Konten Web Mudah Dibaca dan Dimengerti
October 30, 2009 – 04:02 by Dani Iswara. Words count: 339.Panduan 3.1 aksesibilitas Web menganjurkan untuk membuat konten Web yang mudah dibaca (readable) dan dimengerti (understandable).
Menurut dokumen konsorsium Wolrd Wide Web (WWW) atau W3C, Pengertian konten Web yang mudah dibaca mengandung beberapa konsep.
Konten Web hendaknya dapat dibaca (nantinya menjadi mudah dimengerti) oleh pengguna dan alat bantu teknologi. Pengguna bisa terdiri dari orang dengan pelbagai disfungsi/gangguan/hendaya panca indera. Alat bantu teknologi yang dimaksud di sini adalah peramban berbasis grafis, teks, dan screen reader.
Demi memenuhi konsep di atas, dibuatlah Advisory Techniques untuk Panduan 3.1. Saran-saran teknis di bawah, berdasarkan praktik/pengalaman terbaik (best practice), diyakini dapat membuat halaman Web menjadi lebih aksesibel. Berikut terjemahan bebasnya dengan beberapa penyederhanaan:
- Mengatur agar konten terhindar dari elemen yang tidak terkontrol/diharapkan oleh pengguna.
- Menyediakan interpretasi bahasa untuk semua konten.
- Menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana sesuai dengan konten.
- Menghindari teks rata tengah/justify (di Dani Iswara .Net).
- Gunakan teks rata tepi kiri untuk format left to right (
ltr) atau rata tepi kanan untuk format right to left (rtl). - Membatasi lebar kolom teks.
- Menghindari pemakaian teks cetak miring (italic) yang berlebihan dalam suatu potongan paragraf.
- Menghindari pemakaian format teks yang terlalu beragam.
- Teks pranala harus mudah dikenali (di Dani Iswara .Net).
- Gunakan gambar, ilustrasi, simbol, atau berkas multimedia lain untuk memperjelas arti.
- Sediakan contoh untuk memudahkan pemahaman.
- Gunakan warna latar pastel yang terang dibanding sekadar teks hitam di atas latar putih. Silakan baca kembali Keterbacaan Web latar gelap bagian 2 (di Dani Iswara .Net).
- Menghindari penggunaan kontrol antarmuka yang tidak penting.
- Gunakan huruf besar dan kecil sesuai dengan tatabahasa.
- Menghindari pemakaian istilah asing yang tidak umum.
- Menyediakan versi bahasa dari informasi, ide, dan proses yang tersaji sehingga konten lebih mudah dimengerti dan digunakan.
- Mencantumkan referensi ke halaman Web lain, jika perlu, melalui teks pranala/tautan yang deskriptif.
- Mencantumkan referensi ke judul/sub judul/anak sub judul, jika perlu, dengan menulis teks judul/sub judul/anak sub judul sepenuhnya.
- Menyediakan informasi standar dalam versi yang mudah dibaca terkait elemen halaman Web. Termasuk informasi kontak pengelola Web. Jika perlu dalam versi bahasa tertentu.
Tiap item memang belum memiliki pranala/tautan penjelasan resmi lebih lanjut. Tim W3C akan melengkapinya kemudian.
Jika ada yang kurang jelas, dapat kita diskusikan di kolom komentar.
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.Last updated: Thursday, November 5, 2009 at 22:36
Comment by Cahya on November 6, 2009 at 04:09:04
using Mozilla Firefox 3.5.4 on Windows Vista
Well, walau saya kesusahan membaca sebuah blog yang berbahasa asing seperti Inggris, Prancis atau pun Jepang, namun saya harus akui lebih susah lagi membaca blog berbahasa Indonesia yang banyak jargonnya, karena Google Translate tidak bisa membantuku
Comment by Dani Iswara on November 6, 2009 at 04:41:31
using Opera 10.01 on GNU/Linux
Cahya,
Wikipedia mungkin membantu.
Comment by Cahya on November 6, 2009 at 05:13:58
using Mozilla Firefox 3.5.4 on Windows Vista
He he, ya ya, sepertinya bisa demikian
Akhirnya wiki juga.