Distro Linux Versi Baru, Fresh Install atau Upgrade?

Posted: August 16, 2009 at 16:59:03 by Dani Iswara. Words count: 439.
Last updated: September 22, 2009 at 07:03:11.

Tulisan ini dibuat dengan asumsi pembaca pernah memasang dan menggunakan distribusi GNU/Linux dalam jangka waktu tertentu. Beberapa istilah tidak didefinisikan ulang. Dukungan security updates suatu distribusi/distro Linux versi gratis umumnya hanya berlangsung beberapa bulan setelah 2 versi berikutnya dirilis. Saat distro GNU/Linux versi baru dirilis hingga dua kali setahun, pengguna dihadapkan pada pilihan:
  • Tetap memakai versi lama.
  • Memasang versi terbaru
    • Fresh install.
    • Upgrade.

Tetap memakai versi lama

Konsekuensinya:
  • Paket perangkat lunak mungkin masih memiliki fitur yang kurang mutakhir. Misalnya pemutakhiran Pidgin untuk transfer berkas dan pergantian server Yahoo Messenger yang lalu (dan kamera video kelak).
  • Sistem stabil. Lihat distro Debian GNU/Linux versi stabil!
  • Dukungan penambalan lubang keamanan terbatas. Ubuntu memiliki versi Long Term Support (LTS) dengan dukungan security updates sekitar 3 tahun untuk desktop dan 5 tahun untuk server. Distro versi gratis lainnya rata-rata hanya mendukung masa bantuan sekitar 1,5 tahun (18 bulan). Selebihnya disarankan untuk memakai versi terbaru. Atau gunakan Linux versi berbayar. SUSE Linux Enterprise (SLE) Server dan Desktop didukung selama 5 hingga 7 tahun (baca di SLE support lifecycle).

Memasang versi terbaru

Konsekuensinya:
  • Relatif masih banyak bug yang ditemukan.
  • Beberapa aplikasi dan repositori pihak ketiga belum siap tersedia.
Ada yang menyarankan untuk menunggu 1-2 bulan sejak rilis resmi. Hingga bug diperbaiki dan dukungan aplikasi pihak ketiga lebih banyak tersedia. Jika tetap berniat menikmati fitur terbaru, alternatifnya: fresh install dari media tertentu (CD, DVD, jaringan) atau memilih opsi upgrade dengan media yang serupa. Beberapa distro linux memiliki opsi upgrade pada installer-nya.

Konsekuensi opsi fresh install

  • Memasang kembali paket-paket aplikasi perangkat lunak yang dibutuhkan sesuai dengan versi distro. Jika berbasis kode sumber dan penyelesaian dependensi otomatis, mungkin tidak terlalu bermasalah.
  • Proses pemasangan relatif lebih singkat. Terutama jika menggunakan media CD atau bahkan DVD beserta repositorinya.
  • Otomatis tidak terjadi konflik dengan paket lawas (lihat di bawah).

Konsekuensi opsi upgrade

  • Kadang terjadi inkompatibilitas dan konflik dengan beberapa paket yang sudah terpasang.
  • Yakinkan tersedia koneksi Internet cadangan yang mumpuni. Untuk berjaga-jaga jika koneksi terputus dan proses upgrade terhambat.
  • Termasuk misalnya menyiapkan lingkungan desktop cadangan (GNOME, XFCE, LXDE, dll) jika sedang upgrade KDE yang berukuran sekitar 400-500MB.
  • Proses pemasangan relatif lebih lama jika dilakukan daring/online. Karena sistem lama harus mencapai pemutakhiran teranyar.
Disarankan untuk meletakkan penyetelan pribadi pengguna (partisi /home) terpisah dari partisi /root. Terbayang jika upgrade dilakukan pada sistem produktif. Baik desktop dan server. Butuh waktu, tenaga, dan biaya. Risiko sistem operasi open source dengan dukungan komunitas yang tidak berbayar. Perlukah pengguna baru Linux diberi informasi, bahwa sistem operasi gratis dan open source yang dimilikinya aman/secure digunakan untuk 1,5 tahun ke depan. Setelah itu harus install baru, upgrade, atau terpapar risiko keamanan. :( Kelangsungan hidup suatu sistem operasi bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi saat memilih distro linux buat pemula (Dani Iswara .Net).

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Distro Linux Versi Baru, Fresh Install atau Upgrade? by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

16 Responses to post titled: Distro Linux Versi Baru, Fresh Install atau Upgrade?

  1. Comment by Cahya on September 19, 2009 at 20:04:49
    using Firefox 3.5.3 on Windows Vista

    I chose fresh install for the next OpenSUSE Linux 11.2 :D

    Well, I'm a newbie a all, I don't get how to fix multiple bugs or a single anoying bug :)

  2. Comment by Dani Iswara on September 19, 2009 at 21:06:00
    using Firefox 3.5.3 on SuSE

    Cahya,
    fresh install then redownload and reinstall all new packages you need. I'll choose Gentoo/Arch/Sabayon Linux model, on-the-fly updated distros. :)

    But now, openSUSE with new zypper dup (distro upgrade) task will have an easy upgrade method.

  3. Comment by Cahya on September 19, 2009 at 23:40:26
    using Firefox 3.5.3 on Windows Vista

    Yes, I need something simple, because I know I'm so user minded :D

    I can't handle "command promt"-like installation methods in advance way :(

    Its hard to study all over again, when I got lazy using Windows 6.0 every day :-p

  4. Comment by Dani Iswara on September 20, 2009 at 00:18:20
    using Firefox 3.5.3 on SuSE

    Cahya,
    on openSUSE, use 11.2 repo, then update the system (how to migrate to a new openSUSE version).

  5. Comment by andif on September 23, 2009 at 20:13:39
    using Firefox 3.5.3 on Fedora 11

    siip keren ..
    salam,

  6. Comment by Dani Iswara on September 26, 2009 at 01:46:21
    using Firefox 3.5.3 on SuSE

    andif,
    masi selalu meguru ke kang andi :)

  7. Comment by fxekobudi on September 28, 2009 at 09:32:45
    using Shiretoko 3.5.3 on Ubuntu 9.04

    Menarik sekali Mas Dani.. Kebiasaan saya, yang versi Server saya lebih suka Upgrade, dan Desktop biasanya Fresh Install. Skrg saya cenderung pilih yang supportnya lama (LTS), selain lebih stabil jg hanya perlu Upgrade saja, tapi kalau ada hardware yg ngga support, ya terpaksa gunakan versi terbaru untuk praktisnya.. :D

  8. Comment by Dani Iswara on September 28, 2009 at 10:16:43
    using Firefox 3.5.3 on SuSE

    fxekobudi,
    selama windows xp kalo bisa ya.. :D tinggal upgrade yang perlu aja.

    paling praktis memang fresh install. apalagi di-install-in. :)

  9. Comment by fxekobudi on September 28, 2009 at 12:34:29
    using Firefox 3.0.14 on Ubuntu 8.04

    Kayaknya lebih lamaan Ubuntu LTS Mas.. Windows XP baru beberapa hari udah diserang virus n harus instal ulang :D

  10. Comment by Putu Shinoda on October 2, 2009 at 17:44:49
    using Firefox 3.5.3 on GNU/Linux

    Boz, makasih bgt udah main ke blog saya :)
    Juga atas luangan waktunya untuk memberikan komentar yang bermanfaat di blog saya tsb :)

    Oya, mengenai untuk sistem produktif tsb, IMHO, pengguna sendiri hendaknya sudah siap dgn hal tsb (meluangkan waktu, biaya, tenaga).

    Jika tidak, opsi lainnya, tetap gunakan sistem yg lama (yg terbukti telah stabil dgn mesin bersangkutan). Meski kemudian kendalanya adalah tdk bisa mengukit rilis terbaru suatu produk, misal kernel, browser, dll. Tp sepengetahuan saya, itu bisa dilakukan uprgade secara manual.

    Memang ada sisi positif dan sisi negatif dari setiap hasil karya manusia :)
    Saya melihat sisi positifnya dari segi "open" dan "free", dimana free itu sendiri tidak selalu gratis, tapi kemerdekaan. :)

    Salam.

  11. Comment by Dani Iswara on October 2, 2009 at 19:56:39
    using Firefox 3.5.3 on SuSE

    Putu Shinoda,
    risiko ya, bli.
    untuk mesin produktif, sepertinya enakan cukup stabil aja, setuju.

    yup, kemerdekaan memilih, memakai, memodifikasi, mendistribusikan kembali. :)

  12. Comment by sawali tuhusetya on October 16, 2009 at 00:03:11
    using Google Chrome 4.0.221.8 on GNU/Linux

    wah, saya pengguna baru ubuntu jaunty jackalope, pak dani, pakai banget lagi, hehe ... mohon pencerahan, terutama menjelang dirilisnya ubuntu karmic koala 9.10.

  13. Comment by Dani Iswara on October 16, 2009 at 04:24:28
    using Firefox 3.5.3 on SuSE

    sawali tuhusetya,
    komunitas ubuntu Indonesia dah solid amat, pak sawali. ngga salah pilih distro yang dipakai sekarang. silakan dinikmati. :)

  14. Comment by gadgetboi on December 28, 2009 at 07:34:58
    using IceWeasel 3.5.6 on Slackware

    fresh install :d alasan klasik. CD dapat dari majalah dan canonical. masih enggak mampu donlot sendiri, hehehe. nice blog BTW ... I'll visit more often. keep posting linux :D

  15. Comment by Dani Iswara on December 28, 2009 at 09:13:20
    using Shiretoko 3.5.6 on GNU/Linux

    gadgetboi,
    kalo punya installer-nya, lebih enak buat jaga-jaga kalo perlu install ulang.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Rolling Release Distro Linux - Dani Iswara .Net on January 5, 2010 at 18:15:40
    WordPress abc

    [...] Baca juga di Dani Iswara .Net tentang Distro Linux versi baru, ‘fresh install’ atau ‘upgrade’? [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Kebergunaan URL Singkat
‹‹ Newer entries: Apa enaknya Twitter dari Ruang Operasi?