Review Bhinneka.com - Aksesibilitas dan Kebergunaannya
Posted: April 23, 2009 at 15:24:21 by Dani Iswara. Words count: 974.
Last updated: August 2, 2010 at 00:28:13.
<title>, situs Bhinneka.com menggunakan kalimat:
Bhinneka No. 1 Computer Webstore in Indonesia, Toko Komputer Online.Jika sudah menjadi nomor satu di hasil pencarian Google Indonesia dengan kata kunci
toko komputer online, lalu apa? Apakah masih ada yang kurang? Perlu dioptimalkan lagi? Faktor konversi mana yang masih bisa dimaksimalkan untuk sebuah toko komputer 'online'?
Tulisan ini hanya berkomentar mengenai aksesibilitas, antarmuka, dan kebergunaan situs tersebut dari fitur umumnya. Belum menyinggung langsung dari sisi 'e-Commerce'-nya.
Tampilan situs akan dicoba dengan peramban Mozilla Firefox 3.0.9--yang level standar webnya ada diantara Opera-Safari & Internet Explorer-- dan peramban Blazer 4.0 di sistem operasi Palm.
Mungkin pada tulisan berikutnya bisa dimuat mengenai simulasi transaksi. :)
Mengapa aksesibilitas dan kebergunaan?
Bukankah sebuah situs web/blog dibuat untuk dapat diakses seluas-luasnya oleh lebih banyak pengguna/pengunjung/konsumen, perangkat/media, dalam berbagai koneksi, kapan saja, dan dimana saja? Ubiquitous. :) Pengguna 'screen reader' atau 'aural agent' bukan hanya orang dengan ketidakmampuan melihat secara normal--buta parsial & total, tapi juga pemakai iTunes dan iPod versi tertentu (memiliki 'spoken menus') yang sedang berkendara. Jika ada peluang untuk itu, kenapa tidak? Terlebih bagi suatu situs usaha daring ('online'). Dimana sebagian proses transaksi terjadi melalui antarmuka web.Laman Bhinneka.com
Saya mulai dari lamannya ('homepage'). Lihat Gambar 1 di bawah:
Gambar 1. Tampilan laman situs Bhinneka.com dalam moda tanpa gambar. Jendela peramban berukuran 900x600px.

Gambar 2. Produk dan layanan Bhinneka.com dalam moda tanpa gambar, saat tetikus di-'hover', dan sebagian gambar lainnya ditampilkan.
Logo, gambar, atribut title - alt, label, kontras warna
- Logo
NavinoT.com sudah membuka ulasan melalui tulisan berjudul Optimasi Situs Toko Online. Berikut ini beberapa kuotasinya dan komentar saya:
Header ...Pasti hampir semua situs tersebut menempatkan logonya di sebelah kiri atas. ...logo harus bisa di-klik dan mengarah kembali ke beranda.
Saya setuju. Semua hal yang diharapkan pengguna berdasarkan ketentuan umum/yang sering dijumpai, membuat pengguna tidak perlu berpikir banyak untuk menerka dan menggunakan fitur yang ditawarkan.
Mengenai posisi logo di kiri atas, alasan 'usability' lainnya adalah masih ada pengguna yang memilih membuka jendela peramban tidak dengan lebar maksimal ('maximize window') ukuran layar komputernya. Jadi peluang logo dipasang di sebelah kiri akan lebih besar manfaatnya bagi pengguna.
Saya pun berharap jika logo itu bisa di-klik, pengunjung akan diarahkan menuju ke laman. Walau pun sudah ada menu 'Home'.
- Gambar. Ada beberapa fitur penting yang tidak aksesibel. Tidak memiliki atribut
alt(Gambar 2):- Fitur 'Chat Online'
- Fitur 'Fasilitas Kredit' (simulasi kredit) di pojok kiri bawah
Walau pun mungkin tidak penting bagi mesin pencari Internet, tapi atribut 'alt' di sini berguna bagi pemakai 'screen readers'.
- Penggunaan atribut
title="..."danalt="..."(Gambar 2)Pemakaiannya pada gambar yang juga sebagai pranala/tautan, menurut saya, berlebihan. Karena keduanya memuat deskripsi yang sama. Ini hal klasik sederhana yang sering terjadi.
Jika keterangan pada atribut
altsudah cukup deskriptif (misal spesifikasi produk termasuk harga; tidak berbeda dengan informasi yang tampil jika 'disable image' dimatikan), tidak perlu dilakukan pengulangan yang persis-serupa pada atributtitle.Apalagi, setelah tampilan gambar pada beberapa item produk saya aktifkan. Ternyata, gambar produk sudah memuat informasi yang lebih rinci.
Ditargetkan untuk 'screen readers', iTunes dan iPod nano yang punya 'spoken menus'? Justru duplikasi tadi akan terdengar mengganggu. Karena kedua atribut mampu dibaca oleh 'aural agent'. Misal, 'screen reader' akan membaca kedua atribut sebagai berikut:
Apple Mac Notebook Apple Mac Notebook.Kecuali pengguna 'screen readers' menyetel agar perangkatnya hanya membaca salah satu atribut saja. Bahkan ada yang belum mampu membaca kedua atribut, sehingga penyajian 'plain text' kembali menjadi pilihan.
Masih mengaitkan atribut
titledengan SEO ('Search Engine Optimization')? Saya pernah menulisnya di Atributtitleterkait Aksesibilitas dan SEO. :) - Penggunaan
labelpada elemeninputteks Jika memang menargetkan pengguna 'screen reader' (termasuk iTunes, iPod) juga, elemen 'input' yang berupa teks pada formulir fasilitas pencarian sebaiknya menyertakan<label>. Karena 'label' inilah yang dibaca oleh mesin bicara ('screen reader'; 'aural agent'). - Tes kontras warna Pada tes 'Luminosity Contrast Ratio' yang berbasis WCAG ('Web Content Accessibility Guidelines') 2.0, terdapat kegagalan pada beberapa kombinasi warna.
Versi mobile Bhinneka.com
Kemudian saya coba akses dengan peramban 'mobile', Blazer 4.0 lawas, di Palm OS ('operating system'). Tentu tanpa gambar. Peramban ini dapat mengenali CSS denganmedia="screen".
Ukuran berkas yang terunduh tercatat sekitar 162-an kb. Tautan yang tersaji dari atas hingga bawah cukup melelahkan jika di-'tabbing'.
Apakah Bhinneka.com tidak memiliki versi khusus yang lebih sederhana untuk pengguna layar kecil ('small screen')?
Halaman Bhinneka Post
Sebagai tambahan, saya coba menelusuri halaman 'Bhinneka Post' berjudul Bluetooth 3.0. Beberapa catatan saya:- Menu navigasi 'Previous Entry' dan 'Next Entry' itu membingungkan. Terutama saat berada di tengah-tengah bagian antara tulisan terbaru dan terlama. Pernah saya tulis di Usability of Previous/Next vs Older/Newer Links.
- Tombol komentar tidak aksesibel. Tanpa atribut 'alt'.
- Formulir komentar tidak 'inline' seperti blog kebanyakan (tidak 'usable').
Simpulan
Setiap elemen desain dan fitur yang ditawarkan tentu disajikan dengan alasan tertentu. Lihat juga Backstage Design Story of Bhinneka.com (Faces of Indonesia). Saran-saran (terkait akses tanpa gambar):- posisi logo Bhinneka.com dan 'clickable'-nya,
- kelengkapan tag
label, atributalt, deskripsi atributtitleuntuk mendukung aksesibilitas, - penyesuaian kontras warna sesuai rekomendasi WCAG 2.0,
- ketersediaan dukungan versi 'mobile',
- kemudahan pakai halaman Bhinneka Post ditingkatkan melalui fitur 'inline comments' dan navigasinya.
Comment by Cahya on April 25, 2009 at 12:26:43
using Firefox 3.0.9 on Windows Vista
Wah..., tulisannya berat ^_^
Yang saya tahu dari situs Bhineka.com cuma loading yang lambat dibandingkan beberapa toko online sejenis, sehingga saya jarang mengunjunginya..., saya tidak begitu paham kalau masalah antarmuka yang mungkin mempengaruhi (seperti saya sengaja membuat blog saya penuh dengan item ga berguna yang memberatkan dan menyusahkan aksesnya)..., tapi desain situs Bhineka.com lebih unik dan menarik ketimbang situs-situs lainnya yang sejenis.
Comment by Dani Iswara on April 25, 2009 at 13:45:35
using Firefox 3.0.9 on Gentoo
Cahya,
Bhinneka.com pake dobel 'n' lho.. :)
maunya nulis seringkas mungkin, tapi jadi pengen nambahin sana-sini..kadang ya kayak situ juga :lol:
Karena saya sering mengakses situs web dgn disable image, JavaScript, maka saya tertarik me-review-nya. Merasakan seberapa aksesibel dan usable-nya menurut pandangan saya sebagai calon konsumen.
Saya belum banyak nyoba situs lain sejenis.
Comment by Cahya on April 25, 2009 at 16:13:08
using Firefox 3.0.9 on Windows Vista
He..., ya Bhinneka ^_^
Comment by gdenarayana on April 25, 2009 at 21:25:31
using Firefox 3.0.9 on Windows Vista
mih baet san yan anggon koneksi markodol alah tiyang bli :D
memang menarik tuh bli tapi gambarnya doang :P apa memang gitu kali harusnya toko online ya bli? kayanya dulu desainnya warna merah klo ndak salah deh, sekarang udah ijo.
sing bise komen bli, ked ditu liunan transparant background hyperlinknya :D
Comment by Dani Iswara on April 26, 2009 at 02:16:20
using Firefox 3.0.9 on Gentoo
gdenarayana,
disable images ama javascript aja bli, saya awalnya gitu..
kalo emang niat beli baru aktivin semua fiturnya :)