokteran jika:
  1. Mengoptimasinya dengan SEO? Sehingga situsnya menjadi mudah ditemukan di halaman 1-2 Google dengan kata kunci tertentu. Selanjutnya terkonversi berupa trafik, kepopuleran, hingga pendapatan dari iklan menjadi meningkat.
  2. Mengiklankan situsnya di media lain (direktori taut, iklan baris, dll)? Mis. beberapa situs konsultasi kesehatan-kedokteran online di media iklan gratis.
Bagaimana menilai seseorang/dokter, bahwa yang dilakukannya adalah untuk kepentingan meningkatkan trafik situsnya, kepopulerannya, bahkan penghasilannya? Bagaimana jika nama domain situs juga memuat nama dokter. Dalam arti, nama domain merepresentasikan nama dokternya. Misalnya: dokter[namadokter].com, dr[namadokter].net, praktikdr[namadokter].org, dan sejenisnya? Menurut Dani Iswara .Net, tidak masalah. Jika situs web/blog dipandang sebagai sebuah rumah sakit, klinik, balai pengobatan, tentu boleh saja beriklan dalam batas etika tertentu. Menjadi agak berbeda jika situs web/blog dokter tersebut memuat juga informasi berikut. Misalnya: alamat praktik, denah, lokasinya via Google Earth, nomor telepon, tarif, jaminan keberhasilan pengobatan, menjelekkan layanan kedokteran lain, dan sejenisnya. Sebagian informasi tersebut tentu dapat bermanfaat. Kembali pada
Bagaimana menilai seseorang/dokter bahwa yang dilakukannya adalah untuk kepentingan meningkatkan trafik situsnya, kepopulerannya, bahkan penghasilannya?
Menurut anda? :) Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: SEO vs Etika Marketing Dokter by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

16 Responses to post titled: SEO vs Etika Marketing Dokter

  1. Comment by Rifai on February 13, 2009 at 20:50:23
    using Firefox 3.0.6 on Windows XP

    Sepertinya Kodeki perlu dikaji lebih dalam lagi mengenai batasan2x 'promo seorang dokter'.

    karena banyak juga pengguna internet yang mencari informasi kesehatan/kedokteran lewat web , sehingga pengguna internet bisa memutuskan / memiliki banyak pilihan akan berobat kemana jika sakit..

  2. Comment by dani on February 13, 2009 at 21:33:00
    using Firefox 3.0.6 on SuSE

    Rifai,
    sptnya memang blm sempat ditinjau kembali mas :)
    keduluan singapore ama malaysia yg malah promo ke sini

  3. Comment by achmatim on February 15, 2009 at 10:16:38
    using Firefox 2.0.0.11 on Windows XP

    met pagi pak dokter, kalo menurut saya, sepanjang informasi yang ditampilkan di situs adalah info yang berguna buat pengunjung, saya rasa ga ada salahnya seorang dokter memiliki situs/blog. malah itu bagus, agar masyarakat indonesia lebih pinter dan tau mengenai dunia kesehatan shg kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan semakin tinggi. kalo masalah SEO dan posisi di google, menurut saya itu hanya dampak (efek samping) aja. saya rasa ga ada masalah. mungkin situs pak dokter sama seperti situs saya yang menampilkan berbagai materi perkuliahan, sedangkan saya seorang pengajar.

    salam

  4. Comment by Dani Iswara on February 15, 2009 at 10:28:20
    using Firefox 3.0.6 on Gentoo

    achmatim,
    apakah kemudian kredibilitas penulis/dokter dan konten yg disampaikan, di blog saya dan rekan-rekan lain yg mengadopsi SEO, memasang produk making money online, mendambakan pagerank s/d trafik, memasang banner PR, tukar link, dll layak diragukan?

    mnrt saya pribadi, memang ngga masalah
    asal tetap sesuai etika yg ada
    kadang tipis bedanya antara bisnis atau etika/kemanusiaan yg diutamakan.. :)

  5. Comment by noki on February 16, 2009 at 03:16:49
    using Firefox 3.0.6 on Windows XP

    memang maslah sih klau seseorang memunculkan data pribadi nya secarablak2an apalagi untuk tujuan tertentu.

  6. Comment by Dani Iswara on February 16, 2009 at 03:36:52
    using Firefox 3.0.6 on Gentoo

    noki,
    nebak tujuan tertentu itu ada ato ngga, susah juga kan :)
    padahal maksudnya cuman membantu pasien

  7. Comment by endar on February 21, 2009 at 18:16:54
    using Firefox 3.0.6 on Ubuntu 8.10

    bukan untuk menimbun kekayaan dari penderitaan pasien. setuju sekali dok.
    hanya itu saja komen saya kalo ada salah kata mohon maaf

  8. Comment by Dani Iswara on February 21, 2009 at 18:27:39
    using Firefox 3.0.6 on Gentoo

    endar,
    tp ternyata susah pak.. :) mis. maksud hati berbuat baik, tp malah dicurigai berkepentingan bisnis :D buntutnya uang tetep berbicara :(

  9. Comment by anton on February 24, 2009 at 23:46:55
    using Firefox 3.0.6 on Windows XP

    Semua itu ngga masalah sih menurutku, asal bertujuan untuk kebaikan dan bukan tujuan materi semata :D

    Tapi yang paling penting jika kita (saya) sebagai orang yang tidak mampu andaikan kita bisa kredit / bon dalam berobat tentunya lebih baik ....

    Hidup cuma sekali, apa yang ingin kita lakukan agar hidup kita penuh arti?

  10. Comment by dani on February 25, 2009 at 06:08:30
    using Konqueror 3.5 on Gentoo

    anton,
    dlmnya hati..siapa yg tahu.. :)
    kan bs pake sistem asuransi mas

  11. Comment by afie on February 27, 2009 at 23:24:31
    using Firefox 3.0.6 on Windows Vista

    blog itu termasuk media massa lainnya ya...?

  12. Comment by Dani Iswara on February 28, 2009 at 00:49:42
    using Firefox 3.0.6 on Gentoo

    afie,
    ntahlah dok, apa blog dianggap sbg media promosi di lingk kita :D

  13. Comment by Cahya on September 13, 2009 at 01:40:20
    using Firefox 3.5.3 on Windows Vista

    Sebenarnya jadi agak rumit juga Bli Dani (kalau kita mikirnya muter-muter).

    Jika seorang dokter punya situs pribadi seperti Bli Dani, kan otomatis mungkin di bagian "about me" akan memperkenalkan diri sebagai GP di "section" profesi, dan tentu juga lain-lainnya (saya lihat Bli Dani menambahkan nomor STR). Itu bertujuan untuk menginformasikan (=memperkenalkan?), tapi saya rasa tidak untuk "membuat jadi" tambah terkenal apalagi meramaikan praktek. Tapi kan ga perlu kalau disetiap "footer" artikel juga nyangkut atribut yang sejenis :D

    Nah kalau memberikan izin (apalagi malah menghimbau) untuk menyebarluaskan (promotion) pada orang lain untuk khalayak umum, mungkin tidak sesuai etika. Nah, bagaimana di sisi lain, apakah ada etika untuk melarang mereka yang ingin menyampaikan "suka citanya" pada banyak orang tentang suatu tindakan medikasi oleh pihak medis tertentu?

    Saya juga tidak begitu "sreg" jika kemudian hal-hal baik berkembang menjadi testimoni yang terkomersilkan (maksudnya apa ya?).

    "Meningkatkan kualitas hidup, memperpanjang usia dan mengurangi penderitaan"

    Saya belum menemukan meta analisis yang memperlihatkan bahwa pemasaran kedokteran memiliki hubungan signifikan akan prinsip-prinsip tersebut :D

    Kecuali mungkin pakai google latitude, melihat di mana dokter daerah terpencil sedang berada sehingga penderita yang perlu pertolongan segera bisa menemukan dokternya di tengah belantara, he he :)

  14. Comment by Dani Iswara on September 13, 2009 at 06:31:25
    using Firefox 3.5.2 on SuSE

    Cahya,
    HONCode, untuk topik terkait anjuran kesehatan/kedokteran, justru menganjurkan jika penulis artikel/konten/komentar adalah dokter atau orang medis, sebaiknya menyatakan diri dengan jelas.

    Bagaimana pengunjung tahu/percaya bahwa informasi yang disajikan di web memang benar ditulis oleh dokter/kalangan medis? Kalo di dunia nyata, misalnya, jas putih di ruang praktik umumnya dokter. :)

    Sekelompok orang medis atau via adminnya yang tidak mengerti etika kedokteran melakukan promosi situs mereka dengan cara spam, mendaftarkan diri di pelbagai iklan baris, membuka kolom testimoni, dll. Promosi gratis via Google.

    Makasi atas berbagi pendapatnya, Cahya.

  15. Comment by Cahya on September 13, 2009 at 10:30:39
    using Firefox 3.5.3 on Windows Vista

    Oh ya, HONCode itu apa? Apa bisa diaplikasikan di Indonesia?

  16. Comment by Dani Iswara on September 13, 2009 at 18:03:01
    using Firefox 3.5.2 on SuSE

    Cahya,
    tentang HONcode, sila dicek tautnya di HONcode conduct. Semacam kode etik penyampai informasi di web untuk kalangan kesehatan/kedokteran. Sepertinya belum ada perwakilannya di Indonesia. Tapi konsepnya internasional kok.

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: XHTML Format - Quick Reference Guide
‹‹ Newer entries: Gentoo Linux Homepage is more Usable