Alasan Pembaca Menyukai Laman

May 30, 2009 – 23:25 by Dani Iswara. Words count: 188.
Last updated: Tuesday, June 16, 2009 at 3:07.

Sebagai pembaca web dan blog, saya sering menelusuri arsip lama situs yang saya kunjungi. Bukan hanya laman/halaman depannya. Mungkin karena kebiasaan, pola itu nyaris serupa. Siapa pengelolanya, topiknya apa saja, lalu mencari sesuatu yang menarik untuk dibaca dan dikomentari. Apalagi jika itu situs kesehatan/kedokteran. Walau ada juga blog dokter yang anonim. Pola itu sempat saya ceritakan di Kebergunaan Blog.

Seperti kita ketahui, jumlah komentar biasanya berkorelasi dengan aktivitas blogwalking. Lepas dari kualitas dan kebermanfaatan tulisan. Beberapa komentar mungkin hanya sekadar lewat sebagai balasan kunjungan (ini termasuk alasan saya tidak blogwalking). Tapi, memang tiada hasil tanpa usaha. :)
Sebagian lagi bisa saja meninggalkan komentar yang selaras dengan topik. Terutama yang memiliki ketertarikan serupa.

Dari beberapa pengalaman saya, pembaca lebih sering membalas komentar pada tulisan terbaru. Atau yang terakhir dipublikasikan. Yang tersaji di laman. Dengan catatan, URL (‘uniform resource locator’) yang digunakan saat blogwalking adalah alamat laman/’homepage’. Bukan profil Facebook, Twitter, atau alamat salah satu ‘posting’.

Alasannya mungkin:

  • Mudah dijangkau.
  • Mengira tulisan di laman adalah selalu tulisan terbaru. Jika tanggal tulisan di laman sudah lawas, blog dianggap tidak diperbarui. :D
  • Komentar kemungkinan masih direspon oleh pengelola dan pembaca yang lain.

Bagaimana dengan blog anda?

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Alasan Pembaca Menyukai Laman by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

10 Responses to post titled: Alasan Pembaca Menyukai Laman

  1. Comment by nomercy on June 16, 2009 at 13:25:02
    using Mozilla Firefox 3.0.11 on Linux Mint 7

    wah sepertinya balasan komentar teman-teman yang lalu ya … soal kenapa artikelnya mas Dani kok terkadang hadir secara acak …

    memang mas … kebanyakan pengunjung hanya membaca post artikel terbaru atau terdepan dari situs/blog … mungkin juga karena artikel-artikel sebelumnya sudah dibaca atau malah males balik-balik, entah karena mau hemat waktu dan bandwidth atau karena menganggap tidak perlu (tidak tertarik) …
    karena itu biasanya dianjurkan untuk membuat situs/blog dengan artikel terfokus pada satu bahasan supaya pengunjung tertarik membaca posting sebelumnya …

    saya sendiri kalau memang blognya bagus maka biasanya saya mundur ke belakang membaca artikel lainnya … walau belum tentu juga memberi komentar … saya jadi malu kalau harus mengakui sering saya memberi komentar hanya untuk bersifat sopan santun saja … dan untuk beberapa blog saya, saya lebih mengedepankan hits, trafik dan lama kunjungan daripada komentar, kecuali pada blog dengan bahasan khusus yang memang bagi saya perlu adanya interaksi dengan pengunjung …

    ada yang sangat menarik mengenai plugin commenluv yang dapat menampilkan link artikel, kebanyakan hanya memasangnya saja tanpa merasa perlu untuk register padahal dengan melakukan registrasi mereka dapat menampilkan artikel lain atau alamat lain, tidak sekedar artikel terakhir …

    ah kepanjangan … kebiasaan :D

  2. Comment by Dani Iswara on June 16, 2009 at 14:32:26
    using Mozilla Firefox 3.0.11 on Gentoo Linux

    nomercy,
    kalo blogwalking bisa ndatengin ide, komentar itu ternyata juga bisa dijadiin bahan posting. :)

    setuju, karena ‘tidak perlu’ itulah tagline blog ini saya ubah (ternyata kata “saya rubah” juga masi dianggap baku, walau saya bukan rubah).

    ah ya, topik niche itu, setuju, pak. memang lebih enak menelusuri topik niche.

    tidak ada yang salah kok dengan silaturahmi. jangan sungkan, pak. pun tidak salah jika mengejar hits, trafik, long stay, dan segala konversinya. tidak haram, kan pak. :)

    dulu saya pernah make comment-luv model lawas. bisa diliat di posting lama. tapi karena alasan apa, saya lupa, plugin itu saya copot. walau sudah pernah registrasi, tapi script-nya ngga saya pasang. :)

  3. Comment by Cahya on June 16, 2009 at 18:07:09
    using Mozilla Firefox 3.0.11 on Windows Vista

    Ada beberapa halaman yang mungkin sering dikunjungi, namun terkadang saya melihat sekali lagi, mungkin saya menemukan bahwa mereka mencari melalui mesin pencari dengan kata-kata tertentu…

    Ehemm…, kemudian dengan sedikit penyesalan saya berpikir, “maaf sudah membuat anda masuk ke halaman yang tidak sesuai”

    Padahal perasaan judul dengan isi saya buat sesuai, koq ada orang yang bisa nyasar karena kata kunci yang cuma sama satu dua kata…, ini sih ga bisa dibilang kalau pengunjung benar-benar menyukai halaman tersebut… :D

  4. Comment by Dani Iswara on June 16, 2009 at 21:53:52
    using Mozilla Firefox 3.0.11 on Gentoo Linux

    Cahya,
    tenang aja. nanti google yang akan menghitung korelasi dan konteks yang sesuai dengan keinginan pengunjung melalui algoritma perankingannya. apakah memang suatu halaman web sesuai dengan konteks kata kunci tersebut.

    lalu, apakah (dalam hal ini) blogger dokter/mahasiswa kedokteran yang menulis topik kesehatan di blog ‘perlu membantu’ pengunjung agar lebih mudah menemukan dan menggunakan konten yang sesuai konteks?
    [tolong jangan dibaca bahwa blogger perlu menerapkan SEO] :)

  5. Comment by Cahya on June 16, 2009 at 22:06:16
    using Mozilla Firefox 3.0.11 on Windows Vista

    Saya kira ranking google karena banyaknya link balik ke laman tersebut :D

    Saya rasa kalau penulisannya acak (namanya blog) sih ga perlu deh, lalu buat apa Om Google dengan kode “keyword” site:”sitename” diadakan, nanti pengguna internet jadi ga aktif, malu-maluin kalau masyarakat kita kurang kreatif dengan banyaknya bantuan, apalagi kalau mahasiswa kedokteran (we he he…, padahal merasa tidak lebih pintar).

    Kalau memang pingin artikel kedokteran yang struktural kan banyak yang menyediakan, emedicine.mescape contohnya.

    Namun kalau masalah apakah atau bagaimana pengunjung bisa terbantu untuk menemukan artikel sesuai, saya kurang nyerah deh, saya cuma bisa pasang judul, topik dan tag yang sesuai dengan artikel…, sisanya…, seperti biasa, “maaf sudah membuat anda berkunjung ke halaman yang tidak sesuai, mohon mencoba kembali” :D

    sure cyberwalking need a kind of intelegency…

  6. Comment by Dani Iswara on June 16, 2009 at 22:58:56
    using Mozilla Firefox 3.0.11 on Gentoo Linux

    Cahya,
    yang pasti memang bukan hanya karena backlink itu saja (kalo memang gitu, halaman wikipedia akan selalu nomor satu terus). untuk jangka pendek –seperti pada kontes SEO– mungin benar. :)

    mungkin itu maksud para pakar itu, bahwa blog kadang memerlukan kemampuan teknis web, walau tentu saja tidak harus. blog ada untuk menyederhanakan pengelolaan web.

    dengan menyesuaikan judul, topik, dan tag pun sudah termasuk hal alami. kalo wartawan mungkin memakai judul yang mengundang. kalo praktisi SEO mungkin riset kata kunci.

    halaman p0rno katanya legal kalo digituin. :) jadi bakal keki yang kena serempet peluru ‘keywords’. :D

  7. Comment by rismaka on June 17, 2009 at 10:18:08
    using Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows XP

    Rubah? Sepertinya komentar ini ditulis setelah mbaca membaca tulisan saya deh… :)

  8. Comment by rismaka on June 17, 2009 at 10:28:03
    using Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows XP

    Secara teknis, laman (homepage) itu fungsinya apa ya? Kalau untuk melihat posting terakhir, kenapa tidak kita ganti saja laman itu dengan halaman arsip (daftar isi)?

    Jika utk menyampaikan informasi, sepertinya tidak begitu bermanfaat, karena laman hanya menampilkan ringkasan (resume) dari artikel2 yg ada, dan kebanyakannya (seperti halnya daniiswara.net) hanya menampilkan link (yg tidak teratur jadwal postingnya :) )

    Jika dimaksud utk estetika, kenapa tidak dibikin halaman yg bagus aja sekalian? Flash misalnya?

    Atau hanya utk landing page aja? Kalau begitu cukup satu kata/kalimat aja mestinya: ENTER HERE / CLICK HERE TO ENTER
    :D

  9. Comment by Dani Iswara on June 17, 2009 at 11:07:55
    using Mozilla Firefox 3.0.11 on Gentoo Linux

    rismaka,
    eh di blog situ ada juga ya..kok saya ngga perhatiin ya..kalo nemu biasanya saya singgung langsung kok.. :)

  10. Comment by Dani Iswara on June 17, 2009 at 11:41:06
    using Mozilla Firefox 3.0.11 on Gentoo Linux

    rismaka,
    untuk format web, sepertinya lebih pas gitu ya. flash atau sesuatu yang sangat eye-catching di depan.

    di sisi lain, mungkin lebih mudah mengoptimalkan laman sebagai landing page. dengan syarat menyajikan konten teks yang adekuat dan sesuai konteks bagi mesin pencari.

    karena bisa saja suatu homepage blog menyajikan beberapa konten pendek terurut waktu, tanpa harus menelusuri ‘read more’.

    apakah desain laman sebaiknya harus sestruktur dengan halaman dalam (page, single posts, dll) lainnya? tentu tidak harus (ini terkait struktur blog mas rismaka).

    pertanyaan serupa, apakah desain untuk misalnya layar kecil (PDA, iPhone, ponsel) harus sama dengan versi desktop? saya jawab, tidak.

    apakah ada keuntungannya jika semua desain halaman pada suatu blog mendekati konsisten untuk semua perangkat dan memiliki antarmuka yang serupa?

    sebagai pengguna, saya menjawab: ya, lebih usable. pengguna tidak perlu mempelajari lagi struktur tiap halaman antarmuka blog. :)

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Peluang Microblogging Kedokteran
‹‹ Newer entries: Malapraktik, Komunikasi Pasien-Dokter, dan Bumbu UU ITE