Review Bhinneka.com – Aksesibilitas dan Kebergunaannya

April 23, 2009 – 15:24 by Dani Iswara. Words count: 974.
Last updated: Saturday, May 2, 2009 at 15:37.

Siapa konsumen pernak-pernik komputer yang belum pernah mendengar nama besar situs Bhinneka.com? Tulisan ini akan memuat review seputar aksesibilitas dan kebergunaan (usability) situs web tersebut.

Pada tag <title>, situs Bhinneka.com menggunakan kalimat:

Bhinneka No. 1 Computer Webstore in Indonesia, Toko Komputer Online.

Jika sudah menjadi nomor satu di hasil pencarian Google Indonesia dengan kata kunci toko komputer online, lalu apa? Apakah masih ada yang kurang? Perlu dioptimasi lagi? Faktor konversi mana yang masih bisa dimaksimalkan untuk sebuah toko komputer ‘online’?

Tulisan ini hanya berkomentar mengenai aksesibilitas, antarmuka, dan kebergunaan situs tersebut dari fitur umumnya. Belum menyinggung langsung dari sisi ‘e-Commerce’-nya.

Tampilan situs akan dicoba dengan peramban Mozilla Firefox 3.0.9–yang level standar webnya ada diantara Opera-Safari & Internet Explorer– dan peramban Blazer 4.0 di sistem operasi Palm.

Mungkin pada tulisan berikutnya bisa dimuat mengenai simulasi transaksi. :)

Mengapa aksesibilitas dan kebergunaan?

Bukankah sebuah situs web/blog dibuat untuk dapat diakses seluas-luasnya oleh lebih banyak pengguna/pengunjung/konsumen, perangkat/media, dalam berbagai koneksi, kapan saja, dan dimana saja? Ubiquitous. :)

Pengguna ’screen reader’ atau ‘aural agent’ bukan hanya orang dengan ketidakmampuan melihat secara normal–buta parsial & total, tapi juga pemakai iTunes dan iPod versi tertentu (memiliki ’spoken menus’) yang sedang berkendara.

Jika ada peluang untuk itu, kenapa tidak? Terlebih bagi suatu situs usaha daring (‘online’). Dimana sebagian proses transaksi terjadi melalui antarmuka web.

Laman Bhinneka.com

Saya mulai dari lamannya (‘homepage’). Lihat Gambar 1 di bawah:

Laman Bhinneka.com, tampilan gambar dinonaktifkan.

Gambar 1. Tampilan laman situs Bhinneka.com dalam moda tanpa gambar. Jendela peramban berukuran 900×600px.

Mengapa tanpa gambar? Setidaknya sedikit banyak menghemat waktu tampil (‘loading time’) saat Internet lambat. Dan juga relatif lebih mudah menilai aksesibilitas dan kebergunaannya.

Beberapa produk Bhinneka.com.

Gambar 2. Produk dan layanan Bhinneka.com dalam moda tanpa gambar, saat tetikus di-’hover’, dan sebagian gambar lainnya ditampilkan.

Berikut ini ulasannya:

Logo, gambar, atribut titlealt, label, kontras warna

  1. Logo

    NavinoT.com sudah membuka ulasan melalui tulisan berjudul Optimasi Situs Toko Online. Berikut ini beberapa kuotasinya dan komentar saya:

    Header

    …Pasti hampir semua situs tersebut menempatkan logonya di sebelah kiri atas.
    …logo harus bisa di-klik dan mengarah kembali ke beranda.

    Saya setuju. Semua hal yang diharapkan pengguna berdasarkan ketentuan umum/yang sering dijumpai, membuat pengguna tidak perlu berpikir banyak untuk menerka dan menggunakan fitur yang ditawarkan.

    Mengenai posisi logo di kiri atas, alasan ‘usability’ lainnya adalah masih ada pengguna yang memilih membuka jendela peramban tidak dengan lebar maksimal (‘maximize window’) ukuran layar komputernya. Jadi peluang logo dipasang di sebelah kiri akan lebih besar manfaatnya bagi pengguna.

    Saya pun berharap jika logo itu bisa di-klik, pengunjung akan diarahkan menuju ke laman. Walau pun sudah ada menu ‘Home’.

  2. Gambar. Ada beberapa fitur penting yang tidak aksesibel. Tidak memiliki atribut alt (Gambar 2):
    • Fitur ‘Chat Online’
    • Fitur ‘Fasilitas Kredit’ (simulasi kredit) di pojok kiri bawah

    Walau pun mungkin tidak penting bagi mesin pencari Internet, tapi atribut ‘alt’ di sini berguna bagi pemakai ’screen readers’.

  3. Penggunaan atribut title="..." dan alt="..." (Gambar 2)

    Pemakaiannya pada gambar yang juga sebagai pranala/tautan, menurut saya, berlebihan. Karena keduanya memuat deskripsi yang sama. Ini hal klasik sederhana yang sering terjadi.

    Jika keterangan pada atribut alt sudah cukup deskriptif (misal spesifikasi produk termasuk harga; tidak berbeda dengan informasi yang tampil jika ‘disable image’ dimatikan), tidak perlu dilakukan pengulangan yang persis-serupa pada atribut title.

    Apalagi, setelah tampilan gambar pada beberapa item produk saya aktifkan. Ternyata, gambar produk sudah memuat informasi yang lebih rinci.

    Ditargetkan untuk ’screen readers’, iTunes dan iPod nano yang punya ’spoken menus’? Justru duplikasi tadi akan terdengar mengganggu. Karena kedua atribut mampu dibaca oleh ‘aural agent’. Misal, ’screen reader’ akan membaca kedua atribut sebagai berikut: Apple Mac Notebook Apple Mac Notebook.

    Kecuali pengguna ’screen readers’ menyetel agar perangkatnya hanya membaca salah satu atribut saja. Bahkan ada yang belum mampu membaca kedua atribut, sehingga penyajian ‘plain text’ kembali menjadi pilihan.

    Masih mengaitkan atribut title dengan SEO (‘Search Engine Optimization’)? Saya pernah menulisnya di Atribut title terkait Aksesibilitas dan SEO. :)

  4. Penggunaan label pada elemen input teks
    Jika memang menargetkan pengguna ’screen reader’ (termasuk iTunes, iPod) juga, elemen ‘input’ yang berupa teks pada formulir fasilitas pencarian sebaiknya menyertakan <label>. Karena ‘label’ inilah yang dibaca oleh mesin bicara (’screen reader’; ‘aural agent’).
  5. Tes kontras warna
    Pada tes ‘Luminosity Contrast Ratio’ yang berbasis WCAG (‘Web Content Accessibility Guidelines’) 2.0, terdapat kegagalan pada beberapa kombinasi warna.

Versi mobile Bhinneka.com

Kemudian saya coba akses dengan peramban ‘mobile’, Blazer 4.0 lawas, di Palm OS (‘operating system’). Tentu tanpa gambar. Peramban ini dapat mengenali CSS dengan media="screen".
Ukuran berkas yang terunduh tercatat sekitar 162-an kb. Tautan yang tersaji dari atas hingga bawah cukup melelahkan jika di-’tabbing’.

Apakah Bhinneka.com tidak memiliki versi khusus yang lebih sederhana untuk pengguna layar kecil (’small screen’)?

Halaman Bhinneka Post

Sebagai tambahan, saya coba menelusuri halaman ‘Bhinneka Post’ berjudul Bluetooth 3.0. Beberapa catatan saya:

  1. Menu navigasi ‘Previous Entry’ dan ‘Next Entry’ itu membingungkan. Terutama saat berada di tengah-tengah bagian antara tulisan terbaru dan terlama. Pernah saya tulis di Usability of Previous/Next vs Older/Newer Links.
  2. Tombol komentar tidak aksesibel. Tanpa atribut ‘alt’.
  3. Formulir komentar tidak ‘inline’ seperti blog kebanyakan (tidak ‘usable’).

Simpulan

Setiap elemen desain dan fitur yang ditawarkan tentu disajikan dengan alasan tertentu. Lihat juga Backstage Design Story of Bhinneka.com (Faces of Indonesia).

Saran-saran (terkait akses tanpa gambar):

  • posisi logo Bhinneka.com dan ‘clickable’-nya,
  • kelengkapan tag label, atribut alt, deskripsi atribut title untuk mendukung aksesibilitas,
  • penyesuaian kontras warna sesuai rekomendasi WCAG 2.0,
  • ketersediaan dukungan versi ‘mobile’,
  • kemudahan pakai halaman Bhinneka Post ditingkatkan melalui fitur ‘inline comments’ dan navigasinya.

Apakah situs toko ‘online’ memang merasa tidak perlu menerapkan desain universal? Terlebih sudah punya nama seperti Bhinneka.com? Seperti juga Amazon.com, Google, Blogspot yang tidak pusing dengan standar web dan aksesibilitas?

Bukankah inginnya menjangkau pelanggan seluas-luasnya?

Tulisan ini dibuat karena topik terkait di atas memang menjadi salah satu pembahasan di blog Dani Iswara .Net. Kebetulan pula sedang diselenggarakan Kontes Kritis 2009 oleh NavinoT.

Lihat juga tulisan Mas Hendry di Membantai Bhinneka.com – Ulasan Toko e-Commerce dan Saran-saran. Saya setuju jika redesain web–sekecil apa pun itu–dan konversinya, membutuhkan suatu kajian ilmiah. :)

Berlanjut ke Simulasi Web Usability dari Google ke Homepage.

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Review Bhinneka.com – Aksesibilitas dan Kebergunaannya by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

7 Responses to post titled: Review Bhinneka.com – Aksesibilitas dan Kebergunaannya

  1. Comment by Cahya on April 25, 2009 at 12:26:43
    using Mozilla Firefox 3.0.9 on Windows Vista

    Wah…, tulisannya berat ^_^

    Yang saya tahu dari situs Bhineka.com cuma loading yang lambat dibandingkan beberapa toko online sejenis, sehingga saya jarang mengunjunginya…, saya tidak begitu paham kalau masalah antarmuka yang mungkin mempengaruhi (seperti saya sengaja membuat blog saya penuh dengan item ga berguna yang memberatkan dan menyusahkan aksesnya)…, tapi desain situs Bhineka.com lebih unik dan menarik ketimbang situs-situs lainnya yang sejenis.

  2. Comment by Dani Iswara on April 25, 2009 at 13:45:35
    using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux

    Cahya,
    Bhinneka.com pake dobel ‘n’ lho.. :)
    maunya nulis seringkas mungkin, tapi jadi pengen nambahin sana-sini..kadang ya kayak situ juga :lol:

    Karena saya sering mengakses situs web dgn disable image, JavaScript, maka saya tertarik me-review-nya. Merasakan seberapa aksesibel dan usable-nya menurut pandangan saya sebagai calon konsumen.

    Saya belum banyak nyoba situs lain sejenis.

  3. Comment by Cahya on April 25, 2009 at 16:13:08
    using Mozilla Firefox 3.0.9 on Windows Vista

    He…, ya Bhinneka ^_^

  4. Comment by gdenarayana on April 25, 2009 at 21:25:31
    using Mozilla Firefox 3.0.9 on Windows Vista

    mih baet san yan anggon koneksi markodol alah tiyang bli :D

    memang menarik tuh bli tapi gambarnya doang :P apa memang gitu kali harusnya toko online ya bli? kayanya dulu desainnya warna merah klo ndak salah deh, sekarang udah ijo.

    sing bise komen bli, ked ditu liunan transparant background hyperlinknya :D

  5. Comment by Dani Iswara on April 26, 2009 at 02:16:20
    using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux

    gdenarayana,
    disable images ama javascript aja bli, saya awalnya gitu..

    kalo emang niat beli baru aktivin semua fiturnya :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Teks Alternatif untuk Atribut ALT - Dani Iswara .Net on May 13, 2009 at 11:43:44
    using WordPress abc

    [...] Gambar produk beserta spesifikasi singkat di suatu situs ‘e-commerce’ (’shopping cart’). Jika pada gambar terdapat informasi berupa kata-kata (misalnya jenis, harga, merk), maka frasa tersebut harusnya juga ada pada teks alternatif. Beri deskripsi pendek pada alt=”…”, lalu tambahkan longdesc jika memang membutuhkan penjelasan/spesifikasi lebih lengkap. Hal ini sempat tertulis di Review Bhinneka.com. [...]

  2. Pingback by Disable Images, Masalahmu Deritamu — Dani Iswara .Net on March 15, 2010 at 09:43:11
    using WordPress abc

    [...] Gambar penunjang sering tidak memiliki atribut alt yang deskriptif. Padahal gambar tersebut penting untuk menambah pemahaman pengguna sesuai konteks. Bukan sekadar gambar dekoratif. Lihat juga dampaknya pada suatu situs ‘e-commerce’, Review Bhinneka dot com. [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Facebook is on the Road with Web Accessibility
‹‹ Newer entries: Simulasi Web Usability dari Google ke Homepage