Bukan SEO-SEM, hanya sekadar Web Accessibility dan Usability
Posted: January 19, 2010 at 11:37:58 by Dani Iswara. Words count: 805.
Last updated: January 24, 2010 at 12:49:35.
- Menu 'skip link'
- URL ringkas
- Jumlah pranala
- Struktur judul blog
- Paragraf pertama
- Jumlah kata
- Level judul-subjudul-anak subjudul (h1-h3)
- Teks 'anchor'
- Kuotasi dan sitasinya
- Atribut
alt - Atribut
title
Menu 'skip link'
Konvensi menyebutkan, jika untuk mencapai konten utama harus melalui setidaknya 3 pranala, maka menu 'skip' pranala dibutuhkan. Tentu lebih nyaman jika konten mudah ditemukan, atau ada di bagian atas. Daripada harus melalui pelbagai pranala berkali-kali untuk mendengar konten utama. Solusinya, sediakan menuskip to main content.
URL ringkas
Akan disuarakan dengan, misalnya:link h t t p colon slash slash example dot com slash post dash title slash. Mudah diingat dan tidak terlalu menyiksa telinga. Walau pengguna bisa melakukan 'skip' untuk pembacaannya. Tapi muncul pertanyaan. Mana keterangan waktunya? Ini tulisan lama atau baru? Pengumuman lama atau baru? Lowongan lama atau baru? Jika URL sudah ringkas, menyisipkan keterangan waktu (tahun, bulan) di teks 'anchor'--terkait informasi yang disajikan--akan lebih bermanfaat bagi pengguna manusia.
Jumlah pranala
Mesin akan menyuarakan:page has twenty headings and two-hundred links. Apa yang terbayangkan? Struktur halaman Web yang kompleks? Akankah mudah dipahami? Banyak pranala berarti banyak hal yang harus di-'skip'? Algoritma mesin telusur Internet pun mencurigainya? Punya kebun pranala? :)
Struktur judul blog
Haruskah mengandung kata kunci? Mungkinkah memahami konten tanpa memasukkan kata kunci di judul blog? Pengguna lain mungkin lebih menyukai judul yang 'memancing' atau membuat penasaran. Mengapa h1 ('heading level 1') tampil sebagai judul blog di laman/'homepage'? Elemen h1 akan terdengar sebagai struktur tertinggi di suatu dokumen Web. Penting juga bagi algoritma mesin telusur Internet?Paragraf pertama
Karena mesin 'membaca' dari atas ke bawah, kiri ke kanan--kecuali disetel berbeda seperti pada tulisan Arab, maka kalimat awal di paragraf pertama diharapkan mampu menggambarkan konten. Membantu menjelaskan lebih lanjut baris kata di struktur URL dan h1. Lalu seharusnya pengguna bisa memutuskan apakah akan melanjutkan mendengarkan atau tidak. Apakah benar mesin telusur Internet memberi bobot tertentu hanya kepada awal paragraf?Jumlah kata
Harus 250-300 kata? Mengapa suatu abstrak karya ilmiah umumnya disyaratkan sejumlah tersebut? Apakah suatu konten tidak cukup dipahami jika menyajikan sejumlah kurang dari itu? Atau malah dibuat lebih panjang agar pengguna tinggal lebih lama lagi? Bagaimana dengan waktu atau lama baca/dengar, ukuran berkas, kecepatan tampil, efisiensi?Level judul-subjudul-anak subjudul (h1-h3)
Pendengar akan semakin mudah memahami konten dengan struktur yang logis. Bahwa h3 adalah bagian dari h2. Bahwa h2 adalah bagian dari h1. Logiskah ada h3 tanpa didahului oleh h2? Logiskah menyajikan h2 tanpa ada h1-nya? Atau, mengapa tidak semuanya memakai h3 saja?Teks 'anchor'
Pengguna yang mendengar halaman Web bisa memilih navigasi untuk lompat dari satu pranala ke pranala berikutnya. Lalu yang terdengar hanya kata-kata seperti:di sini, di sana, di situ, sini, sana, situ, klik ini, klik itu, ini, itu.Atau bahkan hanya kata 'klik ini' yang berulang di sepanjang halaman. Bukankah pranala dibuat untuk diklik? Apa tidak lebih baik jika teks 'anchor' dibuat menjadi lebih deskriptif? Dengan mendengar teks 'anchor' saja, pengguna bisa menduga konten yang akan dituju. Burukkah itu?
Comment by choen on January 24, 2010 at 15:06:15
using Firefox 3.5.7 on Windows XP
Untuk "skip link", kalau misalnya gw pasang tapi ngak ditampilin (display:none) gimana bli? jadi pas disable CSS baru keliatan skip linknya.
Trus Jumlah pranala kan juga termasuk navigasi. ’screen reader’, ‘voice browser’, ‘text-to-speech’ bisa ngak membedakan mana navigasi atau mana link eksternal.
sip makasih bli.
Comment by Cahya on January 24, 2010 at 16:13:38
using Firefox 3.6 on Windows Vista
Untuk menambah keterangan waktu, apakah hingga ke detail tanggal ataukah cukup tahun dan bulan. Bagaimana baiknya?
Comment by Dani Iswara on January 24, 2010 at 16:27:03
using Firefox 3.6 on Gentoo
choen,
sah aja, tapi saya lebih setuju yang 'visible'. Karena bisa dimanfaatkan oleh pengguna yang lain untuk cepat menuju konten utama. Jadi, bukan hanya untuk pengguna 'screen reader' saja.
Konon, ada yang bisa membaca rel="external". Atau saat mendengar ...example.com...-nya, langsung tekan tombol untuk 'skip'. :)
Comment by Dani Iswara on January 24, 2010 at 16:35:21
using Firefox 3.6 on Gentoo
Cahya,
URL kan tetap ringkas, misal example.com/post-title/, lalu di judul 'posting' ('anchor text') diberi keterangan waktu terkait tulisan. Bisa tahun, bulan, tanggal, jam. Misal: Lowongan Kerja Web Developer, terakhir 30 Januari 2010 jam 2 siang. :)
Comment by zam.web.id on January 24, 2010 at 18:45:31
using Firefox 3.5.7 on Windows XP
banyak yang perlu saya catat, karena baru tau :) thanks for share, ini penting :D
Comment by aldy on January 25, 2010 at 02:00:01
using Firefox 3.5.7 on Windows 7
Mas Dhani,
Saya mungkin termasuk user yang tidak terlalu perduli lagi dengan segala macam aturan mesin pencari.
Saya lebih mementingkan untuk kepentingan user dari pada mesin pencari. Sehingga saya ada kalanya tidak memberikan deskripsi apapun pada alenia pertama. Saya malah merangkainya menjadi sebuah awalan artikel, bukan gambaran singkat mengenai isi artikel.
Mohon Advis Bli Dhani, apakah hal ini salah ?
Comment by Dani Iswara on January 25, 2010 at 06:45:36
using Firefox 3.6 on Gentoo
zam.web.id,
buat desainer, ngga usah terlalu diambil hati, Mas Zam. :)
Comment by Dani Iswara on January 25, 2010 at 07:04:12
using Firefox 3.6 on Gentoo
aldy,
menurut saya, tidak ada yang salah. Masing-masing punya konteks.
Ada seni jurnalistik yang bisa dipakai. Ada juga seni usability, aksesibilitas, SEO, sastra, dan lainnya. Begitulah kira-kira, Pak. :)
Comment by Pandu Truhandito on January 25, 2010 at 10:44:09
using Firefox 3.5.7 on Windows XP
always good tips :)
Saya sendiri terus terang masih belum sanggup dan / atau biasa untuk memenuhi semua item di atas di blog sendiri.
Printilannya kan banyak nih bli Dani dan terkadang menyita waktu sekali. Ada tips untuk membuat usability checking jadi lebih ringkas? Mungkin semacam checklist item-item dengan prioritas tertinggi?
Comment by dani on January 25, 2010 at 11:01:49
using Google Chrome 4.0.295.0 on GNU/Linux
Pandu Truhandito,
kalau aksesibilitas ada banyak contoh checklist-nya dari sisi best practice versi W3C. Salah satunya saya kompilasi di Manual Accessibility Evaluation - Table and Checklist.
Lalu, kombinasi standar Web, semantik, aksesibilitas, dan usability sempat saya catat di Web Standards, Semantic, Accessibility, and Usability Checklist.
Asumsinya, aksesibilitas dan usability saling overlap dan mengisi. Tapi kalau khusus usability, paling objektif kan mesti dicoba langsung ke pengguna. Prioritas pun mungkin kembali ke pembuktian angka statistik dan tujuan situs/target pengguna. :)
Comment by Pandu Truhandito on January 25, 2010 at 11:24:16
using Google Chrome 3.0.195.38 on Windows XP
Terima kasih banyak mas Dani.
@"Prioritas pun mungkin kembali ke pembuktian angka statistik dan tujuan situs/target pengguna."
haha.. sebagai praktisioner web analytics saya senang sekali membacanya :D memang, at the end of the day, "kata-kata" user adalah yang paling berpengaruh untuk kita. Tidak selalu benar memang, tapi yang jelas paling berpengaruh
Comment by Dani Iswara on January 25, 2010 at 11:41:55
using Firefox 3.6 on Gentoo
Pandu Truhandito,
kan hukumnya usability itu common-user need. :)
Comment by aldy on January 27, 2010 at 11:46:39
using Firefox 3.5.7 on Windows 7
Terima kasih Mas Dhani,
Dalam pengertian saya kita tidak harus terkungkung dalam satu konteks saja, tetapi kita bebas menentukan mana yang menurut versi kita terbaik yang dapat kita sajikan pada user. Walaupun mungkin sedikit melanggar kaidah mesin pencari ?
Comment by Dani Iswara on January 27, 2010 at 12:12:56
using Firefox 3.6 on Gentoo
aldy,
kaidah mesi telusur Internet mungkin baik, demi penggunanya. Tapi 'pengoptimalannya' yang kadang harus diseleksi oleh algoritma mesin telusur Internet agar tidak merugikan pengguna. :)