Cara Difabel Mengakses Web

October 21, 2009 – 11:28 by Dani Iswara. Words count: 711.

Terkait hendaya/disfungsi/gangguan fungsi yang dimilikinya, bagaimana difabel mengakses web? Sebagian mungkin menganggap to hell terhadap aksesibilitas dan kebergunaan/usability konten web.

Semakin canggihnya fitur alat bantu teknologi bagi difabel akan mengurangi hambatan akses web. Kini, aksesibilitas di sisi peramban dan komputer pun makin membaik. Mungkin lain waktu, ‘mendengar’ halaman web di perjalanan akan semenarik mendengar radio.

Sementara melihat keterbatasan yang ada, upaya meningkatkan aksesibilitas web demi kesetaraan sangat memungkinkan. Dengan perbaikan aksesibilitas, kebergunaan/usability yang lebih luas dapat diwujudkan.

Mari mengenali hendaya/disfungsi pada para pengguna difabel.

Hendaya penglihatan

Buta total

Dengan bantuan screen reader atau voice browser, pengguna dapat mendengar konten yang tersaji dari hasil baca mesin terhadap kode X/HTML. Navigasi memanfaatkan papan ketik/keyboard.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pengelola web:

  • Skip to main content lebih disarankan dibanding skip to content. Karena penekanan kata conTENT oleh mesin berbahasa Inggris kadang membuat pengguna bingung.
  • Access key mungkin bermanfaat.
  • Pada beberapa mesin lawas, pranala homepage mungkin akan dibaca hommapodge. Pisahkan kata tersebut menjadi home page.
  • Kata dalam elemen strong dan em akan dibaca dengan intonasi/penekanan tertentu.
  • Pemakaian judul-sub judul h1-h3, table summary, label pada formulir isian, caption, atribut alt, akan sangat membantu. Baca juga Mendengar Halaman Web (Dan Iswara .Net).
  • Atribut title belum tentu aksesibel sepenuhnya. Karena pengguna dapat menyetel apa yang ingin didengar dan tidak di sisi mesin pembaca. Lihat juga Atribut title terkait Aksesibilitas dan SEO. Silakan juga menelusuri cara membuat Teks Alternatif untuk Atribut alt di Dani Iswara .Net.

Buta parsial, penglihatan kabur

Pengguna masih mampu memakai peramban dengan antarmuka grafis. Konten web mungkin nampak terlalu kecil. Misalnya ukuran huruf. Huruf pada gambar menjadi kurang memuaskan jika diperbesar, nampak pecah pada resolusi tertentu. Di sisi peramban, fitur aksesibilitas ‘zoom teks saja’ akan sangat membantu. Tanpa perlu merusak tampilan desain keseluruhan. Atau cukup dengan menekan ctrl + + dua kali.

Bagi pengembang web, dianjurkan menggunakan ukuran relatif seperti em dan % (terutama untuk huruf) di sisi CSS.

Gangguan penglihatan warna

Terkait kemampuan deteksi dan kontras warna. Pengguna mampu memakai peramban berantarmuka grafis. Karena ketidakmampuan pengenalan dan kontras warna, ada yang lebih senang mengubah tampilan web menjadi terang di atas gelap, atau sebaliknya. Dengan bantuan fitur aksesibilitas di sisi peramban. Misal:

  • Latar hitam, teks putih.
  • Latar hitam, teks kuning.
  • Latar putih, teks hitam.

Lihat kembali Kontras Warna Halaman Web di Dani Iswara .Net.

Implikasinya bagi pengembang, jangan hanya menggunakan warna untuk penyampaian informasi. Misal:

  • Penggunaan hanya warna biru pada pranala. Tambahan garis/batas bawah akan membantu.
  • Hanya penanda warna merah pada formulir isian yang wajib diisi. Sebaiknya gunakan teks biasa jika tanda bintang (*) pun menimbulkan multi interpretasi bagi sebagian pengguna.

Hendaya alat gerak

Pengguna ini, misalnya:

  • tidak memiliki tangan,
  • cacat pada tangan,
  • gangguan fungsi saraf gerak,

sehingga tidak mampu mengoperasikan tetikus/mouse, touchpad atau bahkan stylus pen (dengan sempurna).

Satu jari, misalnya, cukup untuk menelusuri web dengan papan ketik/keyboard. Tombol Tab dan kombinasinya cukup membantu. Tabbing:

  • skip to main content,
  • dari taut ke taut,
  • lompat antar sub judul/anak sub judul,
  • formulir isian,
  • back to the top.

Susunan konten web yang logis akan sangat membantu. Fitur tabindex belum tentu diperlukan di semua formulir isian.

Pada beberapa perangkat lain, misal personal digital assistant (PDA), mungkin memiliki tombol scrolling yang bisa ditekan (untuk perintah enter).

Hendaya pendengaran

Selain berkas multimedia serupa audio dan video, relatif tidak ada hambatan bagi pengguna ini mengakses konten web. Transkrip berupa teks dibutuhkan. Atau melalui pemanfaatan fitur Synchronized Multimedia Integration Language (SMIL). Misalnya, pemakaian caption pada audio dan deskripsi pada video. Bagi gangguan pendengaran yang menurun, bising suara latar pada podcast sebaiknya dikurangi.

Hendaya kognitif/pengetahuan

Pengguna ini lebih mudah mengakses dan memahami konten web yang memiliki, misalnya:

  • Navigasi tidak terlalu kompleks/bertingkat.
  • Bahasa sederhana sesuai target pembaca.
  • Blok paragraf dengan kalimat singkat.
  • Rata tepi kiri.
  • Kalimat aktif.
  • Paragraf induktif. Pokok pikiran paragraf dituliskan di awal paragraf.
  • Struktur formulir isian logis.
  • Pranala dimulai dengan kata kunci dan deskriptif.

Beberapa animasi atau flash mungkin dapat memicu bangkitan kejang/epilepsi.

Hendaya pada penuaan

Hendaya terkait penuaan/aging, silakan baca kembali Aksesibilitas Web pada Lansia. Beberapa kombinasi hendaya di atas dapat terjadi pada lansia.

Ringkasan

Tembok pembatas akses web dapat dikurangi dengan memahami cara pengguna difabel mengaksesnya. Mengembalikan esensi web melalui akses universal. Tentu saja aksesibilitas dan kebergunaan web bukanlah segala-galanya.

Bacaan:

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

Last updated: Wednesday, October 21, 2009 at 17:01

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Cara Difabel Mengakses Web by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

12 Responses to post titled: Cara Difabel Mengakses Web

  1. Comment by Cahya on October 21, 2009 at 19:10:37
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows Vista

    It still can not help someone with Manic Depression who infected by a virus from ordo: pertamax… he he :D

    Btw, podcast itu apa sih Bli? Sering ada di Feedburner pertanyaan, are you a podcaster (no, I’m a spellcaster)? Maksudnya kita menampilkan album rekaman kita, gitu ya?

  2. Comment by Dani Iswara on October 21, 2009 at 20:15:26
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux

    Cahya,
    mungkin yang itu perlu hipnoblog. :P
    podcast di sini maksudnya media audio dan video di web yang bisa di-share via feed.

  3. Comment by casrudi on October 22, 2009 at 10:29:20
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows XP

    Halo Mas Dani, banyak kata2 aneh yg belum saya fahami… Tapi garis besarnya saya cukup mengerti… Andai saya bisa mempraktekan semuanya bisa dikatakan blog saya akan jauh lebih baik dari yg sekarang… :)
    Trims for sharing

  4. Comment by Dani Iswara on October 22, 2009 at 22:15:00
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux

    casrudi,
    tukang utak-atik pasti gampang ngeditnya. :)

  5. Comment by choen on October 23, 2009 at 15:32:03
    using FirePHP 0.3

    ok Dani, terimakasih. Semakin jelas sekarang bagaimana memperlalukan sebuah weblog lebih humanis. :)

  6. Comment by dani on October 23, 2009 at 16:26:13
    using Opera 10.00 on GNU/Linux

    choen,
    walau ada yang menargetkan ke search engine, toh manusia juga akhirnya yang menikmati. :)

  7. Comment by Cahya on October 24, 2009 at 02:08:02
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows Vista

    Btw, blog baru saya berat ga Bli? Itu uji coba sih…

  8. Comment by Dani Iswara on October 24, 2009 at 05:08:35
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux

    Cahya,
    yang blog.legawa.com? santai aja. saya masih kebiasaan disable macem-macem pas browsing. :)

  9. Comment by ganda on December 17, 2009 at 09:55:55
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Terkait penulisan tag-tag tertentu pada Judul tulisan di Wordpress seperti tag code, sebaiknya untuk atribut ALT tidak di gunakan, sebab pada atribut ALT akan mengandung sebuah tag html. What a pain.

  10. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 10:06:36
    using Mozilla Firefox 3.5.5 on openSUSE Linux

    ganda
    saya ngga ngerti maksud di atas. maksudnya gemana ya? Tapi memang penulisan elemen/tag code di URL judul memang berisiko. Di feed reader juga bisa jadi keluar karakter aslinya. cmiiw

  11. Comment by ganda on December 17, 2009 at 10:13:09
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Maaf, maksud saya atribut TITLE.

    contoh untuk tulisan bang dani yang berjudul “Atribut title terkait Aksesibilitas dan SEO.” Dimana kata “title” di sini telah di letakkan di antara tag code. Terkadang beberapa template WP menyediakan atribut TITLE secara default, sehingga atribut TITLE tersebut akan megandung tag html yang sangat fatal saya rasa.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Aksesibilitas Web oleh Penulis Konten - Dani Iswara .Net on December 13, 2009 at 11:04:32
    using WordPress abc

    [...] juga membaca tulisan Cara difabel mengakses Web di Dani Iswara .Net. Pengguna lanjut usia memiliki ketidakmampuan serupa di atas. Menunggu tua dulu [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Teks Pranala yang Aksesibel dan Usable
‹‹ Newer entries: Alasan Aksesibilitas Web