Memercayai Kualitas Dokumen Web

Posted: January 16, 2010 at 04:27:15 by Dani Iswara. Words count: 175.
Last updated: January 16, 2010 at 11:06:29.

Anda adalah salah seorang pengguna Internet yang mencari informasi di dunia maha luas bernama Web. Banyak situs Web menyediakan pelbagai dokumen. Percaya begitu saja? Bagaimana kualitasnya? Di dunia kesehatan-kedokteran, mungkin kita terbiasa dengan pertanyaan: Should Consumer Trust a Health Website? (Dani Iswara .Net). Di bidang lainnya, kita bisa menelusuri kualitas informasi dari cara-cara di bawah:
  1. Situs pemerintah, pendidikan, institusi, seharusnya paling layak dipercaya. Benarkah?
  2. Rekomendasi pihak yang dianggap memiliki otoritas atau dipercaya. Bukan karena kepopuleran!
  3. Membandingkannya dengan lebih dari satu situs sejenis.
  4. Selalu konfirmasi dan rekonfirmasi sumber dan isi informasi.
  5. Adakah konflik kepentingan? Mungkinkah dokumen dibuat tanpa kepentingan tertentu?

Contoh kasus

Beberapa peristiwa dan pertanyaan di bawah mungkin bisa dipakai sebagai bahan pemikiran:
  1. Saya bukan pemrogram atau pengembang. Mungkinkah saya menulis tutorial X/HTML, CSS, PHP, dan sejenisnya, tanpa merujuk sumber tertentu?
  2. Saya bukan dokter, apoteker, atau mahasiswa di bidang tersebut. Bolehkah saya menganjurkan pemakaian obat-obatan farmasi tertentu tanpa menjelaskan status profesi saya?
  3. Terjemahan dan salin tempel tanpa sumber?
Mungkin saja jawabannya: bisa. Dengan alasan yang tepat. :) Tapi, bukankah etika kejujuran membantu memunculkan otoritas dan kepercayaan? Just unessential weblog
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com.

You are free to share (copy, distribute, transmit) & adapt this blog post under the similar license (Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported; CCA-NC-SA 3.0 Unported). Please put these links on your copy:
Taken from: Memercayai Kualitas Dokumen Web by Dani Iswara.

Unimportant Related/Random Posts

You may also read list of most popular posts and most popular tags of Dani Iswara .Net.

13 Responses to post titled: Memercayai Kualitas Dokumen Web

  1. Comment by Cahya on January 16, 2010 at 12:41:40
    using Firefox 3.5.7 on Windows Vista

    Hmm..., bagaimana kaitannya dengan open knowlegde?

  2. Comment by Dani Iswara on January 16, 2010 at 13:00:51
    using Firefox 3.5.7 on Gentoo

    Cahya,
    Wikipedia mulai mendapat tempat jika ditulis sesuai keterangan waktu saat dikutip. Open knowledge lain mungkin akan tetap dianggap 'berbeda' dibanding 'peer reviewed'. Kualitas jurnal yang berbayar masih selalu unggul?

  3. Comment by Cahya on January 16, 2010 at 14:13:09
    using Firefox 3.5.7 on Windows Vista

    Secara general mungkin tidak, namun secara spesifik per topik/subtopik dst, biasanya jurnal berbayar lebih menyediakan informasi untuk disiplin ilmu yang memerlukannya.

  4. Comment by Cahya on January 16, 2010 at 14:21:51
    using Firefox 3.5.7 on Windows Vista

    We he he... koq komen saya hilang ya :D

    Kalau menurut saya (karena belum menyelam terlalu jauh), kadang ada beberapa informasi yang spesifik dan kritis dalam mengembangkan disiplin ilmu tertentu tidak tersedia secara bebas, sehingga mau tidak mau mesti memburu jurnal bebayar - korban pencarian pustaka pas bikin skripsi :lol:

  5. Comment by Dani Iswara on January 16, 2010 at 14:51:50
    using Firefox 3.5.7 on Gentoo

    Cahya,
    terlalu cepat timing komentarnya mungkin.

  6. Comment by iskandaria on January 16, 2010 at 21:15:49
    using Firefox 3.5.5 on Windows XP

    Setuju Pak. Kejujuran itulah sebenarnya yang paling banyak berperan dalam membentuk kredibilitas seorang penulis konten web/blog.

    Tentunya selain karena latar belakang (profesi atau background pendidikan dan keahlian yang dimiliki).

    Hemat saya, pengalaman dan pengetahun/wawasan kita akan konten yang ditulis itulah yang tak kalah pentingnya dalam membentuk otoritas dan kredibilitas.

  7. Comment by Aldy on January 16, 2010 at 23:03:26
    using Firefox 3.0.3 on Ubuntu 8.10

    Bisa dalam pengertian yang sangat dipaksakan mas ?

  8. Comment by Dani Iswara on January 17, 2010 at 03:41:20
    using Firefox 3.5.7 on Gentoo

    iskandaria,
    entahlah, saya merasa, jika semuanya tidak dilandasi niat baik (sesuai etika), secanggih apapun akan percuma, jika pengguna merasa tertipu nantinya. :(

  9. Comment by Dani Iswara on January 17, 2010 at 03:43:08
    using Firefox 3.5.7 on Gentoo

    Aldy,
    maksudnya bagaimana, ya Pak? Maaf, saya belum mengerti.

  10. Comment by aldy on January 18, 2010 at 19:58:42
    using Firefox 3.5.1 on Windows 7

    Begini mas, saya menemukan blog ( umumnya blog baru ) yang membahas sebuah topik, tetapi setelah kita mengajukan pertanyaan justru dijawab dengan jawaban yang tidak nyambung. Mendingan jika kita diarahkan alamat web/blog tertentu, tentu akan kita ikuti pranala tersebut.
    Menurut saya, ini sebuah pemaksaan artikel, bagaimana mungkin membuat sebuah artikel jika tidak pernah mengalaminya atau memiliki referansi yang cukup.
    Maaf Mas, pertanyaannya "bersayap"

  11. Comment by taqim on January 18, 2010 at 21:25:56
    using Firefox 3.5.7 on Windows XP

    Memang pengguna harus selektif dalam mengambil referensi dari inet. lihat-lihat dulu website sumber resmi, bonafid atau gak.
    Tapi dari apa yang Dani contohkan diatas, paling tidak bisa share knowledge. jika ada kekurangan/kesalahan, pengguna lain akan mengoreksi lewat komen-komennya karena sifat blogging yang terbuka.

  12. Comment by Dani Iswara on January 19, 2010 at 04:02:18
    using Firefox 3.5.7 on Gentoo

    taqim,
    itulah cairnya dunia blog. :) Enaknya, komentar tambahan malah membuka cakrawala baru.

  13. Comment by Dani Iswara on January 19, 2010 at 04:23:29
    using Firefox 3.5.7 on Gentoo

    aldy,
    mungkin tulisan tersebut dibuat memang untuk mengundang pendapat pengguna/pembacanya? :)

Sorry, for some reasons (sometimes due to sp*ms attack), the comment form is closed at this time. If You have any suggestions, please contact me. Thank you.

Dani Iswara .Net

Return to TOP
›› Older entries: Ingin berpendapat, bukan ingin didengar
‹‹ Newer entries: Hanya Catatan tidak Penting