Virtual Clinics for Self-Management Patients
April 23, 2009 – 16:16 by Dani Iswara. Words count: 282.For some diseases, self-management patients can be aided by Internet-based poly-clinics virtually. Patients need the trusted information and support to make the right decisions.
In chronical diseases such as diabetes, renal failure, stroke, cancer, etc., patients can act as effective self-managers. Proven that community support is one of a fundamental aspect in health care. With the progress of Health/Medicine/Web 2.0+ in terms, patients will share trusted health information in their groups.
Do you need more personal medical interaction? Try virtual clinics. If Internet is available in your environment, all of you need will be delivered by it.
Many online medical services are now being offered by group of physicians, safety-net clinics, non-government organizations, health departments, alternative medicine, and hospitals. Find some words of virtual clinic on Google.
Consult to virtual clinics
If you have a reliable Internet connection, try to consult your health virtually. Find a virtual clinic. Not just forums, mail-lists, weblogs, or doctor in chats. But a virtual office of medical services. They will ask you if you would like to do a consultation with general practitioners or specialists.
Sometimes they have some clue in questions to help your option.
Then, once decided, you can choose your doctor and/or medical services. Their profiles, photos, and description of each services are available.
If you are ready to communicate with your doctor, enter one of their rooms, if available. See the status, something like green button, light icon, or waiting messages.
Most common telemedicine supports are offered by e-mail, instant messages, or webcam. Patients may have their personal electronic health records (EHR) online.
They are available in free and paid services. Contact your insurance providers for reimbursement procedures, if needed.
Yes, telemedicine is coming (in bahasa Indonesia).
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.Last updated: Thursday, April 30, 2009 at 6:49
Comment by uwiuw on April 24, 2009 at 12:22:39
using Mozilla Firefox 2.0.0.1 on Windows XP
bli, dan kayaknya ini dunia yg bener bener lain dari yg sy pahami soal komunikasi internet. Satu satunya referensi konsultasi via internet malah d bidang penyelesaian skripsi. Seadaninya dosen pembimbing kita harus meneruskan study ke luar negeri, maka kita bisa tetap berkomunikasi / berkonsultasi via media online.
jalau ama dokter..hmm…takut ah…ngak suka dokter. ngak punya asuransi…dan takut disuntik hahahahah
btw, term virtual itu cuma konsultasi dokter tanpa ngasih surat dokter buat nebus obat. Masak sih surat dokter di print sendiri di rumah masing2 ?
Comment by Dani Iswara on April 24, 2009 at 12:27:58
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux
uwiuw,
kl e-prescribing di bbrp rumah sakit di Indonesia katanya dah ada, setidaknya antar poli ke unit farmasi..
di Amrik, dgn bantuan sistem asuransi kesehatan Medicare-nya, e-prescribing tahap final (mulai sejak pertengahan tahun 2008 lalu) sedang disusun standardisasinya (target akhir 2009), bahkan ada program insentifnya–Section 132 Medicare Improvements for Patients and Providers Act of 2008 (MIPPA)..
Pusat pemelajarannya ada di AMA ePrescribing Learning Center. Info ePrescribing selengkapnya ada di Overview E-Prescribing.
kalo dokternya cantik?? masih sanggup nolak?
Comment by Cahya on April 24, 2009 at 18:18:31
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Windows Vista
Sistem kesehatan Amerika mungkin salah satu yang terburuk di dunia…, setidaknya Eropa jauh masih lebih baik… bukan dari sisi teknologi namun dari sisi kemanusiaan (he he…, baiklah ini masalah personal tidak baik diteruskan).
Aku teringat waktu K3M dulu, di puncak pegunungan yang minim teknologi, saat kayu bakar dan mandi di sungai masih menjadi budaya yang melekat, ada sebuah puskesmas kecil di kokap (nama daerah itu)…, wah…, ternyata dipersanjatai sistem data eletronik dengan jaringan lokal menggunakan sistem nirkabel…, padahal sinyal telepon seluler pun belum menjangkau ke sana…
Rumah Sakit Dr. Sardjito pun sudah lama menggunakan sistem pendataan elektronik untuk kepentingan administrasi dan medis internal RS. Namun, apakah teknologi ini siap diterapkan masyarakat kita di Indonesia…, hmm…, saya sendiri terus terang lebih cenderung menyukai cara klasik…, bertemu langsung antara dokter dan pasien…, tanpa perantara walau itu dengan teknologi paling canggih sekali pun…, karena di sanalah seni itu hidup ^_^
Comment by Dani Iswara on April 24, 2009 at 23:21:28
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux
Cahya,
ya skip lah itu..
yg penting sinyal satelit bisa dipake
sudah ada beberapa RS dan layanan kesehatan di Indonesia yg menyatakan menerapkan EMR (‘Electronic Medical Record’), telemedisin, dan peresepan elektronik sebagai bagian dari klinik virtual.
Walau bukti nyata akan efektivitasnya memerlukan penelitian lebih lanjut. Silakan baca juga blog Pak Anis Fuad.
Hubungan dokter-pasien memang tidak akan tergantikan. Tapi saling melengkapi, sesuai kebutuhan. Saling membuka akses.
Setidaknya di tulisan telemedisin yg lalu, telemedisin terbukti mengurangi jumlah rujukan & rawat inap–terutama kasus kronis, dan efisiensi biaya transportasi.
Comment by Cahya on April 24, 2009 at 23:33:35
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Windows Vista
He he, memang teknologi banyak bermanfaat, dunia medis tidak bisa dipungkiri berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi. He he…, tapi tetep aneh deh kalau Dokter sama pasien konsultasi resminya dengan chatting belum lagi nanti pakai gravatar yang aneh (mungkin hitam putih kaya Bli Dani ^_^) mungkin si pasien bertanya, “inikah dokter saya?”
Satu hal mengenai EMR adalah keamanannya, apa menurut Bli Dani saat ini EMR mulai bisa diterapkan di negeri kita? Lalu kira-kira bagaimana pengembangannya? Walau saya sangat setuju jika EMR adalah media yang sangat bisa membantu kita dalam hal aksesbilitas data medis, namun itu kan sebuah rahasia medis yang sangat amat rahasia (keluarga sendiri tidak boleh tahu tanpa seizin pasien). Is EMR secure enough?
Enak sih sebenarnya kita tinggal duduk, data laboratorium datang, data riwayat hidup langsung nongol, hasil radiologi dengan resolusi tinggi tanpa perlu bulak-balik atau membawa berkas yang bertumpuk dan berat (kurasa setelah lama di klinis itu sangat membantu)… But we are dealing with medical secrecy… a very sensitive matter in now days…, bagaimana dengan hal ini Bli?
Comment by Dani Iswara on April 25, 2009 at 01:12:48
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux
Cahya,
kalo itu sih terkait/sejenis dgn gemana memercayai blog dokter
nyatanya diskusi forum, mail list, blog, dgn pseudonym pun lancar-2 aja..
sptnya sudah banyak yg menerapkan, dgn desain masing-2, tinggal mengusahakan budaya data, integrasi dan standardisasi.
terkait go green, akses yg ubiquitous, manajemen informasi, jika mampu, kenapa ngga..
secure ngganya, ngga ada yg secure 100%, pasti ada celah dan kesempatan..
tp alasan secure itu jg yg menyebabkan banyak server pake linux [kalem mode on]
Comment by uwiuw on April 25, 2009 at 14:34:15
using Mozilla Firefox 2.0.0.1 on Windows XP
@dani : kayaknya proses edukasi masyarakat bakal panjang tuh.
Saya jadi inget soal eukasi yg dilakukan pemerintah pada setiap perusahaan konstruksi di indonesia yg ingin ikut tender pemerintah. Edukasinya dipaksakan. Mau ngak mau mereka harus submit proposa, RAB, Laporan pajak, ke website pemerintah…otomatislah kojor yg perusahaan yg domisilinya ada di daerah. Mereka harus cepat2 beradaptsi untuk download, upload, ngpress file padahal ngetik aja susah
btw, sesuai hukum prilaku anak adam : semakin cantik dokter yg ngasih edukasi maka semakin pinter pasien (merayu) hahahahha
Comment by thegands on April 26, 2009 at 14:32:31
using Google Chrome 1.0.154.59 on Windows XP
tentang empty span tag karena read more itu sudah saya bahas beserta solusinya mas. Sebelumnya maaf klo dah OOT. hehehehe…
Comment by etha on April 26, 2009 at 19:11:57
using Mozilla Firefox 2.0.0.11 on Windows XP
mksd na, berobat tanpa harus ke dokter kah???
maaf klu jd misunderstanding here, rada2 odong mslh na inglis sayahhh
Comment by Dani Iswara on April 26, 2009 at 20:47:21
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux
etha,
konsultasinya tetep dengan dokter, jika krn kondisi tertentu tdk bisa/perlu tatap muka dgn dokter, ya cukup virtual lah..ya ini bahasanya jg ngasal kok
Comment by thegands on April 26, 2009 at 20:59:42
using Google Chrome 1.0.154.59 on Windows XP
i think virtual clinics like a video conference makes me lazy, hahaha… coz i don’t need to move my *ss to meet my doctor. hahahaha… its makes me become more sick…
Comment by Dani Iswara on April 26, 2009 at 22:36:50
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux
thegands,
thanks, Bang..
at least (they said) we can save the time and transportation fee
or you can do a consultation while doing some exercises at home or office..
Comment by co-that on April 27, 2009 at 17:02:47
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Mac OS X
lets online!
Comment by thegands on April 27, 2009 at 19:46:06
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Windows XP
yeah. it makes our live easier and save our cost. I think its better if i go directly to the clinic. Yeah, i’ll use this virtual clinic if and if i have a very2 strong reason to use it like an emergency. hehehehe
Comment by Dani Iswara on April 27, 2009 at 21:14:50
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux
thegands,
ya, and technology will not replace doctor-patient face-to-face relationship..
Comment by Cahya on April 27, 2009 at 22:09:10
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Windows Vista
Hmm…, jadi berandai-andai kalau punya situs konsultasi kesehatan pribadi…
he he…, tapi rasanya ga mungkin situs seperti itu dikelola sendiri ^_^
Comment by Dani Iswara on April 28, 2009 at 05:41:32
using Mozilla Firefox 3.0.9 on Gentoo Linux
Cahya,
kalo poliklinik virtual enaknya berkelompok kan ya..kalo klinik virtual pribadi, mungkin bisa lah..