Tanya Aksesibilitas Web ke Avianto via Twitter

November 1, 2009 – 04:40 by Dani Iswara. Words count: 559.
Last updated: Sunday, November 1, 2009 at 19:43.

Tanya jawab aksesibilitas Web dengan Boy Avianto via Twitter ini dilakukan spontan. Tanpa perjanjian. Berlangsung santai selama 2 hari. Tentu dengan jeda.

Dari profil di situsnya, beliau berpengalaman sebagai pengembang dan desainer antarmuka Web, programmer, dosen, dan konsultan information architecture. Kini mengembangkan aplikasi Web di Research Foundation of City University of New York (RF-CUNY), USA.

Avianto juga dikenal sebagai Web standard evangelist. Berikut ini tanya jawab saya dengannya seputar aksesibilitas Web.

Dani Iswara (saya): @avianto saat interaksi dgn klien soal desain web, apakah aksesibilitas web kepake? inisiatif dari desainer/klien?

Avianto: @daniiswara aksesibilitas itu bukan soal ‘terpakai/tidak’, itu dasar pemikiran. Desain itu solusi, aksesibilitas terintegrasi di dalamnya.

@daniiswara jadi bukan masalah ‘inisiatif siapa’ melainkan ‘tanggung jawab’ desainer. Aksesibilitas itu bagian dari desain, tidak bisa lepas.

@avianto biasanya di access-policy ada: jika anda bermasalah mengakses, sila hub. apa itu berarti akses td bukan dibangun saat awal desain?

@daniiswara tidak ada ‘aksesibilitas’ yang sempurna. Masalah akan selalu ada, tapi paling tidak harus diminimalisasi dengan desain.

@avianto “kompromi” ya? makasi. :)

@daniiswara bukan ‘kompromi’, aksesibilitas harus menjamin masalah tidak akan muncul tapi realitasnya tidak ada sistem yang sempurna.

@avianto jika bukan menarget pasar difabel, apa perlu aksesibilitas web yg terlalu mendalam?

@daniiswara apakah anda mendiskriminasikan difabel dengan mencoret mereka dari ‘target pasar’ anda? ‘hanya utk kulit putih’, apa bedanya?

@avianto toh hanya sktr 10-20% di populasi tiap negara, & mrk blm ada yg protes kesulitan mengakses. kalo ada yg protes, baru dipoles lg.

@daniiswara ah, toh hanya 10-20% populasi yang tidak mampu membayar dokter, mereka blm ada yg protes kalau sakit. Protes percuma; minoritas.

@daniiswara 10-20% itu juga manusia kan? Atau bukan? Mereka punya hak untuk mendapatkan apa yang manusia lain dapatkan tanpa harus protes.

@avianto kompromi mis: repair kemudian kl ada difabel yg protes/tuntutan hukum, saran upgrade browser/pakai fitur aksesibilitas di browser.

@daniiswara bersifat reaktif? Kenapa tidak dari awal saja sudah dipikirkan? Jalan bolong ditambal setelah ada kecelakaan?

@avianto apa di Indo ada hukum yg sejenis section 508 & DDA? pernahkah ada difabel menuntut web yg tdk aksesibel? cc:@arijuliano.

@daniiswara kenapa yang dipermasalahkan ‘dituntut atau tidak’? Aksesibilitas itu hak semua orang, apakah tanpa hukum hak tsb diabaikan?

@daniiswara kerangka berpikirnya adalah dari hak, bukan dari hukum. Pendekatannya adalah dari manusia, bukan hukum tertulis.

@daniiswara kalau berpikir aksesibilitas itu adalah masalah hukum mungkin harus berpikir ulang mengenai filosofi dasar ‘desain’.

@daniiswara jangan section 508 & DDA dulu deh, ada hukum yang menjamin penyandang difabel bisa menggunakan fasilitas publik dgn nyaman?

@avianto aaargh ternyata bisa sedalem itu..blm kepikiran ampe ke sana.. re:aksesibilitas web.

@daniiswara filosofi aksesibilitas adalah filosofi desain. Desain muncul sebagai upaya memudahkan manusia. Sederhana tapi sering dilupakan.

@avianto kayaknya mesti saya rekap dl ke blog sblm passion-nya ilang, bole kan ya? :)

@daniiswara haha, silakan. Masih perlu banyak orang yang peduli aksesibilitas baik secara spesifik (web) ataupun umum (manusia).

@avianto tapi masi ada uneg-2 seputar itu..nyusul..mencerna yg ini dl..thanks.. :)

@daniiswara anytime. Kalau ragu, kembali ke hati nurani saja dan human’s golden rule; “seandainya saya di posisi X apa yg saya rasakan”.

Ringkasan

Aksesibilitas Web, sebagai hak asasi manusia, sebaiknya terintegrasi dalam desain. Desain hendaknya mampu sebagai solusi yang benar-benar memudahkan manusia.

Terima kasih buat Avianto yang sudah berbagi konsep aksesibilitas Web. :)

It seems silly, but putting yourself in someone else’s shoes is liberating. Understanding people and their concerns, needs and wants is a core part of what we do as designers but also helps us to be better people.

Kuotasi di atas ada di tulisan Bercermin pada Aksesibilitas Web (Dani Iswara .Net).

Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Tanya Aksesibilitas Web ke Avianto via Twitter by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

23 Responses to post titled: Tanya Aksesibilitas Web ke Avianto via Twitter

  1. Comment by jurug on November 1, 2009 at 07:59:14
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on Windows XP

    kalau kumpulnya ama orang2 yang jos kayak gini bisa ikutan jos..

    siap2 saya follow mas :D

  2. Comment by dani on November 1, 2009 at 12:30:48
    using Blazer 4.0 on Palm OS

    jurug,
    beliau yang cocok di-follow. orang model beliau harus ditodong ilmu langkanya. :)

  3. Comment by choen on November 1, 2009 at 16:05:00
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on Windows XP

    Diskusi yang menarik Den. Avianto, gw salut sama dia, cerdas dan sikapnya tegas untuk masalah web standard (dari hasil baca beberapa komen dia di beberapa blog).

    Yup gw pikir memang idealnya aksesibilas menjadi bagian desain didalamnya, tapi repotnya (mungkin) beberapa desainer belum paham (atau tidak pernah tahu) sama persoalan aksesibilitas, yang sebenarnya adalah hak semua orang, seperti kata Avianto.

    Ok thanks, gw bukan desainer, tapi gw suka topik ini dan banyak belajar lagi disini, gw tunggu diskusi selanjutnya, di share lagi yah. :)

  4. Comment by Dani Iswara on November 1, 2009 at 17:21:29
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on openSUSE Linux

    choen,
    di-trekking juga ya..jaman priyadi masi ngeblog juga udah pernah dibahas. :)

    apa perlu menjadi membayangkan menjadi difabel dulu? menua kan juga difabel alami.

  5. Comment by dyagnoz on November 2, 2009 at 09:03:04
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on Windows XP

    Luar biasa, ada orang yg spt itu… Salut

  6. Comment by mbah gendeng on November 2, 2009 at 11:26:13
    using Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows XP

    mantap……………

  7. Comment by Dani Iswara on November 2, 2009 at 13:37:32
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on openSUSE Linux

    dyagnoz,
    lebih luar biasa lagi temen-temen difabel yang dengan kekurangan dan kelebihannya masih mampu mengakses Web. :)

  8. Comment by fanari on November 2, 2009 at 19:45:23
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on Windows XP

    Wow artikel mantap! salut buat pak boy avianto dan dani iswara hehe :)
    Soal target pasar difabel yang paling membuat saya tertarik dari dulu. Misal kita punya website dengan konten utama berupa video, atau video blog, atau photoblog yang mungkin kontennya akan kurang informatif untuk orang difabel misal, maaf, tunanetra, apakah aksesibilitas tetap harus dipakai?
    Mungkin pak dani juga bersedia menanyakannya via Twitter kepada pak avianto hehe thanks :D

  9. Comment by Dani Iswara on November 2, 2009 at 21:31:11
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on openSUSE Linux

    fanari,
    pertanyaan yang menarik, Mas Fandy. :)
    Saya coba jawab dulu. Nanti kita coba juga tambahan komentar dari Mas Avianto.

    Intinya, semua konten non-teks, sebaiknya menyertakan konten teks sebagai alternatifnya. Bisa juga berupa longdesc.

    Misalnya:
    Untuk konten video, bisa ditambahkan teks alternatif berupa sinopsis atau narasi. Ada tombol play, stop, pause, download, tautan ke plugin (jika harus unduh dulu untuk membaca format dimaksud), dan sebagainya yang aksesibel.

    Blogfoto, bisa dideskripsikan objek fotonya.

    Berkas presentasi daring (seperti slideshare, scribd), podcast, bisa disertakan transkripnya berupa teks.
    Pada podcast, usahakan suara noise pada latar tidak mengganggu kualitas informasi yang disajikan.

    Lagu/musik bisa disertakan liriknya dan atau kunci nadanya.

    Isi tabel yang berupa gambar dapat juga dideskripsikan sebagai teks biasa dalam konten. Penjelasan tambahan, bisa lihat komentar Joe Dolson di blognya, Best Practices in alt Attributes.

    Panduan lengkap menyesuaikan dengan Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0 poin 1.1-1.4 (saya pernah buat ringkasannya di Konten Blog Rekomendasi WCAG; Dani Iswara .Net).

  10. Comment by dyagnoz on November 3, 2009 at 10:30:03
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows XP

    iya yaa, memang seharusnya kita semua mau memikirkan itu…
    mereka yg difabel juga punya hak mengakses teknologi layaknya orang normal…
    klo kt hanya memikirkan besarnya populasi yg difabel dan aspek hukum, kasihan sih bagi yg difabel
    Yup, mudahan aja dengan kemampuan komputer yg terbatas ini sy bisa bikin sesuatu yg baik bisa dinikmati semua orang :-)

  11. Comment by Dani Iswara on November 3, 2009 at 11:24:03
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on openSUSE Linux

    dyagnoz,
    ada banyak upaya sederhana yang bisa kita usahakan sebagai pengisi konten. tidak harus ngedit templat. :)

  12. Comment by haris on November 4, 2009 at 20:02:07
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows XP

    pada akhirnya, desain bukan sekadar keindahan ya.

  13. Comment by dyagnoz on November 4, 2009 at 20:59:57
    using Mozilla Firefox 3.0.14 on Windows XP

    setuju !!!

  14. Comment by Dani Iswara on November 4, 2009 at 21:16:43
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on openSUSE Linux

    haris,
    selain visual, ternyata ada unsur mendasar lain yang mungkin terlupakan.

  15. Comment by planet orange on November 6, 2009 at 16:43:25
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on Windows XP

    OMG….

    Ini ilmu yang sangat langka, sungguh saya juga tidak terpikir sampai sejauh itu mas Dani..

    Ijin utk saya copy ya mas, dan saya simpan di hhd saya, biar sewaktu – waktu bisa saya bacu ulang…

  16. Comment by Dani Iswara on November 6, 2009 at 21:34:04
    using Mozilla Firefox 3.5.4 on openSUSE Linux

    planet orange,
    Sesuai dengan lisensinya, silakan.

  17. Comment by Planet Orange on November 9, 2009 at 14:00:14
    using Mozilla Firefox 3.0.8 on Ubuntu Linux 9.04

    Terima kasih Mas…

  18. Comment by pushandaka on November 11, 2009 at 10:18:37
    using Mozilla Firefox 3.5.5 on Windows Vista

    Kagum saya dengan pemikiran pak avianto itu. Saya jadi ingat apa yang dibilang dosen saya di UGM, ndak semua bisa dinilai dari hukum, tapi harus dilihat juga dari rasa keadilan di masyarakat. Sebab adakalanya hukum ndak bisa mengakomodir rasa keadilan yang berkembang di masyarakat.

    Thanks sudah post tulisan ini bli.

  19. Comment by dani on November 11, 2009 at 13:55:30
    using Internet Explorer 4.01 on Microsoft PocketPC

    pushandaka,
    itu yang disebut norma sosial dan hati nurani ya bli. :)

  20. Comment by Lho Wong Kok on November 11, 2009 at 18:14:19
    using Mozilla Firefox 3.5.5 on Windows XP

    Maaf,..lama nggak berkunjung
    sibuk trial terus.
    Emm,.. Rayimas Dokter,.. tanyakan sekalian sama pak avianto sehubungan media event atribut pada HTML 5.
    Siapa tahu beliau sudah punya orientasi ke arah sana, yang mungkin bisa kita ikuti (penganut-penganut aksesibilitas).
    Atau rayimas sendiri mau mengulas tentang hal tersebut,.. saya menunggunya.
    Terima kasih
    Salam

  21. Comment by Dani Iswara on November 12, 2009 at 09:43:11
    using Mozilla Firefox 3.5.3 on Windows XP

    Lho Wong Kok,
    sepertinya bisa ditanyakan langsung pada beliaunya via twitter. :)

  22. Comment by a! on November 14, 2009 at 23:02:32
    using Mozilla Firefox 3.0.15 on Windows XP

    terima kasih pula sudah mengingatkan soal aksesibilitas utk difabel ini. selama ini aku belum memikirkannya sama sekali. tp ya karena ga ngerti sih. :( (

  23. Comment by Dani Iswara on November 15, 2009 at 04:30:49
    using Opera 10.01 on GNU/Linux

    anton,
    ngga perlu harus jadi difabel dulu kan? atau mau coba menua dulu? :)

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Konten Web Mudah Dibaca dan Dimengerti
‹‹ Newer entries: Alur Pikir Blog