Narablog Dokter sudah Punya Etika

June 16, 2009 – 17:32 by Dani Iswara. Words count: 91.
Last updated: Saturday, August 1, 2009 at 18:25.

Narablog (blogger) dokter sebenarnya sudah memiliki beberapa acuan etika. Sebutlah versi:

Memang belum ada yang bahasa Indonesia. Entah apakah rekan-rekan di Atoma (Advanced Technology of Medical AtmaJaya) jadi mengembangkannya.

Jika memang akan disusun demikian, tinggal mengombinasikan poin-poin di atas dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki). Tujuan umumnya tentu seputar melindungi para pengguna, yaitu narablog dan pembaca/pengunjung.

Yang mungkin akan menjadi pertimbangan:

  1. Blog menjadi ‘kurang bebas’ lagi?
  2. Sulit membedakan antara konten dan iklan/’jualan’?
  3. Perlu tahu identitas pengelola blog?
  4. Keakuratan sumber informasi.

Perlukah narablog dokter mengikuti etika tambahan mengelola blog? :)

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Narablog Dokter sudah Punya Etika by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

26 Responses to post titled: Narablog Dokter sudah Punya Etika

  1. Comment by Cahya on August 1, 2009 at 22:11:50
    using Mozilla Firefox 3.5.1 on Windows Vista

    Hmm…, duh duh…, W3C saja belum lulus, sekarang ada yang baru, kalau gitu saya setuju tulisan Bli Dani, jika dokter sebaiknya tidak nge-blog (bikin ‘belog’ orang saja) :D

    Namun bagaimana pun, tulisan profesi memang sebaiknya memenuhi standar profesi sesuai dengan etika profesi, kita kan ga lagi jualan “jamu”. (Padahal aku seneng banget beli jamu gendong tradisional, hiks…)

  2. Comment by Dani Iswara on August 2, 2009 at 03:25:26
    using Mozilla Firefox 3.5.1 on Gentoo Linux

    Cahya,
    karena blog kita juga bisa tahu masih ada langit di atas langit..

    lalu seberapa yang disebut jualan? :)

  3. Comment by Cahya on August 2, 2009 at 05:43:52
    using Mozilla Firefox 3.5.1 on Windows Vista

    Hmmm…, seberapa banyak ya lapisan itu :)

    Kiasannya “jualan jamu gendong”, kita tidak bisa “menjajakan” pengetahuan kedokteran dari pintu ke pintu dan berkata, “wah resepnya memang demikian”, namun setiap tulisan memerlukan “tanggung jawab moril” akan adanya suatu pemahaman “clinical based & reasoning”.

    Saya tidak menekankan “jualannya” lho, tapi “jamu”, kita ga bisa sekadar menulis dan berkata “nak mula keto” :D

  4. Comment by dyagnoz on August 3, 2009 at 14:25:06
    using Mozilla Firefox 2.0.0.14 on Windows XP

    iya sih rada repot bang …hmm tp mantap !

  5. Comment by ganda on August 3, 2009 at 15:13:33
    using Internet Explorer 8.0 on Windows XP

    kalau bang dani sendiri bagaimana? *maaf kalau balik nanya bang, saya bukan dokter soalnya* hehhehe

  6. Comment by Dani Iswara on August 4, 2009 at 07:17:52
    using Mozilla Firefox 3.5.1 on Gentoo Linux

    dyagnoz,
    sekalian edukasi ke pengguna bahwa tulisan di Internet belum tentu kebenarannya, dokter sekalipun.

  7. Comment by Dani Iswara on August 4, 2009 at 07:21:50
    using Mozilla Firefox 3.5.1 on Gentoo Linux

    ganda,
    kan sebagian pengguna menganggap perlu adanya etika narablog/blogger. seperti etika milis, forum, Internet. jadi dokter dan kalangan kesehatan sudah punya formulanya. entah dengan profesi lain.

  8. Comment by ganda on August 4, 2009 at 14:04:18
    using Internet Explorer 8.0 on Windows XP

    untuk profesi saya, saya belum tahu. apakah memang berpengaruh terhadap tidak bebasnya isi sebuah blog?

  9. Comment by Dani Iswara on August 4, 2009 at 16:31:37
    using Mozilla Firefox 3.5.1 on Gentoo Linux

    ganda,
    pengertian ‘tidak bebas’ menurut saya lebih pada disarankannya aturan dan atribut/informasi tambahan tertentu.

    misal di dunia kedokteran: tulisan editorial/pesanan sponsor disarankan memiliki identifikasi tertentu. anonim/pseudonym boleh saja. kembali pada kepercayaan pengguna/pembaca.

  10. Comment by ganda on August 4, 2009 at 17:21:17
    using Internet Explorer 8.0 on Windows XP

    apakah itu suatu keharusan dok?

  11. Comment by Dani Iswara on August 4, 2009 at 21:35:01
    using Mozilla Firefox 3.5.1 on Gentoo Linux

    ganda,
    selain hukum di AS (untuk aksesibilitas situs layanan publik) dan sejenisnya, sepertinya tidak ada yang wajib. kalo ngga ada yang nuntut/bermasalah, biasanya ngga diperumit..cmiiw :)

  12. Comment by ganda on August 5, 2009 at 12:24:14
    using Google Chrome 2.0.172.39 on Windows XP

    waw… saya baru tahu jika hukum seperti itu berlaku disana. jika situs university, itu termasuk juga kah?

  13. Comment by Dani Iswara on August 6, 2009 at 03:27:42
    using Mozilla Firefox 3.5.1 on Gentoo Linux

    ganda,
    biasanya situs-situs publik dan pemerintahan di AS dan Inggris ada pernyataan aksesibilitasnya.
    bacaan:
    508 Law,
    Disability Discrimination Act,
    Web Accessibility and the Law.

    di Indonesia, misalnya ITB, punya panduan web institusi (standar web dan aksesibilitas).

  14. Comment by ganda on August 10, 2009 at 10:07:41
    using Internet Explorer 8.0 on Windows XP

    mungkin belum semua institusi ya pak?

  15. Comment by Dani Iswara on August 10, 2009 at 10:27:23
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Gentoo Linux

    ganda,
    terkait dengan webometrics, lewat tulisan mas pupung budi purnama, Unpad memilih lebih ke SEO. tulisan di situs resmi Unpad menyebut demikian.. :)

  16. Comment by ganda on August 11, 2009 at 09:19:56
    using Internet Explorer 8.0 on Windows XP

    barusan saya cek. ternyata situsnya belum XHTML valid ya..

  17. Comment by Dani Iswara on August 11, 2009 at 11:21:08
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Gentoo Linux

    ganda,
    biasalah, awalnya valid. tapi setelah diisi konten baru jadi ngga valid lagi.

    di w3school dulu ada yang posting kode html valid versi w3c, kodenya aneh pokoknya, tapi ternyata memang ngga terbaca di peramban. :)

  18. Comment by -tikabanget- on August 16, 2009 at 11:36:51
    using Safari 525.20.1 on Mac OS X

    iya e..
    jadi bingung.
    kalo ngeblog serius sama yang cerita sehari-hari dicampur.
    jadi ndak pokus rasanya..

  19. Comment by Dani Iswara on August 16, 2009 at 17:20:59
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Gentoo Linux

    tikabanget,
    opo yo mesti pokus gitu, jeng? kan dah ada kategori masing-masing.

  20. Comment by hade on August 31, 2009 at 12:30:27
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows XP

    Memang jadi rada susah kalau bedain konten & iklan…, apalagi kalau berangkatnya dari awal utk “jualan”.

  21. Comment by Dani Iswara on August 31, 2009 at 12:37:20
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux

    hade,
    memang ada tulisan berbayar yang sulit dibedakan. itupun karena isinya benar-benar bermanfaat. hanya saja tautannya memang berniat jualan. :D

  22. Comment by Aulia on December 23, 2009 at 17:40:37
    using Mozilla Firefox 3.0.1 on Windows XP

    wah keren juga nih

  23. Comment by Dani Iswara on December 23, 2009 at 18:43:56
    using Mozilla Firefox 3.5.6 on openSUSE Linux

    Aulia,
    d*mn, saya selalu ketar-ketir kalau ada bau h4ck3r di sini. :)

  24. Comment by M Mursyid PW on January 23, 2010 at 20:47:14
    using Mozilla Firefox 3.5.7 on Windows XP

    Dokter profesi sangat terhormat, namun ngeblog juga tidak akan mengurangi kehormatan seorang dokter. Justru menurut saya dokterpun perlu ngeblog. Apa salahnya berbagi ilmu kesehatan dengan kita orang awam? Tentu saja dengan memperhatikan kode etik kedokteran yang berlaku.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Trekking Panduan Etika Blog - Dani Iswara .Net on October 25, 2009 at 13:57:30
    using WordPress abc

    [...] kesehatan/kedokteran sudah punya etika blog (di Dani Iswara .Net). Ada Health on the Net code of conduct (HONcode) dan MedBloggerCode. Sedikit [...]

  2. Pingback by Kode Etik Narablog Dokter dan Petugas Kesehatan - Bhyllabus on January 23, 2010 at 20:19:32
    using WordPress 2.9.1

    [...] Ada beberapa etika yang selayaknya berada dalam ranah yang tepat, walau mungkin belum ada kesepakatan yang resmi di bagaimana hal ini di ataur di Indonesia. Narablog Dani Iswara pernah mengulasnya dalam tulisan “Narablog Dokter sudah Punya Etika“. [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Sure, they are links
‹‹ Newer entries: Keterbacaan Web Latar Gelap – 2