Hendaya Kognitif Mengakses Web

Posted: December 15, 2009 at 06:58:48 by Dani Iswara. Words count: 647.
Last updated: August 2, 2010 at 00:04:04.

Ketidakmampuan terkait kognisi atau pengetahuan sering disebut hendaya kognitif. Jika suatu Web memenuhi aksesibilitas untuk pengguna ini, umumnya halaman Web tersebut akan lebih aksesibel dan 'usable'. Lebih mudah diakses, digunakan, dan dipahami oleh pengguna secara lebih luas. Kata hendaya sering digunakan di bidang kesehatan-kedokteran. Tapi belum terdaftar di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring--dalam jaringan atau 'online'. Seseorang dengan hendaya kognitif atau cognitive disabilities memiliki kesulitan tertentu untuk melakukan tugas-tugas mental dibanding orang kebanyakan. Termasuk saat mengakses Web. Beberapa konsep Web yang mudah diakses dan digunakan sering dikaitkan dengan pengoptimalan mesin telusur Internet atau 'Search Engine Optimization' (SEO). Padahal maknanya lebih dalam dari sekadar SEO. Dari sudut pandang klinis, hendaya kognisi misalnya autisme, Sindrom Down, trauma kepala, demensia, disleksia--sulit membaca, diskalkulia--kesulitan dalam berhitung/matematika, dan retardasi mental. Hendaya klinis terkait dengan kepentingan diagnosis dan perawatan. Hendaya fungsional lebih bermanfaat bagi aksesibilitas Web. Karena menekankan pada ketidakmampuan pengguna tanpa memandang apa istilah medis dan penyebab hendayanya. Masalah-masalah yang terkait hendaya pengetahuan meliputi kesulitan-kesulitan di bawah:
  1. Daya ingat

    Istilah atau singkatan asing sebaiknya disebut di awal pemunculannya. Perlu juga menggunakan istilah yang lebih umum dan mudah dimengerti. Atau menyebutkan kembali kepanjangan singkatan di pemunculan berikutnya. Bisa juga dengan menampilkan daftar istilah.

    Penggunaan antarmuka yang berlainan pada tiap halaman Web berpeluang sulit diingat, dipahami dan digunakan. Sehingga dianjurkan memakai navigasi yang konsisten.

    Contoh lain, misalnya setelah pengisian formulir situs jual beli daring. Penyajian review transaksi akan sangat membantu.

  2. Pemecahan masalah

    Kebingungan saat menemui halaman 404. Sehingga dianjurkan menyajikan halaman 404 yang lebih berguna atau usable. Kesulitan mengontrol berkas multimedia? Berikan fungsi tombol yang jelas. Sajikan teks alternatif.

    Di mana saya berada? Navigasi breadcrumb membantu menentukan lokasi pengunjung. Mana pranalanya? Pranala mudah ditemukan dengan warna teks berbeda dan garis bawahnya. Mana kolom yang wajib diisi? Jangan hanya bergantung pada warna teks yang berbeda. Ingat buta warna. Kesalahan mengisi formulir? Sebaiknya ada peringatan dan petunjuk yang jelas.

  3. Perhatian

    Antarmuka yang menyebabkan distraksi atau terlalu mencolok akan mengganggu pemusatan perhatian. Misalnya teks bergerak, suara latar, dan konten (ikon, teks, gambar) berkedip. Fitur berlebihan pada animasi, flash, atau iklan juga berpeluang mengalihkan perhatian.

    Pemberian ringkasan di awal paragraf akan membantu memahami isi. Pemanfaatan ruang kosong atau whitespace, pemberian level judul atau headings, jenis huruf, jarak baris, dan perataan tepi juga akan sangat membantu kenyamanan mata.

    Pemakaian teks spesial seperti cetak tebal dan miring, sewajarnya mampu membuat fokus tertentu. Termasuk blok konten berupa daftar dan urutan atau listing.

  4. Membaca, memahami tata bahasa, dan pemahaman verbal

    Kata kiasan, sindiran, dan humor bisa saja sulit dimengerti. Bahkan berpeluang diinterpretasikan berbeda. Atau kalimat tersebut memang bermakna ganda. Baca kembali tulisan yang ingin disampaikan. Gunakan kalimat pendek, aktif, mudah dimengerti. Struktur konten yang membantu pemusatan perhatian, seperti butir di atas, juga berlaku di sini.

  5. Pemahaman berhitung

    Memahami logika dalam berhitung tidak sesederhana kebanyakan pengguna. Dengan memberi persamaan situasi, pengandaian, dan contoh penyampaian sederhana, maka konten matematika akan lebih mudah dimengerti. Pemakaian antispam matematika mungkin juga akan menghambat pengguna.

  6. Pemahaman visual

    Kesulitan pengguna untuk memahami gambar sesuai konteks. Penyajian video dan multimedia biasanya akan mengatasi masalah ini. Jangan lupa akan kontras warna. Atau dengan bantuan pemandu, semua konten visual dinonaktifkan.

    Diharapkan, konten tetap bisa mudah diakses dan dipahami jika gambar latar, semua gambar, dan layout tidak ditampilkan. Fungsi atribut alt dan teks alternatif menjadi penting. Begitu juga pranala dengan penanda khusus saat tetikus ada di atasnya atau saat navigasi dengan hanya papan ketik seperti metode tabbing.

Hal di atas bukan hanya berdiri sendiri. Bisa juga kombinasi dengan 2 atau lebih kesulitan lainnya. Intinya memang kembali pada prinsip desain Web yang baik. Sesuai panduan aksesibilitas konten Web atau Web Content Accessibility Guidelines. Tiap pengelola situs Web dan blog berpeluang membantu mewujudkan akses Web yang lebih luas sesuai hak asasi memperoleh informasi. Tidak punya hak mengedit templat? Tidak paham mengedit kode 'Extensible Hyper-Text Markup' (X/HTML)? Lihat kembali Aksesibilitas Web oleh Penulis Konten di Dani Iswara .Net. Bacaan: Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Hendaya Kognitif Mengakses Web by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

48 Responses to post titled: Hendaya Kognitif Mengakses Web

  1. Comment by Cahya on December 15, 2009 at 12:36:12
    using Firefox 3.5.5 on Windows Vista

    Nah, gimana kalau seorang narablog keranjingan menempatkan suatu yang tidak usabel di blog mereka :D

  2. Comment by Dani Iswara on December 15, 2009 at 18:41:33
    using IceWeasel 3.5.5 on Debian GNU/Linux

    Cahya,
    silakan dikembalikan ke konsep blognya. :)

  3. Comment by Cahya on December 15, 2009 at 21:30:00
    using Firefox 3.5.5 on Windows Vista

    Bagaimana dengan blog yang banyak menggunakan slank atau bahasa gaul Bli?

    Ada kadang blog yang memakai kata yang super singkat (emang sms) sehingga saya sulit mencernanya - (apa saya juga mengalami hendaya?).

  4. Comment by Dani Iswara on December 16, 2009 at 02:36:59
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    Cahya,
    itu bisa jadi style yang berbeda. Perbedaan itu juga bisa indah, kan? :)

  5. Comment by Cahya on December 16, 2009 at 08:54:44
    using Firefox 3.5.5 on Windows Vista

    Bli Dani,

    Saya rasa juga begitu, unik :D

    Tapi apa bisa menerapkan Odiogo ya?

  6. Comment by dani on December 17, 2009 at 03:09:53
    using Opera 10.10 on GNU/Linux

    Cahya,
    tulisan odiogo-nya menarik.

  7. Comment by Uchan on December 17, 2009 at 06:13:47
    using Firefox 3.5.5 on Sabayon Linux

    Hiaahhhhhh, kadang saya asal nemplok2in sesuatu, ga ada tujuan apa2, biar sekedar nyenengin mata saya (doh)

  8. Comment by ganda on December 17, 2009 at 08:52:52
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Beberapa kalimat-kalimat yang di gunakan oleh kaum Alay(sebutan untuk mereka pecinta menulis model SMS), adalah sangat susah untuk di mengerti. Saya pernah menemukan beberapa contoh kalimat tersebut dan bagi saya sangat susah untuk mengertinya. Yang normal saja sudah susah, gimana dengan pengguna yang memiliki hendaya kognitif?

  9. Comment by ganda on December 17, 2009 at 08:56:23
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Terkait point A.

    Penggunaan tag abbr dan acronym sangat membantu saya rasa, namun terkadang para narablog salah paham antara penggunakan kedua tag tersebut.

    Untuk antar muka yang tidak konsisten, terkadang hal ini sering saya temukan di web/blog web designer. Apakah tuntutan kreatifitas?

  10. Comment by ganda on December 17, 2009 at 09:00:37
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Konsep kemudahan web yang sering di kaitkan dengan SEO merupakan pola pikir yang salah menurut saya. Pada beberapa blogger, mereka berpikir SEO nya sudah baik jika webnya accessible/usable, dan sebaliknya. Padahal belum tentu demikian.

  11. Comment by Cahya on December 17, 2009 at 09:10:41
    using Firefox 3.5.5 on Windows Vista

    Suksma Bli :)

  12. Comment by ganda on December 17, 2009 at 09:10:54
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    terkait point c,
    masih banyak web yang saya lihat seperti itu. Dengan animasi-animasi yang berlebihan, menghilangkan fokus pada bagian2 penting dalam suatu web.

    terkait point d, bagaimana menurut bang Dani atas penggunaan kata "secara" yang salah kaprah belakangan ini?

    terkait point e, salahkah menggunakan spam math/berhitung? Atau adakah lebih baik jika proses perhitungan menghasilkan nilai yang tidak lebih dari dua digit angka? Atau spam math dengan perhitungan yang konstan/tidak berubah seperti pada blog Rismaka.net?

    terkait point f, Untuk web yang menggunakan pure flash, sepertinya Adobe telah menyisipkan fitur aksesibilitas terhadap konten flash. Terkait masalah loading flash yang cukup lama, apakah pengguna dengan hendaya kognitif dapat menjadi stress?

  13. Comment by ganda on December 17, 2009 at 09:12:32
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    terkait komentar saya, ternyata komentar saya banyak banget yah? Sepertinya ini komentar terpanjang dalam satu sesi komentar ke Dani Iswara.net. hehehehe..

  14. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 10:32:43
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    ganda,
    itu mungkin punya target pembaca spesifik. :)

  15. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 10:36:10
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    Uchan
    boleh dong berusaha nyenengin orang lain juga. :)

  16. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 10:40:14
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    ganda,
    yang semantik kayaknya abbr, walau IE lawas belum bisa mengenali--jika tanpa bantuan javascript.

    Karena membingungkan itu, abbr dan acronym kayaknya disederhanakan di HTML 5. cmiiw

    Tapi abbr dan acronym kan tergantung dengan mouse? :)

    Yang terakhir itu, silakan ditanyakan langsung pada desainer webnya. :)

  17. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 10:40:59
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    ganda,
    ya setuju, semua itu harusnya bisa saling melengkapi.

  18. Comment by ganda on December 17, 2009 at 10:47:22
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    perlu penyelidikan lebih lanjut di HTML 5 nya nih bang. Thanx.

  19. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 10:54:02
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    ganda,
    flash? mengalah saja lah. :)

    Kata 'secara' jika dapat diartikan 'dengan cara', mungkin benar konteksnya. Gitu, kan?

    Terkait antispam, saya berharap tidak perlu ada hal menyusahkan (pembatas/penghambat) untuk berinteraksi. Tapi makin sederhana, makin mudah digunakan. Entah dengan pola pikir penyerang.

    Menurut saya, jika flash dianggap dapat memicu stres atau kejang, hendaknya pemandu/pembimbing bisa menonaktifkan fitur itu.

  20. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 10:56:14
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    ganda,
    iya, sampai tertangkap akismet saking cepatnya.

  21. Comment by ganda on December 17, 2009 at 10:59:55
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Hihihi.. Maaf dok, saking menggebu2 nih. :)

  22. Comment by ganda on December 17, 2009 at 11:01:46
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Maksud saya di sini, kata "secara" yang gaul banget kata mereka.

    Yah, saya setuju sebaiknya menyediakan 2 tipe website, yakni yang flash dan non flash.

  23. Comment by Cahya on December 17, 2009 at 11:05:48
    using Firefox 3.5.6 on Windows Vista

    Mas Dani, Mas Ganda,

    Saya pernah melihat sebuah blog yang pada welcome screen menawarkan 3 pilihan. Ingin mengakses blog secara advance, intermediate atau simple. Jadi fitur-nya pun berbeda-beda, padahal isinya sama :)

  24. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 11:36:50
    using IceWeasel 3.5.5 on Debian GNU/Linux

    ganda,
    di tulisan tentang Mencoba HTML 5 yang lalu, abbr yang standar. :)

  25. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 11:38:54
    using IceWeasel 3.5.5 on Debian GNU/Linux

    ganda,
    ya memang itu yang saya maksud. Pernah rame beberapa tahun lalu.

  26. Comment by Dani Iswara on December 17, 2009 at 11:40:59
    using IceWeasel 3.5.5 on Debian GNU/Linux

    Cahya,
    menarik itu. Apakah simpel itu berarti plain text only? Intermediate itu x/html+css biasa? Advance itu full flash atau XHTML murni?

  27. Comment by Cahya on December 17, 2009 at 12:02:56
    using Firefox 3.5.6 on Windows Vista

    Sepertinya menggunakan UI JQuery yang berbeda. Saya tidak yakin, selain tidak sempat mengecek ulang, saya lupa alamat blognya.

  28. Comment by Khery Sudeska on December 18, 2009 at 19:43:17
    using Google Chrome 3.0.195.38 on Windows XP

    Trims atas informasinya, Mas. Terus terang, saya belum terlalu mengerti isi artikel ini. Namun akan saya coba baca kembali dan memahaminya secara perlahan-lahan...

  29. Comment by Harry on December 19, 2009 at 09:55:40
    using Firefox 3.5.5 on Windows XP

    Sampai saat ini saja aku belum selesai menterjemahkan bahasa yang banyak digunakan penganut aksesibilitas. Sekarang tambah tantangan baru. Point C. sepertinya pelajaran berikutnya berhubungan dengan dirilisnya Google Page Speed.

  30. Comment by Dani Iswara on December 19, 2009 at 18:37:29
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    Khery Sudeska,
    kalo pake pendekatan SEO mungkin lebih enak ya.

  31. Comment by Dani Iswara on December 19, 2009 at 18:39:07
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    Harry,
    nanti biar Pakdhe yang ulas lebih lanjut ya. :)

  32. Comment by aldy on December 19, 2009 at 19:56:29
    using Firefox 3.5.3 on Windows XP

    Ops...artikel dan diskusi yang menarik sekali mas, kebetulan saya baru belajar menerapkan blog yang valid XHML dan CSS dengan bantuan Ganda Manurung.
    Jika saya boleh tahu, apakah Hendaya Kognitif itu sebaiknya valid XHTML dan CSS ?
    Kalau Aksesibiltas saya yakin ya, karena saya juga banyak menemukan blog yang tidak valid, tetapi memenuhi kriteria diatas.

  33. Comment by Dani Iswara on December 19, 2009 at 20:56:43
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    aldy,
    terkait validasi XHTML dan CSS, saya pernah menulis di blog Dani Iswara .Net:

    Intinya, selama halaman itu aksesibel dan 'usable', valid atau tidak, ngga masalah. Umumnya, halaman Web yang disusun dengan standar Web W3C, lebih mudah dipelihara dan relatif mudah membuatnya valid. Pun mudah dibuat aksesibel. Ada tes aksesibilitasnya juga, tes daring (dalam jaringan atau 'online') dan tes langsung pada sejumlah pengguna.

    Hendaya kognitif lebih erat kaitannya dengan aksesibilitas. Berbasis pada standar Web. :)

  34. Comment by Pandu Truhandito on December 21, 2009 at 23:48:14
    using Firefox 3.5.6 on Windows XP

    Halo mas dani,

    giliran saya yang berkunjung :)

    Web usability memang seharusnya selalu diterapkan dan tidak perlu untuk ditujukan secara khusus untuk orang-orang dengan kekurangan kemampuan kognitif. Pengujung (dengna kemampuan kognitif seperti pada umumnya) yang baru pertama kali datang ke sebuah situs sering kali kesusahan untuk menyelesaikan tujuan kedatangan mereka.. apalagi mereka yang memiliki kekurangan.

    Jika mas Dani tertarik dengan web usability, saya sarankan agar mas Dani subscribe ke alertboxnya Jakob Nielsen

  35. Comment by Dani Iswara on December 22, 2009 at 00:21:56
    using Firefox 3.5.5 on SuSE

    Pandu Truhandito,
    jika ada tulisan menarik seperti punya Mas Pandu, dengan senang hati saya akan membacanya. :)

    Ah ya benar itu. Kebergunaan Web bukan ditentukan langsung oleh 'juri' atau 'wasit' semacam Google--seperti pada SEO, tapi lebih ke konsensus para pengguna. Tanpa memandang kondisi fisik dan mentalnya.

    Jangan sungkan untuk memberi saran ya, Mas.
    Makasi tautannya. Langganan sih sudah. Tapi tidak semuanya sempat saya baca. :)

  36. Comment by ganda on December 23, 2009 at 10:59:02
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    sementara untuk bahasa Indonesia, hanya mengenal akronim. Sebaiknya menggunakan akronim saja, abbreviasi saja, atau keduanya? Menurut saya, yah untuk singkatan yang memang berbahasa Indonesia, tetap menggunakan tag acronym.

  37. Comment by ganda on December 23, 2009 at 11:02:58
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    @cahya,
    berarti yang simple tetap ada jquerynya juga?

  38. Comment by ganda on December 23, 2009 at 11:05:48
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Ya. Terkait semua point diatas, tidak berhubungan dengan valid tidaknya XHTML dan CSS.

  39. Comment by ganda on December 23, 2009 at 11:07:38
    using Google Chrome Frame 4.0 on Windows XP

    Makasih juga buat tautannya bang Pandu, pasti banyak hal yang akan saya dapatkan dari tautan tersebut. :)

  40. Comment by Cahya on December 23, 2009 at 21:09:32
    using Opera 10.10 on Windows Vista

    @Mas Ganda,

    Saya tidak yakin bisa mengatakan itu. Tapi yang simple lebih mirip blog Bli Dani ini, hanya saja memang ada beberapa pola artistik pada theme yang diterapkan.

  41. Comment by Deka on December 24, 2009 at 12:23:06
    using Firefox 3.5.1 on Windows XP

    Mohon maaf dengan sangat, saya tidak terlalu mengerti mungkin karena bahasanya terlalu tinggi sedangkan saya masih newbie takut jatuh kalo sembarangan ngasih komentar,Mohon dimaklumin ya Om..??

  42. Comment by dani on December 24, 2009 at 13:36:24
    using Google Chrome 4.0.276.0 on GNU/Linux

    Deka,
    maaf, karena masih pemula, saya belum bisa menyederhanakannya. :)

    Intinya bagaimana pengguna dengan keterbatasan mental (misal retardasi mental) mengakses halaman Web. Semakin sederhana konten yang disajikan, makin mudah halaman Web digunakan dan dimengerti. :) Tapi tidak mungkin dijelaskan semua panjang lebar di sini.

  43. Comment by Deka on December 25, 2009 at 10:22:49
    using Firefox 3.5.1 on Windows XP

    owwwwwwwwww begono toh. ya mungkin maksudnya bagaimana membangun sebuah konten sesimple-simple mungkin lah [sok-sok tahu mode : ON :lol: ]

  44. Comment by Cahya on January 16, 2010 at 07:20:56
    using Firefox 3.5.7 on Windows Vista

    @ Mas Ganda, @ Bli Dani,

    Saya rasa sekarang saya ingat di mana alamat blog tersebut. Tapi sepertinya agak berubah.

    Alamat blog itu ada di: http://blogsolid.com/

  45. Comment by aldy on January 18, 2010 at 20:16:18
    using Firefox 3.5.1 on Windows 7

    Jika memang tidak terkait langsung dengan hal-hal yang didiskusikan ini, berarti W3C harus kerja keras lagi. Ibaratnya, didunia kehutanan sebuah HPH boleh ikut serta dalam Ecolabel dan kayunya mudah masuk pasaran eropa dan amerika. Tetapi ada juga hph yang tetap dengan pola lama justru lebih bertahan lama dan profitnya lebih baik. Analogi ini cukup ?

  46. Comment by Dani Iswara on January 19, 2010 at 04:19:05
    using Firefox 3.5.7 on Gentoo

    aldy,
    teorinya, pemakaian unsur standar Web, semantik, aksesibilitas, dan usability, akan berlaku backward-compatible, baik untuk teknologi yang lawas maupun yang baru.

    Jika selera lawas lebih diminati, mungkin (dalam hal ini standar Web, entah dengan aturan main HPH) 'common sense' mengisyaratkan berbeda. Seperti kembali ke jaman dulu. Misal penyajian Web dengan desain minimalis, padahal sudah ada flash, ajax, svg, dll. :)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback by Beda Web Usability dan Aksesibilitas Web - Unessential Weblog on April 11, 2010 at 20:18:28
    WordPress abc

    [...] Konten Web yang dibuat untuk target pembaca level universitas, belum tentu aksesibel bagi difabel dengan hendaya kognitif. Desain Web yang dirancang sesederhana mungkin, bisa jadi tidak akan memuaskan hasrat visual mata [...]

  2. Pingback by Aksesibilitas Web Paragraf Pertama - Unessential Weblog on April 26, 2010 at 21:58:02
    WordPress abc

    [...] Hendaya Kognitif Mengakses Web. Do not share on: Del.icio.us, Digg, Twitter! [...]

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Comment form in disabled images
‹‹ Newer entries: Pemula Mencoba Arch Linux