Keterbacaan Web Latar Gelap - 2

Posted: June 19, 2009 at 11:13:38 by Dani Iswara. Words count: 863.
Last updated: July 31, 2010 at 11:58:04.

Hal aksesibilitas pada pengguna dengan keterbatasan penglihatan (visually impaired) dan tata bahasa akan diabaikan pada tulisan ini. Lihat kembali bagian pertama di Web Readability on Dark Background di blog Dani Iswara .Net. Tulisan ini (dan lainnya) tertunda demi memperoleh sumber bacaan lain. Umumnya teks gelap di atas latar terang lebih dianjurkan untuk segala kondisi atau untuk menjangkau pengguna yang lebih luas. Di alam nyata berlaku kondisi berikut. Melihat di lingkungan terang lebih nyaman dibanding ruang gelap. Asal tidak terlalu terang seperti berkendara di jalanan berkapur saat teriknya matahari. Di dunia komputer, web khususnya, teks hitam (#000) di atas latar putih (#fff) pun bisa jadi bukan pilihan yang tepat. Karena dianggap terlalu kontras. Apalagi jika whitespace yang benar-benar berwarna putih dianggap terlalu luas atau banyak mendominasi. Sehingga pancaran cahaya layar monitor menjadi menyilaukan mata. Apalagi untuk membaca jangka lama. Pada kondisi tersebut, bisa dicoba menyesuaikan kontras dan tingkat pencahayaan layar monitor. Layar LCD biasanya lebih bersahabat dibanding CRT. Direkomendasikan pula, setidaknya warna hitam yang lebih lembut seperti #333 di atas #fff (The 100% Easy-2-Read Standard dari InformationArchitects.jp). Itu pun mesti didukung lagi oleh tipografi tertentu. Lalu mengapa latar terminal/console (tanpa masuk ke sistem X) pada sistem operasi komputer umumnya gelap? Dan para administrator menyukainya serta mampu bekerja berlama-lama? Membaca di web (baca: layar komputer) sebenarnya lebih berupa screening--screen-reading atau membaca cepat. Pengunjung/pembaca menelusuri poin-poin penting (dilakukan misalnya mulai dari halaman hasil pencarian Google hingga weblog yang dituju) pada konten. Baik itu teks spesial berwujud judul, sub judul, anak sub judul (h1-h3), list, huruf tebal (strong), miring (em), dan bergaris bawah (hanya untuk pranala). Terutama yang bermakna semantik. Bukan sekadar presentasional seperti pada b dan i. Tujuannya untuk menemukan yang dicari atau memahami isi konten dengan lebih cepat.

Teks gelap di atas latar terang lebih disarankan untuk web

Beberapa sumber yang menyarankan warna teks gelap di atas latar terang:
Research studies consistently show that dark text on a plain background elicits reliably faster scanning and reading performance than on a medium-textured background. When compared to scanning or reading light text on a dark background, people read black text on a white background up to thirty-two percent faster. In general, the greater the contrast between the text and background, the easier the information is to scan or read (Use dark Text on Plain dari US Department of Health & Human Services).
Dari sisi ergonomi (ilmu tentang hubungan di antara manusia, mesin yang digunakan, dan lingkungan kerjanya), ditemukan:
Reading text from computer screens is better when text is printed in dark letters on light background (positive polarity) than when it is printed in light letters on dark background (negative polarity). An experiment is presented that tests whether this positive polarity advantage is due to the fact that overall display luminance is typically higher for positive than for negative polarity displays. ..... Readability of text presented on computer screens (e.g. on websites) is better when the overall display luminance level is high, as in positive polarity displays (dark letters on light background) ... (The advantage of positive text-background polarity is due to high display luminance oleh Buchner A., Mayr S., dan Brandt M. dari Universitas Dusseldorf, Jerman).

Web berlatar gelap dimungkinkan

Text should be printed with the highest possible contrast. There is good evidence that for many readers who are older or partially sighted, light (white or light yellow) letters on a dark (black) background are more readable than dark letters on a light background. However, the traditional dark on light may be aesthetically preferable (Making Text Legible dari LightHouse.org).
Pilihan, kebiasaan, dan kondisi pengguna ternyata menentukan. Bagi penggemar video games (yang kebanyakan permainan berlatar gelap), fotografi, narablog foto (photoblogger), narablog video, sebagai penanda merek, ciri khas, latar gelap mungkin menjadi hal yang biasa dan terasa lebih nyaman. Pun terasa bernilai seni tertentu. Termasuk yang terbiasa bekerja (apalagi di malam hari) dengan penerangan yang kurang. Seperti diceritakan di bawah:
But the outcry against black could be heard amongst the crowd. "Hard to read", they say. I've been looking at this design most evenings for a couple months now and actually found it comfortable on the eyes. Why is that? And then it dawned on me...I was always looking at the design in the evening, often working in the dark. Looking at it during the daytime with the bright sun beaming in, I actually found myself preferring the contrast mode on (Reboot: Light vs Dark dari Snook.ca).
Desain latar gelap juga dimungkinkan pada berkas presentasi yang menyajikan jumlah teks terbatas. Apalagi didukung oleh ruangan yang gelap. Peserta jadi lebih fokus pada materi presentasi. Jika ruangan tidak cukup gelap, materi berlatar terang lebih dianjurkan. Mengingat blog jarang menampilkan teks sebanyak, katakanlah 3000 lebih karakter, dalam satu konten, pada satu halaman, tidak termasuk komentar, iklan, dan aksesoris lain, maka sangat bisa diterima jika pengelola weblog memilih latar hitam. Hal-hal umum dan khusus di atas mungkin akan terabaikan. Latar gelap atau terang tidak masalah. Terutama pada kondisi:
  • Konten memang menarik atau mejanjikan.
  • Penulisnya ternama.
  • Blognya ternama.
Konten akan tetap menarik untuk dibaca dan dicerna. Antitesis. Apapun pilihan warnanya, sebagai pengguna, jika perlu, sesuaikan kontras layar monitor. Atau manfaatkan fitur aksesibilitas di tiap peramban untuk menyesuaikan kondisi mata dan kesukaan anda. :) Tertarik dengan makna pilihan warna desain weblog anda? Kunjungi Psikologi dan Arti Warna pada Desain Blog di blog Dhenk.com. Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Keterbacaan Web Latar Gelap - 2 by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

5 Responses to post titled: Keterbacaan Web Latar Gelap - 2

  1. Comment by dhenk on October 16, 2009 at 21:12:02
    using Firefox 3.5.3 on Windows XP

    Terima kasih banyak bro sudah memberikan tautan ke salah satu tulisan ku... :-)

  2. Comment by Dani Iswara on October 16, 2009 at 22:24:56
    using Firefox 3.5.3 on SuSE

    dhenk,
    tulisan-tulisan menarik harus sama-sama dinikmati lah. :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Aksesibilitas Web pada Lansia - Dani Iswara .Net on October 15, 2009 at 06:24:44
    WordPress abc

    [...] cukup. Dapat diperiksa dengan perangkat colour contrast analyzer–ekstensi Firefox. Baca juga Keterbacaan Web Latar Gelap. Sesuai dengan Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0 kriteria sukses 1.4.3, 1.4.6 atau [...]

  2. Pingback by Mencoba Latar Pastel untuk Area Posting | KafeGue.com on June 12, 2010 at 17:14:00
    WordPress 2.9.2

    [...] kira ada benarnya juga pernyataan di atas (dikutip dari artikel Keterbacaan Web Latar Gelap). Kelelahan baca akibat penggunaan latar putih akan lebih mudah terjadi jika theme/template yang [...]

  3. Pingback by Jika Saya Pengunjung Blog - Unessential Weblog on June 15, 2010 at 05:39:02
    WordPress abc

    [...] terang? Dengan moda tanpa gambar, banyak halaman Web ternyata masih sulit diakses. Baca kembali Keterbacaan Web Latar Gelap di Dani Iswara .Net. Saya mengagumi pengguna yang tahan membaca lama konten berteks terang di atas [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Narablog Dokter sudah Punya Etika
‹‹ Newer entries: Mengapa Validasi HTML?