Aksesibilitas Web pada Lansia
October 4, 2009 – 03:45 by Dani Iswara. Words count: 423.Last updated: Sunday, October 18, 2009 at 6:46.
Karena proses kehidupan, pengguna lanjut usia (lansia) mengalami masalah aksesibilitas web. Hendaya/disfungsi terkait penurunan kondisi biologis ini merupakan salah satu faktor sosial dalam layanan informasi bagi publik.
Keterbatasan bagi lansia dalam mengakses Web, antara lain:
- Penglihatan.
Berkurangnya elastisitas lensa mata dapat disertai penurunan persepsi warna, sensitivitas akan kontras dan penglihatan dekat. - Kemampuan fisik.
Kontrol gerakan motorik halus berkurang. Kemampuan klik target tertentu dengan tetikus/mouse menurun. - Pendengaran.
Kesulitan mendengar audio/podcast yang memiliki suara latar dan tingkat kebisingan tinggi. - Kemampuan kognitif.
Termasuk kesulitan konsentrasi, daya ingat, dan pemusatan perhatian. Dalam hal ini, navigasi, menu, formulir isian, dan konten Web yang terlalu kompleks akan terasa sangat merepotkan.
Web yang aksesibel bagi difabel (differently-able; difable) ternyata berpeluang lebih mudah diakses oleh lansia. Termasuk pula oleh mesin pencari/telusur Internet.
Beberapa poin pengaturan aksesibilitas Web yang bermanfaat juga bagi lansia
Terjadi beberapa kesamaan faktor kebutuhan aksesibilitas antara difabel dan lansia.
Terkait hendaya penglihatan
- Kontras Web yang cukup.
Dapat diperiksa dengan perangkat colour contrast analyzer–ekstensi Firefox. Baca juga Keterbacaan Web Latar Gelap.
Sesuai dengan Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0 kriteria sukses 1.4.3, 1.4.6 atau WCAG 1.0 (versi lama) cekpoin 2.2. - Ukuran teks, bentuk huruf, dan spasi yang mudah terbaca.
Tanpa alat bantu teknologi khusus sekalipun. Teks dalam gambar termasuk teks pada logo dan gambar dianjurkan mudah terbaca. Teks berupa gambar sebaiknya hanya digunakan sebagai dekorasi.
Sesuai dengan WCAG 2.0 kriteria sukses 1.4.5, 1.4.9 atau WCAG 1.0 cekpoin 3.1. - Pengguna memiliki cukup waktu dan kontrol dalam mengakses konten.
Fitur penyajian informasi yang bergerak (misalnyamarquee), berkedip (blinking), menggulung halaman (scrolling), pemutakhiran otomatis (auto-updating content) hendaknya mudah dikontrol pengguna.
Sesuai WCAG 2.0 kriteria sukses 2.2.2, 2.3.1, 2.3.2 atau WCAG 1.0 cekpoin 7.2, 7.3.
Terkait hendaya kemampuan fisik
- Kemampuan meningkatkan fungsi area target yang dapat diklik.
Misalnya pembesaran huruf dan huruf dalam gambar hingga 200% tanpa merusak desain.
Sesuai WCAG 2.0 kriteria sukses 1.4.4, 1.4.5, 1.4.8 atau WCAG 1.0 cekpoin 3.4. - Untuk berinteraksi dengan fitur Web, bisa menggunakan papan ketik/keyboard.
Tidak harus hanya dengan tetikus saja.
Sesuai WCAG 2.0 kriteria sukses 2.1.1, 2.1.2, 2.1.3, 2.4.7 atau WCAG 1.0 cekpoin 6.4, 9.1 sampai 9.5.
Terkait hendaya pendengaran
- Ketersediaan transkrip dan
captionpada konten audio.
Bermanfaat juga pada pengguna dengan koneksi Internet yang lambat dan pengguna yang menonaktifkan fitur audio. Teks menjadi alternatif penyajian informasi yang cukup penting.
Sesuai WCAG 2.0 kriteria sukses 1.1.1, 1.2.2, 1.2.4, 1.2.8 atau WCAG 1.0 cekpoin 1.1, 1.4. - Kontras suara latar (noise) dengan informasi yang disampaikan.
Suara latar hendaknya tidak perlu digunakan atau dapat dinonaktifkan. Suara latar setidaknya 20 desibel lebih rendah dibanding suara pada informasi utama. Kecuali suara latar tertentu yang berdurasi 1-2 detik.
Sesuai WCAG 2.0 kriteria sukses 1.4.7.
Lihat juga Aksesibilitas Konten Web Kesehatan.
Bacaan:
Comment by Cahya on October 15, 2009 at 20:18:55
using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows Vista
Jangankan lansia, mata saya saja sudah agak kabur (ups…, mata kan ga bisa kabur
)
Namun ada situs-situs yang memang nyaman untuk dijelajahi. Semisal Yahoo Answer, saya suka desainnya yang nyaman. Saya rasa juga bisa memudahkan lansia.
Comment by Dani Iswara on October 16, 2009 at 04:11:48
using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux
Cahya,
sebenarnya, situs-situs Web Microsoft dan Yahoo malah lebih standar dan aksesibel dibanding saingannya.
Comment by Cahya on October 16, 2009 at 08:14:18
using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows Vista
Hmmm…, memandingkan antara Yahoo Map, Google Map, dan Live Map. Saya lebih suka Live Map
Comment by NdOcK on October 17, 2009 at 12:47:14
using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows XP
aku juga lansia mas dokter. tapi mau ngebenerin punya sendiri supaya benar-benar layak untuk lansia seumuran, susahnya setengah hidup.
Ajarono aku mas.
Comment by Dani Iswara on October 17, 2009 at 13:28:01
using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux
NdOcK,
hahaha…you were on the right track with your passion, sir.
Comment by Andy MSE on October 18, 2009 at 17:24:22
using Internet Explorer 8.0 on Ubuntu Linux 10.04
mikir2… sepertinya penting juga aksesabiliti itu…
Comment by Dani Iswara on October 19, 2009 at 02:36:27
using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux
Andy MSE,
ah update sniff-nya dulu.
penting ngga penting, ngeblog jalan terus.
kalo mo kena racun aksesibilitas web, silakan, pak.