Songket WordPress Theme Review
May 21, 2009 – 21:49 by Dani Iswara. Words count: 661.Last updated: Saturday, May 30, 2009 at 19:30.
Previously, this post (see the date) is intended for the sample of review template. “Would you like to review my new theme?” Mr. Ardiansyah asked me. He has just released a Free Songket WordPress Theme. It is almost similar with his regular blog theme.
I will not be doing manual review for a theme which is not valid (X)HTML (Extensible HyperText Markup Language) and CSS (Cascading Style Sheets) by W3C (World Wide Web Consortium). At least, theme authors should try some online validators and checkers first. Or try my simple chekclist on web standards, semantic, accessibility, and usability.
I decided to accept this challenge. As a learning process. And I really appreciate someone who is respect on web standards. Here is my review on Free Songket WordPress Themes Demo. I will make it as easy as possible to understand with my poor English. Yes, this post must be sorter in English rather than Indonesian.
It will be limited, not too strict, based on my tools, perspective, opinion, and some experiences as a user:
- Disable images mode first.
- Using Firefox 3.0.x on Gentoo Linux (some Windows fonts installed), 900×600px browser window.
- Combination of my own checklist and Universal design award criteria (bahasa Indonesia).
- I can’t test the form comment due to login is a must.
- Print and mobile versions were not checked.
- Meta tags (lang, description, keywords) were not checked.
- Only the bad/lack mentioned.
My review on visualization
Start using F pattern (from left to the right) and top to the bottom.
I found:
- Blended input field of search box.
- The same color (
#ff9900) on headings (especiallyh1–h3) for both of links (clickable; on body content) and plain text (non-clickable; heading title on body content and sidebar). - Reduplication of title attributes (my post in bahasa Indonesia). Check on some headings and comment count links.
- [Updated May 30, 2009] Hypertext links in the body content should not understandable by font color only (think of color blind people and low vision users). Underline might help.
- It should have only one ‘Read the rest of this entry’ on each page. Or customize the ‘read more’ style (
<!––more[your read-more words here]––>). - In some researches (forgot its sources), calendar navigation is not really usable. Most recent and most popular/commented posts are better.
- The sidebar menu of each pages (single posts/pages, archives) is not consistent with the homepage’s sidebar. But, the main navigation menu is consistent already.
- Bullet list on the sidebar is based on images only.
- Inline contact form should be more usable.
- For the demo, 3-5 sample posts/pages/monthly/categories/tags archives are enough, I think.
Some small pieces
Test-drive some pages. It will need to dive into the codes deeper. Or needs some efforts.
- In my opinion, more comfortable if we use
#999for the font color on the body content. At least on my notebook screen with low contrast and less bright setting.
- Tags cloud should be accessible (Dani Iswara .Net).
- Try this sample of 404 (not found) page. More user friendly page is recommended.
- The lack of CSS
position:fixedis, it could hide some information. Try ctrl+f e.g. “response“. Then press f3 if needed. Can you see the word? Scroll down, please.
- Less multiple CSS files means less HTTP (HyperText Transfer Protocol) request (related to loading time).
- For the more accessible table markup, please refer to Creating Accessible Tables by Jared Smith (WebAIM.org).
- [Updated May 30, 2009] Some usability and accessibility experts say that white on black is hard to read.
- [Updated May 30, 2009] More challenges, theme switcher, please check Semantic, Accessible, SEO Friendly WordPress Theme by Dean Hamack.
[Updated May 30, 2009] Please educate users to use web browser’s features such as zooming text and/or images only & switching user’s contrast style.
Of course, there would be some reasons behind the design. It is an art. So, nothing wrong. Your idea are welcome.

Comment by Dani Iswara on May 30, 2009 at 09:42:03
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Gentoo Linux
short enough, I think…
Comment by nomercy on May 30, 2009 at 13:33:58
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Ubuntu Linux 9.04
terima kasih banget mas sudah kasih ulasannya …
ini ulasan yang ‘pure’ web standards, semantic, accessibility, dan usability
saya sangat suka ini …
memang theme ini masih eksperimen … (dalam bahasa saya, saya mencoba untuk kompromi antara desain dan web standar, walaupun masih banyak kesalahannya) … theme ini juga nantinya tidak saya pakai lagi sebagai theme blog utama saya, berhubung saat ini saya juga sedang mengerjakan beberapa pesanan theme wp lain buat teman-teman blogger jadi saya pikir kenapa tidak sekalian bikin theme yang benar-bear baru buat blog saya.
ini bukan bentuk protes, tetapi juga bukan pembenaran diri :
. maka dari itu sebenarnya saya sangat menganjurkan memakai fitur widget untuk merubah isi sidebar.
mengenai warna sepertinya saya harus memberi pilihan untuk user secara langsung merubahnya melalui theme option di dasboard (sedang memikirkan cara membuatnya) juga untuk beberapa image
title atribut … hehehe … iya ya
sidebar, itu memang secara default saya buat seperti itu. saya juga berpikir apa gunanya kalender di sidebar itu
secepatnya saya akan perbaiki apa yang seharusnya diterapkan pada theme tersebut. juga termasuk pemakaian warna-warna, baik untuk background, huruf dan link karena beberapa teman juga bilang mereka mau warna-warna yang lain.
terima kasih banyak mas atas saran dan kritikannya ini. saya tunggu saran dan kritikan selanjutnya … (wah… minggu ini saya akan sibuk mengajar mas… bakalan sedikit lebih lama selesainya)
Comment by uwiuw on May 30, 2009 at 14:40:26
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows XP
bang, jujur bang, theme abang itu salah satu yg paling keren. udah jangan dipikirin soal ucapan dani hahahhahaha. enggak perlu selalu harus dapat restu dari the indonesian web standar pope wkakakak.
iya dan, sy daulat kamu mengambil peran pope ini. intinya, theme ini yg menurut sy berkelas. meskipun enggak terlalu menunjukkan kepribadian bloggernya. Tp dengan fitur yg banyakk kayak gitu, kayaknya lebih dari cukup. Banyak orang pasti suka.
Comment by Dani Iswara on May 30, 2009 at 15:19:46
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Gentoo Linux
nomercy,
saya kan by request aja..itu juga cuman muat yang minus-nya aja..plus-nya lebih banyak tentunya..
theme switcher (terutama untuk alasan aksesibilitas bagi low vision users) itu sepertinya solusi yang menarik dan banyak digunakan. selain menganjurkan/edukasi pengguna untuk memanfaatkan fitur aksesibilitas di sisi peramban masing-masing.
uwiuw,
apalagi nabinya 
saya juga berharap semoga ocehan saya itu ngga dipercaya..
arrrghh..saya kan cuman suporter, bukan umatnya aliran standar web
situ kapan rilis theme juga..
Comment by uwiuw on May 30, 2009 at 15:36:15
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows XP
hahaha dan, sy percaya kok cuma belum mau taat aja. Lagian perlu ada sih peran seperti ini dan blog dgn penjelasan teknis. Biar ada patron.
soal release ? janjinya sih akhir mei. Tp kayaknya ngak bakalan bisa…baru aja dpt telefon, ada yg harus yg kerjakan di akhir pekan yg ceria ini
. nasib kerja rodi.. ngedit themes yg sekarang aja engak tau bakal sempat atau enggak. sial.
Comment by Dani Iswara on May 30, 2009 at 16:25:12
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Gentoo Linux
uwiuw,
have a nice work..
itung-2 ngisi ceruk/niche lokal yang kayaknya masi lengang ya..
Comment by Helda Remaja on May 30, 2009 at 21:56:08
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows XP
Dok, satu yg saya tidak suka pada theme itu, theme-nya kayak ‘melambai-lambai’ gitu. Kalo di-scroll, theme-nya ngga tegas gitu, jadi kayak gelombang-gelombang..
Gimana sih jelasinnnya.. Duh…
Comment by Dani Iswara on May 31, 2009 at 01:05:53
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Gentoo Linux
efek ilusi gambar latar mungkin. atau mesti nambah memori komputer.
Comment by nomercy on June 1, 2009 at 09:45:03
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows Vista
terima kasih buat kalian …
Uwiuw,
yang terbaik apa salahnya diikutin … lah memang pemakaian standar web itu bertujuan untuk kebaikan kok …
mas Dani,
gak salah kok mas … dasar si Uwiuw itu saja yang mau nyeleneh sendiri … hahaha …
btw, saya kemarin sempat bikin versi cleannya theme itu dan sekarang saya demokan di blog.sumberide.com … namanya SBI (Blog Sumber Ide) Reloaded WP Theme …
yang saya herankan, kok kalau saya klik Reply kotak komennya gak muncul langsung di tempat atau seperti mas Dani yang langsung scroll ke bawah, tetapi ini malah balik ke atas dan ngisi komennya harus scroll sendiri/manual ke bawah lagi … ada yang salah di mana ya? tolong dong mas …
Comment by nomercy on June 1, 2009 at 09:54:43
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows Vista
yups … itu efek penglihatan karena salah satu gambar (background atau foreground) memiliki kecepatan berbeda … misalnya layer 1 berupa gambar pengulangan dan layer 2 berupa gambar statis, maka ketika layar digulung/scroll yang terlihat oleh mata sepertinya layar 1 bergerak turun … contoh lainnya adalah ketika kita naik kendaraan yang bergerak melaju ke depan dan susana di luar yang bergerak melaju ke belakang padahal sebenarnya tidak bergerak …
(jangan ditertawain kalau salah ya)
kalau tidak salah istilah ini adalah efek paralax …
bener gak sih penjelasan saya ini …
Comment by Dani Iswara on June 1, 2009 at 10:09:46
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Gentoo Linux
nomercy,
. kode
saya belum liat halaman dimaksud. mungkin target anchor yang dituju oleh ‘reply’ ngga tepat/ada. misalnya di blog saya ini, anchor menuju ke ~/[id-comment]/#respond
id="respond"disisipkan di salah satu bagian (div) formulir komennya (lihat kode sumber).semoga membantu, Pak.
Comment by nomercy on June 1, 2009 at 11:41:36
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows Vista
yups .. benar sekali mas
… ini akibat saya yang iseng mengganti div id=respond menjadi response … ternyata yg di theme defaultnya wp respond bukan response
terima kasih banyak mas … wah lega rasanya …
Comment by uwiuw on June 1, 2009 at 14:22:51
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows XP
@dani : iya dan. saar ini belum ada blog yg cocern banget sama web standar. advokasi dalam bentuk apapun saangt di welcome deh.
. web standar is art (apapun arti kalimat ini dan apapun juga kata saya hahaha)
@nomercy : hahaha yeee si abang gitu. sy coba download jg bang ah yg reload. udah boleh enggak bang ?
Comment by nomercy on June 1, 2009 at 15:40:25
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Ubuntu Linux 9.04
mas Dani .. numpang komen sebentar di sini buaut si Uwiuw …
Uwiuw,
waduh ternyata yg kemarin itu (songket wp tehem) banyak sekali yang tertinggal dari theme aslinya (original songket theme) … nanti malam saya upload lagi yang udah dibersihkan … omong-omong baru terasa kalau sudah begini perlunya hosting berbayar …
oya, mungkin nanti (sebentar lagi atau malam nanti) saya posting yg versi reloadnya …
mas Dani,
benar ya mas kalau mas Dani ini dokter umum? sekalian saya mau tanya soal anak-anak kalau begitu (hehehe… abis baca lagi komentarnya mas Rismaka) … begini, anak saya yang laki-laki itu sulit sekali makannya … kalau sehari itu mungkin hanya sedikit sekali makan dengan nasi … dia lebih banyak makan yang lain seperti bubur kacang ijo, martabak, sate, kentang, ayam goreng atau yang lainnya dan dia gak mau makan sayur … yang saya mau tanyakan, apakah tidak berpengaruh dengan kesehatannya? kalau dilihat badannya sih memang gak gemuk, malah sedikit agak kurusan … ada advis gak? (ini ada kolom konsultasi soal kesehatan gak mas?)
Comment by Dani Iswara on June 1, 2009 at 16:49:26
using Mozilla Firefox 3.0.10 on Gentoo Linux
uwiuw,
biarlah itu saya pake buat bahan ngeblog di sini..
kalo web developer/designer yang ngambil peran ini kan bakal konflik kepentingan..
nomercy,
nanti saya jawab via email aja pak ya.
karena saya ngeblog angin-2an..sesuka saya baik ide, waktu, dan topiknya..sampai saat ini saya belum buka konsultasi kesehatan. kecuali nebeng di beberapa milis.