Mencoba HTML 5
September 6, 2009 – 10:19 by Dani Iswara. Words count: 483.HTML 5 sedang dirancang oleh W3C untuk meneruskan kesuksesan HTML 4 dan XHTML 1. Nampaknya HTML 5 akan menjadi favorit seperti yang terjadi pada DOCTYPE sejuta umat, XHTML 1.0 Transitional.
Kelebihan dan kekurangan HTML 5
Beberapa kelebihan yang dijanjikan pada HTML 5:
- Dapat ditulis dalam sintaks HTML (dengan tipe media
text/html) dan XML. - Integrasi yang lebih baik dengan aplikasi web dan pemrosesannya.
- Integrasi (‘inline’) MathML dan SVG dengan
doctypeyang lebih sederhana. - Penulisan kode yang lebih efisien.
- Dapat dimengerti oleh peramban lawas (backwards compatible). Sehingga istilah ‘deprecated’ tidak akan diperlukan lagi.
Yang masih diperdebatkan dalam pengembangan HTML 5:
- Makna semantik beberapa elemen presentasioal.
- Fitur aksesibilitasnya. Seperti atribut
altdansummary.
Contoh HTML 5
Kesederhanaan HTML 5:
<!doctype html>
<html>
<head>
<meta charset="UTF-8">
<title>Contoh dokumen HTML 5</title>
</head>
<body>
<p>Teks paragraf disini.</p>
</body>
</html>
Yang menarik dari kesederhanaan kode di atas:
- Tidak perlu lagi memakai
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">. Walau tag meta tersebut masih diijinkan digunakan. - Deklarasi
<!DOCTYPE html>adalah ‘case-insensitive’. Tidak harus huruf besar/kapital semua.
Sebagai XML, dengan tipe media application/xhtml+xml atau application/xml, HTML 5 cukup dideklarasikan dengan format tambahan:
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
...
di atas elemen head.
Halaman web lain yang sudah memakai HTML 5, diantaranya:
- Bruce Lawson
- Anne van Kesteren
- HTML 5 Test Page (Dani Iswara .Net). (Tentatif) Valid HTML 5 versi W3C.
Bukan kebetulan dua orang teratas adalah staf (peramban) Opera.
Elemen baru di HTML 5
Demi mewujudkan struktur halaman web yang lebih baik semantik dan aksesibilitasnya, dikenalkanlah beberapa elemen baru, diantaranya:
sectionserupa sepertih1-h6.articlebisa berupa entri blog atau tulisan konten.asidemenyajikan konten pelengkap.headerbisa menyajikan judul, deskripsi, bahkannavuntuk navigasi.footerberisi catatan kaki seperti informasi hak cipta, penulis, kontak, dan sebagainya.dialogyang dikombinasikan dengandtdandd(seperti pada halaman FAQ) dapat digunakan untuk menyajikan percakapan.- yang fenomenal adalah penggunaan elemen
figure,video,audio,source,embed,canvas, dan elemen terkait berkas multimedia lainnya.
Atribut baru di HTML 5
Dikenalkan pula beberapa atribut baru, seperti:
- atribut
media,pingpada elemen pranala, autofocus,placeholder,required,autocomplete, dan sebagainya, terkait elemeninputdanform,reversedpada elemenoluntuk urutan besar ke kecil.
Perubahan makna elemen
Ada beberapa elemen yang berubah makna, diantaranya:
- Elemen
bdilegalkan sebagai tipografi penegas, seperti pada kata kunci yang ingin ditonjolkan, tidak ‘deprecated’ (bukan fitur yang dianggap usang). Tidak lebih dari itu. Jadi tetap tidak bermakna semantik tertentu. Hal yang sama berlaku pula untuk elemeni. - Elemen
strongmenegaskan level kepentingan, bukan sekadar penekanan emphasis lagi. - Elemen
hrdapat digunakan untuk memisahkan level paragraf sesuai pokok pikirannya. - dan lain-lain.
Elemen dan atribut yang tidak digunakan
Berikut ini beberapa elemen dan atribut yang tidak lagi muncul pada HTML 5:
center,font,strike,u,big,frame,frameset,noframes,acronym,longdesc,scopepadatd,- dan sebagainya.
Kesiapan peramban
Peramban bermesin Presto (Opera) versi terbaru nampak lebih banyak mendukung elemen baru HTML 5. Sementara peramban berbasis Gecko (Firefox dan turunannya), WebKit (Safari, Chrome, Midori), dan Trident (Internet Explorer) versi terbaru baru mendukung sebagian fitur HTML 5.
Bacaan:
- HTML 5 (W3C).
- HTML Design Principles.
- HTML 5 differences from HTML 4.
- Comparison of layout engines (HTML 5).
Last updated: Sunday, September 20, 2009 at 19:54
Comment by afwan auliyar on September 6, 2009 at 11:02:49
using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows Server 2003
wew…. sepertinya menarik neh
boleh disimak keknya
Comment by choen on September 7, 2009 at 15:03:34
using FirePHP 0.3
wah makasih nih, penjelasannya lengkap banget, jadi tambah paham sama HTML 5. Tapi gimana yah misalnya penggunaan element
sectiondigunain untuk mengganti penggunaan div, diluar dari element baru HTML. misalComment by jenggo on September 7, 2009 at 18:08:36
using GNU IceCat 3.5.2 on Zenwalk Linux
Enaknya html5 nerima ‘penulis html’ yang udah fokus ke xhtml strict.. haha..
untung masih lama (2022 baru jadi standar umum yah? CMIIW), masih sempet biasain sama doctypenya yang pendek itu.. ehehe..
Comment by dani on September 8, 2009 at 00:59:50
using Opera 10.00 on GNU/Linux
choen,
maaf, kodenya kepotong bos..
baca juga pengalaman choen mempraktikkan HTML 5 di templat klasik blogspotnya.
Comment by Dani Iswara on September 8, 2009 at 01:20:35
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
jenggo,
(dikembangkan sejak 2003) 2022 perkiraan para peramban siap mendukung HTML 5. mungkin saja HTML 5 sudah siap dirilis resmi sebelum tahun tersebut. tapi masih parsial didukung oleh para peramban modern. cmiiw
Comment by fxekobudi on September 8, 2009 at 09:45:17
using Mozilla Firefox 3.0.13 on Ubuntu Linux 9.04
Wah, saya sudah ketinggalan info nih..
Comment by ardianzzz on September 8, 2009 at 11:21:31
using Mozilla Firefox 3.0.1 on GNU/Linux
wah wah wah.. dah keluar ya?
tp saya lebih tertarik dengan CSS3
hehehe
Comment by Dani Iswara on September 8, 2009 at 13:01:29
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
fxekobudi,
masi anget kok, pak..bisa juga mulai disinggung buat para siswanya.
Comment by Dani Iswara on September 8, 2009 at 13:14:29
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
ardianzzz,
CSS3 juga menarik. selain perjuangan IE yang terus berbenah, sejak 2007–kalo ngga salah–sudah diributkan mengenai validasi CSS versi W3C yang dianggap berlebihan terhadap vendor specific extensions seperti -moz, -webkit, yang dianggap suatu error.
Comment by zam on September 8, 2009 at 13:48:48
using Mozilla Firefox 3.5.4pre on Ubuntu Linux 9.04
nce info, gan.. tapi sepertinya utk sekarang belum semua browser bisa ngerender ya?
terutama si IE itu tuh..
Comment by zam on September 8, 2009 at 14:10:42
using Mozilla Firefox 3.5.4pre on Ubuntu Linux 9.04
eh, browser-ku salah dideteksi! hihihihihi
Comment by ganda on September 8, 2009 at 14:56:23
using Internet Explorer 8.0 on Windows XP
yah, tapi itulah trik2 yang sering di gunakan, misalnya rounder corner atau transparansi, tanpa menggunakan images
Comment by ganda on September 8, 2009 at 14:57:26
using Internet Explorer 8.0 on Windows XP
saya masih mempertanyakan fitur drag n drop HTML5 dan hubungannya terhadap aksesibilitas
Comment by Dani Iswara on September 8, 2009 at 21:48:45
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
zam,
kebacanya
Mozilla/5.0 (X11; U; Linux i686; en-US; rv:1.9.1.4pre) Gecko/20090902 Ubuntu/9.04 (jaunty) Shiretoko/3.5.4preComment by Dani Iswara on September 8, 2009 at 21:56:34
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
zam,
bisa, quirks mode..
Comment by dani on September 9, 2009 at 05:01:42
using Safari 525.1 on GNU/Linux
ganda,
bacaan ini mungkin menarik: accessible drag and drop (Opera Developer Community).
Comment by Dani Iswara on September 9, 2009 at 05:50:13
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
choen,
sependek yang saya baca,
sectionbermakna lebih semantik dibanding sekadardiv–sebagai block-level container element.Di dalam
section, bisa mengandungnav,article,asideyang bermakna lebih spesifik semantiknya.Yang mungkin berpeluang membingungkan,
sectiontertentu (misal: listing) sendiri memungkinkan berfungsi sebagai bagian dariarticle.Dalam HTML 5, jika elemen blok hanya befungsi sebagai tata letak, disarankan tetap menggunakan
divseperti pada HTML 4. Jika bermakna semantik, gunakan langsung misalnya:section,nav,article, atauaside. cmiiwComment by nara on September 9, 2009 at 11:33:55
using Mozilla Firefox 3.5 on Windows Vista
wah baru tahu ada fitur drag and dropnya bli
baca dl ke operanya..
Comment by Hermanus on September 9, 2009 at 15:59:19
using Mozilla Firefox 3.0.13 on Windows XP
Belajar HTML memang mengasikkan tetapi ya harus sabar, ntar salah-salah kalau ndak jeli bisa berantakan, nah ini yang menjadi kekhawatiran, maklum baru belajar
Comment by Dani Iswara on September 10, 2009 at 02:24:07
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
nara,
cocok buat situ yang tukang oprek theme.
Comment by ganda on September 10, 2009 at 12:38:01
using Safari 530.19.1 on Windows XP
makasih bang dani.
Comment by masoglek on September 10, 2009 at 23:38:34
using Mozilla Firefox 3.0.7 on Windows XP
baca tulisan ini jadi semangat untuk ikutan “membuang” IE6
Comment by sawali tuhusetya on September 11, 2009 at 00:44:46
using Mozilla Firefox 3.0.8 on Ubuntu Linux 9.04
hmmm … w3c agaknya sangat konsisten dalam mengembangkan satandar web. bisa mengikuti nggak, ya, pak, saya, hehe … pingin banyak belajar sama pak dani, nih.
Comment by pushandaka on September 11, 2009 at 20:28:22
using Mozilla Firefox 3.0.8 on Windows Vista
Bli, setiap mampir ke blog ini saya selalu ndak tau harus komentar apa-apa. Saya benar-benar ndak nyambung kalau ngobrolin masalah beginian. Hehe!
Maaf ya, jadi OOT..
Comment by Dani Iswara on September 12, 2009 at 01:30:14
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
masoglek,
maksudnya memasukkan ke museum ya..
Comment by Dani Iswara on September 12, 2009 at 01:38:14
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
sawali tuhusetya,
daripada dikuasai proprietary, mending open web kan, pak..
Comment by Dani Iswara on September 12, 2009 at 01:51:56
using Mozilla Firefox 3.5.2 on openSUSE Linux
pushandaka,
kan memang unessential, bli. boleh diliat, ngga harus dikomentari, kok.
Comment by choen on September 12, 2009 at 03:44:45
using FirePHP 0.3
sip paham gw, makasih banyak boss.
Comment by pututik on September 15, 2009 at 07:48:17
using Google Chrome 2.0.172.33 on Windows Vista
salut buat w3c setiap ada update lebih mempermudah user dalam bahasa manusia ^_^ semoga saja kompatibilitasnya cepat disupport oleh semua browser.
Comment by Pradna on September 17, 2009 at 14:48:23
using Swiftfox on GNU/Linux
wah, baru mo (niat) belajar yg kek ginian…bukmerk dulu (worship)
Comment by Atmaji on September 20, 2009 at 20:22:11
using Google Chrome 1.0.154.65 on Windows XP
lebih mudah mempelajari CSS atau HTML?hehe
saya msh pelajar jd masih kurang mengerti…
Comment by Dani Iswara on September 21, 2009 at 13:09:16
using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux
Atmaji,
IMO, dilihat dari agak ribetnya kompatibilitas peramban, belajar HTML sepertinya lebih mudah.
Comment by rio2000 on October 1, 2009 at 09:34:53
using Mozilla Firefox 3.0.14 on Ubuntu Linux 9.04
asal bikin buka web cepat saja – saya oke2 saja
Comment by Dani Iswara on October 1, 2009 at 09:47:50
using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux
rio2000,
logikanya sih dengan kode yang hemat (dalam ukuran berkas) dan semantik, akses dan keterbacaan jadi lebih cepat dan mudah.
Comment by riza on November 6, 2009 at 13:44:54
using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows Vista
mkasih tas infonya..
aq pasang di wordpress ku ya..
Comment by Dani Iswara on November 6, 2009 at 21:32:11
using Mozilla Firefox 3.5.4 on openSUSE Linux
Riza,
Terima kasih atas konfirmasinya. Demi menghargai lisensi yang ada, silakan.