Memercayai Kualitas Dokumen Web
January 16, 2010 – 04:27 by Dani Iswara. Words count: 175.Last updated: Saturday, January 16, 2010 at 11:06.
Anda adalah salah seorang pengguna Internet yang mencari informasi di dunia maha luas bernama Web. Banyak situs Web menyediakan pelbagai dokumen. Percaya begitu saja? Bagaimana kualitasnya?
Di dunia kesehatan-kedokteran, mungkin kita terbiasa dengan pertanyaan: Should Consumer Trust a Health Website? (Dani Iswara .Net).
Di bidang lainnya, kita bisa menelusuri kualitas informasi dari cara-cara di bawah:
- Situs pemerintah, pendidikan, institusi, seharusnya paling layak dipercaya. Benarkah?
- Rekomendasi pihak yang dianggap memiliki otoritas atau dipercaya. Bukan karena kepopuleran!
- Membandingkannya dengan lebih dari satu situs sejenis.
- Selalu konfirmasi dan rekonfirmasi sumber dan isi informasi.
- Adakah konflik kepentingan? Mungkinkah dokumen dibuat tanpa kepentingan tertentu?
Contoh kasus
Beberapa peristiwa dan pertanyaan di bawah mungkin bisa dipakai sebagai bahan pemikiran:
- Saya bukan pemrogram atau pengembang. Mungkinkah saya menulis tutorial X/HTML, CSS, PHP, dan sejenisnya, tanpa merujuk sumber tertentu?
- Saya bukan dokter, apoteker, atau mahasiswa di bidang tersebut. Bolehkah saya menganjurkan pemakaian obat-obatan farmasi tertentu tanpa menjelaskan status profesi saya?
- Terjemahan dan salin tempel tanpa sumber?
Mungkin saja jawabannya: bisa. Dengan alasan yang tepat. ![]()
Tapi, bukankah etika kejujuran membantu memunculkan otoritas dan kepercayaan?
Comment by Cahya on January 16, 2010 at 12:41:40
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Windows Vista
Hmm…, bagaimana kaitannya dengan open knowlegde?
Comment by Dani Iswara on January 16, 2010 at 13:00:51
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Gentoo Linux
Cahya,
Wikipedia mulai mendapat tempat jika ditulis sesuai keterangan waktu saat dikutip. Open knowledge lain mungkin akan tetap dianggap ‘berbeda’ dibanding ‘peer reviewed’. Kualitas jurnal yang berbayar masih selalu unggul?
Comment by Cahya on January 16, 2010 at 14:13:09
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Windows Vista
Secara general mungkin tidak, namun secara spesifik per topik/subtopik dst, biasanya jurnal berbayar lebih menyediakan informasi untuk disiplin ilmu yang memerlukannya.
Comment by Cahya on January 16, 2010 at 14:21:51
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Windows Vista
We he he… koq komen saya hilang ya
Kalau menurut saya (karena belum menyelam terlalu jauh), kadang ada beberapa informasi yang spesifik dan kritis dalam mengembangkan disiplin ilmu tertentu tidak tersedia secara bebas, sehingga mau tidak mau mesti memburu jurnal bebayar – korban pencarian pustaka pas bikin skripsi
Comment by Dani Iswara on January 16, 2010 at 14:51:50
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Gentoo Linux
Cahya,
terlalu cepat timing komentarnya mungkin.
Comment by iskandaria on January 16, 2010 at 21:15:49
using Mozilla Firefox 3.5.5 on Windows XP
Setuju Pak. Kejujuran itulah sebenarnya yang paling banyak berperan dalam membentuk kredibilitas seorang penulis konten web/blog.
Tentunya selain karena latar belakang (profesi atau background pendidikan dan keahlian yang dimiliki).
Hemat saya, pengalaman dan pengetahun/wawasan kita akan konten yang ditulis itulah yang tak kalah pentingnya dalam membentuk otoritas dan kredibilitas.
Comment by Aldy on January 16, 2010 at 23:03:26
using Mozilla Firefox 3.0.3 on Ubuntu Linux 8.10
Bisa dalam pengertian yang sangat dipaksakan mas ?
Comment by Dani Iswara on January 17, 2010 at 03:41:20
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Gentoo Linux
iskandaria,
entahlah, saya merasa, jika semuanya tidak dilandasi niat baik (sesuai etika), secanggih apapun akan percuma, jika pengguna merasa tertipu nantinya.
Comment by Dani Iswara on January 17, 2010 at 03:43:08
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Gentoo Linux
Aldy,
maksudnya bagaimana, ya Pak? Maaf, saya belum mengerti.
Comment by aldy on January 18, 2010 at 19:58:42
using Mozilla Firefox 3.5.1 on Windows 7
Begini mas, saya menemukan blog ( umumnya blog baru ) yang membahas sebuah topik, tetapi setelah kita mengajukan pertanyaan justru dijawab dengan jawaban yang tidak nyambung. Mendingan jika kita diarahkan alamat web/blog tertentu, tentu akan kita ikuti pranala tersebut.
Menurut saya, ini sebuah pemaksaan artikel, bagaimana mungkin membuat sebuah artikel jika tidak pernah mengalaminya atau memiliki referansi yang cukup.
Maaf Mas, pertanyaannya “bersayap”
Comment by taqim on January 18, 2010 at 21:25:56
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Windows XP
Memang pengguna harus selektif dalam mengambil referensi dari inet. lihat-lihat dulu website sumber resmi, bonafid atau gak.
Tapi dari apa yang Dani contohkan diatas, paling tidak bisa share knowledge. jika ada kekurangan/kesalahan, pengguna lain akan mengoreksi lewat komen-komennya karena sifat blogging yang terbuka.
Comment by Dani Iswara on January 19, 2010 at 04:02:18
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Gentoo Linux
taqim,
Enaknya, komentar tambahan malah membuka cakrawala baru.
itulah cairnya dunia blog.
Comment by Dani Iswara on January 19, 2010 at 04:23:29
using Mozilla Firefox 3.5.7 on Gentoo Linux
aldy,
mungkin tulisan tersebut dibuat memang untuk mengundang pendapat pengguna/pembacanya?