Blog tanpa Komentar
February 5, 2010 – 05:58 by Dani Iswara. Words count: 90.Last updated: Tuesday, February 9, 2010 at 6:15.
Ada narablog yang terobsesi memperoleh komentar dan kunjungan blog sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, blog tanpa (formulir) komentar juga bisa menjadi pilihan. Mengapa tidak?
Sejak memutuskan menutup komentar blog, apakah merasa kehilangan sesuatu? Ya, tentu saja sepi karena tidak ada komentar yang masuk.
Tapi menulis jalan terus. Karena ini media saya.
Hambar bagai sayur tanpa garam? Masih layak disebut blog?
Daripada menutup blog selamanya!
Beberapa blog yang menutup formulir komentar:
Lalu diskusinya? Ada cara lain berdiskusi, jika perlu.
Dani Iswara, mail me: [myfirstnamelastname]@gmail.com or use contact form.
Pingback by Pengomentar yang tidak Pantang Berkomentar di Blog Tertentu — Dani Iswara .Net on February 9, 2010 at 17:39:37
using WordPress abc
[...] Apakah menulis blog itu hanya untuk menuai komentar dan trafik sebanyak-banyaknya? Tanyakan pada beliau-beliau yang saya temukan telah menutup komentar blognya. [...]
Pingback by Jumlah komentar blog masih jadi ukuran dan harapan — Dani Iswara .Net on March 10, 2010 at 14:43:01
using WordPress abc
[...] dengan blog tanpa komentar? Tidak layak disebut Web 2.0+? Tidak layak ikut lomba [...]