Jam Tangan Replika dan Open Source

June 9, 2009 – 05:04 by Dani Iswara. Words count: 617.
Last updated: Saturday, August 22, 2009 at 13:20.

Arloji atau jam tangan replika ternyata memiliki ‘kemiripan’ dengan open source (sumber terbuka). Kecuali legalitas tentunya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring:

ar·lo·ji n
jam kecil, biasa dipakai pada pergelangan tangan atau ditaruh dalam saku.

jam n
alat untuk mengukur waktu (seperti arloji, lonceng dinding); …
– tangan jam (arloji) yang dikenakan pada pergelangan tangan;

Jadi, untuk selanjutnya pada tulisan ini, maksud kata arloji akan mengacu pada jam tangan.

Sedangkan kode terbuka berarti: bukan hanya kebebasan mengakses kode sumber, tapi juga harus memenuhi sepuluh butir sesuai definisi open source.

Arloji Replika (replica wrist watches)

Ada yang menganggap jam tangan sebagai perhiasan. Hingga harus disesuaikan dengan pakaian. Ada yang membutuhkan sisi fungsionalnya. Misalnya untuk aktivitas luar ruangan, naik gunung, memancing, olahraga (lari, berenang, bahkan menyelam). Ada juga yang menganggapnya sebagai barang koleksi.

Level arloji

The Swatch Group adalah kelompok multinasional terbesar pembuat/perajin, sekaligus penyalur (mesin, komponen) dan penjual arloji di Swiss. Kelompok ini membagi level arloji-perhiasan (di Eropa) menjadi kelas-kelas berikut:

  1. Mewah: merek Breguet, Blancpain, Glashütte Original, Jaquet Droz, Léon Hatot, Omega, Tiffany & Co.
  2. Atas: Longines, Rado, Union Glashütte.
  3. Menengah: Tissot, ck watch & jewelry, Balmain, Certina, Mido, Hamilton.
  4. Dasar: Swatch, Flik Flak.
  5. Label khusus: Endura.

Merek terkenal lain yang mulai memproduksi/merakit mesin sendiri (in-house) diantaranya: Rolex, Breitling, IWC, Omega, Panerai, Chopard, Orient, Tag Heuer, dan lain-lain.
Asia dengan merek Seiko, Casio, Citizen, Alba (grup Seiko), memiliki mesin tersendiri (Miyota).

jam tangan IWC, Omega, Rolex

Gambar 1. Jam tangan IWC, Omega, Rolex.
Sumber: situs resmi situs IWC, Omega, Rolex.

Replika, antara seni dan mainan

Menurut saya, istilah (arloji) replika muncul karena: kebutuhan/permintaan dan kreativitas/seni. :)

  • Ada pabrikan resmi yang memang mengeluarkan seri replikanya. Sering juga disebut re-issue atau re-edition. Replika versi aslinya yang pernah sukses di masa lalu.
  • Ada juga yang hanya ‘copy-paste’ versi orisinil/aslinya.
    • Terutama bagi komponen arloji yang sudah tidak diproduksi lagi.
    • Harga merek asli tidak terjangkau.

Dengan kata kunci ‘replica watch‘ di Google, dari beberapa sumber, arloji replika kurang lebih mengandung konsep:

  • kopi/salinan suatu merek arloji,
  • kualitas tertentu (detail struktur, bahan, dan fungsinya nyaris tidak bisa dibedakan dengan versi otentiknya),
  • harga yang lebih terjangkau.

Ada juga istilah KW1, KW2, KW Super, dan sebagainya. KW mengacu pada kata ‘kualitas’. Standardisasi mana yang digunakan untuk istilah KW? Siapa yang menentukan pengelompokan ini? Pedagang? Perakit? :)

Replika tetaplah bukan asli. Lebih tepat disebut barang tiruan/palsu (dari merek tertentu), mainan. Menyerupai aslinya. Baik rupa dan fungsi. Pelanggaran hak paten?

Jam tangan replika ibarat open source?

Jam tangan replika, menurut mesin, komponen dan perakitannya, biasanya dibagi menjadi: buatan China, Jepang (mesin Miyota), Swiss (mesin ETA SA, Valjoux, plus fungsi ‘chronograph’-nya). Istilah ‘Swiss Made’ mengacu pada produk dengan mesin ETA/Valjoux, komponen, perakitan, uji kualitas, keseluruhan proses dan bahan di/dari Swiss. Beberapa merek memajang istilah ini demi penjualan semata, tanpa kualitas sebenarnya.

Sebuah arloji (orisinil, replika, palsu) dengan kombinasi:

  • Mesin dan penggeraknya/’movement’
    • Tipe analog dan digital. Baik bertenaga batere, mekanik (manual, otomatis), tenaga surya, atau kombinasi batere dan mekanik (ala Kinetic-nya Seiko).
    • Asli Swiss (ETA/Valjoux) atau Jepang (Miyota).
    • Produksi lainnya (misalnya Ronda, ISA, Hattori).
  • Komponen/bahan ‘casing’, rantai atau gelang/’bracelet’, tali (kulit, sintetis), ‘clasp’, kaca/’cover’ (sapphire, mineral, plastik mika), plat latar (‘dial’) dan penandanya (‘hands’), lapisan radium (untuk kesan menyala dalam gelap)–tanpa radiasi berlebihan, lapisan emas, dan pernak-pernik lainnya. Lihat di anatomi arloji.
  • Kualitas ‘water resistance’. Lihat tanya jawab level tahan air.

Maka suatu sistem operasi open source seperti Linux, dalam hal ini distribusi/distro, merupakan kombinasi:

  • Kernel Linux sebagai inti.
  • Desktop GNOME, KDE, LXDE, Fluxbox, atau lainnya.
  • Aplikasi perkantoran, grafis, multimedia, permainan, server, dan sebagainya.

Arloji replika mungkin nyaris sulit sekali dibedakan dengan aslinya. Tapi distro Linux justru memiliki ciri khas tersendiri. Distro Linux bebas dikustomisasi dan dikembangkan. :)

Apakah lazim ada jam tangan replika/rakitan/kanibal edisi generik? Bukan sekadar membeli merek? Seperti Slackware dan Linux From Scratch (LFS)?

Situs dan milis seputar perarlojian di Indonesia:

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Jam Tangan Replika dan Open Source by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

11 Responses to post titled: Jam Tangan Replika dan Open Source

  1. Comment by rismaka on August 14, 2009 at 17:00:41
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows XP

    Saya agak bingung dengan tujuan penulisan artikel ini, apakah secara khusus membahas tentang arloji kah, atau ingin membandingkan atau menganalogikan dengan linux, terkait open sourcenya? Atau jangan2 ini mainan baru gara-gara pak dokter sudah beli arloji baru? :P

  2. Comment by rismaka on August 14, 2009 at 17:02:40
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows XP

    Saya sendiri punya arloji dok, merk ARMY (ga terkenal banget deh..), tapi sekarang rusak, baterenya habis :D

  3. Comment by Dani Iswara on August 14, 2009 at 17:45:53
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Gentoo Linux

    rismaka,
    mestinya mungkin jadi beberapa seri khusus arloji dulu. tapi baca seputar arloji itu butuh waktu, ternyata.. :)

    setelah beberapa kali diskusi dengan para penjual, pemilik toko, kolektor dan tukang servis arloji, ternyata kebanyakan produk toko kelas menengah ke bawah adalah hanya menjual merek. kemasan dan nama mungkin baru. :D padahal mesin dan komponennya kebanyakan sama.

    jadi inget Linux yang kolaborasi itu. :D
    kalo disuruh milih, mungkin saya pilih arloji generik aja. seperti slackware. :) yang penting fungsional.

  4. Comment by Dani Iswara on August 14, 2009 at 17:52:40
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Gentoo Linux

    rismaka,
    saya justru pengen tahu, apa merek masih berpengaruh terhadap prestise/gengsi di kalangan umum? toh asli, replika, dan KW lumayan sulit dibedakan oleh awam. :)

    kalo di linux, apakah sekadar merek distro mampu membuat penggunanya fanatik abis.. :D

  5. Comment by Cahya on August 15, 2009 at 23:05:13
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows Vista

    Arloji saya merek Tetonis, digunakan selalu selain karena fungsi juga merupakan benda peninggalan bersejarah (he he, harta rampasan dari adik sendiri).

    Kalau Tag Heuer itu sih merk gagang kaca mata saya :D (walau tentu perusahaan itu termasuk salah satu perusahaan pembuat jam tertua di dunia).

    Saya ga begitu pandang merk, atau orisinalitas, yang penting kualitas dan fungsi dan nilai tambah “X”-nya. Tapi tentu saja menghargai jerih payah orang lain, produk genuine tentu akan menjadi salah satu nilai tambah “X” tersendiri.

  6. Comment by Dani Iswara on August 15, 2009 at 23:26:36
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Gentoo Linux

    Cahya,
    kualitas umumnya berbanding lurus dengan orisinalitas dan harga kan ya..?

    tertipu barang palsu itu kadang menyakitkan..kecuali menyadari sedari awal.

    menyarankan ‘jangan beli bajakan’ mungkin berlaku juga disini. :)

  7. Comment by Cahya on August 16, 2009 at 00:22:10
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows Vista

    Well, ya…, bisa dibilang begitu. Namun tidak selalu Bli.

    Misalnya, orisinalitas ayam betutu di dapur saya masih lebih bagus kualitasnya (rasanya) daripada di rumah makan terkenal, harganya juga jatuh lebih murah, walau sedikit hitam karena hangus.

    He he, perumpamaan yang dipaksakan :D

  8. Comment by Suwahadi on August 16, 2009 at 01:48:21
    using Safari 530.19.1 on Windows XP

    Hahahaha, bisa aja pak. Antara arloji dan Open Source akhirnya nyambung juga :D

    Salam kenal ya?

  9. Comment by Dani Iswara on August 16, 2009 at 06:52:26
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Gentoo Linux

    Cahya,
    kapan undangan makan betutunya? :D

  10. Comment by Dani Iswara on August 16, 2009 at 07:16:10
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Gentoo Linux

    Suwahadi,
    salam kenal..
    biar sedikit maksa, tapi nyambung juga kan.. :D

  11. Comment by Cahya on August 16, 2009 at 13:09:42
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows Vista

    Kalau saya sudah bisa masak betutu sendiri Bli, habisnya ga pernah tega buat motong tu ayam. Akhirnya kebagian tugas mencicipi melulu :D

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Web Readability on Dark Background
‹‹ Newer entries: Unessential blog writing