Mengapa Validasi HTML?
Posted: June 20, 2009 at 14:15:47 by Dani Iswara. Words count: 1003.
Last updated: August 1, 2010 at 10:42:34.
Daftar isi
- Riwayat dokumen ini.
- Mengapa profesional Web memilih melakukan validasi
- Pertanyaan yang sering diajukan
Riwayat dokumen ini
Versi asli ditulis oleh Nick Kew dari WebÞing Ltd. untuk layanan Site Valet mereka dan dia menyumbangkannya untuk kita gunakan.
Dokumen diperbarui beberapa kali, terima kasih pada banyak pengarang Web yang telah membagi rasional dan motivasi mereka dalam menggunakan perkakas pengecekan Kualitas Web.
Mengapa profesional Web memilih melakukan validasi
Di awal 2009 kami bertanya ke komunitas apakah mereka masih memiliki motivasi yang kuat untuk validasi. Berikut ini beberapa alasan yang disebutkan:
Validasi sebagai sebuah perkakas debugging
Ketika peramban Web kontemporer melakukan peningkatan upaya dalam mengurai HTML terburuk--"tag soup"--sekalipun, beberapa galat tidak selalu ditangani dengan baik. Seringnya, peranti lunak di platform berbeda tidak akan menangani galat dalam gaya yang serupa, membuatnya sangat sulit untuk mengaplikasikan CSS atau desain secara konsisten.
Dengan memakai cara standar, markah dan CSS yang saling bekerja sama, di sisi lain, menawarkan kesempatan lebih besar untuk memiliki satu halaman yang ditangani secara konsisten lintas platform dan user-agent. Tentu saja, kebanyakan pengembang yang membuat aplikasi Web kaya fitur tahu bahwa skrip yang reliabel membutuhkan dokumen untuk diuraikan oleh User-Agents tanpa adanya galat tak terduga, dan meyakinkan bahwa markah dan CSS mereka divalidasi sebelum membuat lapisan interaktif kaya fitur berikutnya.
Ketika disurvei, sekelompok besar profesional Web akan menyatakan bahwa galat validasi adalah hal pertama yang mereka cek ketika mencari bug dalam styling atau scripting.
Validasi sebagai uji kualitas yang terbukti untuk masa depan
Menguji bahwa suatu halaman "tampak baik" di beberapa peramban Web masa kini mungkin suatu alasan yang menjamin bahwa halaman itu akan "berfungsi" hari ini, tetapi tidak menjamin untuk esok hari.
Dulu, banyak pengarang Web yang percaya pada hasil uraian Netscape 1.1 tiba-tiba menemukan halaman mereka tampak kosong total di Netscape 2.0. Walau Internet Explorer dikenali memiliki bug serupa dengan Netscape, peramban itu kini mulai mengadopsi standar di versi terbarunya.
Validasi adalah salah satu cara paling sederhana untuk menguji bahwa sebuah halaman Web telah dibangun sesuai standar Web, menyediakan satu dari garansi paling reliabel bahwa platform Web masa depan akan menanganinya sesuai desain.
Validasi mempermudah pemeliharaan
Cukup beralasan mempertimbangkan bahwa standar seperti HTML dan CSS adalah suau bentuk "coding style" yang disetujui secara global. Membuat halaman atau aplikasi Web mengacu pada cara penulisan markah yang diterima luas membuatnya lebih mudah dipelihara, meskipun pemeliharaan dan evolusi dilakukan oleh orang lain.
Validasi membantu mengajarkan praktik yang baik
Banyak profesional telah menyajikan Web dengan HTML dan CSS selama bertahun-tahun dan mengenali teknologi tersebut secara mendalam. Pemula dan pelajar, di sisi lain, akan menemukan perkakas pengujian otomatis sebagai yang tak bernilai dalam menemukan kesalahan. Beberapa guru juga menekankan bahwa tes validasi otomatis adalah sebuah pengenalan yang baik untuk menuju tahap selanjutnya, konsep kualitas yang kompleks seperti aksesibilitas.
Validasi adalah tanda profesionalisme
Saat ini, sedikit atau tidak ada sertifikasi untuk profesional Web, dan hanya sedikit universitas mengajarkan teknologi Web, membiarkan pencinta Web belajar sendiri, dengan kesuksesan yang bervariasi. Profesional yang berpengalaman akan bangga membuat Web menggunakan semantik dan markah yang baik, memisahkan CSS dan konten, dan lain-lainnya. Validasi lalu dapat digunakan sebagai tes cepat untuk memeriksa apakah markah itu adalah karya pengarang HTML berpengalaman, atau quickly hacked-together tag soup.
Pertanyaan yang sering diajukan
Validasi, sebagaimana tiap proses debugging code, kadang sulit, dan perbaikan yang luas pada koreksi galat otomatis telah membuat peramban modern mampu mengatasi galat HTML dan CSS dengan sangat baik. Ini membuat validasi tampak percuma atau dianggap buang-buang uang bagi kebanyakan orang, dan pertanyaan-pertanyaan (pernyataan) berikut mengemuka:
"Situs saya terlihat dan berfungsi baik-baik saja - tidak cukupkah itu?"
Jawaban untuk ini adalah bahwa bahasa markah tidak lebih dari format data. Jadi situs Web tidak berwujud apapun! Dia hanya tampak secara visual karena disajikan oleh peramban Anda.
Dalam praktiknya, peramban yang berbeda dapat menyajikan halaman yang sama dengan sangat berbeda. Ini memang biasa terjadi, dan bukanlah bug dari peramban. Istilah yang kadang digunakan untuk hal ini adalah WYSINWOG - What You See Is Not What Others Get/apa yang Anda lihat belum tentu sama dengan yang orang lain dapatkan (meskipun kebetulan). Itu memang salah satu prinsip kekuatan Web, bahwa (contohnya) seorang penyandang disabilitas kebutaan dapat memilih versi cetak yang sangat besar atau teks ke suara tanpa pengelola Web harus repot menyediakan tiap edisi yang berbeda.
"Banyak situs Web di luar sana tidak valid - termasuk perusahaan-perusahaan ternama"
Ingatlah: perusahaan dengan nama besar mengharapkan orang-orang untuk berkunjung karena nama besarnya, meskipun situs Webnya mengerikan/dreadful. Dapatkah Anda menghasilkan kemewahan itu?
Meskipun Anda dapat melakukannya, inginkah Anda berisiko berada di sisi yang salah secara hukum jika situs Anda terbukti tidak aksesibel terhadap - misalnya - seorang penyandang disabilitas yang tidak dapat memakai peramban Web 'konvensional'? Aksesibilitas adalah hukum di banyak negara. Ketika validasi tidak memberi garansi aksesibilitas (tidak ada pengganti pendapat umum), sebaiknya ini merupakan suatu komponen penting dari latihan "ketekunan". Sudah lebih setahun sejak sidang memenangkan kasus pertama seorang pengguna penyandang disabilitas kebutaan melawan pemilik situs Web yang ditemukan tidak aksesibel (Maguire vs SOCOG, Agustus 2000).
"Validasi berarti situs Web yang membosankan, dan kaku dalam kreativitas"
Itu mungkin terjadi di beberapa dekade yang lalu, ketika validasi adalah sebuah perkakas pilihan yang membuat orang lebih tertarik memanfaatkan kekuatan bahasa markah dibanding membuat desain yang indah untuk konten mereka; ketika banyak desainer tidak berpikir tentang dasar dari teknologi Web dan ingin membuat situs Web yang indah tapi mudah dan tidak reliabel.
Argumen ini diperdebatkan saat ini. Di masa lalu, kebanyakan situs Web yang menarik perhatian, kaya konten dan desain, dibangun dengan standar (X)HTML, CSS dan scripting.
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.
Comment by riesurya on October 4, 2009 at 02:11:39
using Firefox 3.0.14 on Windows XP
Kenapa harus divalidasi?
kalo saya sendiri (alasannya) mungkin karena kebiasaan purifikasi dan validasi saat praktikum kualitatif,kuantitatif dan sintesis (alasannya maksa banget ...:D).
alasan yang gak maksa-2 amat:
kalo bisa rapi dan bersih kenapa tidak (gak harus sih, namanya juga belajar. setuju kan mas Dani ? :) )
Comment by Dani Iswara on October 4, 2009 at 07:39:35
using Firefox 3.5.3 on SuSE
riesurya,
yak setuju. kalo ngga dievaluasi, divalidasi, gemana tau kebenarannya atau galatnya dimana. apalagi dengan semakin baiknya standar web di sisi peramban. peramban yang ngga standar, ke laut aja. :D
Comment by Cahya on December 14, 2009 at 22:19:41
using Firefox 3.5.5 on Windows Vista
Ga valid-valid, ternyata memang tidak berbakat dalam desain web, hiks :(
Comment by Dani Iswara on December 15, 2009 at 02:21:28
using IceWeasel 3.5.5 on Debian GNU/Linux
Cahya,
sudahlah, ngga usah dipaksa. Lagian, siapa juga yang memaksa. :)
Comment by Cahya on December 15, 2009 at 05:36:37
using Firefox 3.5.5 on Windows Vista
Ha ha, tapi memperbaiki script itu mendebarkan, seperti menyusun puzzle - kemudian boom! - akhirnya rusak semua, sepertinya:
"Kami terima bongkar script tapi tidak terima pasang" Jadinya seperti anak kecil yang belajar membongkar mainannya (he he, merasa muda lagi, padahal sudah banyak beruban) :D
Comment by Dani Iswara on December 15, 2009 at 06:42:50
using IceWeasel 3.5.5 on Debian GNU/Linux
Cahya,
kalo males masang Windows+Apache+MySQL+PHP (WAMP), pake web developer itu aja. :)