Posted: March 7, 2009 at 09:28:42 by Dani Iswara. Words count: 243.
Last updated: March 24, 2009 at 19:20:09.
Sebuah blog memuat tentang kesehatan dan kedokteran, menyatakan dikelola oleh dokter. Lepas dari kepercayaan (
trust) pasien terhadap dokter, percaya begitu saja dengan identitas di dunia maya/virtual? Masihkah harus dipertanyakan? Jika ada, mungkin bisa terhadap konten dan pengelola/penulisnya.
Kali ini menyinggung seputar pengelola/penulis blog dokter.
Kasus rekaan:
Pada profil suatu blog, halaman
about,
tentang saya, dan sejenisnya, termuat nama lengkap beberapa orang dokter, lengkap dengan foto dan gelarnya masing-masing. Ada juga beberapa nama dokter terkenal yang pernah mengisi kolom tertentu di media cetak. Blog tersebut menawarkan konsultasi kesehatan/kedokteran gratis via e-mail untuk dokter umum/spesialis dan berbayar jika via chat (dengan perjanjian terlebih dahulu). Pembayaran dapat dilakukan via transfer ke rekening bank tertentu dan bisa juga lewat PayPal.
Pertanyaannya:
- Mengenai kepercayaan terhadap informasi dan layanan yang disampaikan:
- Jika percaya, hal-hal apa saja yang membuat anda percaya?
- Jika tidak, hal-hal apa saja yang akan anda lakukan jika ingin
mengkonfirmasi mencari konfirmasi, kebenaran informasi dan layanannya (kebenaran apa saja yang baiknya ditemukan untuk mengonfirmasi kepercayaan pengguna)?
Sila berbagi pendapat...
Nyatanya, konsultasi kesehatan/kedokteran berbayar sudah ada di Internet. Baik di luar negeri mau pun di dalam negeri. Tulisan ini bukan untuk mengajak pengguna menjadi paranoid (ketakutan berlebih hingga curiga yang tidak wajar), tapi waspadalah, skeptis (kurang percaya; ragu-ragu) terhadap informasi baru. Penipuan dapat terjadi di dunia nyata, apalagi di Internet -- dunia maya/virtual.
Setelah menjawab pertanyaan tersebut di atas, sila baca juga kondisi terkait topik ini di blog Dani Iswara .Net:
Share on: Delicious™ | Digg™ | Facebook™ | Twitter™.
Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.
Comment by hade on March 20, 2009 at 07:35:47
using Firefox 3.0.7 on Windows XP
Percaya bersyarat Pak Dani..., kalau sudah kenal sebelumnya, atau kalau pernah konsultasi sebelumnya, atau kalau memang sudah terbukti dari pasien-pasien yang ditangani. Kalau gratis..., saya kudu lebih hati-hati dan cari referensi di internet atau nanya dokter Daniiswara... :-)
Comment by itikkecil on March 20, 2009 at 08:55:43
using Firefox 3.0.7 on Windows XP
saya terus terang agak ragu dengan konsultasi berbayar dok...
lagipula kalau sekadar konsultasi via internet, setahu saya ada beberapa dokter misalnya cakmoki yang rela memberikan konsultasi secara gratis...
*pelit mode on*
Comment by anton on March 20, 2009 at 22:49:55
using Firefox 3.0.7 on Windows XP
Untuk nasabah tentunya bagi nasabah lebih cenderung ke via e-mailnya dulu bos.. Untuk selanjutnya terserah anda :D
Comment by wahyoe on March 21, 2009 at 11:01:50
using Firefox 3.0.5 on Windows XP
asal tidak saling merugikan.
Comment by Dani Iswara on March 21, 2009 at 18:07:35
using Firefox 3.0.7 on Gentoo
hade,
kadang nama domain, kemiripan nama domain (spt kasus klikbca), kesamaan profil/foto (mis. pd kasus pencurian jati diri), bisa jg mengecoh...
itikkecil,
konsultasi online berbayar, selain chat, konferensi video, webcam, kadang bs dilanjutkan dgn tatap muka utk pemeriksaan lebih lanjut, sesuai perjanjian. terutama jika penyedia layanan sudah diakui pengguna.
ya, :) skrg makin banyak sejawat dokter yg memberi layanan konsultasi gratis (walau scr ekonomi tdk ada yg gratis, kan) via blog -- biaya koneksi bahkan ditanggung pribadi, krn berdasar hobi dan keikhlasan -- apalg mereka memiliki akses Internet unlimited dgn biaya terjangkau
anton,
verifikasi penyedia layanan jgn dilupakan
wahyoe,
sblm transaksi dan layanan dicoba, siapa tahu..
Comment by Ijang on March 22, 2009 at 06:51:07
using Firefox 3.0.6 on Windows Vista
Wah gak pernah kepikiran kalo ada yang palsu gitu, soal berbayar juga pernah denger tapi gak pernah nyoba masuk. Soal berbayar sampe berapa bayarnya ya ? Cuman pengen tahu aja gak berniat mengkomersilkan blog saya kok :D
Comment by imcw on March 22, 2009 at 18:17:17
using Firefox 3.0.7 on Windows Vista
Kalau nggak percaya sama saya, datang aja langsung. :)
Comment by dani on March 22, 2009 at 19:35:36
using Firefox 3.0.7 on Gentoo
Ijang,
dokter aspal di dunia nyata kan pernah tjd, berarti di dunia virtual jg bs kejadian..
yg berbayar biasanya utk admin/perantara dpt biaya administrasi, utk dokternya tgt perjanjian dgn admin/pengelola situs
imcw,
tp yg ini bukan Blog Dokter™ :)
Comment by hade on March 23, 2009 at 07:35:05
using Firefox 3.0.7 on Windows XP
Benar Pak Dani, tetapi kedekatan dengan dokter dimaksud akan menghindari kesalahan akses website-nya.
Comment by deden on March 23, 2009 at 08:59:58
using Firefox 3.0.7 on Windows XP
Pak Dani, bagi saya kepercayaan seperti juga yg dikatakan oleh mas hade di atas, tentulah tidak datang dengan serta merta hanya karena melihat tampilan blog sang dokter misalnya. Tentunya harus mengenal lebih jauh dulu siapa dan apa si dokter tersebut.
Namun kalau untuk konsultasi kesehatan lewat chat, saya bukan tak percaya kejujuran si dokter, namun yang saya takutkan melalui chat bisa menimbulkan kesalahan diagnosa terhadap penyakit. Yang disebabkan kurang bisanya si pasien mendeskripsikan apa yang dideritanya dalam bahasa tulis. Saya yakin pak dani tahu persis apa yg saya maksud. Misalnya kalau si pasien mengatakan perut saya sakit. Di bagian perut yg mana? Tentunya dokter memerlukan untuk memegang/mengetuk2 perut pasien utk menemukan posisi sakit yang tepat.
Kemudian masalah lain; lalu bagaimana dengan obatnya? Apakah dari konsultasi itu kemudian si dokter bisa meresepkan obat untuk si pasien? Kalau tidak, apakah ini kemudian menyebabkan si pasien mengeluarkan uang hanya untuk sebuah second opinion? Ya tak ada salahnya juga bila si pasien memang mampu dan memerlukan itu pak.
Jadi bagi saya pribadi; saya lebih memilih konsultasi kesehatan secara konvensional saja lah pak.
Comment by AcepS on March 23, 2009 at 09:13:18
using Internet Explorer 7.0 on Windows XP
Saya kira untuk dokter yang punya naluri bisnis (dan kayaknya memang hampir semuanya dech), ini memang bisa menjadi tempat untuk memanfaatkan keahliannya. Dan supaya bisa dipercaya memang mesti menampilkan CV + alamat praktek offline-nya.
Tapi kalau orangnya enggan menampilkan profil, apalagi belon pernah atau belon punya tempat praktek sendiri, kayaknya susah dipercaya kayaknya dech :)
Comment by Dani Iswara on March 23, 2009 at 10:04:55
using Firefox 3.0.7 on Gentoo
hade,
Prisipnya saya setuju dgn Pak Hadi, walau kenal, asal jg tdk salah ketik alamat web-nya dan situs yg bersangkutan tdk sedang di-hack, pun transaksi/transfer informasi pribadi dijamin kerahasiaannya :)
deden,
Terima kasih komentarnya, Pak Deden..
itu dia intinya, bagaimana cara pengguna/user mengetahui siapa si dokter/pengelola sebenarnya mengingat perbedaan jarak/lokasi (kondisi virtual) diantara pengguna. :)
Konsultasi online memang memiliki keterbatasan, pak, kecuali ada pengesahan hukum/legalitas atas layanan telemedisin.
Jd wawancara, pemeriksaan fisik (mis. webcam, stetoskop elektronik, EKG elektronik), pemeriksaan penunjang/lab (mis. cek gula darah sendiri), pengobatan (via telenursing, homecare), peresepan (online prescribing) via virtual sudah memungkinkan dilakukan pada tulisan telemedisin di atas.
IMO, second/third opinion lbh baik jika 'apple to apple' (mis. sama-2 SpKK vs SpKK vs SpKK, SpA vs SpA vs SpA, konsultan vs konsultan vs konsultan, dlm waktu pemeriksaan yg berdekatan, blm dlm pengaruh pengobatan, dll).
Spt saya jawab pd pertanyaan itikkecil sblmnya di atas, biaya chat biasanya utk (ongkos administrasi) perjanjian dan (termasuk) pemeriksaan tatap muka.
Jika di kota dgn ketersediaan spesialis mungkin gampang, Pak Deden, tp bagaimana jika Internet tersedia tp akses spesialisnya blm ada? :)
AcepS,
Bagaimana mengkonfirmasi CV di web? Kembali ke etika profesi masing-2?
Mengenai alamat praktik offline, saya blm menemukan sumber sah yg menyatakan itu boleh. Jika web ibarat rumah/kantor pribadi yg boleh dipasangi papan praktik, atau seperti kartu nama yg memuat alamat praktik, bolehkah saya (sbg individu dokter; bukan institusi klinik/rumah sakit) memajang alamat praktik di motor/mobil pribadi saya? Kalau boleh, sekalian dibuatkan buku kuning (ala yellowpages) khusus dokter di tiap kota.
Kalau dokternya memberi konsultasi kesehatan/kedokteran via blog lalu memilih anonim atau pseudonim/dgn nama alias atas pertimbangan tertentu, saya menghargainya. Dengan catatan, mis. ada sejawat lain yg terpercaya, yg memang mengenal beliau. Semacam jaminan/rekomendasi lah. :)
Comment by Eka Kusmawan on March 23, 2009 at 10:24:39
using Firefox 3.0.7 on Windows Vista
He..he.. topiknya bagus Dan! Baru kepikiran saya kalo interaksi via internet -khususnya chat konsultasi- bisa diuangkan. Bener juga ya..?! Tp saya dan beberapa kolega yg sy kenal lewat media ini, saya yakin tidak atau setidaknya belum berpikiran ke arah itu. Bagi saya pribadi, sementara ini motivasi unt memiliki blog tidak lebih dari menjalani hobi, meng-upgrade diri unt menulis hal2 yang uptodate, berinteraksi dgn para pengguna yang lain dan ya.. tentu untuk mempromosikan diri.. he..he.. (tidak tahu juga kalo motivasi sy berubah di kemudian hari).
Yg justru sekarang menjadi pemikiran saya, bagaimana kalo nama kita dikomersialkan oleh pengguna lain unt mendapat keuntungan pribadi ....
Wahh.. ini memang dilema dunia maya...!
Comment by dani on March 23, 2009 at 11:31:41
using Opera 10.00 on GNU/Linux
Eka Kusmawan,
Makasi, Bli Eko,
yg ngasi konsultasi via media cetak kan dibayar jg.. kenapa yg virtual ngga.. :D
utk hobi dan practice, setuju..
yg utk promosi, ntah sejauh mana efeknya
dokter yg berlisensi biasanya diijinkan sbg konsultan di situs-2 berbayar tsb, mau coba, Bli Eko..? :)
Comment by Yudha Ginanjar on March 24, 2009 at 08:57:07
using Firefox 2.0.0.20 on Windows XP
Ini berdasarkan pengalaman sebagai konsultan sistem/software,developer software, jual-beli online,
alamat "fisik/nyata", no telp/hp masih di butuhkan untuk lebih meyakinkan bahwa sang-konsultan/seller itu emang nyata.
Trus track-record konsultan, bisa di telusuri melalui forum2 besar sesuai dengan bidangnya. Klo di Kaskus.us untuk saller yang pelayanannya bagus, semua buyyer memberikan testimonial dan memberikan gelar "Recommended Saller "
Untuk konsultan, biasanya sih bisa di telusuri dari arsip2 milis.
Dengan asumsi yang sama sepertinya, Jasa konsultasi kesehatan harusnya bisa komersil. dan syarat utamanya harus eksis dalam bidangnya.
imho,
hanya sistem transaksinya tidak sekali transaksi - sekali bayar. tapi sifatnya membership.
Comment by Dani Iswara on March 24, 2009 at 09:20:42
using Firefox 3.0.7 on Gentoo
Yudha Ginanjar,
makasi tambahannya, Kang Yudha.
jd ada sistem rekomendasi. atau survei rumah sekalian.. :)
Comment by Arif Nofiyanto on March 24, 2009 at 14:02:56
using Google Chrome 1.0.154.48 on Windows XP
Mungkin perlu dipikirkan tentang "database" dokter terakreditasi online ya Dan. Jadi semacam Trusted Certificate online yang bisa dirujuk semua pihak.
Kayaknya menarik kalo ada semacam badan khusus yang menangani ini. Atau udah ada dan itu diluar pengetahuanku?
Comment by Dani Iswara on March 24, 2009 at 15:55:29
using Firefox 3.0.7 on Gentoo
Arif Noviyanto,
biasanya beliau-2 yg terkait sudah memikirkan basisdata-nya , mas Arif :)
sejauh ini daftar dokter terakreditasi/terdaftar di IDI bs dicek di http://cpddokter.com/ dan http://klikdokter.com/ (entah situs-2 tsb resmi atau tdk).
bagus jg kalo ditambahin Trusted Certificate Authority (CA) online di sisi server, mas Arif.
sependek yg saya tau, di luar negeri sana, utk bidang kesehatan, ada panduannya: HIPAA (The Health Insurance Portability and Accountability Act of 1996)
Comment by HeLL-dA on March 25, 2009 at 16:31:32
using Firefox 1.5 on Windows XP
Ndak pernah nyoba konsultasi yg serius-serius ama sih sama dokter-dokter yg nge-blog di dunia maya, Dok. Palingan yang ringan-ringan aja.
Btw, di postingan-postingan sebelumnya, komen saya koq ndak muncul yah, Dok?
:(
Comment by Dani Iswara on March 25, 2009 at 17:45:39
using Firefox 3.0.7 on Gentoo
HeLL-dA,
takut ditarik bayaran ya..
biasanya karena:
Comment by anton ashardi on March 26, 2009 at 08:22:36
using Firefox 3.0 on GNU/Linux
di blog ini kok masih blum ada link paypal-nya bli? hehehehe...
Comment by Cahya on March 26, 2009 at 11:35:08
using Firefox 3.0.7 on Windows Vista
Yes..., we need to make our self confirm everything in the firts line before we sure that our step land on the firm ground...
This blog has a nice idea ^_^
Comment by Dani Iswara on March 27, 2009 at 06:19:51
using Firefox 3.0.7 on Gentoo
anton ashardi,
ada kok di halaman kontak, mo bayaran po, mas anton..
Cahya,
hi bli putu cahya, thanks..sometimes we just follow the instinct
Comment by Starwrite on March 28, 2009 at 17:32:13
using Nokia Web Browser on Nokia 6070
Wah aku baru tau ada konsultasi dokter di internet..
Comment by Dani Iswara on March 28, 2009 at 23:41:31
using Firefox 3.0.7 on Gentoo
gdenarayana,
maaf, bli wayan, komennya yg di sini terhapus si akismet, ngga kecatet jg di mail, cuman satu yg terselamatkan..
kalo ngga salah komentarnya ttg alamat situs-2 di atas ya..krn saya blm bs memperoleh konfirmasi kebenaran situs- tsb, silakan googling dgn kata kunci '
blog dokter', 'konsultasi dokter', 'konsultasi kesehatan', atau kombinasi kata-kata 'konsultasi dokter kesehatan gratis online spesialis', 'doctor consult online free pay' :)Comment by Basoro on March 29, 2009 at 19:26:33
using Firefox 3.0.3 on Ubuntu 8.10
Hmm... saya palsu ngga' ya?? Sila tengok di http://basoro.com/about/
Comment by Dani Iswara on March 30, 2009 at 07:54:36
using Firefox 3.0.8 on Gentoo
Starwrite,
silakan dicoba, banyak yg gratis..
Basoro,
ntah, apa sudah pernah kejadian ada blog kesehatan/kedokteran yg palsu ampe merugikan pengguna... :)
Comment by PanDe Baik on April 5, 2009 at 08:13:01
using Opera 9.62 on Windows XP
-kirain tadi lagi mempertanyakan blogdokter miliknya dokter Cock- eh ternyata bukan...
Mirip dengan Hell-Da, sejauh ini interaksi saya dengan para Dokter pemilik BLoHG memang masih sekedar obrolan ringan. Wong isi BLoG para dokter yang saya kenal juga rada nyeleneh kok.
> Dokter Dani lebih banyak ke Teknologi tingkat tinggi yang saya sendiri suka minder kalo mampir dan membacanya. Keseringan ndak ngerti...
> Dokter Oka, banyak ngebanyolnya. Apalagi kalo sudah nyerempet ke humor Dewasa, aduh ! bisa ngakak ketawa saya mbacanya...
> Dokter Cock masih setia dengan topik-topik kesehatannya yang kadang isinya suka menggelitik pikiran saya buat ngasi komentar yang becanda.
> Dokter EKa, tema tulisannya seputar pekerjaan yang kadang saya mengerti dan bisa menikmati, kadang juga masih bertanya-tanya...
> Dokter Basuki, lebih banyak seputar pengalaman hidupnya. Jadi lebih bisa masuk ke otak saya. Hehehe...
Jadi bener juga seperti kata Dokter Eka diatas, bahwa "setidaknya belum berpikiran ke arah itu." Hehehe....
Comment by dani on April 5, 2009 at 09:50:35
using Opera 10.00 on GNU/Linux
PanDe Baik,
halo bli Pande,
lha bukannya itu cuman dasar-2-nya aja, bli.. :) saya kan always newbie..
kl bli Oka, memang disitu jagonya :)
kl dr. IMCW, krn beliau punya seabreg blog dgn niche topics
kl dr. Eka, beliau juga jago forex lho.. :) dah lama maenan Inetnya..
kl dr. Basuki, beliau memang sudah kenyang pengalaman..
ya krn mungkin memang blm prioritas di Indonesia, anggaplah topik-2 ini baru akan mengena jika nanti ada masalah penipuan identitas dokter di Internet 8) dan ada pihak/konsumen yg merasa dirugikan..
btw bli Pande, cache perambannya mungkin sekali-2 perlu dibersihin, saya dah ngga make Mr./Mrs./Ms. lagi di form name :)
Comment by co-that on April 28, 2009 at 10:47:34
using Safari 4.0 on Mac OS X 10.5.6
wow saya kira yang dimagsud tadi blognya dokter IMCW, padahaa saya pembaca setianya. :)
Comment by Dani Iswara on April 28, 2009 at 12:32:49
using Firefox 3.0.9 on Gentoo
co-that,
risikonya bli imcw make nama blog cantik.. :)