Hubungan Kebergunaan dan Aksesibilitas Konten Web

October 3, 2009 – 12:20 by Dani Iswara. Words count: 578.
Last updated: Tuesday, October 13, 2009 at 13:09.

Untuk melihat keterkaitan kebergunaan (usability) dengan aksesibilitas web, bayangkan pengguna difabel mengakses Internet. Aksesibilitas Web tidak sama dengan kebergunaan Web. Terkait Internet, pengguna difabel ini umumnya dikelompokkan menjadi 5:

  • Gangguan/disfungsi/hendaya penglihatan (visually impairment/disorder).
    Terkait dengan gangguan penglihatan warna, buta warna, kontras, ketuaan, akomodasi lensa mata. Erat juga hubungannya dengan yang terdengar pada skip links, teks alternatif, semantik, pranala/tautan deskriptif, dan navigasi.
    Kebergunaan dalam hal ini berhubungan dengan keterbacaan, kenyamanan, dan kemudahan membaca cepat (scanning).
  • Hendaya pendengaran (hearing impairment).
    Fitur multimedia yang hanya bisa diakses oleh telinga tanpa hendaya, hendaknya menyediakan teks alternatif. Panel kontrol sebaiknya mudah dimengerti dan dipakai. Do not make users think!
  • Hendaya mobilitas (mobility impairment).
    Pengguna dengan disfungsi alat gerak, lemah otot, lumpuh total. Bayangkan akses tanpa tetikus/mouse, hanya papan ketik/keyboard, atau pena stylus dan tombol scrolling pada layar sentuh/touchscreen. Atau alat bantu lain. Fitur atribut title pada tautan, onmouse, :hover, akan terpengaruh.
  • Hendaya kognitif/pengetahuan (cognitive impairment).
    Pengguna dengan disfungsi persepsi, daya ingat, konseptualisasi, pemusatan perhatian, dan kemampuan pemecahan masalah. Termasuk orang dengan penuaan, disleksia, autisme. Konten yang simpel, blok paragraf, rata tepi kiri dianjurkan. Lihat juga Konten Web sebaiknya tidak Memakai Justified Text.
  • Gangguan kejang (seizure disorders).
    Paparan visualisasi/animasi lebih dari 3 frame per detik disebutkan dapat memicu bangkitan kejang. Baca juga Epilepsi terkait Flash di Web (Dani Iswara .Net)

Memang jumlah difabel disebutkan hanya sekitar 10-20% dari keseluruhan populasi. Mungkin ada yang berpendapat, tidak mengabaikan pengguna Internet Explorer versi 6.0 masih lebih penting.

Pertanyaan sederhana seputar desain weblog (Dani Iswara .Net).

Selain pranala di atas, beberapa hal di bawah terkait dengan aksesibilitas dan kebergunaan Web:

Menyukai langsung ke konten

Kesal menelusuri/membaca/mendengar banyak pranala sebelum menuju konten? Apalagi pada layar kecil, peramban teks, fitur CSS dimatikan. Lebih baik jika tersedia tautan langsung dan visible yang mengarah ke konten utama. Visible skip links dapat bermanfaat bagi difabel dan bukan difabel. Ini sering terjadi pada halaman web dengan menu samping/sidebar, konten tambahan di kiri (sisi pengguna), atau atas konten utama.

Konten menyajikan tentang apa?

Anjuran paragraf induktif dengan penyajian kalimat pokok di awal paragraf akan sangat membantu. Beberapa baris kata dengan cepat mampu menggambarkan isi paragraf. Di Web, pengguna melakukan scanning informasi, membaca cepat. Bukan membaca huruf demi huruf atau kata demi kata. Kecuali saat berhadapan dengan sajak, puisi, dan karya sastra sejenis.

Pranala yang deskriptif

Masih berhubungan dengan membaca cepat di layar komputer. Pengguna screen reader melakukan tabbing, lompat dari satu pranala ke pranala lain dengan tombol tab. Fitur yang menampilkan semua tautan dalam satu halaman pun disediakan oleh screen reader. Tautan yang deskriptif akan sangat membantu. Daripada sekadar ‘klik di sini’ berulang-ulang. Baca juga Mendengar Halaman Web (Dani Iswara .Net).
Pranala dengan garis bawah lebih mudah dikenali daripada sekadar berbeda warna. Terutama bagi hendaya penglihatan warna.

Susunan sub judul yang logis

Bermanfaat pula dalam membaca cepat. Konten dengan blok paragraf dan sub judul yang logis akan memiliki keterbacaan (readability) lebih baik. Screen reader terbaru juga memiliki kemampuan tabbing dari sub judul ke sub judul selanjutnya. Susunan judul, sub judul, serta anak sub judul yang logis dan semantik, h1-h3, tentu relatif lebih mudah dipahami.

Rangkuman

Situs Web yang dinyatakan lolos uji aksesibilitas daring/online belum tentu benar-benar aksesibel. Pun belum pasti lebih mudah digunakan/usable. Begitu pula sebaliknya. Situs Web yang mudah digunakan, belum tentu aksesibel. Aksesibilitas yang lebih luas membutuhkan evaluasi lanjutan dari difabel beserta alat bantunya dan para pakar di bidangnya. Evaluasi kebergunaan Web pun harus melibatkan pengguna langsung.

Aksesibilitas Web lebih banyak terkait dengan hendaya/disfungsi. Kebergunaan Web meyakinkan bahwa fitur aksesibilitas memang benar-benar lebih mudah digunakan. Baik bagi difabel dan bukan difabel. Setidaknya menurut pendapat kebanyakan orang/common sense saat ini.

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Hubungan Kebergunaan dan Aksesibilitas Konten Web by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

2 Responses to post titled: Hubungan Kebergunaan dan Aksesibilitas Konten Web

  1. Comment by sawali tuhusetya on October 14, 2009 at 18:32:30
    using Google Chrome 4.0.221.8 on GNU/Linux

    hingga sekarang, saya masih terus beajar bagaimana membuat agar blog kita memiliki tingkat aksesibioltas yang baik, pak dani. namun, ternyata memang butuh waktu dan keseriusan utk mengopreknya, hehe … terima kasih infonya, pak.

  2. Comment by Dani Iswara on October 15, 2009 at 03:28:02
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on openSUSE Linux

    sawali tuhusetya,
    sambil jalan, sambil belajar, dinikmati aja pak. :)

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Standardisasi Situs Web Perguruan Tinggi di Indonesia
‹‹ Newer entries: Alasan Memakai Identitas Asli saat Blogwalking